cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 137 Documents
Analisa Variasi Kecepatan Makan Dan Ketebalan Makan Terhadap Kekasaran Permukaan Material Baja St-41 Pada Proses Bubut Aufar, Raydi; Ariefin, Ariefin; Murtadhahadi, Murtadhahadi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5762

Abstract

Kekasaran permukaan adalah salah satu karakteristik penting dalam metode pemesinan karena berpengaruh pada kinerja komponen mesin. Parameter pemesinan seperti kedalaman potong, kecepatan potong, kecepatan gerak pahat, kecepatan putar spindel, lama waktu pemesinan, pendingin, jenis benda kerja, jenis pahat, dan kondisi pemesinan, memiliki dampak signifikan terhadap kualitas kekasaran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran spindel dan kedalaman pemotongan dalam proses pembubutan dengan metode dry cutting terhadap kekasaran permukaan Baja ST 41 menggunakan pahat karbida. Penelitian ini dilakukan dengan variasi kecepatan makan 530,4, 224,4, 37,74 mm/menit dan ketebalan makan 0,2, 0,4 dan 0,6 mm. Total 9 spesimen Baja ST 41 digunakan dalam eksperimen ini. Berdasarkan hasil pengujian, Nilai rata-rata kekasaran permukaan pada spesimen A1 adalah 10,334 µm termasuk ke dalam range N10, A2 dengan 8,675 µm (N9), dan A3 rata – rata nilai kekasaran permukaanya ialah 9,296 µm (N9). Sedangkan nilai rata – rata kekasaran spesimen B1 yaitu 3.889 µm (N8), B2 = 2,076 µm (N7), B3 = 2,404 µm (N7). Dan yang terakhir adalah C1 = 1,415 µm (N7), C2 = 1,665 µm (N7), C3 = 1,704 µm (N7) yang artinya tingkat kekasaran permukaan yang dicapai masih dalam standar yang diizinkan dari hasil pada proses pembubutan.Keywords: Kecepatan Makan, Ketebalan Makan, Kekasaran Permukaan, Baja ST 41, Pahat Karbida
Pembuatan Dan Karakterisasi Softboard Berbasis Komposit Ampas Tebu Dan Sabut Kelapa Seiba, Sandradilla Yohana; Mawardi, Indra; Nurdin, Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5753

Abstract

Kebutuhan manusia terhadap penggunaan kayu pada kehidupan sehari-hari diketahui meningkat. Hal inimempengaruhi peningkatan penebangan hutan di Indonesia guna untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satuopsi bahan pengganti adalah dengan mengunakan serat alam. Salah satu jenis serat alam yang sering ditemui diIndonesia adalah ampas tebu dan sabuk kelapa. Penelitian ini meneliti tentang komposit dengan kerapatan rendahyang disebut softboard dengan filer campuran ampas tebu dan sabut kelapa serta menggunakan matriks polivinilasetat dan tepung tapioka. Penelitian ini dibuat dengan metode eksperimental dengan memvariasikan filler danmatriks yaitu 30:70, 30:70 dan 50:50. Juga variasi terdapat filler itu sendiri yaitu 30:70, 70:30 dan 50:50. Sertavariasi matriks antara PVAc dan tapioka yaitu 80:20. Setelah dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahuikarakterisasi dari setiap variasi yang telah ditetapkan maka didapatkan bahwa spesimen yang memiliki nilaibending tertinggi adalah spesimen A1 dengan nilai kelenturan 2.467 MPa dengan variasi filer 30% dan matriks70%. Rasio dari filer ampas tebu yaitu 30% dan sabut kelapa yaitu 70%. Nilai tertinggi untuk pengujian internalbonding yaitu 0,402 MPa pada spesimen A1 dengan variasi filer: matriks yaitu 30%:70% serta variasi rasio ampastebu dan sabut kelapa yaitu 30% : 70%Nilai tertinggi dari spesimen uji densitas adalah 0,38 gr/cm3 (A1) denganperbandingan fraksi filler 30% dan matriks 70% serta perbandingan filer partikel ampas tebu 50% dan serat sabutkelapa 50%. Dan nilai tertinggi untuk pengujian daya serap air terdapat pada variasi A8 yaitu 351,9%. yangmemiliki variasi fraksi filler dan matriks 50% : 0% serta dengan perbandingan filler yang sama yatu ampas tebu70% dan sabut kelapa 30%.Keywords: Softboard, Polivinil asetat, Komposit, Ampas Tebu, Sabut Kelapa
Analisa Pengendalian Kualitas Galon Dengan Menggunakan Metode Startistical Process Control (SPC) Di Pt. Ima Montaz Sejahtera Khusnul Syarifah, Cut; Turmizi, Turmizi; Ismy, Adi Saputra
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5071

Abstract

PT. Ima montaz Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dengan merek dagang “Mount Drink”. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi jenis kecacatan, menganalisis penerapan Statistical Process Control (SPC) dengan memberikan solusi tindakan yang sebaiknya dilakukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan metode SPC dengan tahapan diantaranya dengan mengisi lembar pemeriksaan, membuat histogram, membuat diagram pareto, membuat dan menghitung control chart dan terakhir membuat fishbone diagram. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ada 3 jenis cacat yaitu produk bocor palet (A), produk bocor pasar (B) dan produk lumut palet (C). Dengan menganalisi menggunakan Fishbone Diagram menunjukkan bahwa faktor terjadi cacat yaitu pekerja, metode, material, lingkungan dan mesin. Terlihat pada diagram pareto bahwa jenis kecacatan dengan angka tertinggi pada cacat sebesar 21,17%. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi angka kecacatan yaitu dengan pekerja teliti dalam mengecek, lama penyimpanan produk sebelum dipasarkan dan tempat penyimpanan yang memadai. Keyword: alat bantu statistik, pengendalian kualitas, galon, statistical process control
Pembuatan Komposit Berpenguat Serat Bambu Untuk Melihat Pengaruh Variasi Volume Terhadap Sifat Mekanis Menggunakan Matriks Styrofoam Dan Polyester Akhaina, Ade Putra; Mawardi, Mawardi; Amalia, Ismi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5758

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan penguat material komposit karena serat alam mudah didapat, harganya murah, jenis dan variasinya banyak. Salah satu serat alam yang dapat digunakan sebagai penguat komposit adalah serat bambu tali/apus. Komposit adalah campuran dari dua atau lebih campuran material yang terdiri dari filler dan matriks.Tujuan dibuatnya komposit adalah untuk mendapatkan material yang baik untuk melihat sifat mekanis nya dengan memvariasikan volume serat bambu tali/apus. Metode pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dengan cara menuangkan matriks styrofoam dan polyester kedalam cetakan yang berisi serat bambu tali/apus. Dalam penelitian ini dilakukan dua pengujian yaitu pengujian tarik dan bending dari bahan serat bambu tali/apus dengan variasi perbandingan berat serat yaitu 15%,20%,25%. Fraksi volume serat bambu memberikan pengaruh terhadap nilai tegangan tarik dan Tegangan bending komposit dan bersifat linear terhadap kekuatan serat. Dimana nilai tegangan tarik dan bending tertinggi didapatkan pada fraksi volume  25% yaitu sebesar 19,50 Mpa dan 40,72 Mpa. nilai ini lebih tinggi dibandingkan dua fraksi serat sebelumnya yaitu pada variasi 20% tegangan tarik dan bending sebesar 18,66 Mpa dan 38,78 Mpa. Pada variasi 15%  serat bambu tali/apus tegangan tarik dan bending sebesar 17.81 Mpa dan 40,72Mpa. Keywords: Serat alam,Serat Bambu,Polyester,Styrofoam,Pengujian Tarik dan Pengujan Bending
Analisa Sifat Mekanik, Termal Dan Akustik Material Biokomposit Papan Partikel Dari Pencampuran Ampas Sagu Dan Resin Polyester Tanjong, Ruhullah; Luthfi, Luthfi; Jufriadi, Jufriadi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5076

Abstract

Makhluk hidup sangatlah ketergantungan terhadap bahan baku kayu sehingga dapat mengurangi hasil hutan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan kayu yaitu dengan cara mengganti kayu dengan bahan lain yaitu komposit dari ampas sagu. Pembuatan papan komposit ini menggunakan metode hand lay up adapun pengujian yang dilakukan terhadap komposit ampas sagu dengan fraksi volume 20% : 80%, 30% :70% dan 40% : 60%. Dari hasil pengujian tarik pada fraksi volume 30% mengalami penurunan sedangkan untuk uji bending pada fraksi volume 40% mengalami penurunan. Adapun nilai konduktivitas termal tertinggi pada persentase ampas sagu 40% sebesar 0,020 W/m0C sedangkan terendah pada persentase 20% sebesar 0,014 W/m0C sedangkan untuk pengujian akustik tertinggi berada pada persentase 30% ampas sagu. Keywords: Hand lay up, ampas sagu, uji tarik dan bending, konduktivitas termal
Pengaruh Variasi Media Perendaman Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serbuk Ampas Tebu Bermatriks Epoxy Dan Polyester Jalil, T Muhammad; Zuhaimi, Zuhaimi; Darmein, Darmein
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5754

Abstract

Ampas tebu adalah limbah padat dari sisa penggilingan batang tebu (Sacharum officinarum). Pada penelitian ampas tebu digiling untuk menjadi serbuk, Ukuran sebuk ampas tebu 40 mesh. Perekat yang digunakan yaitu resin epoxy dan polyester dengan variasi media perendaman yaitu air payau, air laut dan air sumur selama 30 hari pada fraksi volume yang digunakan 20% dan 80% epoxy dan polyester. Dari hasil penelitian, untuk pengujian kekuatan tarik tertinggi di dapatkan pada media perendaman air payau, hal ini disebabkan oleh tidak adanya pori-pori dan void pada spesimen tersebut. Dari hasil penelitian, nilai kekuatan bending tertinggi didapatkan pada media perendaman air sumur hal ini disebabkan oleh ikatan serbuk ampas tebu dengan matriks sangat kuat serta keseragaman spesimen uji dari berbagai aspek baik pada dimensinya maupun pada hasil cetakan. Dari hasil penelitian, untuk pengujian daya serap air pada komposit serbuk ampas tebu memiliki daya serap air tertinggi pada perendaman air sumur sedangkan terendah pada air laut.  Keywords: Sacharum officinarum, epoxy dan void.
Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Bermatriks Epoxy Berpenguat Serat Daun Nanas Dan Serbuk CaCO3 Azman, Nuhari; Juhan, Nawawi; Dailami, Dailami
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5072

Abstract

Serat daun nanas dan serbuk CaCO3 merupakan salah satu material filler yang sering digunakan pada material komposit, maka dalam penelitian ini akan digunakan serat daun nanas dan serbuk CaCO3 serta dilakukan tinjauan pengaruh variasi volume keduanya terhadap matrik polimer yaitu epoxy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dan pengurangan antara serat daun nanas dan serbuk CaCO3 terhadap sifat mekanik kekuatan  tarik, modulus elastisitas, dan harga impak pada komposit polimer bermatriks epoxy dengan mencari nilai terbaik. Metode penelitian ini diawali dengan serat daun nanas dan serbuk CaCO3 yang siap digunakan untuk bahan komposit dengan volume 10; 15; 20% dan matriks 70% dengan orientasi serat acak. Dimensi pada spesimen mengacu pada ASTM D 3039 untuk pengujian tarik ASTM D 5942 – 96 untuk impak dengan metode hand lay up. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sifat mekanik komposit pada spesimen 2 memiliki nilai kekuatan tarik paling tinggi dari variasi lainnya yaitu 12,66 Mpa, begitu juga dengan pengujian impak yaitu 1,0097 J/m2. Spesimen 1 8,48 Mpa turun sama hal nya juga pada pengujian impak 0,6451 J/m2 dan yang paling rendah pada spesimen 3 6,46 Mpa begitu juga pada pengujian impak 0,3627 J/m2. pada pengujian tarik nilai kekerasan komposit berbanding lurus dengan kekuatan tarik pada komposit, sama hal nya pada pengujian impak nilai energi yang di serap berbanding lurus dengan nilai harga impak, dari hasil penelitian di atas dapat kita simpulkan volume yang seimbang spesimen 2 (serat 15% : serbuk 15%) dapat menciptakan hasil tertinggi di bandingkan volume yang lebih banyak di salah satunya. Keywords: Komposit, Pengujian Mekanik, Serat Nanas,
MANUFAKTUR DAN KARAKTERISTIK TERMAL KOMPOSIT HIBRIDA BERPENGUAT TULANG SAPI DAN SERAT E-GLASS Maulana, Rahmat; Mawardi, Indra; Saputra, Edi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8937

Abstract

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan, pemanfaatan limbah menjadi salah satu fokus utama dalam penelittian material. Limbah tulang sangat melimpah di Indonesia, khususnya tulang hewan. Limbah tulang hewan seringkali dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan hanya di buang. Karena dibuang, limbah tulang hewan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Namun, seiring meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam, potensi pemanfaatan limbah ini mulai mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kekerasan dan konduktivitas termal) komposit campuran resin epoxy dan tulang sapi. Penelitian ini dibuat dengan metode eksperimental dengan memvariasi partikel serbuk tulang hewan yaitu 5%, 10% dan 15%. Setelah dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui karakterisasi dari setiap variasi yang telah ditetapkan, maka didapatkan bahwa nilai hasil kekerasan tertinggi pada komposit hibrida partikel tulang sapi didapatkan pada fraksi volume 15% yaitu sebesar 64,94 HD. Sedangkan nilai kekerasan terendah didapatkan pada fraksi volume 5% dengan nilai 63,63 HD. Semakin meningkatnya volume partikel tulang sapi yang digunakan maka diikuti dengan menurunnya nilai konduktivitas termal. Nilai konduktivitas termal paling rendah dalam penelitian ini didapatkan dari fraksi volume partikel tulang sapi 15% dengan nilai rata-rata 0,1309  k(W/mC), dan nilai konduktivitas tertinggi didapat pada komposit hibrida partikel tulang sapi dengan fraksi volume 5% dengan nilai rata-rata 0,0785 k(W/mC). Keywords: Tulang sapi, Epoxy, Kekerasan, Konduktivitas termal.
KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT HIBRIDA POLIURETAN BERPENGISI PARTIKEL AMPAS TEBU DAN SEKAM Irfan Nur, Irfan Nur; Mawardi, Indra; Bukhari, Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8932

Abstract

Pengembangan material komposit berbasis poliuretan (PU) terus dilakukan untuk meningkatkan performa mekanik dan ketahanan terhadap lingkungan, khususnya terhadap penetrasi air. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah penambahan filler, namun variasi jenis dan fraksi filler dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis dan fraksi filler terhadap sifat mekanik dan fisis komposit poliuretan, meliputi kuat tekan, densitas, dan daya serap air. Spesimen yang diuji terdiri dari poliuretan murni serta komposit poliuretan dengan filler tipe ampas tebu, sekam padi, dan gabungan kedua filler pada beberapa fraksi. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa poliuretan murni memiliki nilai tertinggi sebesar 1,14 MPa, sedangkan penambahan filler pada fraksi tinggi menyebabkan penurunan kuat tekan, dengan nilai terendah sebesar 0,39 MPa pada komposit A15. Di antara komposit, filler tipe H pada fraksi 5% menunjukkan performa mekanik terbaik dengan kuat tekan mencapai 1,02 MPa. Hasil uji densitas menunjukkan bahwa densitas material meningkat seiring bertambahnya fraksi filler, dari 65,35 g/cm³ pada PU murni hingga 150,19 g/cm³ pada komposit H15. Sementara itu, hasil uji daya serap air menunjukkan peningkatan signifikan seiring bertambahnya waktu perendaman dan fraksi filler, dengan nilai tertinggi mencapai lebih dari 500% pada komposit A15, sedangkan PU murni menunjukkan daya serap terendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis dan fraksi filler sangat memengaruhi sifat mekanik dan fisis komposit poliuretan. Filler tipe H pada fraksi rendah hingga menengah memberikan keseimbangan optimal antara kekuatan mekanik, kerapatan struktur, dan ketahanan terhadap penyerapan air Kata Kunci: Komposit, Poliuretan, Filler, Uji Tekan, Uji Fisis
ANALISIS VIBRASI PADA POMPA SENTRIFUGAL P 5031 A AREA HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) DI PT PUPUK ISKANDAR MUDA Jamaluddin, Jamaluddin; Ariefin, Ariefin; Al Fathier, Al Fathier
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8938

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami pertumbuhan industri yang signifikan, terutama dalam sektor industri minyak, gas dan pupuk serta berbagai sektor lainnya yang terus berkembang pesat hingga saat ini. Analisis vibrasi merupakan salah satu parameter analisis dalam predictive maintenance khususnya digunakan untuk mendeteksi sumber dan gejala kerusakan. Dalam kaitannya dengan hal tersebut pengambilan data dilakukan menggunakan alat ukur vibrasi CSI 2140 dengan menetapkan sensor accelerometer pada titik pengambilan data pompa sentrifugal P 5031 A. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh vibrasi terhadap kerusakan yang akan terjadi pada pompa sentrifugal P 5031 A supaya bisa mengantisipasi/menghindari hal yang akan mengakibatkan terjadinya breakdown maintenance. Hasil pembacaan data vibrasi terbesar terjadi di posisi 3 Horizontal dengan nilai 22.60 mm/sec, paling rendah di posisi 3 Aksial dengan nilai 11.17 mm/ sec dan sudah memasuki dalam batas berbahaya setelah dilihat dari tabel ISO 10816-3. Berdasarkan spesifikasi data pompa sentrifugal P 5031 A masuk dalam kategori grup 2 dengan power 22 KW.Kata kunci : Analisis Vibrasi, CSI 2140, Pompa Sentrifugal P 5031 A, ISO 10816-3, Predictive Maintenance.