cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 127 Documents
ANALISA KEKUATAN IMPACT BAHAN ST- 60 PADA BERBAGAI TEMPERATUR Hery Siswanda; Zuhaimi Zuhaimi; Ilyas Yusuf
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.879

Abstract

Kegagalan pada suatu kontruksi pemesinan kemungkinan bisa terjadi, namun dapat dihindari dengan melakukan kajian-kajian dan penelitian. Material yang diproduksi secara komersial di pasaran secara umum telah melalui proses pengujian kekuatan, tetapi masih ada informasi yang dibutuhkan oleh para perancang untuk memperoleh data tentang kekuatan material akibat menerima beban dinamis. Penelitian ini dilakukan terhadap material baja karbon ST.60 dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan impak (impact strength) pada berbagai temperatur dan dari transisi ulet ke getas, dimana pada kondisi temperatur yang panas kekuatan material akan menurun. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) mempersiapkan alat dan bahan pengujian; (2) Melakukan pengkondisian spesimen pada berbagi perlakuan temperatur; (3) Melakukan pengujian impct charpy; (4) Melakukan pengamatan perpatahan; dan (5) Melakukan analisa. Spesimen disiapkan dalam bentuk standar mengikuti ASTM E 23 sejumlah 18 buah sesuai dengan rancangan penelitian untuk 6 variasi temperatur dengan masing-masing 3 kali perulangan. Untuk mengkondisikan temperatur dapat dilakukan dengan menggunakan dapur pemanas (furnace). Pengujian impact dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji impact charpy dan pengujian perpathan (fraktografi) dapat dilakukan dengan menggunakan Stereoscan Microscope. Harga kekuatan impct terendah pada temperatur 0 0C sebesar 0,130 Joule/mm2 dan tertinggi pada temperatur 200 0C sebesar 0,836 Joule/mm2. Temperatur transisi ulet ke getas diperoleh pada temperatur 0 0C sampai temperatur 150 0C. Makin tinggi temperatur, bentuk permukaan patah makin mengarah ke tipe perpatahan ulet.Kata kunci: Baja Karbon ST.60, kekuatan impact (impact strength), temperatur transisi
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLIMER UNSATURATED POLYESTER RESIN BERPENGUAT SERAT SISAL DENGAN PENAMBAHAN FILLER SERBUK KARBON Thamliha Thamliha; Ali Jannifar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2017

Abstract

Tanaman sisal adalah tumbuhan liar yang hidup didaerah bebatuan seperti di Kampong Merodot, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang sering disebut penduduk lokal tanaman jedem. Didaerah tersebut tumbuhan sisal tidak di mamfaatkan dan terbuang begitu saja. Tujuanya untuk mengetahui kekuatan uji tarik komposit polimer UPR berpenguat serat sisal dengan penambahan filler serbuk karbon yang dibuat lurus, acak dan sudut 45 dan untuk dianalisa hasil dari kekuatan uji tarik sebagai produk yang sesuai pengunaanya berdasarkan regangan dan modulus elasitas. Proses pembuatan komposit polimer berpenguat serat sisal dengan penambahan filler serbuk karbon mengunakan bahan serat sisal (Agave Sisalana), Unsaturated  Polyester Resin dan Filler Serbuk Karbon (Toner). Pengujian uji tarik mengunakan mesin Universal Testing Macihine dengan bentuk spesimen standar ASTM D3090. Hasil perbandingan serat sisal UPR lebih kuat dibandingkan serat sisal epoksi adalah 40.36% dan  Hasil kekuatan tarik orientasi serat sisal lurus 27.75 Mpa, modulus elastisitas 0.016 GPa dan regangan 2.07%, orientasi serat sisal acak  28.43 Mpa, modulus elastisitas 0.016 GPa dan regangan 1.86%, orientasi serat sisal sudut 45  adalah 21.18 Mpa, modulus elastisitas  0.016 GPa dan regangan 0.86% dan serat acak dominan kuat dibandingkan serat sisal lurus dan serat sisal sudut 45 .
PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN IMPACK BAJA ASTM A 106 GRADE B PADA PROSES PENGELASAN SMAW Husni Husni Hidayatullah; Al Fathier; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2858

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil anneling pada proses PWHT dengan holding time 10 menit. dengan temperatur (810oC, 830oC, 850oC) pada spesimen uji impack. untuk mengetahui jenis patahan dari proses anneling pada pengujian impack. untuk mengatahui nilai rata-rata energi yang diserap dan nilai rata-rata harga impack. proses pengelasan mengunakan pengelasan SMAW, mengunakan elektroda E6010 dan E7018, Pengujian yang dilakukan adalah pengujian impack. Hasil pengujian impack pada perlakuan Non-PWHT dengan nilai ratarata energi yang diserap sebesar 186 Joule dan harga impack sebesar 4,65 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 810oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,62 Joule/mm². Hasil pengujian impack pada temperature 830oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 210 Joule dan harga impack sebesar 5,25 Joule/mm. Hasil pengujian impack pada temperature 850oC mendapatkan nilai rata-rata energi yang diserap sebesar 225 Joule dan harga impack sebesar 5,27 Joule/mm.Dari semua hasil pengujian impack maka nilai nilai rata-rata energi yang diserap dan harga impack tertinggi terdapat pada temperatur 810oC sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan Non-PWHT. Kata Kunci : Pengelasan SMAW, Proses PWHT, Pengujian Impack
PENGARUH PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN Junaidi Junaidi; Ariefin Ariefin; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.379

Abstract

Selama ini, penanganan limbah industri penggergajian dilakukan dengan cara ditumpuk, dibuang kealiran sungai serta dibakar. Tentu saja hal ini mempunyai dampak negatif berupa pencemaran terhadaplingkungan. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi aplikatif sehinggamenghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan memanfaatkan serbuk gergajian menjadi woodpallet. Tujuan penelitian ini untuk, membuat produk wood pellet dengan memanfaatkan limbah kayu industri,mengetahui komposisi perekat dan air yang terbaik untuk pembuatan wood pellet, mengetahui karakteristik dariwood pellet. Metode penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pelet kayu mulai dari persiapanbahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan, dan tahapan analisa. Sedangkan variasi pemberianperekat tapioka dilakukan secara berbeda dimulai dari 10% perekat tapioka, 15% perekat tapioka dan 20%perekat tapioka. Hasil penelitian menenjukkan bahwa dengan perlakuan perekat tapioka 10% memperolehkadar air 9.85%, dan nilai kalor 17058 J/g (4074 kal/g), perlakuan perekat tapioka 15% memperoleh kadar air9.17%, dan nilai kalor 17488 J/g (4176 kal/g), dan perlakuan perekat tapioka 20% memperoleh kadar air8.91%, dan nilai kalor 17555 J/g ( 4192 kal/g). Maka dapat diambil kesimpulan Jenis perekat dan ukuranserbuk tidak perpegaruh nyata terhadap nilai kadar air begitu juga interaksi kedua faktor tersebut, namunberpegaruh sangat nyata terhadap nilai kalor serta interaksi keduanya.Kata Kunci: Wood pellet, Serbuk gergaji, Tepung Tapioka, Limbah kayu industri.
Pembuatan Dan Karakterisasi Papan Blok Berbasis Komposit Ampas Tebu Andreas, Andreas; Mawardi, Indra; Nurdin, Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5070

Abstract

Seiring bertambahnya penduduk maka berdampak terhadap peningkatan industri perkayuan di Indonesia, ketersedian kayu dihutan baik jumlah maupun kualitas semakin terbatas.Hal ini berpengaruh terhadap industri papan partikel yang semakin sulit mendapatkan kayu yang solid dan berkualitas. Metode penelitian ini diawali dengan mengumpulkan ampas tebu dan dibentuk menjadi partikel dengan mesh 20 dan 40. Fraksi penyusun papan partikel AT:PS yaitu 70:30, 60:40, 50:50. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keteguhan rekat, kekuatan lentur dan densitas sudah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 adalah variasi BP1 yaitu fraksi 30% ampas tebu dengan mesh 40 dan 70% styrofoam tetapi daya serap air pada variasi BP1 tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Keywords: Ampas tebu, polysterene, papan partikel.
RANCANG BANGUN SISTEM ELEKTRO PNEUMATIK UNTUK MESIN PENCETAK BIOBRIKET Muhammad Sofnivagi; Muhammad Razi; Hasrin Hasrin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1744

Abstract

Elektro pneumatik merupakan pengembangan dari pneumatik, dimana prinsip kerjanya memilih energi pneumatik sebagai media kerja (tenaga penggerak) sedangkan media kontrolnya mempergunakan sinyal elektrik ataupun elektronik. Sinyal elektrik dialirkan ke kumparan yang terpasang pada katup pneumatik dengan mengaktifkan sakelar, sensor ataupun sakelar pembatas (limit switch) yang berfungsi sebagai penyambung ataupun pemutus sinyal. Sinyal tersebut akan dikirimkan ke kumparan dan akan menghasilkan medan elektromagnit serta akan mengaktifkan/mengaktuasikan katup pengatur arah sebagai elemen akhir pada rangkaian kerja pneumatik. Sedangkan media kerja pneumatik akan mengaktifkan atau menggerakkan elemen kerja pneumatik seperti silinder yang akan menjalankan sistem. Pada Alat ini dirancang mesin pembuat briket dengan sistem pneumatik yang dapat bergerak dengan tekanan udara dari kompresor. Selain itu, alat ini dirancang menggunakan komponen yang dapat mendukung kerja pneumatik seperti Double acting silinder, solenoid valve single coil 5/2, regulator filter, push button dan kompresor. Proses kerja alat ini menggunakan diagram perencanaan pneumatik, sehingga gerak pneumatik pada saat proses pengepresan briket lebih stabil. Pengembangan alat pembuat briket dengan sistem kendali pneumatik, dapat menghasilkan waktu proses kerja yang lebih cepat dibandingkan alat pencetak biobrket manual, yaitu dalam 1 menit bisa menghasilkan 1 biobriket, tergantung jumlah tabung cetakan yang tersedia, semakin banyak tabung cetakan, maka jumlah biobriket yang mampu dihasilkan akan semakin banyak.Kata Kunci : Elektro peneumatik, komponen pneumatik, dan mesin pembuat briket
ANALISA PENGARUH KUAT ARUS DAN WAKTU LAS PADA PROSES LAS TITIK (RESISTANSI SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA HASIL SAMBUNGAN LAS PELAT SS 400 M. Arief Sahrevy; Mawardi Mawardi; Dailami Dailami
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 2 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i2.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat arus dan waktu las pada proses Las titik (RSW) terhadap kekuatan tarik pada hasil sambungan las pelat SS400.Bahan atau pelat yang digunakan adalah pelat SS400 dengan ketebalan 1,2mm dengan menggunakan elektroda las diameter 7.7mm. Material ini di beri perlakuan pengelasan dengan variasi 64 A, 87 A dan 116 A dengan perlakuan variasi waktu 1 detik, 1.5 detik dan 2 detik. Setelah melakukan pengelasan masing-masing spesimen akan dilakukan pengujian tarik (tensile test). Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengelasan menggunakan arus 87 A dengan waktu 1,5 detik memiliki nilai kekuatan tarik paling tinggi yaitu 795.92 MPa, selanjutnya di ikuti oleh arus 87 A dengan waktu 1 detik yaitu 792,92 MPa. Dari hasil data penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa penentuan besarnya arus dan waktu las mempengaruhi nilai kekuatan hasil pengelasanKata kunci: Resistant spot welding, Welding time, Low carbon steel, Tensile strenght
Analisis Kendali Mutu Filling Cup 220 ml dengan Metode Six Sigma pada PT. IMA Montaz Sejahtera Dara Rauzatul Jannah; Turmizi Turmizi; Bukhari Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4478

Abstract

Pengendalian kualitas produk merupakan usaha untuk mengurangi produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan. Pengendalian mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pemimpin perusahaan Air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air baku yang melalui sebuah proses sterilisasi, dikemas, dan aman untuk diminum mencakup air mineral dan air demineral. Konsep dasar dari Six Sigma adalah meningkatkan kualitas menuju tingkat kegagalan nol. Dengan kata lain, Six Sigma bertujuan untuk mengurangi terjadinya cacat dalam suatu proses produksi dengan tujuan akhir adalah menciptakan kondisi Zero Defect. Perapan metode six sigma (DMAIC) untuk menuju zero defect pada produk air minum ayia cup 240 ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan dari produk menggunakan metode DMAIC dan pada tahapan terakhir control menggunakan Stistical Proses Control (SPC). Hasil yag didapatkan dari penggunaan fihsbone diketahui bahwa penyebab kecacatan terdiri dari tiga faktor yaitu manusia, mesin dan lingkungan. Dan faktor manusia merupakan faktor utama penyebab kecacatan. Six sigma memiliki tahapan-tahapan implementasi yang terdiri dari lima langkah yaitu DMAIC atau Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Pada tahapan define bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mendefinisikan spesifikasi pelanggan, dan menentukan tujuan pengurangan cacat atau biaya, dan target waktu. Berdasarkan hasil penelitian dan identifikasi yang dilakukan di PT. Ima Montas Sejahtera, penulis mendapatkan bahwa perusahaan ini menduduki tingkat 3 sigma pada bagian filling cup dan lid. Keywords: Six sigma, Pengendalian kualitas, Kendali Mutu, DMAIC
MEMBUAT MESIN PENGUPAS KULIT BUAH PINANG KERING Deny Alfian; Darmein Darmein; Sariyusda Sariyusda
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.641

Abstract

Pengupasan kulit buah pinang dengan menggunakan mesin tergolong lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan pengupasan buah pinang secara manual, berdasarkan hal tersebut saya sangat tertarik untuk membuat ” Mesin Pengupas Kulit Buah Pinang Kering”. Pada pembuatan mesin pengupas kulit buah pinang ini saya mendesain diameter poros 19 mm, panjang sabuk 1549 mm dengan no sabuk 61, diameter puli motor 110,6 mm, diameter puli besar 186,8 mm dan kapasitas hopper 14,89 dm3. Selanjuntnya mesin pengupasa kulit buah pinang direncanakan akan mampu menampung buah pinang dengan kapasitas 30 Kg/jam dengan daya motor 1 HP. Setelah semua komponen jadi maka akan dilakukan perakitan, pengecatan dan test performance. Setelah pengujian dilakukan pengupasan buah pinang kering menggunakan pisau atau parang membutuhkan waktu yang lumanyan lama mencapai 15 menit dalam proses pengupasan, pada pengujian ini dilakukan 1 Kg pinang 88 buah yang sudah kering. Sedangkan pengupasan kulit buah pinang kering  menggunakan mesin cuma membutuhkan waktu 2 menit. Dalam hal ini maka pengupasan buah pinang kering lebih efektif  menggunakan mesin. Kata kunci :  Mesin pengupas kulit buah pinang kering, Mata pisau, Pengujian performance
ANALISA EFISIENSI ALAT DESTILASI ASAP CAIR TERHADAP KUANTITAS ASAP CAIR DI DAPUR ARANG (SUKU ASLI) DESA JANGKANG Mhd. Rizwani Mhd. Rizwani; Alfansuri Alfansuri
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i2.1227

Abstract

Asap cair (liquid smoke) merupakan hasil kondensasi atau pengembunan dari asap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan baku yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan adalah kayu bakau (Mangrove), dengan cara dikarbonisasikan melalui pembakaran langsung sehingga asap dan arang bisa dihasilkan. Asap akan dikondensasikan menjadi asap cair dengan menggunakan kondensor yang sistem pendinginnya menggunakan udara dan bambu yang disusun secara vertikal. Pada penelitian ini  dilakukan analisa pada suhu-suhu saat pembakaran arang berlangsung, dengan suhu tersebut akan digunakan untuk menghitung efisiensi alat destilasi, sedangkan kuantitas asap cair dilihat dari jumlah air yang terkondensasi oleh kondensor. Penelitian ini berlangsung selama 10 hari dengan interval waktu pengambilan data selama 6 jam sekali. Suhu tertinggi dihasilkan yaitu 80 0C dengan kuantitas 22 Kg, merupakan kuantitas terbesar dari semua data. Setelah dilakukan penghitungan efisiensi, kuantitas, kalor yang diserap dan dikeluarkan, kondensor ini bisa dikatakan efisien dengan nilai efisiensi sebesar 65%, dengan jumlah kuantitas 460,80 Kg, jumlah kalor yang diserap 2308,8 kJ/Kg dan jumlah kalor yang dikeluarkan 2191,37  kJ/Kg. Jadi sisa kalor yang masih tersimpan di kondensor sebesar 117,43  kJ/Kg. Kata kunci: asap cair, kondensasi, efisiensi, kuantitas, siklus rankine

Page 9 of 13 | Total Record : 127