cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Integrasi Literasi Pendidikan Kristiani di Era Disrupsi Digital Bungaa, Devi Maria
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.275

Abstract

In the era of digital disruption, education is experiencing a significant transformation. Information and communication technology not only changes how we learn and teach but also influences how we understand and practice religious values, including in the context of Christian education. The integration of Christian educational literacy in this era is essential to equip the younger generation with the skills needed to face the challenges of the times. This qualitative article aims to examine the importance of integrating Christian educational literacy in facing the challenges and opportunities offered by digital technology. With increasing access to information and changes in learning, Christian education needs to adapt to remain relevant and influential in shaping the character and faith of the younger generation. Through the right approach, Christian education can utilize technology to instill strong faith values and the skills necessary to live in an increasingly complex society.  AbstrakDi era disrupsi digital, pendidikan mengalami transformasi yang signifikan. Teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya mengubah cara kita belajar dan mengajar, tetapi juga mempengaruhi cara kita memahami dan mempraktikkan nilai-nilai keagamaan, termasuk dalam konteks pendidikan kristiani. Integrasi literasi pendidikan kristiani dalam era ini menjadi penting untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Artikel ini adalah merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya integrasi literasi pendidikan kristiani dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital. Dengan meningkatnya akses informasi dan perubahan cara belajar, pendidikan kristiani perlu menyesuaikan diri agar tetap relevan dan efektif dalam membentuk karakter dan iman generasi muda. Melalui pendekatan yang tepat, pendidikan kristiani dapat memanfaatkan teknologi untuk menanamkan nilai-nilai iman yang kuat dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang semakin kompleks.  
Pendidikan Kristiani Membangun Nilai Spiritualitas Remaja Kristen Agata, Bulanda; Barus, Mariani; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.150

Abstract

Christian education is education that teaches about God's divinity in the form of teaching that is given systematically and continuously in order to teach everyone by instilling good attitudes, positive values which can build the right character through teaching from the Bible can also form skills. even good and right conduct through Christian faith. This research was conducted using a qualitative method with a library study approach, by collecting data from journal articles that were in accordance with the topic of the problem raised. Then it was concluded that: Christian education has a very positive influence on young people, namely, from Christian education young people will get a sense of comfort and calm, they will be taught many things so they can be closer to God. Christian education is very useful in educating the character of young people to be better  AbstrakPendidikan Kristen adalah pendidikan yang mengajarkan tentang keilahian Tuhan dengan bentuk pengajaran yang di berikan secara sistematis serta berkelanjutan guna memberikan pengajaran kepada semua orang dengan menanamkan sikap yang baik, nilai-nilai yang positif dimana dapat membangun karakter yang benar melalui pengajaran dari Alkitab juga dapat membentuk keterampilan bahkan tingkah laku yang baik dan benar melalui iman kekeristenan. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode kualititaif dengan pendekatan studi Pustaka, dengan pengumpulan data-data dari artikel jurnal yang sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat. Maka disimpulkan bahwa: Pendidikan Kristen ini sangat memberi pengaruh yang positif kepada anak-anak muda yaitu, dari pendidikan Kristen anak muda akan mendapat rasa nyaman dan tenang, mereka akan di ajarkan banyak hal supaya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Pendidikan Kristen sangat bermanfaat mendidik karakter anak-anak muda menjadi lebih baik
Pengetahuan dan Keterampilan Teknis sebagai Fondasi bagi Guru Kristen: Studi Kasus di Desa Parbotihan Sirait, Jannes Eduard; Marbun, Purim; Hardori, Johni
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.222

Abstract

This study aims to find practical and explorable approaches or steps to improve Christian teachers' knowledge and technical skills in Parbotihan village. The focus is on finding relevant solutions that are practical and cost-effective. In the process, this research examines Christian teachers' perceptions of efforts to improve their competence. This research involves collecting relevant literature and in-depth analysis using explanatory and phenomenological-qualitative methods. The implementation began by compiling a semi-structured interview instrument for Christian teachers as the primary informants. The data collected focuses on the most effective strategies and steps in improving their technical knowledge and skills. The research results highlight the need to optimize the strategic role of government, schools, churches, and society in supporting Christian teachers. In addition, research also confirms the importance of individual initiative for each teacher in developing technical knowledge and skills independently. AbstrakMisi dari studi ini adalah untuk menemukan pendekatan-pendekatan yang efektif dan dapat dieksplorasi, pendekatan ataupun langkah-langkah efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis guru Kristen di desa Parbotihan. Fokusnya adalah menemukan solusi yang relevan, praktis, dan biaya efektif. Dalam prosesnya, penelitian ini menelaah persepsi guru Kristen terhadap upaya meningkatkan kompetensi mereka. Menggunakan metode analisis penjelasan dan fenomenologi-kualitatif, penelitian ini melibatkan pengumpulan literatur yang relevan dan analisis mendalam. Pelaksanaannya dimulai dengan menyusun instrumen wawancara semi-terstruktur untuk para guru Kristen sebagai informan utama. Data yang dikumpulkan berfokus pada strategi dan langkah-langkah yang dianggap paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mereka. Hasil penelitian menyoroti perlunya optimalisasi peran strategis pemerintah, sekolah, gereja, dan masyarakat dalam mendukung guru-guru Kristen. Selain itu, penelitian juga menegaskan pentingnya inisiatif individu bagi setiap guru dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan teknis secara mandiri.
Menerapkan Filsafat Pendidikan Kristen yang Alkitabiah dan Relevan pada Masa Pandemi Hendry Binsar H. Tarigan; Mariati Barus
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.59

Abstract

The purpose of writing this journal is to find out the definition of the Philosophy of Christian Education and the importance of the Philosophy of Christian Education and how to apply the Philosophy of Christian Education in families, schools and churches (communities) during the Covid-19 pandemic. And this Christian Education Philosophy is also based on the teachings written in the Bible as the holy book of Christianity which is also the word of God. The Bible is the basis for action or that leads to life into righteousness to obtain salvation, namely eternal life upon acceptance and belief in Jesus Christ as personal Lord and Savior. Therefore, the author makes the title of this journal is Biblical Christian Education Philosophy because the basis of teaching in human education starting from children and even from womb to adulthood comes from the Bible.AbstrakTujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui defernisi dari Filsafat Pendidikan Kristen dan pentingnya Filsafat Pendidikan Kristen serta bagaimana mengaplikasikan Filsafat Pendidikan Kristen di lingkungan keluarga, sekolah dan gereja (masyarakat) pada masa pandemi covid-19 ini. Dan Filsafat Pendidikan Kristen ini pun berdasar atas ajaran yang tertulis dalam Alkitab sebagai kitab suci agama Kristen yang juga adalah firman Allah. Alkitab sebagai dasar dalam bertindan ataupun yang menuntun hidup ke dalam kebenaran hingga memperoleh keselamatan yakni hidup yang kekal atas penerimaan dan kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Maka itu penulis membuat judul jurnal ini adalah Filsafat Pendidikan Kristen yang Alkitabiah sebab dasar dari pengajaran dalam pendidikan manusia mulai dari anak-anak bahkan mulaidari kandungan hingga dewasa bersumber dari Alkitab.
Model Pembelajaran Berpusat pada Kristus untuk Transformasi Bangsa: Studi Deskriptif di Sekolah Cahaya Cemerlang Syanti D. Mulia
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.76

Abstract

Christian education in Indonesia has not fully taken the role of educating the young generation to know God's will, changing its paradigm, and pursuing change, personal, group, and national reform. Sekolah Cahaya Cemerlang (SCC) is a Christian educational institution that was built in order to take on a role and fulfill its vocation, with the aim of raising the next generation of leaders who bring transformation to the Indonesian nation. The research focus in this qualitative descriptive study is to describe a Christ-centred learning model at SCC in terms of policy principles, objectives, curriculum, and learning methods, involving 19 teachers,155 students, and their families. Some of the new findings from the principles of the learning process at SCC are the use of the Bible Based curriculum, the principle of partnership with families and communities, training places for young missionaries, and SCC as a learning and knowledge-sharing community. The new findings are also a holistic approach with a spiritual foundation and teachers as shepherds according to the Jesus learning model and curriculum content based on God's Word. The 'Second Home School', Bloom's Spirit-led Taxonomy, the development of the Social Domain with individual learning, and group and community involvement, form the basis for the development of learning methods at SCC. Reflexive and Transformative Learning Methods for pedagogy are also developed for the purpose of social transformation, achieving a greater Indonesia.AbstrakPendidikan Kristen di Indonesia belum sepenuhnya mengambil peran untuk mendidik generasi muda mengenal kehendak Allah, berubah paradigmanya, dan mengupayakan perubahan, refor-masi pribadi, kelompok, dan bangsa. Sekolah Cahaya Cemerlang (SCC) adalah institusi pendi-dikan Kristen yang dibangun dalam rangka mengambil peran dan memenuhi panggilannya, bertujuan membangkitkan pemimpin generasi penerus bangsa yang membawa transformasi bagi bangsa Indonesia. Fokus penelitian dalam studi deskriptif kualitatif ini adalah menggam-barkan model pembelajaran berpusat pada Kristus di SCC dari segi prinsip kebijakan, tujuan, kurikulum dan metode pembelajaran, yang melibatkan 19 guru, 155 murid beserta keluarganya. Beberapa temuan baru dari prinsip proses pembelajaran di SCC adalah penggunaan kurikulum Bible Based, prinsip kemitraan dengan keluarga dan masya-rakat, tempat pelatihan misionaris muda, dan SCC sebagai learning and sharing knowledge community. Temuan baru dalam kuri-kulum dalam penelitian ini adalah pendekatan holistik dengan dasar spiritual dan guru sebagai gembala sesuai model pembelajaran Yesus serta konten kurikulum berbasiskan Firman Tuhan.  “Sekolah rumah kedua”, Spirit-led Taksonomi Bloom, pengembangan Ranah Sosial dengan pem-belajaran individual, dan kelompok dan keterlibatan masyarakat, menjadi dasar pengembangan metode pembelajaran di SCC. Metode Pembelajaran Refleksif dan Transformatif untuk pedagogi juga dikembangkan da-lam tujuan transformasi sosial, mencapai Indonesia Maju.        
Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Minggu dalam Pembentukkan Karakter Anak: Sebuah Studi di Sekolah Minggu GPdI Nafiri Bitung Kaawoan, Jeane Anne
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.52

Abstract

Sunday school is a church activity to reach out and shape the character of every child to conform to the will of the Lord Jesus and teach the Bible to change their lives to become hopeful disciples of Jesus. The main hope is to obtain salvation. In the Old Testament, Genesis 1 and 2 prove that God guided and taught the first humans, Adam and Eve. Even though the first humans failed and did not submit to God's authority, God remained faithful to teach and educate. His teaching always aims to introduce God, His nature, and his work to humans, emphasizing that every teacher must return to Bible teaching. The Apostle Paul mentions in his life as a teacher; a teacher can bring about changes in others: those who previously did not believe became believers; also, changes in knowledge: those who previously did not understand the truth change to understand the truth. Based on the research results, observations, and interviews with Sunday school teachers, the authors found that the pedagogical competence of Sunday school teachers in shaping the character of Sunday school children was different than expected. AbstrakSekolah Minggu merupakan kegiatan gereja untuk menjangkau dan membentuk karakter setiap anak agar sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus serta mengajarkan Alkitab untuk mengubah kehidupan mereka menjadi murid Yesus yang penuh pengharapan. Harapan utama adalah memperoleh keselamatan. Di dalam Alkitab Perjanjian Lama, Kejadian 1 dan 2 memberi bukti bahwa Allah membimbing dan mengajar manusia pertama Adam dan Hawa. Walaupun manusia pertama mengalami kegagalan dan tidak tunduk pada otoritas Allah, tetapi Allah tetap setia untuk menjadi pengajar dan mendidik. Pengajaran-Nya selalu bertujuan untuk memperkenalkan Allah, sifat dan Karya-Nya kepada manusia dan menegaskan bahwa setiap pengajaran guru harus kembali kepada pengajaran Alkitab. Rasul Paulus menyebutkan, dalam kehidupannya sebagai pengajar, seorang guru sanggup mewujudkan perubahan atas diri orang lain : yang tadinya tidak percaya menjadi percaya; juga perubahan pada pengetahuan: yang tadinya tidak memahami kebenaran berubah menjadi memahami kebenaran. Berdasarkan hasil penelitian, observasi dan wawancara kepada guru-guru Sekolah Minggu penulis menemukan bahwa kompetensi pedagogik guru Sekolah Minggu dalam membentuk karakter anak Sekolah Minggu belum sesuai seperti yang diharapkan.
Kode Etik dan Fungsi Pendidikan Kristiani dalam Menanamkan Nilai-nilai Iman Kristen di Sekolah Nikolaos, Nikolaos; Boni, Boni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.153

Abstract

Every individual teacher and the role and educational activist who carries out their profession are always related to attitudes and behavior; this is a characteristic that education requires to instill correct values. This role is one of them in Christian religious education, where Christian religious education is required to provide good values to students. Still, few Christian educators only teach about Christian values. Still, they are only exemplary examples for some students. Therefore, a code of ethics is critical in equipping an educator with good morals, ethics, and character pleasing to everyone. So everything given to students is not just ordinary material but can be an example in everyday life. The purpose of this article is so that students can apply what Christian religious education teachers receive so that they can have good morals and character. Using qualitative methods with a literature study approach, the researcher describes the research object descriptively using inductive research data to conclude that the code of ethics in instilling Christian values in elementary schools is essential for teachers, predominantly Christian religious education teachers. where you have to be a role model and a good example.  AbstrakSetiap pribadi guru maupun peran dan aktivis pendidikan yang menjalankan profesinya selalu berkaitan dengan sikap dan tingkah laku, hal itu menjadi ciri khas bahwa pendidikan menuntut untuk menanamkan nilai yang benar. Dimana peran itu salah satunya dalam Pendidikan agama Kristen di mana Pendidikan agama Kristen dituntut untuk bisa memberikan nilai yang baik kepada naradidik, namun tidak banyak juga pendidik agama krsiten yang hanya mengajarkan saja tentang nilai-nilai kekristenan tetapi mereka sendiri tidak menjadi contoh yang baik, bagi setiap naradidik. Maka dari pada itu kode etik sangat penting dalam memperlengkapi seorang pendidik dengan memiliki moral, etika yang baik serta karakter yang berkenan bagi semua orang. Sehingga setiap apa yang diberikan kepada naradidik tidak hanya menjadi materi biasa namun bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan artikel ini supaya  naradidik dapat mengaplikasikan apa yang diterima oleh guru pendidikan agama Kristen agar bisa memiliki moral dan karakter yang baik. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, peneliti menggambarkan bahwa objek penelitian secara deskriptif dengan menggunakan data hasil penelitian yang bersifat induktif memberikan kesimpulan bahwa  kode etik dalam penanaman nilai-nilai kersiten disekolah dasar merupakan hal yang sangat penting bagi para pengajar secara khusus guru Pendidikan agama Kristen di mana harus menjadi teladan, dan contoh yang baik.  
Korelasi Kompetensi Guru PAK SMA Negeri Se-Jakarta dengan Identitas sebagai Hamba Tuhan Jacob Messakh
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.37

Abstract

In the midst of the dynamics of intolerance that has penetrated the world of education in Jakarta, especially in the aftermath of the 2017 Jakarta Election, education for all and the ideals of independence attributed to the National Education System Law became a research concern. The focus is on Christian Religious Education Teachers (PAK) who are religious-based educators (religious). The deepening of Master's competence (PAK) is based on 1 Peter by providing background biblical texts as the basis of its epistemology. As a data collection instrument using a questionnaire to a number of 50 PAK Teacher respondents representing 5 regions namely: Central Jakarta, North Jakarta, Jakarta, South, West Jakarta and East Jakarta. The test uses a correlation regression test for each item questionnaire with five answer choices (Likert scale). The results show that there is a positive (unidirectional) relationship between the Competency variables as PAK Teachers and the identity variable as servants of God. With a correlation value of 0.715, it is shown that the correlation between PAK Teacher competency variables with self-identity as a servant of God is not only positive (unidirectional) but also included in the strong category. Abstrak Di tengah dinamika intoleransi yang merambah dunia pendidikan di Jakarta khususnya pasca Pilkada Jakarta 2017 silam, pendidikan untuk semua dan cita-cita kemerdekaan yang diatribusi ke dalam UU Sistem Pendidikan Nasional menjadi perhatian penelitian. Fokusnya adalah Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang merupakan pendidik berbasis keagamaan (religius). Pendalaman terhadap kompetensi Guru (PAK) didasarkan kepada Surat 1 Petrus dengan memberikan latar teks-teks Alkitab sebagai dasar epistemologinya. Sebagai instrumen pengumpulan data menggunakan angket kepada sejumlah 50 responden Guru PAK yang mewakili 5 wilayah yakni: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta, Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Pengujian menggunakan uji regresi korelasi atas setiap butir angket dengan lima pilihan jawaban (skala Likert). Hasilnya menunjukkan, bahwa terdapat hubungan positif (searah) antara variabel Kompetensi selaku Guru PAK dengan variabel identias sebagai hamba Tuhan. Dengan nilai korelasi sebesar 0,715, maka ditunjukkan bahwa korelasi antara variabel kompetensi Guru PAK dengan identitas diri sebagai hamba Tuhan bukan hanya positif (searah) tetapi juga masuk dalam kategori kuat.
Pendidikan Kristiani dalam Membentuk Kepribadian Sosial Anak: Membangun Sikap Anti-Bullying Pintakhari, Benyamin
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.276

Abstract

Bullying behavior among children and adolescents today has become a serious issue, which is discussed to overcome the problem, especially when many cases are deliberately broadcasted. Therefore, Christian religious education offers an approach according to Christian teachings to shaping children's character to face this challenge. This article investigates the role of Christian religious education in addressing bullying behavior in the next generation. Bullying not only causes a severe psychological impact on the victim but also damages the climate of the social environment, especially in the church, school, and family environment. They are using a descriptive qualitative research method with a literature study approach. So, it can be concluded that children can know the harmful effects of bullying behavior, so there is a need for a Christian religious education approach in character education to overcome bullying. And, of course, forming a personality that respects and protects oneself and others and providing a solid moral foundation for children in responding to and preventing bullying behavior wherever children are.  AbstrakPerilaku bullying di kalangan anak-anak dan remaja dewasa ini telah menjadi isu serius, yang dibicarakan untuk mengatasi persoalan tersebut apalagi saat ini terjadi banyak kasus yang snegaja diviralkan. Oleh sebab itu pendidikan agama Kristen menawarkan pendekatan sesuai jaran Kristen dalam membentuk karakter anak-anak untuk menghadapi tantangan ini. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki peran pendidikan agama Kristen dalam mengatasi perilaku bullying pada generasi penerus. Bullying tidak hanya menyebabkan dampak psikologis yang serius bagi korban, tetapi juga merusak iklim lingkungan pergaulan terutama dalam lingkungan gereja, sekolah dan keluarga. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka. Maka dapat disimpulkan bahwa anak dapat mengetahui dampak buruk dari perilaku bullying, sehingga perlunya pendekatan pendidikan agama Kristen dalam pendidikan karakter mengatasi bullying. Dan tentunya membentuk kepribadian yang menghargai dan melindungi diri sendiri dan sesamanya, serta memberikan landasan moral yang kuat bagi anak-anak dalam menanggapi dan mencegah perilaku bullying di manapun anak berada.  
Meningkatkan Produktivitas Kerja Guru Agama Kristen di Indonesia Jannes Eduard Sirait
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.74

Abstract

The purpose of this study is to analyze the factors that affect the productivity of teachers in their performance. Christian religious teachers who lose their enthusiasm have an impact on the ups and downs of work productivity to the lowest level. Teacher work productivity includes values, namely increasing morale through hard work and smart work. The teacher does not only fulfill his duties as a teacher but includes the overall ownership of the desire to carry out tasks according to his skills. They can be mature and independent and communicate effectively with peers. This research is descriptive in nature so that the resulting collection of facts is descriptive. This method can describe the object under study in detail. The position researcher is the main informant. Research informants are parents of students, prospective Christian teachers, lecturers, and Christian leaders. The method used in collecting information through observation includes the use of Google Forms. Conducting special interviews with some of the people who are considered the most knowledgeable about teacher work productivity by telephone and WhatsApp. Data analysis was carried out according to the Miles concept. The conclusion of the study is that teacher work productivity is influenced by various factors such as needs, psychological, social, economic, skills, experience, age, talent, physical condition, education level, temperament, and others. The main factors that affect the productivity of the teacher's performance are teaching skills and abilities, attitudes and character, school environment and conditions, work motivation, welfare, education level, work agreements, and the ability to apply technological achievements. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis anasir-anasir yang mempengaruhi produktivitas guru dalam kinerjanya. Guru agama Kristen yang kehilangan semangat berdampak terhadap naik turunnya produktivitas kerja hingga terjun ke level terendah. Produktivitas kerja guru mencakup nilai, yaitu meningkatkan moral melalui kerja keras dan kerja cerdas. Guru bukan hanya melakukan pemenuhan tugas sebagai pengajar tetapi mencakup keseluruhan kepemilikan hasrat melakukan tugas sesuai kecakapan. Mereka dapat dewasa serta mandiri dan berkomunikasi secara efektif bersama rekan sejawat. Riset ini bersifat deskriptif sehingga kumpulan fakta yang dihasilkan adalah deskriptif. Metode ini mampu menggambarkan objek yang diteliti dengan detail. Kedudukan periset merupakan informan utama. Informan riset adalah orang tua siswa, calon guru agama Kristen, dosen, dan tokoh-tokoh Kristen. Cara yang digunakan dalam mengumpulkan informasi melalui pengamatan termasuk pemanfaatan Google Forms. Melakukan interviu secara khusus kepada beberapa orang yang dianggap paling mengerti tentang produktivitas kerja guru lewat telepon dan WhatsApp. Analisis data dilakukan menurut konsep Miles. Kesimpulan penelitian adalah produktivitas kerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebutuhan, psikologis, sosial, ekonomi, keterampilan, pengalaman, usia, bakat, kondisi fisik, tingkat pendidikan, temperamen dan lain-lain. Anasir-anasir utama yang mempengaruhi produktivitas kinerja guru tersebut adalah kecakapan dan kemampuan mengajar yang dimiliki, sikap dan karakter, lingkungan dan kondisi sekolah, motivasi kerja, kesejahteraan, tingkat pendidikan, perjanjian kerja dan kemampuan menerapkan capaian teknologi.