cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Memetakan Tantangan dan Peluang Pendidikan Kristiani pada Era Post-Truth Kalalo, Delf Gustaaf
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.223

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has brought advances in economics and technology, touching on social, cultural, and religious aspects. In the Industrial Revolution 4.0 era, society's moral and spiritual values were explicitly disrupted by information technology, where access to information occurred massively, leaving a problem where facts no longer determined truth but by opinions and emotions. This phenomenon is known as Post-Truth. The Post-Truth phenomenon has become a challenge for Christian religious education in building students' Christian values. Based on this information, this research method uses a qualitative approach through literature studies obtained from various literature sources, such as books, journals, and scientific articles relevant to the focus of the research. The results and conclusions show that the post-truth phenomenon affects students in determining the truth of the information received to encourage efforts to increase information literacy about Christian values to students. AbstrakRevolusi Industri 4.0 telah membawa kemajuan pada aspek ekonomi, teknologi, yang selanjutnya menyentuh sendi-sendi sosial, budaya, dan agama. Pada era Revolusi Industri 4.0, nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat turut terdisrupsi secara khusus oleh teknologi informasi, di mana akses informasi terjadi secara masif dan meninggalkan suatu masalah di mana kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta melainkan oleh opini dan emosi. Fenomena ini dikenal dengan sebutan Post-Truth (paska kebenaran). Fenomena Post-Truth telah menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan agama Kristen dalam membangun nilai-nilai kekristenan peserta didik. Berdasarkan keterangan tersebut maka metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualititaif melalui studi pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa fenomena post truth mempengaruhi peserta didik dalam menentukan suatu kebenaran dari informasi yang diterima sehingga mendorong upaya peningkatan literasi informasi tentang nilai-nilai Kekristenan kepada peserta didik.   
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pendidikan Agama Kristen di Era Disrupsi Anastasia Runesi; Christian Yohanes; Putri Maria Juliana
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.100

Abstract

The disruption era is a condition that is closely related to changes in the industrial world from the previous system. This era brings major changes in various fields of life because of the presence of technology that makes it easier and at the same time shifts the role of humans. The result is felt in all fields, including Christian religious education. Machines have replaced human tasks in a variety of actions that have caused humans to no longer be a resource that needs to be valued and employed. Responding to this problem, Christian Religious Education must be present as a means of growing faith and the character of Christ which can be a guide in facing and solving any problems in everyday life, including problems that arise in the era of disruption. This study aims to examine the relevance of problem-based learning strategies applied in Christian Religious Education learning as an answer to problems that occur in the era of disruption. The method used in revealing the relevance is descriptive qualitative. The results of the study indicate that the application of problem-based learning strategies in Christian Religious Education is relevant, effective, and efficient in responding to the challenges and needs in the era of disruption. This is because students will be equipped with soft skills so that they are able to solve problems creatively and innovatively but still adhere to the character of Christ. AbstrakEra disrupsi merupakan keadaan yang erat dengan perubahan pada dunia industri dari sistem sebelumnya. Era ini membawa perubahan besar pada berbagai bidang kehidupan karena hadirnya teknologi yang mempermudah sekaligus menggeser peranan manusia. Akibatnya sangat terasa dalam segala bidang, termasuk pendidikan Agama Kristen. Mesin telah menggantikan tugas manusia dalam berbagai macam tindakan yang menyebabkan manusia tidak lagi menjadi sumber daya yang perlu dihargai dan dipekerjakan. Menanggapi masalah itu, Pendidikan Agama Kristen harus hadir sebagai sarana menumbuhkan iman dan karakter Kristus yang dapat menjadi pedoman dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah apapun di kehidupan sehari-hari termasuk permasalahan yang timbul di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi strategi pembelajaran berbasis masalah yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sebagai jawaban atas masalah yang terjadi di era disrupsi. Metode yang digunakan dalam mengungkap relevansi itu adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam Pendidikan Agama Kristen merupakan hal yang relevan, efektif, dan efisien menjawab tantangan serta kebutuhan di era disrupsi. Hal ini karena peserta didik akan diperlengkapi dengan soft skill sehingga mampu menyelesaikan masalah secara kreatif dan inovatif namun tetap berpegang dengan karakter Kristus. 
Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak melalui Metode Bermain Rida Sinaga; Milka Doang
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.58

Abstract

This research is based on concerns about moral values that are not good in children in the Tunas Mekar Integrated Kindergarten. Therefore, efforts need to be made to develop a positive attitude in children in a better direction. This research uses classroom action research methods. This research was conducted in Tunas Mekar Integrated Kindergarten, with a total of 14 children. One important aspect to be developed in children as provisions in living in the social environment of society is the social-emotional aspect. Every child needs to have good social skills and the ability to process emotions to build balanced relationships in a diverse social environment in terms of religion, ethnicity, and language. This intelligence is commonly known as Interpersonal intelligence. The end of this study found the following results: the first cycle was 57.14%, the second cycle was 67.62%, the third cycle was 78.57%, the fourth cycle was 61.60%, the fifth cycle was 92.85% and the sixth cycle or the last cycle obtained 95.24% results. After doing the first cycle to the sixth cycle, fourteen children experienced high interpersonal intelligence development. Thus, the play method is very appropriate to be used to develop children's interpersonal intelligence. Abstrak Penelitian ini berdasarkan pada keprihatinan terhadap nilai moral yang tidak baik di dalam diri anak yang ada di TK Tunas Mekar Terpadu. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan sikap positif di dalam diri anak ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di TK A Tunas Mekar Terpadu, dengan jumlah 14 anak. Salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan pada anak sebagai bekal dalam hidup di lingkungan sosial masyarakat adalah aspek sosial-emosional. Setiap anak perlu memiliki keterampilan sosial dan kemampuan mengolah emosi yang baik untuk membangun hubungan yang seimbang di lingkungan sosial yang beraneka ragam baik agama, suku dan bahasa. Kecerdasan ini biasa dikenal dengan kecerdasan Interpersonal. Akhir dari penelitian ini ditemkan hasil sebagai berikut: siklus pertama di peroleh hasil 57,14%, siklus kedua 67,62%, siklus ketiga 78,57%, siklus kempat 61,60%, siklus kelima 92,85% dan siklus keenam atau siklus terakhir memperoleh hasil 95,24%. Setelah melakukan siklus I sampai siklus VI, empat belas anak mengalami perkembangan kecerdasan interpersonal dengan kategori tinggi. Dengan demikian metode bermain sangat tepat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak.
Kreativitas Menggunakan Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Kainara, Semi Darius; Widiono, Gidion; Zai, Leo Swastani; Marampa, Elieser R.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.154

Abstract

This study aims to analyze and describe the creativity of Christian Education teachers using interactive multimedia to increase students' interest in learning. The research method used is a qualitative approach with a literature method. Information collection begins with identifying or understanding information related to the discussion to be sought, finding and selecting data, using keywords to facilitate searching, evaluating data sources, and presenting in written form. A creative Christian Education teacher creates various ideas to produce new methods to be applied in interactive multimedia in the classroom. Using interactive multimedia as a learning medium can stimulate focus, concentration, feelings, and desire to learn to motivate a more interactive and communicative learning process.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kreativitas guru Pendidikan Agama Kristen menggunakan multimedia interaktif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Pengumpulan informasi dimulai dengan mengidentifikasi atau memahami informasi terkait pembahasan yang akan dicari, menemukan dan menyeleksi data, menggunakan kata kunci untuk memudahkan pencarian, mengevaluasi sumber data, dan terakhir menyajikan dalam bentuk tulisan. Guru Pendidikan Agama Kristen   yang kreatif adalah proses bagaimana seorang guru mengkreasikan berbagai macam ide sehingga menghasilkan metode yang baru untuk diterapkan dalam multimedia interaktif di kelas. Dengan menggunakan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran, dapat merangsang fokus dan konsentrasi, perasaan, dan keinginan belajar peserta didik sehingga memotivasi terjadinya proses belajar yang lebih interaktif dan komunikatif.  
Pendidikan Kristiani Kontekstual dengan Pedekatan Dialogue of Being dalam Membangun Kebersamaan sebagai Anak Bangsa Yermia Tri Putri; Suhadi Suhadi
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.95

Abstract

 This research writes about contextual Christian education with a dialogue of being approached to create togetherness as children of the nation. This study uses a qualitative method with specificity to the literature review. Through the dialogue of being approached, the current dialogue approach, the achievement of togetherness as a child of the nation. The main problems of the diversity of the Indonesian people are, among others: inter-ethnic conflict, inter-racial conflict, inter-religious conflict, and inter-group conflict. Contextual Christian Education with a dialogue of-being approach helps Christian educators to educate students to become students who can be present amid society to be light and salt in the spirit of togetherness to create unity and oneness. Through a contextual critical education approach with a dialogue being approached, several conclusions were obtained. First, Christian education must be designed contextually to make it easier for students to understand every content taught. Second, Jesus is a great teacher who also teaches contextually. Third, contextual Christian education is understood in various principles, including the following: a) Christian education must be adapted to the context of the conditions of the people in Indonesia who hold fast to togetherness and diversity but uphold unity and unity b) Contextual Christian education must be accepted in all circles. Age. c) Christian education is not rigid but dynamic, implementing, and applicable. d) Contextual Christian education must provide radical transformation and change.  AbstrakPenelitian ini menulis tentang Pendidikan Kristiani kontekstualitas dengan pendekatan dialog of being-dialog menjadi- demi terciptanya kebersaamaan sebagai anak bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sepesifik kepada kajian pustaka. Melalui pendekatan dialog of being, pendekatan dialog yang kekinian, maka tercapainya kebersamaan sebagai anak bangsa. Masalah utama keberagaman  bangsa Indonesia adalah antara lain: konflik antar suku, konflik antar ras, konflik antar agama, konflik antar golongan. Pendidikan Kristiani Kontekstual dengan pendekatan dialog of being, menolong para pendidik Kristen untuk mendidik anak didik menjadi siswa-siswi yang dapat hadir ditengah masyarakat menjadi terang dan garam didalam semangat kebersamaan menciptakan persatuan dan kesatuan. Melalui pendekatan Pendidikan kritiani kontekstual  dengan pendekatan dialog of being, maka diperoleh beberapa kesimpulan antara lain: Pertama, Pendidikan Kristen harus didesain secara kontekstual guna memudahkan peserta didik memahami dan mengerti setiap konten yang diajarkan didalamnya. Kedua, Yesus adalah guru sang agung yang juga mengajar secara kontekstual. Ketiga, Pendidikan Kristen yang kontekstual dipahami dalam berbagai prinsip antara lain sebagai berikut: a) Pendidikan Kristen harus disesuaikan dengan konteks kondisi masyarakat di Indonesia yang memegang teguh kebersamaan dan keberagaman namun menjunjung kesatuan dan persatuan b) Pendidikan Kristen kontekstual harus dapat di terima di semua kalangan usia. c) Pendidikan Krsten adalah Pendidikan yang tidak kaku, tetapi Pendidikan yang dinamis, impelementasi dan aplikatif. d) Pendidikan Kristen kontekstual harus memberikan trasnformasi dan  perubahal yang radikal.  Pendidikan Kristiani Kontekstual; Dialogue of being;Kebersamaan anak bangsa
Impelementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Abad 21 Daniel S. Tjandra
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.33

Abstract

The era of globalization is inevitable, willing or unwilling to be ready or not ready for everyone to face globalization. The era of globalization can be said as an era of openness, an era of technology that is close to people's lives and even inherent in everyday life. Globalization colors and influences all aspects of life without exception the realm of education experiences or is affected by the effects of the times, globalization and technological sophistication. Education makes it possible to use all the advances of the times to produce an educational goal that shapes the complete human to face his day. 21st century learning provides a prominent change in the world of education, where learning is no longer focused on the results achieved, but on the learning process itself. Forming the competencies of students who have high-level thinking skills, are creative, communicative, and collaborative. This discussion will provide an understanding of 21st century learning implemented in Christian Religious Education subjects. Christian religious learning is expected to follow the development of 21st century learning so that in conveying learning content can prepare students to welcome the 21st century. Thus the curriculum in Indonesia is developed, and the 2013 curriculum is used now as part of responding to the challenges of the 21st century. Abstrak Era globalisasi tidak dapat dihindari, mau atau tidak mau siap atau tidak siap setiap orang menghadapi globalisasi. Era globalisasi dapat dikatakan sebagai era keterbukaan, era teknologi yang dekat dengan kehidupan masyarakat bahkan melekat dalam kehidupan sehari-hari. Globalisasi mewarnai dan mempengaruhi segala aspek kehidupan tanpa terkecuali ranah pendidikan mengalami atau tekena efek dari kemajuan zaman, globalisasi dan kecanggihan teknologi. Pendidikan memungkinkan meng-gunakan segala kemajuan zaman untuk menghasilkan sebuah tujuan pendidikan yang membentuk manusia secara lengkap untuk menghadapi zamannya. Pembelajaran abad 21 memberikan sebuah perubahan yang menonjol dalam dunia pendidikan, dimana pembelajaran bukan lagi dipusatkan kepada hasil yang dicapai, namun kepada proses pembelajaran itu sendiri. Membentuk kompetensi peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi. Pada pembahasan kali ini akan memberikan pemahaman tentang pembelajaran abad 21 yang diimplementasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Pembelajaran Agama Kristen diharapkan mengikuti perkembangan pembelajaran abad 21 sehingga dalam menyampaikan konten pembelajaran dapat mempersiapkan peserta didik menyongsong abad 21. Dengan demikian Kurikulum di Indonesia dikembangkan, dan Kurikulum 2013 yang digunakan sekarang sebagai bagian dalam menjawab tantangan zaman abad 21.
Metode Pengajaran Yesus dalam Pendidikan Spiritual Kristiani Araro, David Livingstone
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.164

Abstract

This research investigates the teaching methods employed by Jesus Christ as the Great Teacher in delivering spiritual truths. Drawing from various sources of biblical texts and related literature, the study delves into the use of parables, lectures, questioning, activities, and discussions as the primary methods utilized by Jesus. The analysis is also conducted on the instructional media He employed and the diverse teaching contexts in which He operated. The findings of this research provide a deeper understanding of Jesus's communicative wisdom and its relevance in contemporary spiritual education contexts.  AbstrakPenelitian ini menyelidiki metode-metode pengajaran yang digunakan oleh Yesus Kristus sebagai Guru Agung dalam konteks penyampaian pesan kebenaran spiritual. Dengan mempertimbangkan berbagai sumber teks Alkitab dan literatur terkait, penelitian ini mendalam pada penggunaan perumpamaan, ceramah, bertanya, aktivitas, dan diskusi sebagai metode-metode utama yang digunakan Yesus. Analisis juga dilakukan terhadap media pembelajaran yang digunakan-Nya, serta konteks-konteks pembelajaran yang beragam di mana-Nya mengajar. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kearifan komunikasi Yesus dan relevansinya dalam konteks pendidikan spiritual saat ini. 
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Siswa Kristen Janwar Tambunan
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.102

Abstract

The purpose of this study was to see the effect of the Quantum Teaching learning model used by Christian Religious Education teachers in the formation of student character. The sample in this study was 50 people. This study used descriptive methods, while the data analysis carried out in the hypothesis research was Pearson's product-moment correlation with data collection tools, namely a questionnaire for Variable X (Influence of Quantum Teaching Learning Model) and Variable Y (Student Character Building) The statistical test used in this research is using the Pearson Product Moment Correlation statistical test. From the test results obtained correlation test (r) 0.96 with a determination test of 92% and to determine whether or not the correlation coefficient is significant at the real level (α) = 0.05, the "t" test is held. From the test results obtained t-count t-table (3.19 1.67), then the hypothesis is accepted. Thus, it can be stated that there is an influence of the Quantum Teaching Learning model in PAK learning on the character formation of students in the era of online learning.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 orang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan analisis data yang dilakukan dalam penelitian hipotesis adalah korelasi product moment pearson dengan alat pengumpulan data adalah angket untuk Variabel X (Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching) dan Variabel Y (Pembentukan Karakter Siswa). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji statistik Korelasi Product Moment Pearson. Dari hasil pengujian diperoleh pengujian korelasi (r) 0,96 dengan uji determinasi sebesar 92% dan untuk mengetahui signifikan tidaknya koefisien korelasi pada taraf nyata (α) = 0,05 maka diadakan uji “t”. Dari hasil pengujian diperoleh t-hitung t-tabel ( 3,19 1,67 ), maka hipotesis diterima. Dengan demikian dapat dikemukakan adanya pengaruh model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran PAK terhadap pembentukan karakter Siswa di Era pembelajaran Online. 
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis E-Book Menggunakan Aplikasi 3d Pageflip Standar Maglon Ferdinand Banamtuan
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.71

Abstract

The expected goal in this study is to produce an E-book based teaching material using the 3D Standard Pageflip Application in Basic Education Courses. This study uses research and development ( Research and Development ). Research and Development is a research method used to produce certain products and test the effectiveness of these products.  The model used in this study is the 4-D model, namely: 1).  Define Phase; 2). Design Phase; 3). Phase Develop, and 4). Disseminate phase. Then the research results obtained from this study are 1). material expert validation of 77.1% with reasonable criteria; 2). media expert validation of 83% with very decent criteria; and 3). The results of trials in class G students of the Department of Christian Religious Education, Kupang State Christian High School obtained a total of 774, with a percentage of 91.1%, the criteria obtained in the product trial were very feasible.AbstrakTujuan yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk pengembangan sebuah bahan ajar berbasis e-book menggunakan Aplikasi 3D Pageflip Standar pada mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development), yakni metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D, yakni: Fase Define (Tahap Pendefinisian); Fase Design (Tahap Perancangan); Fase Develop (Tahap Pengembangan); dan, Fase Desseminate (Tahap Penyebarluasan). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: validasi ahli materi sebesar 77,1% dengan kriteria layak; validasi ahli media sebesar 83% dengan kriteria sangat layak. Hasil uji coba di mahasiswa kelas G Jurusan Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang diperoleh jumlah total 774, dengan presentasenya 91,1%, maka kriteria yang dipeoleh pada uji coba produk yakni sangat layak    
Dampak Adiksi Gadget terhadap Perkembangan Kerohanian Anak: Sebuah Studi Kasus pada Siswa Star Generation School, Manembo–Nembo, Bitung Mawey, Hizkia Elfran
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.53

Abstract

The use of gadgets for early childhood development can significantly influence the growth and development of early childhood both physically and mentally. The impacts and influences that arise can be positive or negative influences on child development. Children used to gadgets will impact their thinking ability and creativity, damaging morals and religious values. Gadgets cause reduced social interaction between children and the surrounding environment, making children tend to be too lazy to move and rarely do activities; gadgets can also impact the development of speaking ability. In addition, using gadgets properly and correctly in early childhood can be a medium of stimulation that can optimize child development. Conversely, excessive and unsupervised use of gadgets will also harm children's spiritual development in the future. AbstrakPenggunaan gadget bagi perkembangan anak usia dini dapat memberikan dampak dan pengaruh yang berarti bagi tumbuh kembang anak usia dini baik secara fisik maupun mentalnya. Dampak dan pengaruh yang ditimbulkan dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. Anak yang terbiasa menggunakan gadget akan berdampak pada kemampuan berpikir dan kreativitasnya, dapat berakibat pada kerusakan moral serta nilai-nilai agama, gadget menyebabkan interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitar berkurang, membuat anak cenderung malas bergerak dan jarang beraktivitas motorik, gadget juga dapat memberikan dampak dalam mengembangkan kemampuan berbicara. Selain itu, penggunaan gadget secara tepat dan benar oleh anak usia dini akan dapat menjadi suatu media stimulasi yang mampu mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan anak. Sebaliknya, pemakaian gadget yang secara berlebihan dan tanpa pengawasan juga akan berakibat buruk bagi perkembangan kerohanian anak dimasa mendatang.