cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Persepsi Pendidik Agama Kristen mengenai Pemicu Juvenile Delinquency di Indonesia Jannes Eduard Sirait
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.77

Abstract

The purpose of this study was to obtain accurate information about the perceptions of Christian educators about the triggers for juvenile delinquency. Adolescence is a unique and self-seeking stage. In this connection, teenagers often fall into juvenile delinquency. This research is to find various factors that cause juvenile delinquency so that it can be used to prevent juvenile delinquency. This study uses a qualitative approach as a research procedure and produces descriptive data. The reason for using this method is to describe the object of research in detail. The main instrument is the researcher himself (human instrument), and the data is in the form of primary and secondary data. The object of the research was adolescents and the informants were Christian religion teachers, namely those who were considered very understanding of adolescent growth. Data collection techniques using observation, structured interviews, and document studies, and triangulation. The data analysis technique follows the concept of Miles and Huberman and Spradley. Conclusions are drawn based on data analysis. The conclusion of this research is that there are various aspects that trigger juvenile delinquency and have a negative impact on adolescents and the wider community. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai persepsi pendidik agama Kristen mengenai pemicu juvenile delinquency. Usia remaja adalah yang unik dan tahap pencarian jati diri. Berkaitan dengan itu seringkali anak remaja jatuh pada juvenile delinquency. Penelitian ini adalah untuk menemukan berbagai faktor penyebab kenakalan remaja sehingga dapat digunakan untuk mencegah juvenile delinquency. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian dan menghasilkan data diskriptif. Alasan penggunaan metode ini adalah untuk menguraikan obyek penelitian secara terperinci. Instrumen utama adalah periset sendiri (human instrument), dan datanya berupa data primer dan sekunder. Objek penelitian adalah anak remaja dan informannya merupakan guru agama Kristen, yaitu mereka yang dianggap sangat memahami per-tumbuhan anak remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan studi dokumen serta triangulasi. Teknik analisis data mengikuti konsep Miles and Huberman dan Spradley. Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan analisis data. Simpulan penelitian ada berbagai aspek pemicu timbulnya juvenile delinquency serta berdampak buruk terhadap remaja dan masyarakat luas. 
Patron Keteladanan Kristus dalam Pendidikan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Haninuna, Benyamin; Lumintang, Marcellius; Piong, Defly Farly; Wariki, Valentino
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.196

Abstract

Pendidikan kristiani merupakan salah satu bagian yang penting dalam bidang pendidikan. Pendidik Kristiani mempunyai tugas dan tanggung jawab yang begitu berat sebagai seorang manusia yang penuh keterbatasan. Pendidik Kristiani bertugas untuk mengajar, menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik sesuai nilai-nilai kebenaran yang Kristus teladankan. Pendidik Kristiani yang berhasil adalah pendidik yang menggunakan dan mengikuti setiap pola dan metode pendidikan yang Yesus Kristus gunakan.Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menguraikan kajian teologis dari keteladanan Kristus sebagai guru yang agung yang menjadi fondasi dari pendidikan agama Kristen. Penelitian ini juga akan membahas keberadaan Kristus yang adalah seorang guru yang agung dan menjadi standar ideal bagi para pendidik Kristiani. Adapun metode yang digunakan adalah studi pustaka, di mana melalui metode ini akan diurai secara sistematis pokok-pokok gagasan dari Alkitab yang mendefinisikan dan mendeskripsikan nilai-nilai keteladanan Kristus. Keteladanan Kristus tersebut yang kemudian direlevansikan di konteks guru PAK. Berdasarkan itu maka didapat simpulan bahwa Kristus tidak hanya cakap dalam mengajar secara verbal, melainkan Ia juga menunjukkan tanggung jawab Dia dalam menjalankan apa yang Ia ajarkan selama tugasnya di dunia. Kristus selalu konsisten antara apa yang diajarkan dengan apa yang Ia lakukan  
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Ponomban, Christien Glori Natalia; Kristiani, Dina
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.179

Abstract

Education is not only aimed at educating the lives of students in every field of science but also at producing intelligent students with good characters that reflect the character of the Indonesian nation. Character Education cannot be separated from Christian Religious Education. The research method used in this research is library research. Christian Religious Education, in this case, the PAK teacher plays a vital role in shaping students' character. The role of the PAK teacher is not only as a teacher but also as a trainer, friend, parent, facilitator, evangelist, and priest. PAK teachers must fulfill their roles as God's call in school ministry if the PAK teacher can carry out his duties and responsibilities satisfactorily. By instilling Christian values according to the teachings of the Bible, students will have good characters that reflect the character of Christ.  AbstrakPendidikan bukan hanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan peserta didik dalam setiap bidang ilmu pengetahuan tetapi tujuan pendidikan adalah bagaimana menghasilkan peserta didik menjadi siswa siswi yang berintelek tetapi juga memiliki karakter baik yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Pendidikan Karakter tidak lepas kaitannya dengan Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Pendidikan Agama Kristen dalam hal ini guru PAK berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Peran Guru PAK bukan hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pelatih, sahabat, orang tua, fasilitator, pemberita injil dan sebagai imam. Guru PAK harus melaksanakan peran-perannya itu sebagai panggilan Tuhan dalam pelayanan di sekolah. Jika Guru PAK dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Menanamkan nilai-nilai Kristen sesuai ajaran Alkitab maka peserta didik akan memiliki karakter yang baik yang mencerminkn karakter Kristus.  
Pendidikan Karakter dalam Membentuk Perilaku Etis Mahasiswa STAKN Kupang Harun Y. Natonis
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.36

Abstract

The objectives achieved in this determination are: To analyze character education in shaping the ethical behavior of students of the Kupang Christian State College (STAKN); identify the values of character education and ethical values; and analyze how character education in shaping the ethical behavior of students of STAKN Kupang. The method used in this study, namely: a qualitative descriptive method that discusses descriptively qualitative. The results obtained after the research are: Character Education is the process of developing character or attitude including the potential that exists in humans to be able to develop properly and benefit themselves, others and also the surrounding environment; In relation to Christian ethics, ethical behavior is an attitude or behavior that is in accordance with Christian teachings, such as: honest, responsible, open, loving, disciplined, polite, tolerance, respecting others, believing, and so on; the role of character education in the formation of the ethical behavior of Kupang STAKN students is very good. Only indeed it takes awareness from each party. No matter how good the rules are made to apply together, but if there is no awareness then the rules are just like an outer wrap that is thrown away and is useless. The aims and vision of the Kupang STAKN mission are very clear. But the success rate of its implementation is relatively dependent on the awareness of its implementation. Abstrak Tujuan yang dicapai pada penetian ini yakni: Untuk menganalisis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku etis mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang; mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai-nilai etis; dan menganalisis bagaimana pendidikan karakter dalam membentuk perilaku etis mahasiswa STAKN Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni: metode deskriptif kualitatif yang membahas secara deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh setelah penelitian yakni: Pendidikan Karakter adalah proses pengembangan karakter atau sikap termasuk di dalamnya potensi yang ada dalam diri manusia agar dapat berkembang dengan baik dan bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan juga lingkungan sekitarnya; Dalam kaitannya dengan etika kristen, maka perilaku etis adalah sikap atau perilaku yang sesuai dengan ajaran Kristen, seperti: jujur, bertanggung jawab, terbuka, penuh kasih, disiplin, sopan, toleransi, menghargai orang lain, beriman, dan sebagainya; peranan pendidikan karakter dalam pembentukan perilaku etis mahasiswa STAKN Kupang sudah sangat baik. Hanya memang dibutuhkan kesadaran dari masing-masing pihak. Sebaik apapun aturan itu dibuat untuk diterapkan bersama, namu jika tidak ada kesadaran maka aturan itu hanyalah ibarat bungkus luar yang dibuang dan tidak berguna. Tujuan dan visi misi STAKN Kupang sangat jelas. Namun tingkat keberhasilan implementasinya relatif bergantung pada kesadaran pelaksanaannya.
Meningkatkan Kecerdasan Digital dalam Dinamika Pendidikan Kristiani di era Pascakebenaran: Sebuah Perspektif Kolose 4:5 Leiwakabessy, Tabita; Purwonugroho, Daniel Pesah
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.265

Abstract

This article explores the dynamics of Christian religious education in the post-truth era and its relationship with the enhancement of digital intelligence from the perspective of Colossians 4:5. Christian religious education embodies the truth of God's Word. Such education is essential for students in this post-truth era. The post-truth era introduces a distortion of reality in society, degrading the value of truth by reducing it to personal taste without verifiable and accountable affirmation. Students are expected to possess digital intelligence in this post-truth era. Digital intelligence is cultivated through Christian religious education within the framework of Colossians 4:5. Utilizing a descriptive qualitative approach; this study investigates the enhancement of digital intelligence from the perspective of Colossians 4:5 through Christian education in the post-truth era. Colossians 4:5 provides an appropriate perspective to develop students' digital intelligence through Christian education to face the challenges of the post-truth era.  AbstrakArtikel ini dibuat untuk menelusuri dinamika pendidikan agama Kristen di era pascakebenaran dan hubungannya dengan peningkatan kecerdasan digital dalam perspektif Kolose 4:5. Pendidikan agama Kristen merupakan pendidikan dengan nilai kebenaran Firman Tuhan. Pendidikan kristiani diperlukan oleh peserta didik di era pascakebenaran ini. Era pascakebenaran memberikan sebuah distorsi kebenaran dalam kehidupan masyarakat. Era pascakebenaran mendegradasi nilai kebenaran karena kebenaran hanyalah perkara selera perspektif personal tanpa adanya verifikasi dan affirmasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Peserta didik diharapkan memiliki kecerdasan digital dalam era pascakebenaran ini. Kecerdasan digital dibangun melalui pendidikan agama Kristen dalam perspektif Kolose 4:5. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini akan menelusuri peningkatan kecerdasan digital dalam perspektif Kolose 4:5 melalui pendidikan kristiani di era pascakebenaran ini. Kolose 4:5 merupakan perspektif yang tepat untuk membangun kecerdasan digital peserta didik melalui pendidikan kristiani untuk menghadapi era pascakebenaran ini.  
Urgensi Profesional Guru dalam Perkembangan Kognitif Nara didik Felia Limbong; Yonatan Alex Arifianto
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.141

Abstract

Teaching and learning process activities in the school environment are referred to as the transfer of knowledge process. This learning process involves students’ cognitive development, while the cognitive development of each student is not at the same level even though they are of the same age. In general, what happens in the learning process, the teacher’s models and techniques in teaching and conveying knowledge are the same for all students. In response to this, the teacher’s professional urgency in student development is very important. This research has the aim of solving the problem of how the professional urgency of teachers in the cognitive development of students. This study uses a descriptive qualitative approach through a literature review. As for the results of this research, that professional teachers are very important in responding to the cognitive development of students who are not the same as every student, professional teachers must pay attention to and understand the cognitive development of each student and the professional of a teacher must continue to be improved and developed so that it is able to meet the needs of students, especially in the cognitive development of students. Thus, the professional urgency of teachers in the cognitive development of students is necessary for the continuity of the learning process to be more effective and efficient in meeting the cognitive needs of each student.  AbstrakKegiatan proses belajar mengajar dalam lingkungan sekolah disebut sebagai proses transfer of knowledge. Proses pembelajaran ini melibatkan kognitif siswa sedangkan perkembangan kognitif setiap siswa tidak sama tingkatannya meskipun memiliki usia yang sama. Secara umum yang terjadi dalam proses pembelajaran tersebut, model dan teknik guru dalam mengajarkan dan menyampaikan pengetahuan sama bagi semua siswa. Dalam menanggapi hal tersebut urgensi profesional guru dalam perkembangan siswa sangat penting. Melalui penelitian ini memiliki tujuan dalam menyelesaikan permasalahan bagaimana Urgensi Profesional guru dalam Perkembangan Kognitif Nara Didik. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini, bahwa profesional guru sangat penting dalam menanggapi perkembangan kognitif nara didik yang tidak sama pada setiap nara didik, guru yang profesional harus memperhatikan dan memahami perkembangan kognitif pada setiap nara didik dan profesionalitas dari seorang guru harus terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan nara didik terutama dalam perkembangan kognitif nara didiknya. Sehingga pada saat guru menyajikan pembelajaran bagi nara didik tidak hanya terpaku pada satu metode pembelajaran saja tetapi guru bisa mengetahui dan menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian urgensi profesional guru dalam perkembangan kognitif nara didik mutlak untuk di lakukan dalam keberlangsungan proses belajar agar lebih efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan kognitif setiap nara didik.         
Penguatan Karakter Siswa Melalui Penggunaan Metode Bercerita: Sebuah Studi pada Charis Institute, Surakarta Viani, Neni; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.218

Abstract

It is essential to strengthen character as early as possible by instilling positive things in children, such as good manners, independence, responsibility, etc. Each individual has their character, some positive and some negative. However, children sometimes cannot differentiate between good and evil, so they tend to have negative characteristics, such as stealing, fighting, lying, etc. Therefore, schools must implement character education in every lesson for students' future. This research was conducted to increase educators' insight into the importance of character strengthening, which is implemented early; schools, families, and communities play an essential role in strengthening children's character. The author uses a qualitative research approach using descriptive analysis methods and collects data. Charis Institute Surakarta Kindergarten School works with parents to enhance the character of their students by using the storytelling method in daily devotional learning.  AbstrakPenguatan karakter sangat penting dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan hal-hal yang positif kepada anak-anak misalnya sopan santun, mandiri, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing ada yang positif dan ada yang negatif. Tetapi anak-anak terkadang tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat sehingga cenderung memiliki karakter yang negatif misalnya, mencuri, berkelahi, berbohong dan lain sebagainya. Maka dari itu sekolah harus menerapkan Pendidikan karakter dalam setiap pembelajarannya bagi masa depan anak didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambah wawasan para pendidik akan pentingnya penguatan karakter yang diterapkan sejak dini, bukan hanya sekolah tetapi keluarga dan Masyarakat juga turut berperan penting dalam menguatkan karakter anak-anak. Penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan memakai metode deskriptif analisis serta melakukan pengumpulan data. Sekolah TK Charis Institute Surakarta bekerja sama dengan orang tua untuk memperkuat karakter anak didiknya dengan menggunakan metode bercerita dalam pembelajaran yang dilakukan didevosi setiap hari.  
Guru Kristen Sebagai in loco parentis dalam Membentuk Karakter Siswa Wiyun Philipus Tangkin; Jelika Peea
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.97

Abstract

Teachers play an important role in the world of education. Teachers play many roles, one of which is being an in loco parent for students. However, the fact that occurs in the field, there are still teachers who cannot be in loco parentis because they solve problems with students. There are still teachers who commit acts of violence against students such as pinching, scolding harshly, and threatening students. Based on the phenomenon that occurred, this paper was written with the aim of explaining the role of the teacher as an in loco parent in the formation of student character. It is hoped that teachers can educate and teach students to understand and understand the good and true character in accordance with what God wants. The teacher is the right model for students, meaning that the teacher must be a role model for students in all aspects such as speaking, thinking, and behaving because students will imitate what the teacher does. When the teacher shows good behavior, students will also imitate good behavior. On the other hand, when the teacher does something bad, the student will also do something bad. AbstrakGuru mengambil peranan penting dalam dunia pendidikan. Banyak peran yang dikerjakan oleh guru, dan salah satunya ialah menjadi in loco parentis (orang tua) bagi siswa. Namun fakta yang terjadi di lapangan, masih ada guru tidak dapat menjadi in loco parentis karena dalam menyelesaikan masalah dengan siswa. Masih ada guru yang melakukan tindak kekerasan pada siswa seperti mencubit, memarahi dengan kasar, dan mengancam siswa. Berdasarkan fenomena yang terjadi maka, makalah ini ditulis dengan tujuan menjelaskan peran guru sebagai in loco parentis dalam pembetukan karakater siswa. Diharapkan guru dapat mendidik dan mengajarkan siswa supaya dapat mengerti dan memahami karakter yang baik dan benar yang sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Guru adalah model yang tepat bagi siswa, artinya guru harus menjadi contoh bagi siswa dalam segala aspek seperti dalam bertutur kata, berpikir, dan bertingkah laku karena siswa akan meniru apa yang dilakukan oleh gurunya. Ketika guru menunjukkan perilaku yang baik maka siswa juga akan meniru perilaku yang baik tersebut. Sebaliknya ketika guru melakukan yang tidak baik maka siswa juga akan melakukan yang tidak baik.        
Desain Model Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen bagi Anak Yanwar Prawono
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.61

Abstract

This study aims to identify the context in which PAK for children can be taught exactly where the child lives, grows, and mingles in their environment. The context referred to is the Christian Church in Luwuk Banggai (GKLB), specifically in the Imanuel Laonggo congregation. Knowing the context well will be very helpful in the hope of appropriate learning. The teaching of PAK for children refers to the teaching model of Jesus, and this has become the basis for the form of PAK Children's learning throughout the ages and places. If Jesus' teaching model was a text, it needed context. A text that touches the context will give birth to a living faith. Therefore, it is very important to design a children's PAK learning model in their respective contexts. What has been done through this research has actually stimulated the church institutionally to think and implement the contextual PAK learning mechanism for children through its ministry programs. This really helps children as the future church and the church in the future to grow and bear fruit for Christ in their context. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengenal konteks di mana PAK bagi anak dapat diajarkan dengan tepat di mana anak hidup, tumbuh dan bergaul dalam lingkungannya. Konteks yang dimaksud adalah Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB), secara khusus di jemaat Imanuel Laonggo. Mengenal konteks dengan baik akan sangat menolong dalam penarapan pembelajaran yang tepat. Pengajaran PAK bagi anak mengacu pada model pengajaran Yesus, dan hal Ini menjadi dasar bentuk pembelajaran PAK Anak di sepanjang zaman dan tempat. Bila model pengajaran Yesus adalah sebuah teks, maka ia membutuhkan konteks. Sebuah teks yang menyentuh konteks akan melahirkan sebuah iman yang hidup. Sebab itu sangat penting untuk mendesain suatu model pembelajaran PAK anak dalam konteksnya masing-masing. Apa yang dilakukan melalui penelitian ini sesungguhnya merangsang gereja secara institusional dapat memikirkan dan mengerjakan secara tepat mekanisme pembelajaran PAK anak yang kontekstual melalui program-program pelayanannya. Hal ini sangat menolong anak sebagai masa depan gereja dan gereja dimasa depan untuk bertumbuh dan berbuah bagi Kristus dalam konteksnya.
Peran Guru Kristen Sebagai Imam dalam Memfasilitasi Transformasi Kehidupan Murid Siahaan, Julieta Putri; Wardhani, M. Kusuma
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.182

Abstract

Christian education has a mission to guide students to achieve life transformation. In the educational process, philosophy influences the way teachers teach to the success of life transformation mission. Therefore, the role of Christian teacher must be present in facilitating a transforming educational process. As priest, teacher view students as the image of God. The purpose of this study is to determine the role of Christian teacher as priest in facilitating the transformation of students' lives. The author uses a research method in the form of a literature review. Teachers as a priest must first ensure that Christ is an example in their life so that teacher can radiate the love of Christ that touches the hearts of students through the role of the Holy Spirit who instills the truth and transforms the lives of students through the knowledge of the true God. Christian teacher as priest must pray for students, prevent bad situations from happening, become agents of recovery, build a mutually supportive classroom atmosphere, demand reasonable student learning outcomes, and facilitate student devotional activities. Teachers should equip themselves to God's truth and correct themselves for the application of truth in personal life and to subsequent writers to examine the challenges and solutions faced by teachers as priests.  AbstrakPendidikan Kristen memiliki misi untuk membimbing murid mencapai transformasi kehidupan. Pada proses pendidikan, filsafat memengaruhi cara mengajar guru terhadap keberhasilan misi transformasi kehidupan tersebut. Oleh karena itu, peran guru Kristen harus hadir dalam memfasilitasi proses pendidikan yang mentransformasi. Sebagai imam, guru memandang murid sebagai gambar dan rupa Allah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran guru Kristen sebagai imam dalam memfasilitasi transformasi kehidupan murid. Penulis menggunakan metode penelitian berupa kajian literatur. Guru sebagai imam harus memastikan dahulu bahwa Kristus menjadi teladan hidupnya sehingga dapat memancarkan kasih Kristus yang menyentuh hati murid lewat peran Roh Kudus yang menanamkan kebenaran serta mentransformasi kehidupan murid melalui pengenalan Allah yang sejati. Guru Kristen sebagai imam harus mendoakan murid, mencegah terjadinya situasi buruk, menjadi agen pemulihan, membangun suasana kelas yang saling mendukung, menuntut hasil belajar murid secara wajar, serta memfasilitasi kegiatan devosi murid. Saran bagi guru adalah memperlengkapi diri pada kebenaran Allah dan mengoreksi diri akan pengaplikasian kebenaran dalam kehidupan pribadi serta kepada penulis selanjutnya untuk mengkaji tantangan dan solusi yang dihadapi guru sebagai imam.