cover
Contact Name
Andi Sadriani
Contact Email
andi.sadriani@unm.ac.id
Phone
+6282133339824
Journal Mail Official
pt.ininnawaparamacitraedukasi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jipang Raya Komplek Bumi Palem P-23
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 30638461     DOI : https://doi.org/10.62330/edusos
EDUSOS: Journal of Education and Social Sciences is an open access peer-reviewed scientific journal published by PT Ininnawa Paramacitra Edukasi, published in June and December. The Journal of Education and Social Sciences aims to be a forum for academics, researchers and practitioners in the fields of education and social sciences to share knowledge, research results and the latest findings. In addition, this journal seeks to encourage innovation in educational practice and offer solutions to various complex social problems. Its scope includes educational theory and practice, curriculum, teaching and learning methodology, educational evaluation and assessment, educational management, sociology, anthropology, history, social psychology, cultural studies, public policy, economics, as well as interdisciplinary research that connects education and issues social. This journal accepts articles in the form of empirical research, theoretical studies, literature reviews, and best practice reports.
Articles 29 Documents
Tantangan Implementasi HAM Di Papua Sebagai Negara Yang Demokratis Ali Syarif, Kurnia
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 ( Des 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.156

Abstract

The implementation of human rights in Papua presents a major challenge for the Indonesian government. This challenge is further complicated by Indonesia's position as a democratic country where freedom of speech must be given to the community. This study uses a normative legal research methodology to explore the challenges and potential solutions to human rights implementation in Papua. It focuses on the legal framework, institutional mechanisms, and practical strategies for implementing human rights in Papua. The findings of this study highlight the need for a comprehensive approach that addresses the root causes of the challenges faced in implementing human rights in Papua. The study recommends the establishment of a special human rights implementation unit, strengthening institutional mechanisms, and increasing community participation in the implementation process. Overall, this study contributes to the ongoing discourse on human rights implementation in Papua and provides valuable insights for policymakers, practitioners, and researchers in the field of human rights.
Hubungan Sosiologi Hukum Dan Hukum Adat Di Banda Aceh Ali Syarif, Kurnia
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 ( Des 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.157

Abstract

Studi tentang hubungan antara sosiologi hukum dan hukum adat di Banda Aceh mencerminkan dinamika kompleks dalam perpaduan antara tradisi adat dan sistem hukum modern di Indonesia. Banda Aceh, sebagai kota yang kaya akan warisan budaya dan sejarah, menjadi pusat penting bagi pembahasan tentang interaksi antara hukum adat yang merupakan warisan leluhur dengan regulasi hukum modern yang diperkenalkan oleh negara. Penelitian ini membahas bagaimana hukum adat di Banda Aceh terlibat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik dalam menyelesaikan konflik maupun dalam menjaga ketertiban sosial. Sosiologi hukum memainkan peran penting dalam menganalisis dinamika interaksi ini, termasuk faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi implementasi hukum adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum adat tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Banda Aceh, tantangan dalam mengintegrasikan hukum adat dengan sistem hukum nasional terus ada. Konflik antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas sering kali muncul, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana menjaga keberlanjutan hukum adat sambil juga memperhatikan prinsip-prinsip hukum modern dan hak asasi manusia. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi perkembangan sistem hukum di Indonesia, khususnya dalam konteks pluralitas hukum dan upaya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat lokal sambil juga mematuhi standar hukum yang lebih luas.
Konflik Peran Ganda dan Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Kasus pada Wanita Karir di Kota Makassar sadriani, andi
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 ( Des 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik peran ganda yang dialami wanita karir di Kota Makassar serta dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan merujuk pada berbagai referensi ilmiah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data dalam narasi sistematis, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian meliputi faktor penyebab konflik peran ganda, dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga, dan strategi yang diterapkan untuk mengelola konflik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda timbul akibat tekanan budaya patriarki, jam kerja yang panjang, dan tuntutan peran domestik yang berat. Konflik ini berdampak pada hubungan suami-istri, kurangnya perhatian terhadap anak, dan stres emosional yang signifikan pada wanita karir. Selain itu, ketidakseimbangan pembagian tugas domestik menjadi salah satu pemicu utama ketegangan dalam rumah tangga. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan pasangan dan komunikasi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif konflik tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi wanita karir dalam menjalankan peran ganda dan pentingnya upaya bersama untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Temuan ini relevan dalam konteks Kota Makassar, yang masih dipengaruhi oleh norma budaya tradisional.
MAPPPATABE SEBAGAI KEARIFAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT SULAWESI SELATAN Arifin, Ibrahim
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.238

Abstract

Budaya Mappatabe, merupakan kearifan lokal dari masyarakat Sulawesi Selatan, adalah contoh cemerlang dari keberagaman budaya yang patut dihargai dan dilestarikam. Artikel ini menggali kedalaman tentang makna budaya Mappatabe disamping juga menyoroti bagaimana budaya ini mencerminkan kebijaksanaan dalam keragaman, mengedukasi kita tentang toleransi dan kerukunan, serta mempromosikan pelestarian budaya yang kaya. Dalam tulisan ini, merinci asal-usul, karakteristik, dan peran budaya Mappatabe dalam masyarakat Makassar. Artikel ini juga memperlihatkan bagaimana budaya Mappatabe memperkaya identitas lokal dan memberikan gambaran lebih luas tentang keberagaman budaya di Sulawesi Selatan. Selain itu, artikel ini menyoroti manfaat, termasuk peningkatan kesadaran, promosi perdamaian, dan peluang dalam sektor pariwisata. Dengan menghormati kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan, artikel ini mengambil langkah untuk merayakan, memahami, dan memelihara keberagaman budaya dalam dunia yang semakin terhubung.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN POLITIK GENERASI MUDA: STUDI KASUS GENERASI MUDA KOTA BANDUNG DI ERA DIGITAL Shiba Andini; Dita Widia Adhani; Rika Sartika
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.252

Abstract

Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, termasuk dalam hal memperoleh informasi politik. Penelitian ini berfokus pada bagaimana media sosial berperan dalam membentuk kesadaran politik anak muda di Kota Bandung. Selama tiga hari, sebanyak 25 responden berusia 17–25 tahun mengisi kuesioner daring yang disebarkan oleh peneliti. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka memang sering terpapar konten politik, khususnya di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Meski begitu, tidak semua benar-benar memahami isi konten yang mereka lihat. Sebagian bahkan masih bingung membedakan antara informasi yang akurat dan yang bersifat manipulatif. Walau demikian, media sosial tetap dianggap sebagai sarana yang efektif dalam memperkenalkan isu-isu politik karena tampilannya yang menarik dan mudah diakses. Temuan ini menunjukkan bahwa agar literasi politik generasi muda meningkat, dibutuhkan upaya pendidikan politik digital yang lebih terstruktur dan sesuai dengan gaya komunikasi mereka. Ketika digunakan secara tepat, media sosial bisa menjadi jembatan penting menuju partisipasi politik yang lebih sadar dan bermakna di kalangan anak muda. ABTRACT In the contemporary digital era, social media has emerged as a dominant platform for information dissemination, particularly among the younger generation. This study investigates the role of social media in enhancing political awareness among youth in Bandung, Indonesia. Data were collected through an online questionnaire administered to 25 respondents aged 17–25 over a three-day period. The findings indicate that while a majority of respondents frequently engage with political content on platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube, only a limited proportion demonstrate a comprehensive understanding of the conveyed messages. Furthermore, many respondents report difficulties in discerning between credible political information and propaganda. Nevertheless, social media is perceived as an effective tool for communicating political discourse due to its visual appeal and accessibility. These results underscore the necessity of implementing structured digital political education initiatives to improve political literacy among youth. With strategic and responsible utilization, social media holds significant potential to foster informed and meaningful political participation among the younger demographic.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG GAYA HIDUP KONSUMTIF DI KALANGAN REMAJA KOMUNITAS PESISIR A.Noer Chalifah Ramadhany
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.291

Abstract

Penelitian ini mencoba mengungkap keterkaitan antara intensitas penggunaan media sosial dengan munculnya kecenderungan konsumtif di kalangan remaja pesisir sebagai bentuk ekspresi diri dan negosiasi status sosial. Penelitian ini di lakukan di wilayah pesisir Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik kualitatif, yakni wawancara mendalam terhadap informan kunci, observasi perilaku sosial, serta dokumentasi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Media sosial terbukti bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan telah menjadi bagian integral dari konstruksi kehidupan sosial remaja pesisir. Sebagai bagian dari budaya digital, media sosial menjadi kanal utama bagi remaja dalam mengintruksi dan merekonstruksi gaya hidup mereka. Bentuk gaya hidup konsumtif yang muncul meliputi kecenderungan membeli produk yang sedang tren di media sosial, meningkatkan frekuensi belanja daring, serta membangun citra diri melalui unggahan konten. Beberapa faktor yang memperkuat perilaku konsumtif remaja mencakup interaksi sosial dengan teman sebaya, idealisasi figure publik di media sosial, dan kemudahan akses terhadap platform digital. Di balik konsumsi tersebut, terdapat makna sosial seperti keinginan untuk diakui, emmbangun identitas dan merasa setara dengan remaja di luar daerah pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi agen penting dalam transformasi budaya remaja pesisir.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN BAGI NELAYAN KECIL DALAM MEMBANGUN USAHA DI BIDANG PERIKANAN Ernawati S. K
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.306

Abstract

Pemberdayaan nelayan kecil di Indonesia merupakan isu yang krusial mengingat peran mereka dalam sektor perikanan dan ketahanan pangan nasional. Namun, nelayan kecil menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketimpangan akses terhadap sumber daya, dampak perubahan iklim, dan masalah dalam akses pasar serta implementasi program pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh nelayan kecil serta mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang ada. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa ketidakadilan dalam rantai distribusi dan kurangnya akses terhadap teknologi modern menjadi hambatan utama bagi nelayan kecil. Selain itu, dampak perubahan iklim mengancam keberlanjutan sumber daya ikan yang menjadi mata pencaharian mereka. Rekomendasi strategis yang dihasilkan mencakup peningkatan akses terhadap teknologi, pelatihan keterampilan teknis, pengembangan koperasi nelayan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses pemberdayaan, diharapkan dapat tercipta model pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil dan mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia
PERAN GANDA ISTRI PEMULUNG PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN RUMAH TANGGA Firdaus W. Suhaeb; Ernawati S. K
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran ganda perempuan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Tamangapa, Kecamatan Mangala, Kota Makassar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana istri yang bekerja sebagai petugas kebersihan mengelola peran gandanya dalam kehidupan sehari-hari di TPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa perempuan petugas kebersihan yang tinggal di sekitar TPA Tamangapa.Analisis ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan peran ganda perempuan petugas kebersihan dan strategi yang mereka gunakan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menjaga stabilitas keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan pemulung menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pekerjaan mereka sebagai pemulung dengan tanggung jawab rumah tangga sebagai ibu rumah tangga. Mereka mengembangkan strategi seperti berbagi pekerjaan dengan pasangan dan anak-anak mereka, dan memanfaatkan jaringan sosial di sekitar mereka untuk menerima dukungan guna memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bagaimana faktor ekonomi, sosial, dan psikologis mempengaruhi peran ganda perempuan pembersih dalam konteks ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika kehidupan keluarga di lingkungan TPA dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan yang mendukung kesejahteraan keluarga istri pemulung Makassar.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM POLITIK LOKAL: STUDI KASUS PEMILIHAN WALIKOTA MAKASSAR Nur Sahira BT Ambo Elo; Imawar; NurHikmah; Ibrahim Arifin
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media sosial mempengaruhi partisipasi pemilih, opini publik, dan dinamika kampanye. Sebagai hasil dari analisis konten dan survei yang dilakukan oleh pengguna media sosial, diketahui bahwa situs media sosial seperti Instagram dan Facebook berfungsi sebagai alat strategis bagi calon walikota makassar untuk menjangkau pemilih, menciptakan citra, dan menyebarkan informasi. Studi menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya membuat orang lebih terlibat dalam proses pemilihan, tetapi juga memengaruhi pilihan politik mereka. Hasilnya menunjukkan betapa pentingnya pemanfaatan media sosial dalam konteks politik lokal dan tantangan yang dihadapi, seperti penyebaran informasi yang salah dan polarisasi pendapat.
KONSEP PERUSAHAAN DALAM MELAKUKAN PEMASARAN Yusi Irensi Seppa
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 01 (2025): Vol.2 No.1 (2025): Volume 02 Nomor 01 (Juni 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v2i01.309

Abstract

Perusahaan memiliki departemen pemasaran yang mengatur aktivitas pemasaran untuk menciptakan dan menyalurkan manfaat bagi pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Konsep Perusahaan Dalam Melakukan Aktivitas Pemasaran. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam konsep yang melandasi cara organisasi melakukan aktivitas pemasaran yaitu: konsep produksi, produk, penjualan, pemasaran, pelanggan, dan pemasaran berwawasan sosial. Konsep berwawasan produksi, menyatakan bahwa pelanggan akan memilih barang atau produk yang mudah diakses dan murah. Konsep berwawasan produk yaitu konsumen akan memilih produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja atau ciri-ciri inovatif terbaik. Konsep berwawasan penjualan berpendapat bahwa jika konsumen dibiarkan begitu saja mereka tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah memadai sehingga organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep berwawasan pemasaran yaitu mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pemenuhan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Konsep pelanggan dimana perusahaan akan mengumpulkan informasi transaksi pelanggan, demografis, psikografis, dan media serta distribusi yang lebih disukai dengan anggapan untuk mencapai pertumbuhan menguntungkan dengan terus mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dari pelanggan pengeluaran masing-masing dengan membangun loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. Konsep pemasaran berwawasan sosial yaitu berwawasan tugas sosial pemasaran menentukan kebutuhan, keinginan, serta kepentingan pasar sasaran dengan memenuhinya lebih efektif dan lebih efisien daripada pesaing dengan mempertahankan konsumen dan masyarakat. Beberapa perubahan dalam praktik bisnis tergambar salah satunya dalam perusahaan ekonomi baru yang menyadari bahwa kepuasan pelanggan adalah hasil yang diperoleh dari harapan dan kinerja pelanggan.

Page 2 of 3 | Total Record : 29