cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains" : 10 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN EKSTRAK REBUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KacangPanjang (VignasinensisL.) Astrice Febriantami; Nusyirwan Nusyirwan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hormon tanaman unggul dan ekstrak rebung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari - April 2017, di rumah kaca FMIPA Universitas Negeri Medan jalan Willem Iskandar pasar V Medan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu pupuk hantu (P) dan ekstrak rebung (R) masing-masing menggunakan 4 taraf perlakuan. Jumlah kombinasi perlakuan adalah 16 dengan ulangan 2, sehingga jumlah unit percobaan adalah 32 percobaan. Dengan menggunakan ANAVA hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah daun,luas daun, jumlah bunga,jumlah buah, dan berat buah memiliki hasil yang berbeda dari masing-masing perlakuan. Untuk jumlah daun rata-rata paling tinggi terdapat pada perlakuan pupuk hantu 3ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 25buah, luas daun rata-rata paling tinggi pada perlakuan pupuk hantu 1 ml/1L air dan ekstrak rebung 0 ml (P1R0) dengan luas 32cm2, jumlah bunga tanaman kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 6,5buah, jumlah polong tanaman kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 15 ml (P3R3) dengan jumlah 8buah, dan berat polong kacang panjang yang memiliki rata-rata paling tinggi yaitu pada perlakuan pupuk hantu 3 ml/1L air dan ekstrak rebung 10 ml (P3R2) dengan nilai 289,85gr. Hasil dari pemberian pupuk hantu dan ekstrak rebung tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, dan jumlah buah, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah tanaman kacang panjang. Kata kunci : Pupuk Hantu, Ekstrak Rebung, Tanaman Kacang Panjang.
JENIS KELAMIN HIU TUPAI (Chiloscyllium hasselti) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MORFOMETRI Nurlaini Laili; Mufti Sudibyo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7582

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan morfologi dan morfometri Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina serta mengetahui  faktor yang berkontribusi terhadap panjang total tubuh Hiu Tupai Jantan dan Betina. Sampel penelitian di ambil dari Pusat Pasar Ikan di Jl. Cemara Sampali Medan. Sampel Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) yang diamati diambil sebanyak 35 jantan dan 35 betina. Karakter morfologi diperoleh dengan cara mengamati seluruh bagian tubuh antara jantan dan betina. Analisis statistik untuk membedakan antara jantan dengan betina menggunakan uji t, sedangkan untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap panjang total menggunakan analisis regresi berganda metode stepwise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina berbeda pada bagian kepala (betina memiliki bentuk kepala dengan ujung membulat sedangkan jantan meruncing) dan organ reproduksi (jantan memiliki klasper sedangkan betina memiliki kloaka). Berdasarkan hasil uji t diketahui terdapat 12 perbedaan karakter morfometri Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina. Secara morfometri karakter yang paling tinggi kontribusinya terhadap panjang total tubuh jantan yaitu panjang moncong hingga sebelum sirip dorsal pertama (X2) 97,3%, panjang standard (X1) 98,3%, panjang klasper (X20) 99,1%, jarak antara sirip dorsal pertama dan kedua (X8) 99,3%, dan panjang ekor (X18) 99,5% dan panjang moncong hingga  sebelum kepala (X5) 99,6%. Sedangkan pada Hiu betina karakter morfometri yang paling tinggi kontribusinya yaitu panjang standard (X1) 95,7%, panjang mulut (X14) 97,7 %, panjang ekor  98,6 %, jarak antara sirip dorsal pertama dan kedua (X8) 98,9%, panjang sirip anal (X19) 99,1 % serta panjang sirip perut (X11) 99,6 %. Kata kunci : Morfologi, Morfometri, Chiloscyllium hasselti, Jenis Kelamin.
PENGARUH JENIS FITOPLANKTON TERHADAP KADAR OKSIGEN DI AIR Lidia Sarah Panggabean; Puji Prastowo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7535

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis fitoplankton dan intensitas cahaya terhadap peningkatan kadar oksigen terlarut di perairan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara untuk pengambilan data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2017.  Variabel penelitian yang digunakan adalah perlakuan dengan jenis fitoplankton dan intensitas cahaya. Jenis fitoplankton yang digunakan adalah fitoplankton Arthospira platensis, Chorella vulgaris, dan Diatom sp. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan terhadap kadar oksigen terlarut dilakukan setelah 7 hari menggunakan DO meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen di air setelah 7 hari. Ada pengaruh jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen terlarut di air. Kata kunci : Oksigen terlarut, Jenis fitoplankton, Intensitas cahaya.
UJI PRA KLINIS TOLERANSI GLUKOSA EKSTRAK ETANOL SERTA PENGUJIAN TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DARI PUGUN TANA (Picria felterrae Lour.) Imam Bagus Sumantri; Sumadio Hadisahputra; Dharma Lindarto; Awaluddin Saragih
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7435

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan yang intensif. Tanaman tradisional untuk pengobatan diabetes banyak dijumpai di masyarakat dan telah digunakan secara turun temurun. Pugun Tana (Picria felterrae Lour.) merupakan tumbuhan khas yang digunakan oleh masyarakat Dairi untuk pengobatan diabetes. Data hasil penelitian efektifitas sebagai antidiabetes dari Pugun Tana belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji keamanan dan efektifitas dari Pugun Tanan sebagai antidiabetes sehingga dapat digunakan sebagai tanaman tradisional yang aman dan berkhasiat.Penelitian ini dilakukan dengan karakteristik simplisia daun (penentuan kadar air, penentuan kadar abu total dan tidak larut dalam asam, penentuan kadar sari larut etanol dan penentuan larutan kadar sari larut air). Ekstrak dibuat dalam crude extract dengan metode maserasi-perkolasi.Uji Toksisitas secara akut crude extract daun pugun tana tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan dan kematian yang berarti sampai dosis 10.000 mg/kg bb. Crude extract pugun tana (Picria felterrae Lour.) dikategorikan praktis tidak toksis atau toksisitas ringan. Namun, data indeks organ menunjukkan bahwa ada perbedaan dari organ seperti hati, dan perbedaan ini tidak memberikan perbedaan yang berarti dibandingkan dengan dosis lainnya.  Uji Toleransi glukosa dengan pemberian larutan glukosa dosis 5 g/kg bb menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol pugun tana dosis 50, 100 dan 200 mg/kg BB tersebut menurunkan kadar gula darah tikus yang diberikan glukosa 50%. Suspensi ekstrak pugun tana dosis 100 mg/kg bb memberikan penurunan kadar gula darah hampir sama dengan  suspensi glibenklamid dosis 10 mg/kg bb dan kenaikan dosis ekstrak tidak memberikan efek penurunan kadar gula darah yang lebih baik. Kata kunci:  tikus obesitas, toleransi glukosa, toksisitas akut, picria felterrae, pugun tana
HUBUNGAN FISIKOKIMIA AIR TERHADAP KEANEKARAGAMAN UDANG AIR TAWAR DI PERAIRAN SUNGAI BEDERAK TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MADYA MEDAN Laila Sapna; Meida Nugrahalia
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sifat fisikokimia perairan pada aliran Sungai Bederak, mengetahui keanekaragaman udang air tawar yang terdapat di aliran Sungai Bederak dan mengetahui hubungan fisikokimia air dengan keanekaragaman udang air tawar di aliran Sungai Bederak di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Pengukuran parameter fisika dilakukan langsung di lapangan, sedangkan pengukuran parameter kimia sampel air yang diamibil dari setiap stasiun diteliti di Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Data hasil pengukuran suhu berkisar 24 -28 0C, kecerahan 3 – 7 cm, pH 4,5 – 7,5, COD 15 – 19 mg/L, BOD 12 – 13 mg/L dan NO3 15 – 20 mg/L. 1. Sifat fisikokimia perairan Sungai Bederak yakni suhu belum melewati batas baku mutu kelas II, sedangkan tingkat kecerahan sudah tercemar. Parameter kimia seperti pH sudah melewati batas baku mutu kelas II, COD belum melewati batas baku mutu kelas II, BOD sudah melewati batas baku mutu kelas II dan NO3 sudah melewati batas baku mutu kelas II. Pengambilan sampel udang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling diambil dengan 3 kali pengulangan dan identifikasi udang diteliti di Laboratorium Biologi FMIPA UNIMED. Dari penelitian didapat 3 famili Crustacea yakni Palaemonidae, Tetrasquilidae, Penaeidae. Nilai indeks keanekaragaman udang (H’) berkisar antara 0,65 – 1,86. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa parameter fisika dan kimia yakni suhu 0,717, kecerahan 0,68, pH 0,65, COD 0,835, BOD 0,98, NO3 0,86, memiliki hubungan terhadap keanekaragaman udang. Kontribusi hubungan suhu 51,4 %, kecerahan 46,2 %, pH 42,2 %, COD 69,7 %, BOD 96 %, NO3 73,9 %.Kata kunci : Fisikokimia, Udang, Keanekaragaman, Analisis Korelasi
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENUTUPAN PADANG LAMUN (SEAGRASS) DI PERAIRAN MANDAILING NATAL SUMATERA UTARA Pera Herawati; Ternala A Barus; Hesti Wahyuningsih
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7434

Abstract

Penelitian ini tentang keanekaragaman makrozoobentos dan hubungannya dengan penutupan padang lamun di perairan Natal Mandailing Natal Sumatera Utara, telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Lokasi Penelitian di tetapkan sebanyak 4 stasiun dengan metode purposive sampling menggunakan transek kuadrat 1x1 m sebanyak 5 kali ulangan. Penelitian ini ditemukan 4 spesies lamun yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Cymodecea rotundata, Halodule pinifolia dengan persentase tutupan lamun pada stasiun I (47%), stasiun II (29%), stasiun III (76,6%), dan stasiun IV (83,8%). Makrozoobentos yang ditemukan ada 16 spesies yang dikelompokkan menjadi 7 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Echinoidea, Holothuroidea, Malacostraca, Amphineura, Anthozoa. Nilai kepadatan tertinggi diperoleh dari kelas Bivalvia pada stasiun I spesies Anadara Inaequivalvalis sebesar 1,2 ind/m2. Hasil analisis menunjukkan tingkat keanekaragaman tergolong sedang. Hasil analisis korelasi Person antara keanekaragaman makrozoobentos dengan tutupan lamun bernilai -0,949 ini berarti hubungan antara tutupan lamun dengan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan perairan Natal kuat berlawanan arah. Tingginya persentase tutupan lamun tidak selalu diikuti oleh tingginya keanekaragaman makrozoobentos dikawasan tersebut. Kata kunci: persentase tutupan lamun, makrozoobentos, Mandailing Natal  
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA INSANG IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Reni Anggraini; Endang Sulistyarini Gultom
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit yang menginfeksi pada insang ikan mas koki (Carassius auratus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017, di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan menggunakan metode pengapungan, dimana sampel insang direndam didalam larutan garam fisiologis yang kemudian dibiarkan selama 5 menit. Dari hasil penelitian ditemukan 2 jenis parasit yang menginfeksi insang ikan mas koki (Carassius auratus), yaitu Unitubulotestis sardae dan Dactylogyrus sp. Kata Kunci : Parasit, Insang, Carassius auratus, ektoparasit.
TINJAUAN EKOLOGI DAN ETNOBOTANI GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith) Tri Harsono
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7584

Abstract

Indonesia dikenal memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi. Keragaman hayati tanaman di Indonesia merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan bernilai tinggi. Salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan adalah gandaria. Gandaria merupakan tanaman yang dapat tumbuh tinggi. Sebagai salah satu tanaman asli Indonesia, gandaria dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Pemanfaatan yang optimal dari tanaman gandaria dapat meningkatkan nilai ekonomis. Secara ekologi, gandaria menyebar mulai dari kawasan pantai hingga dataran tinggi. Gandaria merupakan tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Gandaria mudah beradaptasi pada lingkungan budidayanya dan merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang berpotensi baik. Kata kunci : ekologi, gandaria, tanaman
STRUKTUR POPULASI IKAN GULAMAH (Johnius trachycephalus P.) DI SUNGAI BARUMUN KABUPATEN LABUHAN BATU SUMATERA UTARA Gunaria Siagian; Hesti Wahyuningsih; Ternala A Barus
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7433

Abstract

Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang banyak ditangkap oleh nelayan dengan menggunakan trammel net dan gill net, payang dan pukat. Penangkapan  ikan Gulamah di sungai Barumun Kabupaten Labuhan Batu dilakukan setiap hari tanpa batas. Eksploitasi yang tidak terkendalikan dapat mengakibatkan menipisnya stok ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi, rasio kelamin, pola pertumbuhan ikan dan hubungan faktor fisik- kimia air dengan kepadatan ikan gulamah (Johnius trachycephalus) di sungai Barumun Kabupaten Labuhan Batu. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 5 stasiun penelitian. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan memasang jaring sebanyak 5 ulangan pada masing-masing stasiun dan pada setiap ulangan jaring dibiarkan 1 jam di dalam air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan ikan Gulamah tertinggi di stasiun I yaitu 0,019 ind/m2 (37 ekor), terendah di stasiun V yaitu 0,003 ind/m2 (6 ekor). Rasio kelamin tertinggi di stasiun IV yaitu 1:8 dan terendah di stasiun I yaitu 1:1,5. Pola pertumbuhan ikan gulamah di stasiun I allometrik positif sedangkan di stasiun II-V allometrik negatif. Ikan gulamah yang didapatkan selama penelitian sebanyak 68 individu. Ikan jantan panjangnya berkisar 10,5 cm - 21,5 cm, ikan betina panjangnya 10,5 cm – 21,6 cm. Frekuensi panjang yang terbanyak (modus) 18,5 cm – 20 cm. Suhu dan kejenuhan oksigen berkolerasi sangat kuat terhadap kepadatan ikan gulamah (Johnius trachycephalus). Kata kunci : ikan Gulamah, struktur populasi, sungai Barumun 
IDENTIFIKASI SERANGGA PENYERBUK PADA PERTANAMAN KOPI (Coffea arabica L.) DI KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA Aida Fitriani Sitompul; Elida Hafni Siregar; Yusron Ritonga; Dahelmi Dahelmi; Dewi Imelda Roesma
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga penyerbuk pada tanaman kopi (Coffea arabica L.). Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga September 2016 di Kabupaten Dairi. Sampling dilakukan pada enam lokasi yang tersebar pada tiga Kecamatan yaitu Sumbul, Parbuluan, dan Siempat Nempu Hulu. Masing-masing lokasi terdiri dari lima plot, setiap plot berukuran 7 x 7 meter. Sampling dilakukan ketika hari cerah pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Serangga yang berhasil ditangkap dimasukkan ke dalam killing bottle yang mengandung etil asetat. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kertas papilot dan disimpan ke dalam box plastik untuk kemudian diidentifikasi. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biosistematika Jurusan Biologi Universitas Negeri Medan. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh sebanyak lima belas spesies yang termasuk dalam tiga Ordo, yaitu Lepidoptera Diptera, dan Hymenoptera serta tujuh famili. Lebah madu Apis cerana merupakan spesies yang paling banyak ditemukan. Kata kunci:  Serangga penyerbuk, Kopi, Apis cerana, Diptera, Hymenoptera, Lepidotera

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue