cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufofjournalofcommunty@gmail.com
Editorial Address
Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Journal of Community Service
ISSN : 30636744     EISSN : 30641799     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Abdurrauf Journal of Community Service adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat dengan P-ISSN 3063-6744 (Cetak), E-ISSN 3064-1799 (Online) yang diterbitkan oleh Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara sebagai implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Abdurrauf Journal of Community Service sebagai bagian dari semangat mensosialisasikan hasil pengabdian kepada masyarakat. Abdurrauf Journal of Community Service menyediakan artikel jurnal yang dapat diunduh gratis. Abdurrauf Journal of Community Service merupakan jurnal ilmiah nasional yang menjadi sumber rujukan para akademisi dalam bidang pengabdian masyarakat. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service" : 5 Documents clear
Kewirausahaan Halal bagi Siswa: Menumbuhkan Bisnis yang Sesuai dengan Prinsip Syariah Puspitasari, Rifka Yunita; Khusna, Khotimatul; Kharima, Eka Noor; Purdianingsih, Faiqoh Agustin
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.247

Abstract

Halal entrepreneurship is a strategic alternative in shaping a young generation that is economically independent and adheres to sharia values. This community service activity aims to increase halal entrepreneurship literacy among students at MA Ribatul Muta'allimin, Pekalongan City, through participatory methods such as interactive lectures, discussions, and question and answer sessions. The main problem identified is the students' low understanding of Sharia principles in business, such as the prohibition of usury, honesty, fair pricing, and the importance of halal certification. The evaluation results showed that 87.5% of students had a high interest in starting a Sharia-based business and 84.4% were able to distinguish between halal and non-halal business practices. In addition, this activity increased students' awareness that entrepreneurship is not only oriented towards material profits but also moral responsibility and blessings. The obstacles encountered included limited practice time and low student confidence in developing business ideas. Therefore, it is recommended that there be continuous mentoring, the formation of a halal entrepreneurship community in schools, and the integration of halal entrepreneurship material into the curriculum to strengthen the sustainability of the program.  [Kewirausahaan halal menjadi alternatif strategis dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan berpegang pada nilai-nilai syariah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kewirausahaan halal di kalangan siswa MA Ribatul Muta’allimin, Kota Pekalongan melalui metode partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap prinsip syariah dalam berbisnis, seperti larangan riba, kejujuran, keadilan harga, dan pentingnya sertifikasi halal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87,5% siswa memiliki minat tinggi untuk memulai usaha berbasis syariah dan 84,4% mampu membedakan praktik bisnis halal dan non-halal. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga tanggung jawab moral dan keberkahan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu praktik dan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan ide usaha. Oleh karena itu, direkomendasikan pendampingan berkelanjutan, pembentukan komunitas wirausaha halal di sekolah, serta integrasi materi kewirausahaan halal ke dalam kurikulum guna memperkuat keberlanjutan program.]
Pengembangan Kapasitas Aparatur Gampong terkait Penyelesaian Perkara melalui Peradilan Adat Mansari, Mansari; Rizkal, Rizkal; Hadana, Erha Saufan; Nurjannah, Via; Irwansyah, Irwansyah; Hakim, Lukman; Haikal, Muhammad; Ruslaini, Ruslaini; Isa, Muhammad; Hidayat, Rahmad; Bahri, Samsul; Ikhsan, Ikhsan; Fitriliana, Fitriliana
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.459

Abstract

This community service program was carried out to strengthen the capacity of Lam Lumpu Village officials in resolving disputes through customary justice, which has long been the main mechanism for maintaining social harmony. The identified issues include limited understanding of the legal foundations regulated in the qanun and national legislation, case resolution procedures, mediation techniques, and weaknesses in systematically preparing case documents. Through participatory training, field observations, and intensive mentoring, the program focused on improving the technical skills and professional conduct of village officials in handling various types of customary disputes.  The results of the program show a significant improvement in the understanding of customary law as regulated in the Qanun, as well as in the ability to apply mediation techniques supported by effective communication, thereby providing better solutions for the community. [Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas aparatur Gampong Lam Lumpu dalam penyelesaian sengketa melalui peradilan adat yang selama ini menjadi mekanisme utama dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Permasalahan yang diidentifikasi yaitu pemahaman terhadap dasar hukum yang diatur dalam qanun dan peraturan perundang-undangan, prosedur penyelesaian perkara, teknik mediasi, serta lemahnya kemampuan dalam menyusun dokumen perkara secara sistematis. Melalui pendekatan pelatihan partisipatif, observasi lapangan, pendampingan intensif, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis dan sikap profesional aparatur dalam menangani berbagai bentuk sengketa adat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman hukum adat yang diatur dalam Qanun, kemampuan menerapkan teknik mediasi berbasis komunikasi efektif sehingga memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat.]
The Use of Interactive Digital Media as a Strategy to Strengthen Arabic Vocabulary in Students at SD IT Kautsar Ilmi Sijunjung Khairanis, Retisfa; Aldi, Muhammad
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.463

Abstract

This community service activity aims to improve the Arabic vocabulary of students at SD IT Kautsar Ilmi Sijunjung through the use of interactive digital media. The background of this activity stems from low vocabulary retention, a lack of variety in learning media, and the dominance of conventional methods, which cause students to be less enthusiastic about attending lessons. This community service program uses a Participatory Action Approach that involves teachers and students in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Digital media such as Wordwall, Quizizz, and LearningApps were used as game-based learning tools to strengthen vocabulary comprehension. Success was measured through observation, interviews, and comparison of pre test and post test scores. The results of the activity showed a significant increase in students' ability to recognize and remember vocabulary and apply it in simple sentences, as seen from the increase in post-test scores on all assessment indicators. In addition, there were positive changes in learning attitudes, such as increased motivation, confidence, and student activity in participating in learning. Teachers also gained increased competence in utilizing educational technology. Although there were obstacles such as limited devices and networks, solutions through small group divisions made the activities continue to run effectively. Overall, the use of interactive digital media has proven to have a positive and sustainable impact on improving the quality of Arabic language learning.  [Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penguasaan mufradat Bahasa Arab siswa SD IT Kautsar Ilmi Sijunjung melalui penggunaan media digital interaktif. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya retensi kosakata, kurangnya variasi media pembelajaran, serta dominannya metode konvensional yang menyebabkan siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Approach yang melibatkan guru dan siswa dalam tiga tahap, yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. Media digital seperti Wordwall, Quizizz, dan LearningApps diterapkan sebagai sarana pembelajaran berbasis permainan untuk memperkuat pemahaman mufradat. Pengukuran keberhasilan dilakukan melalui observasi, wawancara, serta perbandingan nilai pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan mengingat mufradat serta menerapkannya dalam kalimat sederhana, yang terlihat dari meningkatnya skor post-test pada seluruh indikator penilaian. Selain itu, terjadi perubahan positif pada sikap belajar, seperti meningkatnya motivasi, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru juga memperoleh peningkatan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan perangkat dan jaringan, solusi melalui pembagian kelompok kecil membuat kegiatan tetap berjalan efektif. Secara keseluruhan, penggunaan media digital interaktif terbukti memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab.]
Edukasi Penggunaan Antibiotik di Selindung untuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sudirman, Muhamad Seto; Sinulingga, Syamsul Rizal; Nurwiatin, Neng
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.479

Abstract

Antibiotic misuse, especially in rural communities, poses a significant public health challenge, particularly regarding awareness of antibiotic resistance. This study aimed to evaluate the knowledge of Cefadroxil and community awareness of antibiotic resistance in Selindung, Pangkalpinang. A descriptive observational study employed a structured questionnaire to assess the understanding of Cefadroxil's proper use and potential risks among 108 participants. Results indicated that 48.15% of participants possessed sufficient knowledge, while 30.56% displayed poor understanding. Following educational interventions, awareness about antibiotic resistance markedly increased. The findings highlight the necessity for ongoing health education initiatives to promote responsible antibiotic use and mitigate the risks associated with misuse. This community service approach not only addresses the immediate knowledge gaps but also fosters a culture of informed healthcare practices. [Penyalahgunaan antibiotik di komunitas pedesaan, khususnya terkait dengan resistensi antibiotik, menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan tentang Cefadroxil dan kesadaran masyarakat terhadap resistensi antibiotik di Selindung, Pangkalpinang. Metode yang digunakan adalah studi observasional deskriptif dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang melibatkan 108 peserta untuk menilai pemahaman mereka mengenai penggunaan yang tepat dan potensi risiko Cefadroxil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,15% peserta memiliki pengetahuan yang cukup, sementara 30,56% memiliki pemahaman yang buruk. Setelah dilakukan intervensi edukasi, kesadaran peserta tentang resistensi antibiotik meningkat secara signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya inisiatif pendidikan kesehatan yang berkelanjutan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dan mengurangi risiko yang terkait dengan penyalahgunaan antibiotik. Pendekatan ini juga membantu membentuk budaya praktik kesehatan yang lebih terinformasi.]
Edukasi Moral dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Asuh di Panti Peduli Kasih Palembang Herlina, Herlina
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.522

Abstract

The Peduli Kasih Orphanage houses 32 children who are orphans, abandoned, and poor. In their daily lives, the children are cared for by four administrators and private Quran teachers who come to the orphanage, but caring for such a large number of children is not optimal due to the limited time and energy of the administrators. The children's behavior and patterns are shaped by their interactions within and outside the orphanage. The absence of parents and limited conditions have made the children lack confidence in their potential, so they need moral education and guidance to motivate them to socialize, work, and achieve. Every child has their own strengths and advantages. The approach used in this community service activity is Service Learning. This method emphasizes practical aspects through the concept of Experiential Learning, which is applying academic knowledge in the community and interacting with the community. The community service was carried out on Sunday, December 14, 2025, at the Panti Asihan Peduli Kasih orphanage, located at Jalan Dwikora 2, Pemda Complex No. 90, RT. 02 RW. 01, Demang Lebar Daun Village, Ilir Barat 1 District, Palembang. The community service involved 4 (four) committee members and community leaders, as well as 32 foster children. The service process is filled with guidance in the form of education about self-confidence in children's daily interactions, interactive dialogues, and question and answer sessions. From the results of the dialogue, the children feel that their lack of ability to cope with life in the orphanage and the incompleteness of their families causes them to lack confidence in behaving, working, and exploring their abilities, thus becoming closed individuals who suppress their desire to achieve. This situation and condition of inadequacy often triggers distrust or lack of confidence in socializing and interacting in society. We have provided moral education that inadequacy is actually a motivational tool to move forward and that showing one's unfortunate circumstances is a means to success. It is common for successful people to come from privileged backgrounds, but it is extraordinary for someone to achieve success despite adversity and disability. [Panti Asuhan Peduli kasih menampung 32 orang anak yang berstatus yatim, yatim piatu dan fakir. Dalam kesehariannya, anak-anak diasuh oleh 4 (empat) orang pengurus ditambah guru private mengaji yang didatangkan kerumah, namun pengasuhan terhadap sejumlah anak yang cukup banyak tersebut kurang optimal dengan keterbatasan waktu dan tenaga pengurus. Perilaku dan pola tingkah anak terbentuk dari pergaulan di internal dan eksternal panti. Kurang lengkapnya orang tua dan kondisi yang terbatas membentuk pribadi anak yang kurang percaya diri terhadap potensi yang ada, sehingga perlu adanya edukasi moral dan pengarahan yang menjadikan semangat serta motivasi anak untuk bergaul, berkarya dan berprestasi. Setiap anak memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Service Learning. Metode ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada aspek praktis melalui konsep Experiental Learning, yaitu menerapkan ilmu pengetahuan perkuliahan di tengah komunitas atau masyarakat dan berinteraksi dengan komunitas atau masyarakat. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada hari Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Panti Asihan Peduli Kasih, jalan Dwikora 2 komplek Pemda nomor 90 RT. 02 RW. 01 kelurangan Demang Lebar Daun, kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Pengabdian dihari 4 (empat) orang pengurus dan tokoh masyarakat serta para anak asuh yang berjumlah 32 orang.  Pada proses pengabdian diisi dengan arahan berupa edukasi mengenai kepercayaan diri dalam pergaulan keseharian anak, dialog inter aktif dan sesi tanya jawab. Dari hasil dialog, anak-anak merasa kekurangmampuan atas kehidupan di panti asuhan  dan ketidak lengkapnya keluarga menyebabkan kurang percaya diri dalam berlaku, berkarya, mengeksplorasi kemampuan diri, sehingga menjadi pribadi yang tertutup dan memendam keinginan untuk berprestasi tinggi. Situasi dan kondisi kekurang mampuan ini sering memicu ketidak percayaan atau kurang percaya diri dalam bergaul dan berinteraksi di masyarakat. Kami telah memberikan edukasi moral bahwa kekurangmampuan justru menjadikan alat motivasi untuk maju dan menunjukkan keadaan yang kurang beruntung adalah sarana menuju kesuksesan. Orang sukses yang berasal dari keadaan yang serba ada adalah biasa, sedangkan kesuksesan seseorang dari keterpurukan dan ketidakmampuan keadaan merupakan hal yang sangat luar biasa.]

Page 1 of 1 | Total Record : 5