cover
Contact Name
Abdul Rahman
Contact Email
alliri@unm.ac.id
Phone
+6282394977366
Journal Mail Official
alliri@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Gunungsari Baru Jl. A.P. Pettarani Makassar Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
ALLIRI: Journal of Anthropology
ISSN : 26849925     EISSN : 26849925     DOI : https://doi.org/10.26858
Core Subject : Humanities, Social,
ALLIRI: Journal of Anthropology providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about the results of ethnographic/qualitative research on certain topics and is related to ethnic/social groups in Southeast Asia, particularly in Indonesia; This article is a detailed discussion of applied and collaborative research with strong involvement between the author and the subject of collaborators in implementing intervention programs or other development initiatives that emphasize social, political and cultural issues; A theoretical writing that outlines the social and cultural theories related to the theoretical discourse of anthropology; Finally, the article is a critical review of anthropological references and other ethnographic books that must be published in at least the last 3 years. Published by Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar.
Articles 112 Documents
MA’ PANGNGAN: EKSISTENSI DAN PROSPEK TRADISI MAKAN SIRIH PADA MASYARAKAT BUNTU BURAKE KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA Randa, Amelia Agnes; Rahman, Abdul
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 No.1 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTradisi menyirih merupakan tradisi yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi menyirih atau menguyah sirih merupakan tradisi mengunyah bahan-bahan nyirih. Secara umum ada tiga bahan-bahan sebagai unsur utama dari bahan nyirih, yakni pinang, daun sirih, serta kapur sirih. Kapur sirih sering disebut juga injet. Di setiap daerah, tradisi menyirih memiliki makna yang berbeda-beda, namun secara umum tradisi ini membawa nilai kebaikan. Sudah lama dimaknai bahwa perpaduan sirih dan pinang menjadi simbol persetubuhan atau pernikahan. Buah pinang merepresentasikan unsur "panas" dan daun sirih merepresentasikan unsur "dingin". Selain itu, tradisi menyirih juga memiliki manfaat kesehatan, terutama kesehatan mulut dan gigi. Panjangnya usia tradisi menyirih atau nyirih masyarakat nusantara setidaknya terlihat dalam salah satu relief di Candi Borobudur (abad ke-8) dan Candi Sojiwan (abad ke-9). Relief itu memperlihatkan tempat sirih dan tempat meludah (dubang) serta pahatan orang yang mengunyah disampingnya. Para arkeolog menafsirkan sebagai tengah mengunyah sirih. Saat ini, masyarakat kebanyakan sudah meninggalkan tradisi menyirih. Jika masih dijumpai seperangkat alat menyirih dalam wadah khusus dipajang sebagai perlengkapan pernikahan. 
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA DI MAN 1 POLEWALI MANDAR ., mutiara; Torro, supriadi
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 No.1 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di MAN 1 Polewali Mandar. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang, 1 kepala madrasah, 1 kepala kurikulum, 2 tenaga pendidik, 6 peserta didik yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu: (1) kepala madrasah yang mengatur di madrasah dan memimpin (2) kepala bidang pengelola kurikulum madrasah (3) Tenaga pendidik yang telah mengajar kurang lebih 2 tahun atau sejak 2023 kurikulum merdeka belajar (4) Peserta didik yang melaksanakan kurikulum merdeka belajar bagi kelas XI dan X. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teori konstruktivisme vygotsky dengan menggunakan model miles and hubarma yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian Persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka belajar bagi yang menerapkan kurikulum di kelas XI dan X adalah pelaksanaan kurikulum tersebut masih dalam tahap penyesuaian, namun diyakini mampu meningkatkan karakter dan keterampilan peserta didik meskipun menghadapi tantangan seperti minimnya panduan dan motivasi peserta didik.  

Page 12 of 12 | Total Record : 112