cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
suharyantoagung@gmail.com
Phone
+628126493527
Journal Mail Official
suharyantoagung@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan Universitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate, Sumatera UtaraUniversitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara, 20221, Telp.(061) 6625973 Fax. (061) 6614002, Mobile: 08126493527 E-mail:anthropos@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY)
ISSN : 24604585     EISSN : 24604593     DOI : 10.24114
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya(Journal of Social and Cultural Anthropology) is a Journal of Social and Cultural Anthropology for information and communication resources for academics, and observers of Social and Cultural Anthropology, Educational Social and Cultural Anthropology/Sociology, Methodology of Social and Cultural Anthropology/Sociology. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Social and Cultural Anthropology/Sociology. All papers are blind peer-review. The scope of Anthropos is the Science of Social and Cultural Anthropology/Sociology. Published twice a year (Juli and January) and first published for print and online edition in July 2015
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): Anthropos" : 7 Documents clear
Aspek Hukum pada Proses Persidangan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Sri Hidayani
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8305

Abstract

 Hukum perlindungan konsumen adalah hukum yang mengatur tentang pemberian perlindungan kapada konsumen dalam rangka pemenuhan kebutuhan sebagai konsumen. Hukum perlindungan konsumen mengatur hak dan kewajiban konsumen, hak dan kewajiban pelaku usaha, serta cara-cara mempertahankan hak dan kewajiban tersebut. Setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha melalui lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha atau melalui peradilan yang berada di lingkungan peradilan umum. Penyelesaian sengketa konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa. Penyelesaian sengketa konsumen dapat melalui mediasi, konsiliasi dan arbitrasi. Hasil penyelesaian sengketa konsumen dengan konsiliasi atau mediasi dibuat dalam perjanjian tertulis yang ditanda tangani oleh konsumen dan pelaku usaha. Perjanjian tertulis dikuatkan dengan keputusan majelis yang ditanda- tangani oleh ketua dan anggota majelis. Begitu juga, hasil penyelesaian konsumen dengan cara arbitrasi dibuat dalam bentuk putusan majelis yang ditanda-tangani oleh ketua dan anggota majelis. Putusan majelis adalah putusan BPSK. Putusan BPSK dapat berupa: Perdamaian, Gugatan ditolak dan Gugatan dikabulkan.
Teater Rakyat Gemblak: Mulai dari Hiburan hingga Unsur Nasionalisme Agus Sulton; Alifiulahtin Utaminingsih
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8308

Abstract

Gemblak merupakan teater rakyat Jawa yang berkembang di Jombang dan umumnya di Jawa Timur. Seni pertunjukan Gemblak sering dipentaskan saat ada acara hajatan atau ritual-ritual di pedesaan. Di zaman sekarang Gemblak kurang diminati oleh masyarakat umum, terutama rakyat perkotaan. Hal inilah yang menjadi dasar teater gemblak dirasa penting untuk dilakukan penelitian dari unsur nilai-nilai yang ada di dalamnya. Kemudian memanfaatkan kerja William R. Bascom dan Alan Dundes dalam menggali nilai lebih dari teater rakyat Gemblak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian berdasarkan fakta-fakta.
Eksistensi Budaya Lokal Dalam Usaha Pembangunan Karater Siswa Smp Kota Padang Sidimpuan Armansyah Matondang; Yurial Arief Lubis; Agung Suharyanto
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8306

Abstract

Globalisasi harus diakui telah membawa arus perubahan yang sangat besar. Tantangan kehidupan global sudah terasa dampaknya  bagi  kehidupan  masyarakat  Indonesia.  Tidak  jarang  globalisasi  juga  melahirkan  ekses  negatif  terhadap  melemahnya  kearifan  budaya  lokal.  Globalisasi  yang  ditandai  dengan  kecanggihan  di  bidang  teknologi  komunikasi, informasi,  dan  transportasi membawa negara-negara di dunia masuk ke dalam sistem jaringan global, satu dunia telah mengubah menuju peradaban dunia baru. Di daerah sendiri, globalisasi di tuduh menjadi biang erong terdegradasinya budaya lokal. Tidak jarang saat ini berbagai usaha pemerintah untuk memajukan budaya lokal terus digerakkan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 653 guru dengan kata lain sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 65,3 responden yang dibulatkan menjadi 63 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah di tingkatan SMP Kota Padang Sidimpuan belum secara maksimal menerapkan budaya lokal dalam kurikulum yang mereka terapkan. Sekolah tidak menempatkan budaya lokal dalam posisi strategis dalam sistem pembelajaran. Selain itu pemerintah daerah juga tidak memiliki inisiatif untuk ikut serta mengembangkan budaya lokal.
Upaya Menebarkan Nilai-Nilai Kebaikan melalui Pelatihan Mendongeng bagi Siswa/I Sekolah Dasar di Kecamatan Percut Sei Tuan Trisni Andayani; Puspitawati Puspitawati; Juliarti Juliarti
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8303

Abstract

Kecanduan pada alat teknologi membuat anak tidak mengoptimalkan pendidikan baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal nyata yang dapat terlihat ialah dengan minimnya motivasi anak dalam membaca buku. Oleh karena itu, diperlukan perluasan literasi pada anak, salah satunya melalui mendongeng. Hal ini tidak hanya bertujuan sebagai perluasan wawasan dan cakrawala berpikir anak, tetapi juga sebagai sarana menularkan nilai-nilai kebaikan untuk pembentukan karakternya. Kelas dongeng diperlukan sebagai wadah untuk siswa/i dapat mengembangkan bakat dan imajinasinya dalam bercerita. Mendongeng adalah proses mengubah perasaan & pola pikir anak. Karakter dan wawasan anak akan terbentuk melalui komunikasi yang dibangun dengan cerita. Sebuah pelatihan mendongeng pun dilakukan pada siswa/i di dua desa pada Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni SDN 104607 Sei Rotan dan MIS Karya Shabirah Desa Kolam dalam rangka membangkitkan semangat bercerita melalui mendongeng di kalangan siswa SD sekaligus melatih guru-guru mendongeng dengan berbagai teknik-teknik dalam bercerita/ mendongeng. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa/i ternyata antusias dalam mengikuti pelatihan dan selama delapan pelatihan telah mampu mempraktekkan dongeng di hadapan umum.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Ayah Suku Batak Asli Dan Perantauan Yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki Hotrika Simamora; Siti Aisyah
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kecemasan antara ayah Suku Batak yang asli dan perantauan yang tidak memiliki anak laki-laki, dimana yang menjadi subjek penelitian adalah ayah Suku Batak di Kecamatan Balige dan di Kecamatan Kualuh leidong berjumlah 74 orang Suku Batak asli dan perantauan. Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi : Ada perbedaan kecemasan antara ayah Suku Batak asli dengan perantauan yang tidak memiliki anak laki-laki, dengan asumsi  bahwa ayah Suku Batak Toba yang asli lebih tinggi dibandingkan dengan ayah Suku Batak yang perantauan. Untuk menguji hipotesis tersebut, digunakan metode analisis data t Test, hasil penelitian menemukan terdapat perbedaan kecemasan yang signifikan antara ayah Suku Batak asli dan perantauan yang tidak memiliki anak laki-laki. Hasil ini ditunjukkan oleh koefesien nilai t=16.531 dengan nilai p = 0.000. Kecemasan ayah Suku Batak asli yang tidak memiliki anak laki-laki tergolong tinggi, yang dapat dilihat melalui nilai mean hipotetik (92.5) yang lebih kecil dari mean empirik (113.97) . Sedangkan Suku Batak perantauan yang tidak memiliki anak laki-laki tergolong rendah,yang dapat dilihat dengan mean hipotetik (92.5) lebih besar dari mean empirik (74.11). Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan yang berbunyi ada perbedaan kecemasan antara ayah Suku Batak Asli dan perantauan yang tidak memiliki anak laki-laki, dinyatakan diterima.
Penerapan Metode Active Debate untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar pada Mata Kuliah Hubungan Internasional di Jurusan PPKn Prayetno Prayetno; Budi Ali Mukmin; Julia Ivanna; Ramsul Nababan
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8304

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah hubungan internasional melalui metode active debate. Penelitian ini dilakukan di Jurusan PPKn, khususnya di kelas regular C dengan waktu penelitian dimulai pada bulan Juli sampai dengan bulan November tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (CAR) Class Action Researce yang berawal dari permasalahan yang muncul di dalam kelas. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan non tes. Tes yang diberikan berbentuk pilihan berganda dan non tes bersifat lembar obeservasi aktivitas kegiatan belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode active debate memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan aktivitas belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Dalam hal peningkatan hasil belajar, penerapan metode active debate ini dapat meningkatkan hasil belajar dengan nilai rata-rata 86.6 pada siklus II. Sementara itu aktivitas belajar mahasiswa juga meningkat dengan menggunakan metode active debate ini. Hal itu dapat dilihat dari tujuh butir penilaian untuk melihat aktivitas belajar, yaitu keberanian dan semangat untuk mengungkapkan argumentasi; keterampilan dan kemampuan untuk bertanya: keterampilan dan kemampuan mahasiswa untuk menjawab; menyampaikan pendapat tentang materi; penalaran yang rasional dalam menyampaikan pendapat; aktif dan bertanggung jawab dalam selama proses; dan menghargai perbedaan pendapat. Semuanya mengalami yang signifikan. Dari data penelitian dapat dilihat dengan menggunakan model active debate respon mahasiswa pada mata kuliah Hubungan Internasional cenderung baik dan menyenangkan.
Kearifan Lokal Dalam Bentuk Sanksi Hukum Bagi Pelaku Pada Masyarakat Adat Batak Bagian Selatan Awar Sadat Harahap; Ahmad Laut Hasibuan; Taufik Siregar
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v3i2.8791

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Adat Batak Bagian Selatan, memiliki makna yang dalam, baik dari segi adat maupun agama, sehingga perlu dilestarikan untuk menciptakan masyarakat yang peduli dengan sesama dan lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Adat Batak Bagian Selatan dalam bentuk sanksi hukum bagi pelaku. Dalam setiap pelanggaran atau kejahatan  yang dilakukan di tengah- tengah masyarakat, telah ada aturan jenis sanksinya sebagaimana yang telah tertuang dalam Surat Tumbaga Holing yang menjadi sumber rujukan hukum adat masyarakat adat Batak Bagian Selatan. Di dalam Surat tersebut, terdapat beberapa sanksi yang penuh dengan kearifan local yang dijatuhkan kepada orang yang memicu timbulnya konflik sosial dalam masyarakat. Kearifan lokal ini perlu disosialisasikan pada generasi penerus dengan mempelajarinya mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi sehingga tetap terjaga kelestariannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7