cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
KEBERADAAN MUSIK BEATBOX KOMUNITAS GENDANG MULUT JALAN GAGAK HTAM RINGROAD MEDAN Dwi Debby Marpaung
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i1.3729

Abstract

Musik beatbox adalah seni menriru bunyi. Musik beatbox merupakan salah satu bentuk seni yang memfokuskan diri dalam menghasilkan bunyi seperti ketukan drum, instrumen musik maupun tiruan bunyi lainnya. Musik yang dihasilkan berasal dari alat ucap manusia yaitu mulut, lidah, bibir, dan rongga ucap lainnya. Orang-orang yang mahir dan menguasai musik beatbox disebut beatboxer.  Komunitas Gendang Mulut terdiri dari para beatboxer yang aktif dalam mengembangkan musik beatbox khususnya di kota Medan. Mengenalkan serta memopulerkan musik beatbox dengan menampilkan musik beatbox diberbagai acara. Mempopulerkan musik beatbox melalui sosial media dilakukan komunitas Gendang Mulut untuk memopulerkan musik beatbox serta memperkenalkankan komunitas Gendang Mulut sehingga keberadaan komunitas Gendang Mulut diketahui masyarakat.
TINJAUAN BENTUK REPERTOAR PERTUNJUKAN SENI ANSAMBEL MUSIK PADA KOMUNITAS TUJUH KELILING TANJUNG MORAWA MEDAN Rado Niko Saragih
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3884

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan data - data kualitatif. Data – data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah Komunitas Tujuh keliling Tanjung Morawa Medan di Jln. Perintis Kemerdekaan Tanjung Morawa B gang buntu Deli Serdang. Setelah analisis dilakukan, ditemukan hasil bahwa bentuk repertoar pertunjukan seni ansambel musik komunitas tujuh keliling membuat suatu konsep musik yang berasal dari unsur musik tradisi yang digabungkan dengan musik pop, hal ini dapat dilihat dari apresiasi masyarakat yang sangat mendukung karier dan prestasi komunitas tujuh keliling dalam menampilkan pertunjukan seni.
IMPLEMENTASI SPOTIFY BAGI GRUP MUSIK INTHESKY BAND DI MEDAN SUMATERA UTARA Furnita Giovani Tarigan; Pulumun Ginting; Lamhot Sihombing; Herna Hirza
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.19349

Abstract

This study aims to find out about the implementation of spotify for the band Inthesky Band in Medan, North Sumatra. This study uses theories related to research topics such as the meaning of implementation, the meaning of spotify, social media theory, the meaning of applications, the meaning of musical groups, and theory of results. The population in this study are eight music groups consisting of Inthesky Band, Garside, Shadowplay, Psychotic Villager, Boxquitos, Pesawat Sederhana, Moove, and Equaliz. Based on the results of research conducted, the Inthesky Band music group uses Spotify to introduce their musical works to the public. Spotify is one of the most widely known digital music platforms and is used in the digital era today, especially by young people and music lovers who love indie music. In implementing Spotify, the Inthesky Band music group started by compiling the concept of a song that they wanted to make, then producing it into a song that is ready to be played through Spotify by using one of the service providers, namely Netrilis. The results of the implementation of spotify for the Inthesky Band music group have a good impact on the music group itself as well as for connoisseurs, including Exposure which is how the songs of the Inthesky Band music group are increasingly heard by people and spread widely through social media networks that Share songs from Inthesky Band, Inthesky Band music groups can see the development of their own music groups, can get royalties and Inthesky Band music groups are able to be in the same playlist as National musicians. For music lovers, it's easier to access songs from Inthesky Band through Spotify which are available in paid or free form and for others musicians to be motivated to do the same, create music using Spotify.
From Editor Ridho Sudrajat, S.Pd
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i1.3710

Abstract

Grenek Music Journal merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Jurnal elektronik maupun cetak ini  yang pada awalnya bernama Grenek E-Jurnal kini telah berganti nama menjadi Grenek Music Journal. pergantian nama jurnal ini dilakukan setelah  sempat terhentinya terbitan jurnal ini akibat kendala-kendala teknis yang dialami. Grenek Music Journal kini kembali menyajikan persoalan-persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera Utara. Grenek Music Journal membahas tentang pendidikan, penyajian, pengelolaan, penciptaan, serta pengkajian musik. Pembahasan musik yang akan disajikan dalam jurnal ini meliputi pendidikan dan pembelajaran musik, musik nusantara, musik industri dan populer, musik serius, serta musik fungsional.
FUNGSI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MANDAILING UYUP-UYUP DI DESA PARGARUTAN JAE TAPANULI SELATAN Eben Ezer Silaban
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v7i2.10896

Abstract

This study aims to determine Function, Game Techniques and Organic Uyup-Uyup In PargarutanVillage Jae Tapanuli Selatan. The purpose of this research is to know the function, game techniqueand organology of mandailing uyup-uyup instrument in Pargarutan Jae Tapanuli Selatan Villagecommunity. The theory used is function, game technique and organology. The function of music isto express the taste and simultaneously as an activity of various types of human communication.Organology is the study of the structure of musical instruments based on sound sources, how toproduce sounds and system of alignment. Game technique is a way or technique of touch on amusical instrument over a particular tone according to the instructions or notation. The methodused in this research is qualitative descriptive method. The sample in this research is one artist andfive people of Pargarutan Jae Village. Data collection was done by observation, interview, anddocumentation. This research was taken in Pargarutan Jae Village, and this research was carriedout from October 2017. The function of Uyup-uyup music instrument in South Tapanuli there arethree of the first is the function of emotional disclosure is a medium for someone to express feelingsand emotional through the game of uyup-uyup instruments that use systematic way of presentingthe sound. The second is the entertainment function in which the South Tapanuli also needentertainment that is the entertainment of playing a uyup-uyup instrument at rest in the rice fields.Third is the Communication Function where when calling the opposite sex across the paddy fieldthe man repeatedly played uyup-uyup. Organic musical instrument Uyup-uyup consists of fiveparts, namely rice stalks, coconut leaves and lidi as a binder of coconut leaves. The game techniquein the uyup-uyup instrument is divided into the first three sections that are played in a sitting /standing position, the second way of blowing uyup-uyup is by way of the mouth is placed at thebase of the top of the uyup-uyup instrument, the third position of the finger finger, first startingfrom the left hand with the beginning of the index finger and the second hole of the middle fingerand then on the right hand begins with the index finger and the hole of both middle fingers.
Distance Learning For Music Practice In College: Benefits, Drawbacks, And Challenges Agnes Tika Setiarini
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.27900

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted all sectors of human life globally, including the world of education. The world of education is forced to adapt by implementing a distance learning system to limit the mobility of educators and students. Program Studi D4 Penyajian Musik ISI Yogyakarta is one of the educational institutions that conduct distance learning. As a vocational education institution, ISI Yogyakarta helds many music practice courses to support its students' skills. This research aims to determine the benefits, drawbacks, and challenges of the distance learning system in music practice courses. This research is a qualitative study with 2 methods of data collection, namely in-depth interviews and questionnaires. Questionnaires were distributed to the respondents which are active students of the Prodi D4 Penyajian Musik, ISI Yogyakarta and will be confirmed by the results of in-depth interviews with the subject lecturers. The research results were formulated using the Miles & Huberman concept, namely: (1) data reduction; (2) data presentation; and (3) drawing conclusions (Miles & Huberman, 1984). The results of the study are concluding sentences about the benefits, drawbacks, and challenges of the distance learning method. These conclusions will be the basis for developing recommendations for the most effective distance learning process for the form of music practice lectures. 
Efektivitas Media Sosial Tiktok Pada Musikalitas Anak Remaja Di Kelurahan Kenangan Baru Medan Cindy Angelia Hutabarat; Pulumun P Ginting
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.28560

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas, dampak dan manfaat media sosial tiktok bagi musikalitas remaja di Kelurahan Kenangan Baru Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Pengolahan data menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya berdasarkan data yang disebar kepada 50 responden melalui angket/kuesioner, kemudian data tersebut diolah dan memperoleh hasil sebesar 82% dan dinyatakan media sosial tiktok efektif untuk meningkatkan musikalitas remaja di Kelurahan Kenangan Baru Medan. Dampak yang ditimbulkan dari media sosial tiktok adalah meningkatkan keaktifan dan kreatifitas remaja sehingga mampu menguasai Teknologi.
Analisis Makna Lagu Rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au: Problematika Penyajian Song Leader Dalam Ibadah Minggu Di Gereja HKBP Emmi Simangunsong; Maria Lumbantoruan; Elysta Banjarnahor
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29464

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang analisis makna lagu rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au dan problematika penyajian Song Leader dalam ibadah Minggu di Gereja HKBP.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam ibadah Minggu di Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), peranan Song Leader sangat penting sebagai pemimpin lagu rohani. Song leader menjadi pemandu bagi jemaat untuk bernyanyi dengan benar, sebagai pelayan Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan. Song leader dituntut dapat bernyanyi dengan baik dan menghayati lagu yang dinyanyikan sesuai dengan makna syair lagu yang terdapat dalam buku nyanyian rohani (Buku Ende) HKBP. Hasil penelitian membuktikan bahwa dalam menyanyikan lagu rohani Dung Tuhan Jesus Nampuna Au, Song Leader kurang tepat membaca notasi dan ritem, kurang menguasai teknik pernapasan diafragma, kurang memahami artikulasi atau cara pengucapan syair lagu pujian dengan benar,  kurang menguasai  frasering atau pemenggalan kalimat lagu dan birama 9/8 dinyanyikan jadi birama ¾ sehingga  makna atau pesan syair lagu yang terkandung di dalamnya kurang tepat dinyanyikan. Namun demikian, lagu Dung Tuhan Jesus Nampuna Au tetap dinyanyikan dalam ibadah Minggu walaupun dengan kebiasaan tersebut. Kiranya pelatihan untuk Song Leader di Gereja HKBP perlu ditingkatkan lagi sehingga dapat memandu jemaat bernyanyi dengan benar sesuai dengan notasi dan tanda birama yang terdapat pada lagu Dung Tuhan Jesus Nampuna Au.
Pemanfaatan Kayu Sonokeling Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bars Xylophone Bakhrudin Latif
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29014

Abstract

Xylophone adalah salah satu instrumen musik perkusi yang digunakan dalam proses belajar mengajar praktik di Jurusan Musik ISI Yogyakarta, instrumen musik ini biasa digunakan pada Mata Kuliah Instrumen Mayor/Solois, Mata Kuliah Ansambel maupun Mata Kuliah Orkes. Selain digunakan sebagai instrumen perkuliahan, Xylophone juga digunakan dalam kegiatan Drum Band dan Marching Band. Pada umumnya nada-nada Xylophone terdiri dari nada F3 sampai nada C7 dengan jumlah bars 44 buah. Penalaan nada atau penyelarasan bunyi Xylophone produksi pabrik adalah nada A4 pada frekwensi 442 Hz. Pembuatan bars yang dilakukan oleh produsen Xylophone komersil/merk pabrik, menggunakan bahan baku kayu Honduran Rosewood. Dengan mengetahui bahwa di Indonesia memiliki kayu jenis rosewood yang dikenal dengan nama kayu sonokeling atau Indian Rosewood, maka diperlukannya tindakan pemanfaatan kayu sonokeling sebagai alternatif kayu dalam pembuatan bars Xylophone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kayu sonokeling jika digunakan sebagai bahan baku pembuatan bars Xylophone, yaitu mengetahui cara penalaan atau penyelarasan nada bars Xylophone berbahan baku kayu sonokeling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah peneliti yang melakukan pembuatan bars Xylophone dan narasumber dari praktisi perkusi yang berdomisili di Yogyakarta. Analisis data memiliki empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang dari penelitian ini adalah menghasilkan produk bars Xylophone menggunakan bahan baku kayu sonokeling yang nadanya bisa dilaraskan sesuai dengan nada-nada Xylophone yaitu  nada F3 sampai dengan nada C7 seperti Xylophone produk komersil, juga menghasilkan produk bars Xylophone yang harganya lebih murah dari pada harga Xylophone produk komersil.
Pemetaan Teknik Double-Stops Pada Violin Concerto No. 2 Anatoly Komarowsky Daniel de Fretes; Puput Pramuditya; Farel Jonggi Lundito; Maria Regina Murti Kusumaningrum
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29009

Abstract

Pembelajaran biola pada tingkat menengah mencakup berbagai teknik yang spesifik dalam rangka pembentukan intonasi yang baik, diantaranya adalah double-stops. Double-stops adalah teknik permainan violin pada tingkat menengah yang terdapat pada repertoar di berbagai gaya ataupun periode dalam kultur musik barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teknik double-stop dalam Violin Concerto No. 2 karya Anatoly Komarowsky pada Violin Menengah I di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta. Penulis menyoroti kelangkaan kajian repertoar musik violin pada tingkat menengah, terkhusus karya Komarowsky. Komarowsky adalah komposer musik violin asal Russia pada periode modern. Violin Concerto No.2 mengandung idiom, variasi teknis, dan interpretasi yang melekat pada periode modern khas Eropa Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitik secara musikologis. Hasil penelitian menunjukkan pemetaan teknik double-stops beserta penempatannya, baik pada notasi yang tertulis apa adanya maupun notasi yang tidak tertulis. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi violinis pada tingkat menengah untuk mempelajari karya ini, terlebih lagi untuk dapat mengembangkan kemampuan teknis pada repertoar lainnya.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue