Grenek: Jurnal Seni Musik
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles
403 Documents
Media Pembelajaran Solfegio Dimasa Pandemi Covid-19 Prodi Musik FSP ISI Yogyakarta
Ezra Deardo Purba
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29013
Pembelajaran solfegio menengah III adalah salah satu mata kuliah wajib di Prodi Musik, FSP, ISI Yogyakarta. Proses pembelajaran solfegio mempunyai target yang jelas disusun didalam RPS yaitu dengan tujuan agar mahasiswa dapat menguasai pendengaran terhadap bunyi dan paham akan jenis nada-nadanya sehingga dapat menuliskan nada tersebut ke dalam notasi balok. Proses pembelajaran ini terhambat karena adanya musibah pandemi covid-19, sehingga perkuliahan dilaksanakan secara daring dan strategi pembelajaran yang menjadi solusi dalam melaksanakan perkuliahan ini seperti menyajikan materi pembelajaran serta cara berkomunikasi perkuliahan dengan mahasiswa secara online berbantukan teknologi dengan menggunakan media-media pembelajaran yang mendukung. Rumusan masalah yang dibahas ialah apa media pembelajaran solfegio yang digunakan dimasa pandemi covid-19 serta bagaimana hasil nilai mahasiswa dari strategi pembelajaran ini. Metodologi yang digunakan ialah metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penulis menyelidiki dengan cermat suatu program pembelajaran, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kemudian hasil temuan dianalisis. Hasil yang didapatkan dalam tulisan artikel ini mahasiswa sudah menjalani proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini berbantukan teknologi dan perkuliahan online juga lancar, nilai semester mata kuliah solfegio mahasiswa masih dalam posisi bagus dan mahasiswa dapat naik ke tahap level solfegio selanjutnya.
Peran Trend Musik Dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Pada Becak Hias Di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar
Warsono Warsono
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29170
Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus dengan sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini berhubungan dengan bagaimana peran musik pada becak hias mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap becak hias. Penelitian ini dilaksanakan di sebuah Alun-Alun di kota Karanganyar, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui observasi, interview dan dokumentasi. Data dianalisa dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan pengemudi/pemilik becak hias dan penumpang becak hias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang mempengaruhi minat penumpang terhadap becak hias adalah relasi, jenis musik dan bentuk becak; (2) jenis musik yang menjadi trend pada becak hias saat ini adalah musik-musik populer dengan genre seperti dangdut, campur sari, hip hop, tembang kenangan (pop). (3) karakteristik penumpang becak adalah masyarakat berbagai usia/kalangan baik anak muda/remaja, keluarga, kawan/kelompok sebaya (peer group).
Manfaat Musik Klasik Sebagai Media Relaksasi
Paras Cristin Noviarti Hutagalung;
Theodora Sinaga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.34965
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat musik klasik sebagai media relaksasi pada siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Kisaran. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa Manfaat penggunaan musik klasik sebagai media relaksasi pada siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Kisaran bermanfaat dalam membangkitkan semangat belajar siswa, menghilangkan perasaan bosan dan jenuh siswa dalam belajar, melatih daya konsentrasi belajar siswa, membantu meningkatkan mood siswa, mengurangi rasa cemas siswa dan mengatasi masalah tidur siswa, hal tersebut dibuktikan melalui siswa dikumpulkan di satu kelas sebanyak 10 siswa kemudian mereka diperdengarkan musik klasik selama 30 menit, kegiatan tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu tertentu setiap bulan.
Transkripsi Musikal Pertunjukan Rapai Pasee Di Aceh Utara
Angga Eka Karina;
Sri Rochana Widyastutieningrum;
Herna Hirza
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.34695
Pertunjukan Rapai Pasee adalah musik perkusi yang menampilkan pertunjukan adu pola ritme oleh dua grup musik yang tampil bersamaan dalam satu panggung. Pola ritme yang dimainkan disebut dengan Lagu. Masing-masing Lagu memiliki susunan pola ritme yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menarik untuk dideskripsikan dalam bentuk transkripsi musikal. Teori merujuk pada Nettl dan Seeger (Chase & Nettl, 1965), (Charles Seeger, 2012) mengatakan bahwa transkripsi adalah proses menotasikan bunyi, mengalihkan bunyi menjadi simbol visual, atau kegiatan memvisualisasikan bunyi musik ke dalam bentuk notasi dengan cara menuliskannya ke atas kertas. Data penelitian didapatkan dengan mengamati kesenian Rapai Pasee yang dilakukan oleh Grup Putra Pasee dan Grup Raja Buah sebagai kelompok dengan persentase paling sering tampil dan juara pada kompetisi yang dilakukan di Aceh Utara. Data-data penelitian didapatkan melalui pengamatan, rekaman musik, diperkuat dengan wawancara dengan masyarakat yang terlibat dalam kesenian Rapai Pasee. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa transkrispi musikal secara deskriptif terdiri dari Lagu Sa, Lagu Dua, Lagu Lhee, Lagu Limoeng, Lagu Tujoh, Lagu Sikureung dan Lagu Duablah secara detail menurut apa yang ditangkap oleh indera pendengaran peneliti dengan maksud untuk menyampaikan ciri-ciri dan detail-detail komposisi musik Rapai Pasee.
Manajemen Pertunjukan Seni Tradisional Berbasis Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal Sumatera Utara
Osberth Sinaga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.35117
Studi ini mengkaji manajemen pertunjukan seni tradisional berbasis keragaman dan kearipan lokal Sumatera Utara. Berbagai perhelatan pertunjukan seni tradisional maupun pameran seni tradisional Sumatera Utara dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan industri pariwisata maupun pembangunan kebudayaan, namun demikian berbagai jenis keragaman seni pertunjukan ini masih telihat apa adanya saja dan tentu saja masih kalah bersaing dengan model-model seni pertunjukan populer dengan segala kecanggihan dan model manajemen pertunjukan yang lebih baik. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskripsi kualitatif yaitu menggambarkan atau mengamati fakta - fakta yang sedang berlangsung. Tekhnik pengumpulan data dan penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Tekhnik pengolahan dan analisa data di gunakan metode deskripsi kualitatif yaitu, menguraikan bagaimana proses manajemen yang diterapkan. Dalam studi ini ditemukan hasil kajian sebagai berikut : Manajemen pertunjukan seni memiliki peran dan kedudukan yang penting dalam kaitannya dengan target pencapaiannya secara optimal. Ada empat unsur manajemen pertunjukan seni yang sangat penting, yakni: 1) Unsur perencanaan yang menetapkan kebutuhan yang bersifat fital untuk memenuhi ketercapaian tujuan ideal. 2) Unsur pengorganisasian yakni dengan menempatkan SDM yang berkualitas. 3) Unsur pelaksanaan yakni telah ditetapkan aktivitas dalam mencapai tujuan pertunjukan seni. 4) Unsur Controling atau evaluasi untuk menentukan standar atau tolak ukur keberhasilan manajemen petunjukan seni baik evaluasi secara sistem ataupun produk hasil pertunjukan seni.
Penyusunan Modul Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif Berfokus Profil Lulusan Sebagai Upaya Pemberdayaan Mahasiswa Pendidikan Musik
Reza Ginandha Sakti
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.33281
Kewirausahaan pada tahun 2021 menjadi mata kuliah yang wajib diselenggarakan oleh seluruh program studi di lingkungan Institut Seni Indonesia Yogyakarta untuk membekali dan memberdayakan mahasiswa setelah menyelesaikan Pendidikan. Mata kuliah kewirausahaan telah dilaksanakan sejak tahun 2019 di dengan nama Entrepreneurship di Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Profil lulusan di Program Studi Pendidikan Musik yang mencakup pengelola seni, konsultan, serta pendidik atau instruktur musik memiliki kaitan erat dengan ekonomi kreatif. Permasalahan yang terjadi adalah mahasiswa sangat minim pengetahuan tentang kewirausahaan dan industri kreatif bidang musik sesuai dengan profil lulusan. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancanglah sebuah modul mata kuliah kewirausahaan berfokus ekonomi keatif yang sesuai dengan profil lulusan. Secara garis besar, modul berisi pemahaman tentang kewirausahaan, profil pengusaha, dan jenis kegiatan ekonomi industri kreatif bidang musik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar validitas dan lembar pertanyaan. Validator berasal dari kalangan praktisi, akademisi, dan ahli komunikasi. Berdasarkan hasil analisis data modul memiliki validasi tinggi dengan skor 93 yang berarti dapat digunakan tanpa revisi. Modul layak digunakan dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan dan industri kreatif bidang musik.
Pembelajaran Teknik Vokal Riff and Runs Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Medan
Afrida Siahaan;
Lamhot Sihombing
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.34694
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran teknik vokal Riff and Runs di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Medan. Penelitian ini didasarkan pada landasan teoritis teori teknik vokal, teknik vokal Riff and Runs, improvisasi, dan metode Drill. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yaitu 1 guru praktek vokal pop dan 6 siswa-siswi kelas XI Non Klasik jurusan vokal pop di SMK Negeri 11 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, tes praktek dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teknik vokal Riff and Runs dengan metode drill di jurusan vokal pop kelas XI Non-Klasik, dimulai dari pengenalan teknik vokal dasar seperti teknik pernapasan, vocalizing, dan melatih suara dengan tangga nada pentatonik mayor dan pentatonik minor, mendengarkan lagu dan latihan secara mandiri. Kelebihan dari teknik vokal riff and runs adalah menggunakan tangga nada pentatonik mayor dan pentatonik minor (5 buah nada) sedangkan pada pembelajaran teknik vokal biasa hanya menggunakan tangga nada diatonis mayor dan minor saja.
Kajian Analisis Etude Biola: “Franz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38”
Urfan Saniylabdhawega Ridhwan;
Yudi Sukmayadi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.31028
Etude merupakan sebuah hal yang harus dipelajari dan bersifat fundamental dalam pembelajaran instrumen musik khususnya pembelajaran instrumen biola. “Franz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38” ialah salah satu dari sekian banyak etude yang memiliki berisikan berbagai teknik permainan biola dan uniknya dimainkan secara duet. Tentunya akan memberikan nilai lebih dari permainan secara duet tersebut dalam pembelajaran antara guru dan siswa. Tujuan dari artikel ini ialah mengkaji teknik permainan biola dan kompetensi dasar yang terdapat pada etude “Franz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38”. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif analitis yaitu memberikan sebuah gambaran secara deskripsi terhadap objek yang dikaji oleh peneliti melalui data yang dikumpulkan dan sudah dianalisis. Etude ini memberikan sebuah pembelajaran biola dengan permainan duet didalamnya sehingga dapat memberikan berbagai kebermanfaatan secara teknik permainan biola maupun manfaat kontekstual.
Aransemen Sholawat Syi’ir Tanpo Waton: Sebuah Proses Kreatif
Eki Satria
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.34789
Penulisan artikel ini berisikan dua pembahasan, yang pertama adalah deskripsi mengenai konsep penyusunan aransemen Sholawat Syi’ir Tanpo Waton, dan yang kedua adalah proses proses penyusunannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan artistik berupa practice based research. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, proses aransemen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil pembahasan berupa tahapan-tahapan dari dua proses pokok dalam aransemen yaitu: 1) Konsep aransmen Syi’ir Tanpo Waton yang berisikan tahapan penetapan bentuk musik, pemilihan bait syair, instrumentasi, konsep melodi dan konsep harmoni; 2) Proses penyusunan aransemen Sholawat Syi’ir Tanpo Waton yang berisikan tahapan dalam penyusunan Intro/bagian A, transisi, bagian B, episode, bagian B’ dan codetta.
Persepsi Guru Seni Budaya Terhadap Penerapan Kurikulum 2013 Di SMAN 1 Garut
Nadine Rizkita;
Yudi Sukmayadi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i1.31046
Artikel ini didasari pada isu perubahan kurikulum yang akan terjadi di tahun 2022. Kemdikbudristek mengeluarkan kurikulum baru mulai tahun 2022 yang dinamakan dengan Kurikulum Prototype 2022. Kurikulum Prototype adalah nama kurikulum baru 2022 yang akan diterapkan untuk semua jenjang. Dalam hal ini, timbul berbagai cerminan dari berbagai guru di sekolah tentang kurikulum yang digunakan saat ini dengan kurikulum yang akan berganti di tahun ajaran berikutnya. Dalam pespektif ini, Indonesia barangkali dipandang sudah harus dan cukup mampu melakukan gebrakan itu melalui perubahan kurikulum. Tahun 2016, secara resmi keluar peraturan pemerintah baru guna menyelesaikan persoalan yang timbul. Dengan datangnya regulasi baru ini, dilakukan penelitian kuantitatif kepada guru tentang persepsi guru mata pelajaran Seni Budaya terhadap Kurikulum 2013 Revisi 2016 di SMAN 1 Garut. Dalam penelitian ini melibatkan guru Seni Budaya sebagai sumber untuk mendapatkan informasi berbagai hal mengenai penerapan kurikulum tersebut. Dimana dalam persepsinya kurikulum yang saat ini digunakan dianggap kurang matang persiapannya dan kurang sesuai dengan prinsip kurikulum seperti kurangnya relevansi sumber bahan ajar dan prinsip kontinuitas atau kesinambungan saat proses mengajar. Oleh karena itu, diharapkan untuk kurikulum baru yang akan datang khususnya untuk mata pelajaran Seni Budaya konsentrasi materi seni musik dan seni lainnya dapat memenuhi prinsip relevansi, fleksibilitas, kesinambungan, kepraktisan dan efektivitas. Sehingga terhindar dari keraguan pemahaman saat memberikan ilmu.