cover
Contact Name
Raihan Saputra
Contact Email
gsatribusi@gmail.com
Phone
+6285156261891
Journal Mail Official
jurnal.atribusi@ubharajaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Perjuangan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17121
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Atribusi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29874416     DOI : https://doi.org/10.31599/m0jy6604
Core Subject : Social,
Jurnal ini bertujuan untuk mendukung diseminasi pengetahuan berbasis aplikasi keilmuan psikologi yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Diterbitkan secara berkala pada bulan Maret dan September, jurnal ini menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Focus and Scope: Psikologi Sosial dalam Pengabdian Masyarakat, Psikologi Pendidikan, Kesehatan Mental Komunitas, Psikologi Organisasi dan Ketenagakerjaan, Intervensi Berbasis Keluarga, Psikologi dan Pemberdayaan Komunitas, Psikologi Klinis dan Rehabilitasi, Psikologi Budaya, Teknologi Psikologi dalam Pengabdian, Psikologi Anak dan Remaja dalam Komunitas
Articles 25 Documents
Pelatihan Kehumasan dan Keprotokolan Bagi Pegawai Badan Pusat Statistik Merdiaty, Netty; Hema Dayita Pohan
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Psikologi Dalam Kehidupan Masyarakat (September 2024-Februari 2025)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/q0pae788

Abstract

Dalam era keterbukaan informasi, kehumasan menjadi elemen strategis untuk membangun citra positif lembaga pemerintah, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS). Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam komunikasi publik dan tata kelola acara resmi sesuai standar protokoler nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPS untuk membangun citra positif lembaga dan memastikan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas-tugas kehumasan serta protokoler. Hasilnya terdapat peningkatan pemahaman karyawan BPS mengenai kehumasan dan keprotokolan, meningkatnya kemampuan dalam menyelenggarakan acara sesuai keprotokolan dan peningkatan kemampuan komunikasi. Manfaat yang didapat karyawan adalah mampu komunikasi publik dan tata cara kelola protokoler dan untuk perusahaan meningkatnya citra positif perusahaan dimata publik. Pelatihan Kehumasan dan Keprotokolan bagi pegawai BPS selama dua hari berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Psikoedukasi Time Management untuk Mengatasi Work Life Balance Buruh Pabrik dengan Budaya Kolektivis Inayah Bachtiar; Ira Silvani Br Pinem; Khodijah Laila Miladiyah; Ruth Mega Sitorus; Selly Astriana
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Psikoedukasi dan Pendampingan (Septe
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/g169j321

Abstract

Buruh pabrik pada sektor UMKM sering menghadapi tuntutan kerja yang tidak teratur, beban sosial-budaya kolektivis, serta keterbatasan keterampilan dalam mengelola waktu. Kondisi tersebut membuat mereka rentan mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berdasarkan permasalahan ini, kegiatan psikoedukasi dilaksanakan untuk melihat efektivitas intervensi Work Life Balance dan Time Management dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan buruh dalam mengatur peran sehari-hari. Sasaran kegiatan terdiri dari 21 buruh Pabrik Kerupuk Barokah Situbondo. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari melalui psikoedukasi menggunakan metode penyampaian materi, FGD/permainan edukatif. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas kerja. Untuk melihat perubahan pemahaman, kegiatan menggunakan desain Quasi-Experiment One Group Pretest-Posttest dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Work Life Balance dan Time Management yang sudah diadaptasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata work-life balance dari 2,80 menjadi 3,15 dan time management dari 2,41 menjadi 2,92. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua variabel (p = 0,000). Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa time management berpengaruh signifikan terhadap work life balance (F = 4,192; p = 0,000) dengan kontribusi 48,1% (R² = 0,481). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran buruh dalam menentukan prioritas, mengelola waktu, serta menjaga kesejahteraan diri. Secara keseluruhan, psikoedukasi terbukti efektif dan relevan untuk mendukung peningkatan kualitas kerja buruh dalam budaya kolektivis.
Program Penguatan Motivasi dan Kepercayaan Diri bagi Penyandang Disabilitas Netra yang Akan Diterminasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Putri, Arisanti Salsabila; Raihan Saputra; Raisah Zettira Hermawan; Wira Jaya Putra Kusuma; Erik Saut Hatoguan Hutahaean
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Peran Psikologi dalam Membangun Motivasi dan Kesejahteraan Psikologis Masyaraka
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/j6hvac11

Abstract

Penyandang disabilitas netra menghadapi berbagai hambatan psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi kemandirian, khususnya menjelang fase terminasi rehabilitasi sosial. Rendahnya motivasi dan kepercayaan diri berpotensi menurunkan kesiapan mental individu dalam menghadapi kehidupan pascarehabilitasi. Program Penguatan Motivasi dan Kepercayaan Diri dilaksanakan sebagai bentuk intervensi psikososial untuk mendukung kesiapan psikologis penyandang disabilitas netra yang akan diterminasi di Sentra Terpadu Pungudi Luhur Bekasi dengan tujuan meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta kesiapan psikologis PM disabilitas netra dalam menghadapi fase terminasi. Program Penguatan Motivasi dan Kepercayaan Diri bagi PM Disabilitas Netra dilaksanakan melalui pendampingan psikososial menggunakan metode self-talk positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif, keberanian dalam mengekspresikan pendapat dan emosi, serta kemampuan refleksi diri terkait kesiapan menghadapi masa depan pada PM disabilitas netra. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan komunikasi inklusif dan pendampingan psikososial. Program penguatan motivasi dan kepercayaan diri terbukti berperan dalam meningkatkan kesiapan psikologis PM disabilitas netra menjelang terminasi, sehingga dapat menjadi rujukan pengembangan program rehabilitasi sosial yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Program Integratif dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial, Kemandirian, dan Dukungan Sosial pada Penyandang Disabilitas Mental di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Arizki Arizki; Chantika Nurul Wijayanti; Karinina Muti Dewi; Wanda Sari Tambang; Erik Saut Hatoguan Hutahaean
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Peran Psikologi dalam Membangun Motivasi dan Kesejahteraan Psikologis Masyaraka
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/ehrvvw39

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan kelompok rentan yang mengalami hambatan psikososial yang berdampak pada keterampilan sosial, tingkat kemandirian, serta kualitas interaksi dengan lingkungan sosial. Rendahnya motivasi, kepercayaan diri, dan keterbatasan dukungan sosial sering menjadi faktor yang menghambat keberfungsian sosial ODGJ dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial, kemandirian, dan dukungan sosial melalui program integratif berbasis psikososial bagi ODGJ di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Program dilaksanakan dalam lima sesi pertemuan dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan psikoedukasi, refleksi emosi, permainan kelompok, relaksasi, serta aktivitas kreatif yang dirancang untuk mendorong interaksi sosial dan penguatan konsep diri. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan partisipasi aktif ODGJ dalam kegiatan kelompok, keberanian dalam berkomunikasi, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Selain itu, dukungan sosial yang terbentuk melalui pendampingan mahasiswa turut berkontribusi dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan psikologis peserta. Program integratif ini dinilai efektif sebagai upaya pendukung rehabilitasi sosial yang holistik dan berkelanjutan bagi ODGJ.
Peningkatan Dukungan Sosial Remaja di Panti Asuhan Melalui Intervensi Psikososial Rahimmatussalisa Rahimmatussalisa; Astri Fatwasari; Anwar Anwar
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Psikoedukasi dan Pendampingan (Septe
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/1r0k3089

Abstract

Intervensi psikososial ini bertujuan untuk meningkatkan perceived social support bagi remaja di panti asuhan melalui kegiatan yang membangun kebersamaan dan rasa saling mendukung. Salah satu luaran utama dari kegiatan ini adalah peningkatan perceived social support, yang akan diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). MSPSS menilai dukungan dari tiga dimensi utama yaitu keluarga, teman, dan significant others. Jumlah partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 34 subjek. Analisis pada kegiatan ini menggunakan Wilcoxon test. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat perceived social support saat pre-test dan post-test dengan nilai t sebesar 2,118 dengan signifikansi 0,010 (p<0,05), (p<0,05). Tingkat perceived social support setelah mengikuti kegiatan lebih tinggi daripada sebelum mengikuti kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan tingkat perceived social support pada remaja.

Page 3 of 3 | Total Record : 25