cover
Contact Name
Monica Lintang
Contact Email
monic5304@students.unnes.ac.id
Phone
+628128154253
Journal Mail Official
monic5304@students.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang City, Central Java 50229
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pengabdian Seni
ISSN : 27744787     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Seni is a journal published by Institute of Research and Community Service, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta. Published for the first time in 2020, Jurnal Pengabdian Seni is a journal of community service activities that have never been published both in the form of online and print articles. Jurnal Pengabdian Seni has online and print versions. The publication schedule is twice a year in May and November.
Articles 96 Documents
Pelatihan Produksi Video dengan Telepon Pintar untuk Peningkatan Kreativitas Promosi Desa Wisata Dewi Carakan, Wijirejo
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i2.10513

Abstract

Telepon pintar sebagai teknologi paling mutakhir, di satu sisi berperan aktif dalam menyebarluaskan konten digital, baik itu teks, gambar, maupun video. Di sisi lainnya, teknologi yang disematkan di dalamnya memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi dan menumbuhkan ide-ide dalam penciptaan konten digital. Kedua hal ini lantas digunakan oleh Pokdarwis Desa Wisata Dewi Carakan, Wijirejo guna menggenjot potensi wisata desa melalui ragam promosi digital. Meskipun demikian, belum optimalnya pemanfaatan telepon pintar menjadi satu kendala dalam proses produksi yang kini dihadapi oleh Pokdarwis Dewi Carakan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam membuat konten promosi desa wisata menggunakan telepon pintar. Metode pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan berupa ceramah, diskusi, praktik, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini mampu menumbuhkan kreativitas dan keterampilan pengelola Desa Wisata Dewi Carakan dalam memproduksi konten video promosi desa dengan telepon pintar. Wujud nyata luaran pengabdian ini adalah lahirnya enam konten audiovisual yang seluruh prosesnya dibidani pokdarwis dan telah didistribusikan ke kanal Youtube, TikTok, serta Instagram baik milik pribadi maupun Dewi Carakan. Smartphones, the most cutting-edge technology, actively play a role in disseminating digital content either in the form of texts, images, or videos. As smartphones are getting more sophisticated, the technology embedded within them encourages users to explore and nurture ideas for creating limitless digital contents. This kind of phenomena leads the Pokdarwis (Community-based Tourism Group) of Dewi Carakan Tourism Village to promote the village potentials through various digital promotions. Despite the epic goal, the suboptimal utilization of smartphones in the production process conducted by Pokdarwis of Dewi Carakan poses a challenge. Therefore, the aim of the training activity is to enhance creativity and skills of the villagers in creating promotional content of the tourism village using smartphones. The method applied by the authors was lectures, discussions, practical exercises, and evaluations. The result shows that due to this program the managers of Dewi Carakan tourism village are more creative and skilful in producing promotional video content village using smartphones. The output of the program is six audio-visual contents, in which the entire process was carried out by Pokdarwis. Those six contents have been uploaded to both their own social media and Dewi Carakan’s including YouTube, TikTok and Instagram channels.
Pelatihan Metode dan Strategi Mengajar Gamelan Autis Bagi Guru-Guru Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i1.5733

Abstract

Jumlah penyandang autis di Indonesia masih menjadi perhatian bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas untuk terus mendapatkan penanganan. Salah satu usaha adalah terapi di sekolah berkebutuhan khusus autis, khususnya di Sekolah Bina Anggita Yogyakarta. Penyuluhan seni sebagai sarana bagi akademisi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyakarat yang menjadi bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi. Teori pembelajaran dan pengertian gamelan menjadi dasar pelaksanaan penyuluhan seni “Metode dan Strategi Gamelan Autis bagi Guru-Guru Sekolah Khusus Autis”. Penyuluhan Seni di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta menggunakan metode ceramah dan metode drill. Metode cermah digunakan untuk menyampaikan materi teori yang berupa pengetahuan cara memainkan gamelan, ritme, tempo, dan dinmaika; sedangkan metode drill digunakan untuk memberikan materi keterampilan bermain alat musik gamelan autis. Hail dari penyuluhan seni ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan mengajar gamelan autis kepada tim pengajar.
Penerapan Musik dan Bahasa Inggris dengan Kegiatan Drama Musikal dan Liturgi Bahasa Inggris Melalui Praktik Lapangan Tematik di Gereja HKBP Laut Dendang
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9373

Abstract

Praktik Lapang Tematik (PLT) merupakan kegiatan pendidikan yang diikuti oleh setiap mahasiswa perguruan tinggi. Dengan bekerja secara langsung di dunia usaha atau industri, secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten di bidangnya yang bertujuan memperoleh pengalaman dan kecakapan penguasaan keahlian di suatu bidang, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat belajar di Universitas HKBP Nommensen kepada anak Sekolah Minggu di Gereja HKBP Laut Dendang. Metode pelaksanaan PLT dilakukan secara tatap muka. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa anak sekolah minggu yang mengalami kesulitan saat membaca liturgi dalam bahasa Inggris dan dalam drama musikal ketika mendalami peran/karakter tokoh. Dengan demikian, mahasiswa melakukan pelatihan kepada anak Sekolah Minggu melalui metode pelatihan yang lebih mudah, yaitu dengan bermain games, seperti bernyanyi sambil melakukan gerakan, main tebak-tebakan seputar hal-hal tentang bahasa Inggris dan memberi contoh memainkan karakter tokoh dalam drama musikal di depan anak Sekolah Minggu. Hal ini sangat efektif dilakukan saat mengajari anak Sekolah Minggu mengingat usia yang masih kecil sangat aktif dalam bermain daripada belajar. Untuk itu, mahasiswa melakukan metode belajar sambil bermain agar memudahkan anak untuk lebih cepat memahami pembelajaran dan merasa nyaman selama mengikuti proses pembelajaran. Thematic Field Practice is an educational activity that is followed by every college student. By working directly in the business world or in the industrial world, in a systematic and directed manner with competent supervision in their field which aims to gain experience and skills in mastering expertise in a field, the students can transfer their knowledge gained while studying at HKBP Nommensen University to Sunday school children in HKBP Laut Dendang Church. The method for implementing Thematic Field Practice was face-to-face. In practice, there are some Sunday school children who have difficulty in reading the liturgy in English and in a musical drama. Some of children have difficulty understanding the roles of the characters. Therefore, students of HKBP Nommensen University conducted training for Sunday school children through easier training methods by playing games such as singing while making movements, playing guessing games about things about the English language and giving examples of playing the characters in musical dramas in front of the children. This method was very effective when teaching Sunday school children, considering that at a young age they are very active in playing rather than studying. The results of this activity is that it makes easier for the children to understand the material more and makes the children feel comfortable during the learning process.
Seni Tata Taman Pendukung Perintisan Desa Wisata di Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Sleman, DIY
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4705

Abstract

Budi daya ikan di kawasan Godean memang bukan fenomena baru, tetapi kemampuannya untuk menarik wisatawan dan pengunjung belum pernah dieksplorasi secara menyeluruh. Beberapa generasi muda di Desa Sidoagung memiliki ide untuk mengembangkan kawasan budi daya ikan mentah menjadi restoran keluarga dengan area bermain untuk anak-anak. Ketidakmampuan mereka dalam mendesain mendorong Jurusan Desain Institut Seni Indonesia untuk membantu mereka dengan pelatihan singkat tentang bagaimana mendesain area taman berdasarkan partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan desain berbasis komunitas, pelatihan diadakan dengan cara temu komunitas dan mengajak komunitas muda untuk secara aktif mengkomunikasikan gagasan mereka sendiri satu sama lain. Mereka mengembangkan keterampilan desain dengan mempraktikkan menggambar dan menggambar ulang beberapa objek umum dalam komposisi taman. Pelatihan tersebut berhasil meningkatkan kemampuan anggota komunitas remaja untuk mengembangkan desain restoran keluarga dengan taman dan area bermain untuk anak-anak. Fish culture in Godean area is not a new phenomena however its ability to atrracts tourists or visitors is never thouroughly explored. Some younger generations in the Sidoagung village had an idea to develop raw areas of fish culture into family restaurant with playground area for the children. Their lack ability to design prompted design department of Indonesia Institute of The Art to help them with short training on how to design garden area based on community participation. Using community based design approach the training was held in the manner of community meeting and encourage youth community to activily communicate their own ideas with one another. They developed design skill by practicing drawing and re-draw some of the common objects in the garden composition.The training succeed in upgrading youth community member to develop family restaurant design with garden and playground area for children. 
Peningkatan Kapasitas Keterampilan Sablon di Panti Asuhan Muhammadiyah Al Amin Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.6906

Abstract

Panti asuhan sebagai lembaga tempat menampung dan menyantuni anak yang tidak diasuh oleh orang tuanya memiliki kewajiban memberikan bekal hidup agar menjadi mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Al Amin Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan keterampilan teknik sablon kepada anak panti agar dapat berwirausaha sehingga menjadi mandiri. Peserta pelatihan berjumlah 14 anak santri dengan jenjang pendidikan SMP sampai perguruan tinggi. Metode pelatihan dilakukan dengan metode teori dan praktik. Metode teori digunakan untuk menjelaskan pengetahuan tentang teknik sablon dan kewirausahaan, sedangkan metode praktik digunakan untuk memberikan keterampilan teknik sablon dari proses afdruk screen sablon sampai penerapan teknik sablon pada media kaus. Setiap tahapan teknik sablon diikuti dengan antusias dan dipraktikkan langsung oleh semua peserta pelatihan. Pelaksanaan pengabdian dalam bentuk pelatihan keterampilan akan efektif dilakukan dengan cara mengombinasikan metode teori dan praktik. Hasil pelatihan ini berupa keterampilan sablon kaus dengan gambar imbauan memakai masker untuk mencegah Covid-19. Teknik sablon dilakukan tiga kali cetak dengan tiga warna, yaitu hitam, biru. dan merah. Tim pengabdian memberikan stimulan alat dan bahan sablon kepada peserta pelatihan agar peserta pelatihan dapat mendalami keterampilan sablon dan mengembangkan secara mandiri.
Manajemen Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura sebagai Festival Seni Berbasis Desa Purwanto, Tambak Sihno; Pangestu, Jangkung Putra
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12513

Abstract

Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh KelompokSeni Bregada Lombok ijo yang berada di Padukuhan Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul, DaerahIstimewa Yogyakarta. Namun, keterlibatan masyarakat masih dirasa sangat kurang. Rasa memilikimasyarakat terhadap upacara adat ini masih tergolong rendah. Ditambah lagi dengan minat generasi mudasemakin menurun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan manajemenUpacara Adat Jumudhuling Maesa Sura sebagai festival seni berbasis desa. Metode yang digunakan adalahasset based community development (ABCD). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara.Hasil pengabdian, dengan penerapan metode ABCD dalam Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura,berhasil menemukan nilai penting kegiatan upacara adat ini, yaitu pelestarian budaya gotong-rotong danmakna cerita Jumudhuling Maesa Sura sebagai perwujudan harapan serta rasa syukur terhadap TuhanYang Maha Esa. Langkah strategis untuk melestarikannya adalah dengan menerapkan manajemen festivaldengan baik meliputi perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pengukuran risiko yang akan dialami.Dampaknya, pengelola memiliki kerangka kerja, pemanfaatan sumber daya, dan risiko lebih terukur.Pembagian kerja yang lebih merata memicu peningkatan rasa memiliki terhadap Upacara AdatJumudhuling Maesa Sura. Jumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony is an annual ritual carried out by Bregada Lombok IjoArt Group located in Padukuhan Tegalrejo, Srigading Village, Sanden, Bantul Regency, DIY. Even thoughthe event has been conducted since a long time, the community is not still thoroughly involved owing to thelack of their sense of belonging. Additionally, the interest of the younger generation is continuously decreasing.Therefore, the aim of this activity is to develop Jumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony as a villagebasedart festival. The authors applied asset-based community development (ABCD) method. Data collectionwas carried out using interview. The results show that the application of ABCD method at JumudhulingMaesa Sura Traditional Ceremony event has succeeded in finding the essential value of ceremony. It isrelated to the preservation of the culture of mutual cooperation and the function of Jumudhuling Maesa Surastory as an embodiment of hope and gratitude towards Almighty God. The strategic step of the preservationis implementing good festival management, including planning, resource management, and measuring thefuture risks. As a result, managers have organized framework, controlled resources, and measurable risks. Amore even distribution of workload encourages a higher sense of belonging of community towardJumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony.
Pelatihan Keterampilan Membuat Kerajinan Bagi Para Anggota PJJI “Armalah”
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i2.5928

Abstract

Persatuan Janda-Janda Indonesia “Armalah” terdiri atas anggota dengan ekonomi menengah ke bawah, yang sebenarnya sangat memerlukan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan sulam pita dengan pertimbangan bahwa nantinya mereka dapat menjadikan keterampilan ini sebagai pilihan untuk dikembangkan dalam kehidupannya, sebagai mata pencaharian. Metode pelatihan ini adalah ceramah dan praktik. Hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan ada beberapa hal yang telah dicapai, di antaranya adalah (1) peserta memahami dan menguasai semua materi yang diberikan dalam pelatihan; (2) pengetahuan, keterampilan, dan daya kreativitas peserta bertambah; dan (3) peserta mampu membuat beberapa macam produk kerajinan sulam pita dan lain-lain.
Pembinaan Seni Pertunjukan Desa Candisari, Bansari, Temanggung, Jawa Tengah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i2.11144

Abstract

Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3Wilsen) di Desa Candisari, Bansari, Temanggung, Jawa Tengah merupakan salah satu cara untuk bisa memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap kesenian khususnya seni pertunjukan di wilayah ini agar bisa memberikan wawasan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan ke masyarakat dalam bidang tari dan musik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas aspek ragam iringan musikal, tata rias, dan busana sehingga nantinya dapat meningkatkan kreativitas seniman setempat. Kelompok mitra yang dibina adalah kesenian karawitan, seni hadroh, kethoprak, kuda lumping, campursari, dan tari kreasi baru untuk anak-anak dan remaja. Kegiatan meliputi pemberian materi berupa pengayaan gending/lagu, pola tabuhan, gerak tari, rias, dan busana. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan secara personal baik itu secara demontrasi, ceramah, latihan, maupun pengembangan. Luaran dari kegiatan pembinaan kelompok-kelompok tersebut adalah dapat menghasilkan kelompok seni pertunjukan yang profesional serta mengerti tentang pengemasan seni pertunjukan baik dari segi musikal, penataan tari, maupun rias busana sehingga ke depan bisa memicu kreativitas para seniman setempat dalam membuat suatu pertunjukan. Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3Wilsen) in Candisari Village, Bansari, Temanggung, Central Java, is a community service program held by ISI Yogyakarta to provide training and mentorship to various performing arts groups in many regions focusing on dance and music. The program conducted by the authors aims to enhance the quality of musical accompaniments, costume and makeup design, as well as creativity among local artists. The artist groups in the village joining the program are Karawitan, Hadroh, Kethoprak, Kuda Lumping, Campursari, and New Creative Dance for children and teenagers. The training encompasses enriching song compositions, rhythm patterns, dance movements, and costume and makeup application. The authors applied personal approach method involving demonstrations, lectures, practices, and skill developments. The outcome of this training activity is the production of professional performing arts groups with an understanding of the art of presentation, either music accompaniment, dance arrangement, and costume design. This, in turn, stimulates the creativity of local artists in producing art performances.
Gojeg Lesung: Pengembangan Seni Gejog Lesung Hasil Penyuluhan Seni Teater di Desa Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i1.5738

Abstract

Gojeg Lesung pengembangan dari seni Gejog Lesung merupakan strategi mempromosikan Desa Sabdodadi dalam aktivitasnya di bidang seni budaya. Penyuluhan seni ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas kelompok teater Sanggar Kolingin menjadi kelompok kesenian yang mandiri dan lebih diterima di tengah masyarakat; (2) memberikan pemahaman yang tepat bagi masyarakat tentang arti pentingnya seni-budaya lokal sebagai penyeimbang masuknya budaya asing; (3) melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya lokal; dan (4) membangun kebersamaan dan menciptakan kreativitas masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penyuluhan seni ini melalui tiga tahapan, yakni penanaman konsep, penanaman minat, dan penanaman bakat. Hasil yang dicapai dari penyuluhan seni ini telah melahirkan kreasi baru seni pertunjukan bernama Gojeg Lesung dalam genre teater rakyat yang memiliki struktur pertunjukan: tetalu, bubuka, tarian komedi, lakon, dan penutup. Peran serta pemerintah dan institusi seni diperlukan dalam kelanjutan penyuluhan seni ini karena masyarakat setempat membutuhkan ruang pentas untuk melanjutkan eksistensinya memasyarakatkan seni Gojeg Lesung.
Pengajaran Bahasa Inggris dan Pengiringan Musik kepada Anak Sekolah Minggu di HKBP Pertahanan
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9618

Abstract

Praktik Lapangan Tematik (PLT) adalah program dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen. Program tersebut adalah wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di luar kampus dengan melakukan kegiatan sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang yang ditekuni dan memberi dampak positif bagi masyarakat tempat pelaksanaan. Fakultas Bahasa dan Seni mengolaborasikan peran dari kedua program studi, yaitu Bahasa Inggris dan Seni Musik di dalam pelaksanaannya. Oleh karena peran yang berbeda dari setiap mahasiswa, metode yang digunakan dalam melakukan tugas tersebut tentu berbeda. Mahasiswa Sastra Inggris menggunakan metode belajar sambil bermain/metode fun learning, yaitu metode dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk belajar agar tidak terbebani dengan apa yang diajarkan. Materi yang diajarkan adalah materi yang mudah dan umumnya diajarkan di sekolah sekolah dasar. Mahasiswa Seni Musik mengiringi musik bersama para pemain musik baik untuk Ibadah Sekolah Minggu maupun Ibadah Umum. Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan dari pihak gereja HKBP Pertahanan. Thematic Field Practice is a program from the Faculty of Language and Art, University of HKBP Nommensen. The program is the community-based activity carried out outside the campus by conducting activities in accordance with the fields of knowledge studied by students. The aim of this activity is to increase the students' insights and skills in the field they are studying and emerge positive impacts on the community where it is implemented. The Faculty of Language and Art collaborated the roles of the two study programs, English Literature and Music Art in its implementation. Students from the two study programs were divided to carry out different assignments according to their fields. English Literature students taught English to Sunday School children, while Music Art students played music as accompaniment in both Sunday School or public worship. This activity was carried out based on the needs and requests of HKBP Pertahanan organizer.

Page 7 of 10 | Total Record : 96