cover
Contact Name
Monica Lintang
Contact Email
monic5304@students.unnes.ac.id
Phone
+628128154253
Journal Mail Official
monic5304@students.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang City, Central Java 50229
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pengabdian Seni
ISSN : 27744787     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Seni is a journal published by Institute of Research and Community Service, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta. Published for the first time in 2020, Jurnal Pengabdian Seni is a journal of community service activities that have never been published both in the form of online and print articles. Jurnal Pengabdian Seni has online and print versions. The publication schedule is twice a year in May and November.
Articles 96 Documents
Stimulasi Keterampilan Motorik Halus serta Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mewarnai Tokoh Panutan Cerita Pewayangan
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i2.11139

Abstract

Mewarnai merupakan salah satu kegiatan untuk melatih motorik halus anak usia 4-5 tahun. Motorik halus di antaranya mencakup kemampuan serta kelenturan anak dalam menggunakan jari serta alat dalam rangka eksplorasi. Selain kegiatan motorik, anak perlu untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya. Mengamati, membedakan, dan meniru adalah beberapa kemampuan kognitif yang memengaruhi kegiatan belajar anak usia TK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Mewarnai Tokoh Wayang Punokawan” bertujuan untuk menstimulasi motorik halus serta kemampuan kognitif anak dalam mengenali tokoh panutan dalam dunia pewayangan, yaitu Punokawan. Pengabdian berlangsung di TK Aisyiyah 64 Sumber Nayu dengan metode presentasi, praktik, dan observasi. Didapatkan data bahwa seluruh anak mampu menggunakan krayon untuk mewarnai. Selain itu, anak lebih cenderung memilih tokoh Semar (yang merupakan tokoh sentral dari Punokawan) untuk diwarnai. Coloring is one of the activities to train fine motor skills for children aged 4-5 years. Fine motor skills include children's ability and flexibility in using fingers and tools for exploration. Apart from motor activities, children need to develop their cognitive abilities. Observing, differentiating, and imitating are some of the cognitive abilities that influence the learning activities of kindergarten-aged children. The community service activity entitled Coloring "Punokawan" Wayang Characters aims to stimulate children's fine motor skills and cognitive abilities in recognizing role models in the world of wayang (Indonesian puppet), particularly Punokawan. The program takes place at TK Aisyiyah 64 Sumber Nayu with presentation, practice and observation methods. The results show that almost all children are able to use crayons for coloring. Apart from that, children are more likely to choose Semar character (which is the central character of Punokawan) to color.
Pelatihan Pertunjukan Wayang Berorientasi Multilevel Generasi
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i1.5737

Abstract

Latar belakang masalah yang mendasari kegiatan ini adalah seniman dalang belum memahami dan menguasai bidang seni wayang untuk format masyarakat kekinian yang berorientasi multilevel generasi dan multifungsi yang salah satunya untuk media pelestarian budaya dan Pendidikan nasional. Oleh karena itu, solusi yang diberikan adalah mengajarkan pengetahuan seni wayang beserta teknik penyajiannya bagi seniman multiusia di wilayah Dusun Kaliurang Timur. Tempat  kegiatan di rumah Mbah Carik Kaliurang Timur atau Pendapa Budaya Kaliurang. Penyuluhan ini diikuti sejumlah 24 peserta, terdiri atas 1 orang pemain wayang usia tua, 1 orang pemain wayang usia muda, dan 22 pengrawit.  Hasil yang telah dicapai adalah munculnya model pertunjukan wayang multilevel dan kondisional, yakni pementasan untuk dalang muda dan dewasa dengan mengambil cerita sekitar wilayah, yaitu Cerita Gunung Merapi dan Tlaga Putri.
Pelatihan Teknik Dasar Menyanyi dan Dirigen pada Paduan Suara PKK RW 6 Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9526

Abstract

Kelompok Paduan Suara PKK RW 6 Kel. Rejowinangun Kec. Kotagede Yogyakarta eksis sejak 2017 yang beranggotakan 24 orang dengan rentang usia 39-67 tahun. Meskipun pernah berprestasi dalam ajang lomba Paduan Suara Tingkat Kecamatan Kotagede Yogyakarta sebagai Juara II pada tahun 2019, kelompok ini masih memiliki pengetahuan dan keterampilan musikal yang minim. Adanya edukasi musikal kepaduansuaraan dari pihak eksternal sangat diharapkan oleh kelompok tersebut, dan ini merupakan suatu urgensi kegiatan penyuluhan. Pelatihan teknik dasar menyanyi dan dirigen ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kemampuan olah vokal dan dirigen yang baik dan benar sehingga memiliki kemandirian dalam kegiatan pelatihan paduan suara. Metode yang digunakan berupa explicit instruction atau model pengajaran langsung dan metode demonstrasi. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa selain memiliki pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan teknik dasar menyanyi dan dirigen paduan suara dengan benar dan baik, juga terdapat luaran berupa tiga video implementasi materi penyuluhan, yaitu lagu Indonesia Raya, Mars PKK unisono, serta Mars PKK untuk sopran dan alto. Adapun rekomendasi untuk penyuluhan berikutnya adalah dengan memberikan kegiatan pelatihan membaca notasi angka hingga balok. The PKK RW 6 Choir Group, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta has existed since 2017 with 24 members ranging in age from 39-67 years. Even though they have won 2nd place in Kotagede District Choir competition in Yogyakarta in 2019, this group still has minimal musical knowledge and skills. The existence of choral musical education from external parties is highly expected by the group, and this is an urgency for counseling activities. This basic singing and conducting technique training aims to provide more knowledge and skills for the singers as well as conductors, so that they have independence in improving their choir practical activities. The method used by the authors was in the form of explicit instruction or direct teaching model and demonstration method. The results of this training indicate that in addition to having the knowledge and skills as well as the mastery of the basic techniques of singing and conducting the choir properly, there are also outputs in the form of three videos of the implementation of counseling materials which is Indonesian anthem called Indonesia Raya, Mars PKK unison, and Mars PKK for Sopran and Alto. The recommendation for those who are willing to carry out the following project is to provide training activities in the form of reading musical notation.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha dengan Penyuluhan Seni Sablon dan Cukil di Panti Asuhan “Amanah” Jetis, bantul, Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4703

Abstract

Panti asuhan “Amanah” merupakan panti asuhan yang berdiri sebagai bentuk respon terhadap kondisi sosial masyarakat setempat, yakni di daerah Ganten, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti asuhan ini terbentuk untuk mewadahi anak-anak korban gempa bumi di Yogyakarta 2016. Seiring berjalannya waktu, panti asuhan ini berkembang cukup baik yang dari tahun ke tahun sudah mampu mengantarkan anak-anak asuhnya ke jenjang lebih baik, bahkan tidak hanya anak yatim/yatim piatu, para lansia pun turut dikelola oleh yayasan ini. Menjawab permintaan yayasan yang menginginkan anak asuhnya memiliki keterampilan sablon, program penyuluhan sablon dan cukil ini pun terlaksana. Pelaksanaan penyuluhan sablon dan cukil dilaksanakan secara bertahap dari mulai pendekatan kepada mitra, persiapan serta pengenalan bahan dan alat, pelatihan, dan evaluasi telah mampu menyajikan hasil pelatihan yang cukup memuaskan, yakni berupa karya sablon di kaos, totebag, kayu, dan karya cukil berupa hiasan dinding. Karya pelatihan dipamerkan di ruang pamer sebagai salah satu hasil penyuluhan selain produk sablon dan cukil. Selain itu, anak-anak diajarkan berwira usaha dengan mencoba memamerkan hasil karya dan menjualnya, hasilnya beberapa produk laku terjual. Harapan besar, penyuluhan ini melatih keterampilan untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha. The “Amanah” orphanage is an orphanage that was established as a response to the social conditions of the local community, namely in the Ganten, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta areas. This orphanage was formed to accommodate children who were victims of the 2016 Yogyakarta earthquake. Over time, this orphanage has developed quite well which from year to year has been able to take foster children to a better level, not only orphans, the elderly are also managed by this foundation. Answering the foundation's request that its foster children have screen printing skills, this screen printing and cukil extension program was implemented. The implementation of screen printing and cukil counseling is carried out in stages starting from the approach to partners, preparation and introduction of materials and tools, training, and evaluation that have been able to present satisfactory training results, namely in the form of screen printing work on t-shirts, tote bags, wood, and cukil works a wall decoration. Training works are exhibited in the exhibition room as one of the results of counseling besides screen printing and cukil products. In addition, children were taught entrepreneurship by trying to showcase their work and sell it, the result was that several products were sold. High hopes, this counseling trains skills to foster an entrepreneurial spirit. Keywords: screen printing, cukil, "Amanah" orphanage
Pelatihan Paduan Suara di Kelompok Seni Mayungan Voice Dukuh Salakan, Kelurahan Potorono, Kec. Banguntapan, Bantul, DIY
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.8179

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali kelompok paduan suara di kampung Mayungan Banguntapan DIY dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang mendalam. Diikuti oleh 16 anggota kelompok paduan suara dengan rentan usia 40-50 tahun. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, imitasi, dan drill. Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 14 kali pertemuan secara luring, dengan durasi 90 menit tiap pertemuan. Pelatihan ini menghasilkan tiga lagu yang diaransemen ulang dengan format SSA (Sopran 1, Sopran 2, Alto) dan telah didokumentasikan dengan memperhatikan segi artistik yaitu kostum dan gerak lagu. Selain hasil secara psikomotorik, kelompok paduan suara telah mendapatkan pengetahuan tentang aransemen sederhana dalam paduan suara sehingga diharapkan ke depannya akan lebih mandiri dan tetap aktif berdiskusi antar anggota kelompok paduan suara.
Pelatihan dan Produksi Konten Audiovisual untuk Mempromosikan Potensi Wisata di Desa Hargowilis, Kulonprogo Marwiyati, Marwiyati; Sunarsa, Sunarsa; Karna, Karna; Angkoso, Sutanto Prasetyo; Prasetyo, Lilik Jatmiko; Wahyudin, Ade
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13774

Abstract

Desa Hargowilis, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai desa wisata berkat keindahan alam dan sumber daya lokalnya, misalnya Waduk Sermo dan produk UMKM seperti gula kelapa. Namun, kurangnya promosi digital dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan konten audiovisual menghambat pengembangan potensi tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi warga desa melalui pelatihan pembuatan konten audiovisual sederhana guna mempromosikan potensi desa dan produk lokal. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari melibatkan 6 dosen dan 5 mahasiswa, serta diikuti oleh 20 warga desa dari unsur Karang Taruna dan aparatur desa. Metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat interaktif dan partisipatif, dengan penekanan pada praktik langsung yang didampingi oleh tenaga pengajar yang berkompeten. Hasil dari pelatihan ini adalah tiga karya video yang menampilkan potensi wisata, profil desa, dan UMKM lokal. Meskipun sederhana, karya-karya ini telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Diharapkan melalui pelatihan ini, Desa Hargowilis dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi lokalnya secara lebih luas. Hargowilis Village, located in Kulonprogo, Yogyakarta, has significant potential as a tourism village due to its natural beauty and local resources, such as Sermo Reservoir and MSME products like Coconut Sugar. However, the lack of digital promotion and residents’ skills in creating audio-visual content has hindered the development of this potential. This community service program aims to enhance the skills of villagers through training in simple audio-visual content production to promote the village’s potential and local products. The five-day program involved 6 lecturers and 5 students, with 20 participants from local youth groups and village officials. The training methods employed in this activity were interactive and participatory, with an emphasis on hands-on practice guided by competent instructors. The result of the training was the production of three videos showcasing the village's tourist attractions, profiles, and local MSME. Although simple, these works demonstrated a significant improvement in participants' skills. It is hoped that through this training, Hargowilis Village can utilize digital technology to promote its local potential more widely.
Penyuluhan Penyajian karya dan Persiapan Pameran Fotografi Forum Komunikasi Fotografi Mahasiswa Yogyakarta (FORKOM Jogja)
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4700

Abstract

Di Yogyakarta terdapat sejumlah UKM Fotografi yang rutin menyelenggarakan pameran foto dalam periode tertentu, biasanya tahunan. Kegiatan ini menambah dinamika dunia fotografi serta turut memajukan fotografi Indonesia. Karya foto perlu ditunjang dengan cara penyajian yang baik agar pesan yang hendak disampaikan dalam karya dapat terseberangkan. Selain itu, penyajian yang baik akan meningkatkan nilai karya berikut apresiasi dari penonton pameran. Sayangnya, penyajian karya yang dilakukan oleh UKM-UKM Fotografi yang tergabung dalam FORKOM Jogja ini masih kurang diperhatikan. Untuk itu, diperlukan penyuluhan dalam hal penyajian karya dan persiapan pameran. Metode  yang  digunakan  adalah  pemberian  teori  di  dalam  ruangan  kelas  oleh  dosen-­dosen fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Adapun praktik yang dilakukan berupa eksperimen penyajian karya fotografi oleh seniman fotografi Mes56 Yogyakarta. Berdasarkan penyuluhan yang telah dilakukan terhadap sebagian kecil komunitas fotografi di Yogyakarta, disimpulkan bahwa materi penyajian pameran sangat diperlukan oleh masyarakat fotografi. Penyajian karya fotografi sangat mempengaruhi hasil karya serta dapat pula didayagunakan untuk menyatu dengan karya. In Yogyakarta, there are several photography cliques that periodically hold photo exhibitions, usually annualy. This event adds to the dynamic of Indonesia photography world and also to improve the development of photography in Indonesia. Photos need to be supported with proper presentation to ensure the intended message can be conveyed through. Aside of that, a good presentation will raise the photo value and appreciation from the visitors. Unfortunately, photo presentations that has been done by cliques within FORKOM Jogja still needs improvement. Hence it is needed to create a workshop about photo presentation and exhibit preparation. The methods used is theoretical lesson done in classroom by the lecturers of Indonesian Institute of Arts (ISI Yogyakarta) from Photography major. One of the practice being shown is the photo presentation from the photographer Mes56 Yogyakarta. Based on the conducted workshop that has been done to a small number of photography communities in Yogyakarta, it can be deduced that material about exhibit presentation is highly needed by the photography communities. The way of how a photo is presented heavily influences the photo’s value and is exploitable to connect more with the photo.
Pengembangan Brand Berkonsep Sustainbility pada Produk Dr.C Handmade Lure
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7043

Abstract

Sektor ekonomi kreatif di Indonesia terus berkembang seiring perkembangan terknologi yang pesat. Potensi produk lokal menjadi raja dinegara sendiri tentunya akan memberikan dampak ekonomi, sosial sampai dengan perilaku. Kemampuan eksport bagi produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) perlu ditingkatkan kualitas dan diperkuat dengan value yang ada dalam produk lokal. Proses pengabdian mengenai Pengembangan Brand Berkonsep Suistainbility pada Produk DR.C Handmade Lure untuk meningkatkan daya jual dari produk. Metode pengabdian ini menggunakan analisa situasi atau kondisi UMKM, mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan pengabdian dan menentukan strategi kerja untuk pencapaian tujuan pengabdian masyarakat yang dijadikan sebagai tahapan dari proses pengabdian. Data primer yang digunakan untuk analisa adalah situasi dan kebutuhan dari UMKM. Dari data primer tersebut kemudian diperkuat dengan data sekunder melalui penelitian mengenai pasar agar dapat mengarahkan pada penerimaan produk pada konsumen. Konsep sustainbility yang dikembangkan dalam pengabdian masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif dengan jangka Panjang terhadap lingkungan. Pengabdian masyarakat ini Pengembangan Brand Berkonsep Suistainbility pada Produk DR.C Handmade Lure untuk meningkatkan daya jual dari produk memiliki capaian penguatan brand dengan product development yang ramah lingkungan
Pembuatan Konten Website dengan Medium Audiovisual untuk Mendukung Promosi UMKM Azolla Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Azhar, Hanif
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12585

Abstract

Website azolla.id berbasis medium interaktif, film, yang didedikasikan untuk UMKM Azolla Klaten sebagaibagian dari upaya membantu UMKM Azolla Klaten berkembang. Website ini digunakan sebagai salah satumedia informasi sekaligus wadah promosi UMKM Azolla Klaten. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorongUMKM Azolla di Kajen, Klaten dalam merespons menjamurnya pemanfaatan media digital saat ini. Websiteini rencananya digunakan untuk mendukung promosi UMKM di area terpencil agar eksistensinya tetapbertahan, produknya tetap dikenal masyarakat luas, sekaligus mendukung ruang pendidikan bagi mahasiswadengan rumpun ilmu sejenis. Metode direct-practice diterapkan guna memaksimalkan perancangan websiteinteraktif. Hasil pengabdian kepada masyarakat (abdimas) menunjukkan bahwa website azolla.id tampakefektif untuk mendorong kemajuan UMKM daerah sekaligus dapat mendorong kebijakan ekonomi kreatifmasyarakat desa. Website ini memudahkan viewer dalam melihat produk UMKM, proses budi daya, danpemanenan azolla. Pembuatan website dan konten di dalamnya juga membantu menuntaskan problemmasyarakat, salah satunya problem yang dihadapi UMKM Azolla ini dalam bidang promosi media UMKM. The azolla.id website is specifically designed to support Azolla MSME. This MSME is located in Klaten. Sincethe MSME products are highly potentioal to be widely spread, the website serves as an informational platformand promotional forum for Azolla. The website is designed to facilitate the promotion of Micro, Small, andMedium Enterprises (MSMEs) specifically in distant locations. Morover, it aims to ensure the sustainability ofthese enterprises, introduce the products to the wider community, and provide an educational platform forstudents with similar expertise. The program of creating the website content leads to a result that azolla.idwebsite effectively promotes regional MSME’s advancement and fosters innovative economic strategies in ruralregions. Developing a website and its content can effectively address community issues, such as the challengesfaced by Azolla in promoting their businesses through MSME media.
Pembinaan Tari di SLB Negeri Pembina Giwangan Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i2.5922

Abstract

Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Giwangan, Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan yang menampung anak berkebutuhan khusus, dari tingkat SD hingga SMA, untuk memenuhi kebutuhan menyalurkan aneka talenta. Sekolah ini menyediakan fasilitas aneka kegiatan ekstrakurikuler, musik, gamelan, dan teater. Kegiatan seni yang belum berjalan dengan baik adalah kegiatan ekstrakurikuler tari. Oleh karena itu, kegiatan tari akan dilaksanakan untuk melengkapi kegiatan seni di SLB Negeri Pembina dengan cara melakukan pembinaan tari oleh dosen tari dari ISI Yogyakarta melalui LPM ISI Yogyakarta. Dalam melaksanakan kegiatan terdapat metode yang digunakan, yaitu metode imitasi dan analisis. Tahapan pelaksanaan diawali dengan perencanaan dilanjutkan pelaksanaan secara daring dengan mengirimkan video gerakan Tari Jabat Tangan. Hasil dari kegiatan adalah sebuah tarian pendek durasi lima menit berjudul Tari Jabat Tangan. Tarian tersebut diajarkan kepada para Pembina Tari SLB dan pengampu  kegiatan ekstrakurikuler Tari.

Page 6 of 10 | Total Record : 96