cover
Contact Name
Abdul Hamid Kurniawan
Contact Email
abdul.hamid.kurniawan@polnes.ac.id
Phone
+6281331376667
Journal Mail Official
jtepolnes@polnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Samarinda, Jl. Cipto Mangun Kusumo, Sungai Keledang, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
POLIGRID
ISSN : 27234428     EISSN : 27234436     DOI : https//doi.org/10.46964/poligrid
Core Subject : Engineering,
PoliGrid is a peer-reviewed and open-access journal published by the Department of Electrical Engineering, Politeknik Negeri Samarinda. The journal publishes articles in the broad areas of electrical engineering comprising electrical energy generation, transmission, distribution, and utilization. The presence of PoliGrid is expected to further enhance the enthusiasm and quality of research to create innovations for the humanity. Innovation is achieved by strengthening the understanding of science, skills in engineering, and mastery of technology. Due to the trend of interdisciplinary and transdisciplinary research to further develop innovation, PoliGrid accommodates the discussion of several cutting-edge fields such as: smart grids, renewable energy, automation, robotics, electric vehicles, and IoT.
Articles 31 Documents
Implementasi API pada Sistem Monitoring Lingkungan di Politeknik Negeri Samarinda Berbasis NodeMcu Esp8266 Alan Yuandika; Abdul Hamid Kurniawan; Prihadi Murdiyat
PoliGrid Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.43

Abstract

Manusia hidup berdampingan dengan benda alami dan buatan serta makhluk hidup lainnya yang disebut lingkungan. Kondisi lingkungan yang nyaman dapat meningkatkan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di lingkungan kampus Politeknik Negeri Samarinda. Sistem monitoring lingkungan kampus dibangun dengan menggunakan NodeMcu ESP8266 sebagai sensor node dan data pengukuran dikirimkan ke sebuah website agar dapat ditampilkan dan dapat diakses oleh pengguna. Data hasil pengukuran dikirimkan ke website dengan menggunakan API dengan beberapa variabel yang berbeda. format pengiriman data yang digunakan yaitu berbentuk JSON yang dibentuk dengan bahasa C++ untu diupload ke NodeMcu Esp8266. pengujian data yang dilakukan hanya dengan melakukan pencocokan data sebanyak sepuluh kali pengiriman. pengujian tersebut terdiri dari pengujian dengan Postman, sensor node dan menampilkan website. Pengiriman data berhasil dilakukan dengan sepuluh kali pengiriman untuk setiap pengujian yaitu data yang dikirim sama dengan data yang diterima. Pada pengujian Postman yang dikirim dari komputer yang sama dengan yang dikirim dari komputer yang berbeda memiliki perbedaan pada time response. pengujian pada sensor node sepuluh data dapat dikirim dan diterima di server. kemudian, pada pengujian website mampu menampilkan data yang diterima.data dapat ditkirim melalui API dan diterima di server. API dapat diimplementasikan pada sistem monitoring lingkungan yang telah dibuat. website mampu menampilkan data yang diterima.
Analisis Dan Mitigasi Harmonisa Pada Gedung Direktorat Politeknik Negeri Samarinda Dengan Menggunakan Software ETAP Muhammad Ali Luthfi; Rusda, Rusda; Khairuddin Karim
PoliGrid Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.44

Abstract

Abstrak- Tujuan utama dari setiap perusahaan listrik seperti PLN adalah untuk memberikan daya dengan kualitas yang baik. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat elektronika daya (beban non linier), kualitas daya menjadi terpengaruh. Salah satu penyebab yang mempengaruhi kualitas daya adalah terjadinya gangguan harmonisa. Hal ini menjadi masalah utama untuk masalah kualitas daya dan analisis harmonisa diperlukan untuk meneliti dalam pemodelan komponen untuk meminimalkan atau menghilangkan gangguan harmonisa ini. Dalam penelitian ini, analisis harmonisa telah dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP, Pertama-tama, beban dimodelkan sebagai sumber harmonisa untuk menimbulkan arus harmonik. Kemudian, untuk menganalisis pengaruh arus harmonik, dilakukan analisis Harmonic Load Flow dan identifikasi distorsi harmonik. Untuk menghilangkan distorsi harmonik ini, terdapat berbagai macam teknik mitigasi, yaitu menggunakan bank kapasitor dan filter harmonisa. Dari hasil mitigasi menggunakan bank kapasitor diperoleh hasil nilai THDi sebesar 4,3 % dan hasil mitigasi menggunakan filter single tune diperoleh nilai THDi sebesar 13,64 %. Hasil keseluruhan dibahas secara rinci untuk mengukur efisiensi analisis harmonik tersebut.
Multifunction Meter 3 Fase Menggunakan Sensor Pzem-004t Berbasis Nodemcu Esp8266 Erry Yadie; Marson Ady Putra; Muhammad Zaini Aqmal
PoliGrid Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i1.57

Abstract

Perkembangan industri modern membutuhkan sistem pemantauan daya listrik yang akurat dan real-time. Namun, alat ukur yang terjangkau dan mudah digunakan masih terbatas, menyulitkan pengawasan konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan merancang Multifunction Meter 3 fase menggunakan sensor PZEM-004T berbasis NodeMCU ESP8266 untuk mengukur parameter listrik seperti tegangan, arus, daya aktif, faktor daya, dan energi. Metode penelitian meliputi perancangan hardware dengan mengintegrasikan tiga sensor PZEM-004T dan NodeMCU ESP8266, pengembangan software untuk pengolahan data, dan implementasi sistem monitoring jarak jauh menggunakan Blynk. Tiga sensor PZEM-004T dikonfigurasi dengan ID berbeda untuk membedakan tiap fase. Pengujian dilakukan menggunakan beban lampu pijar 25W, 40W, dan 60W, dibandingkan dengan alat ukur standar. Hasil pengujian menunjukkan alat ini mampu mengukur dengan akurasi tinggi, error kurang dari 5% untuk semua parameter. Sistem berhasil mengirimkan data ke Blynk, memungkinkan monitoring via smartphone. Kesimpulannya, Multifunction Meter 3 fase yang dikembangkan berfungsi sebagai alat ukur listrik yang handal untuk sistem 3 fase. Alat ini memberikan pembacaan akurat untuk parameter listrik dan menyediakan fitur monitoring jarak jauh. Dengan kemampuan ini, alat menjadi solusi efektif untuk pemantauan konsumsi listrik. Pengembangan selanjutnya meliputi peningkatan mikrokontroler, penambahan sistem penyimpanan data, dan perbaikan antarmuka pengguna.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Pertanian Cerdas Berbasis LoRa Untuk Pemantauan Kondisi Persawahan Secara Real-Time Faizal Rahmansyah; Prihadi Murdiyat; Rusda
PoliGrid Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i1.62

Abstract

Dalam bidang pertanian, teknologi pertanian cerdas atau smart agriculture system telah menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Pertanian cerdas mempunyai peran besar dalam mencapai pertanian presisi, yang dikenal sebagai masa depan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring pertanian cerdas berbasis teknologi Long Range (LoRa) yang mampu memantau kondisi persawahan secara real-time. Sistem ini terdiri dari node sensor yang mengukur parameter lingkungan seperti kelembaban tanah, pH tanah, suhu, kecepatan angin, kelembaban udara, dan tekanan udara. Data yang dikumpulkan oleh node sensor dikirim ke node master melalui komunikasi LoRa. Node Master kemudian mengintegrasikan data tersebut dengan Node-RED Dashboard untuk pemantauan visual dan menyimpan data di Google Spreadsheet untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam memantau kondisi lingkungan persawahan secara real-time. Pengujian juga menunjukkan bahwa seiring dengan peningkatan jarak antara pengirim (Node Sensor) dan penerima (Node Master), nilai RSSI cenderung menurun. Meskipun demikian, penurunan RSSI tidak terjadi secara linear, dan nilai terendah yang tercatat (-91,70 dBm) masih berada jauh di atas batas sensitivitas minimum modul LoRa (-139 dBm). Pengiriman data dari node sensor ke database melalui Node Master berjalan dengan baik, meskipun ada beberapa nilai yang tidak wajar pada awal pengoperasian. Sistem database menggunakan Google Spreadsheet mampu mengumpulkan, menyimpan, dan menampilkan data secara akurat selama periode satu tahun, menunjukkan bahwa sistem dapat menangani volume data yang besar dalam jangka waktu panjang.
Rancang Bangun Simulator Overcurrent Relay Type Standard Inverse dan Constant Time Berbasis Arduino Priyo Handoko Chusnama Ali; Leonardo Ferdy Widayanto; Marcelino Pakorong; Fazri Catur Bagaskara; Rizky Aprylianto Susilo; Prihadi Murdiyat
PoliGrid Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i1.66

Abstract

Abstrak-Overcurrent relay sebagai salah satu sistem proteksi dalam jaringan distribusi listrik telah ditingkatkan performanya melalui implementasi mikrokontroller. Untuk mensimulasikan kerja overcurrent relay, modul Arduino yang berbasis Atmega328P dapat digunakan untuk mempelajari algoritma kerja overcurrent relay. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun simulator overcurrent relay berbasis Arduino dengan dua karakteristik waktu kerja, yaitu standard inverse dan constant time. Simulator ini dilengkapi dengan sensor arus berbasis CT dan modul PZEM-004T untuk membaca arus, serta menggunakan LCD I2C 20x4 dan Keypad 4x4 sebagai antarmuka pengguna. Setelah simulator dirancang, langkah berikutnya adalah pengujian untuk mengukur akurasi pembacaan sensor dan kinerja relay pada berbagai variasi arus dan pengaturan waktu. Pengujian dilakukan pada tegangan 220 Volt Alternating Current (AC) dan pada berbagai variasi arus yaitu, arus 0,5 A, 1 A dan 1,5 A. Tujuan pengujian ini adalah untuk memastikan relay beroperasi sesuai dengan karakteristik yang ditentukan pada berbagai variasi arus. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja sesuai dengan karakteristik standard inverse dan constant time dengan rata-rata error pengukuran waktu kerja relay di bawah 2% untuk standard inverse dan 0% untuk constant time. Hal ini membuktikan bahwa sistem proteksi arus lebih yang dirancang berbasis Arduino ini akurat dan responsif.
Rancang Bangun Alat Automatic Seeding Untuk Kebun Hidroponik Berbasis Arduino Aprianur, Riza; Abdul Hamid Kurniawan; Sunu Pradana
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.161

Abstract

Pertanian hidroponik menjadi solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan lahan. Namun, penyemaian benih secara manual pada media rockwool banyak membutuhkan tenaga kerja dan memakan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat automatic seeding berbasis Arduino Mega 2560 untuk menempatkan benih secara otomatis dan presisi. Alat ini dilengkapi dengan sistem conveyor, vacuum pump, dan motor vibration sebagai mekanisme pick and place benih pada media rockwool. Berdasarkan pengujian, alat mampu menempatkan benih pipih dengan rata-rata keberhasilan 84,1%, yaitu 50,5 biji dari 60 lubang rockwool, dengan waktu 78 detik per tray, setara dengan 2.769 rockwool per jam. Konsumsi daya alat sebesar 72,615 Watt, tergolong sedang dan cocok untuk kebun hidroponik skala kecil hingga menengah. Alat ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyemaian benih serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, sehingga mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian hidroponik.
Analisa Perbaikan/Menurunkan Nilai Saidi Saifi Terkait Pemasangan Fusesaver Pada Penyulang H3 Gardu Induk Harapan Baru: Indonesia Mellambi, Nolan Habel; Suratno; Verra Aullia
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.162

Abstract

Sistem distribusi merupakan penyalur energi listrik yang berhubungan langsung dengan pelanggan yang harus dijaga kestabilan nya . Pada penelitian ini bertujuan menganalisisa perbaikan/menurunkan nilai SAIDI SAIFI terkait pemasangan fusesaver pada Penyulang H3 Gardu Induk Harapan Baru. Dalam penelitian ini dinilai berdasarkan dua indeks utama, yaitu System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI). Data ini yang digunakan yaitu sebelum dan setelah pemasangan fusesaver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan fusesaver mampu memperbaiki/menurunkan SAIDI dari 2.122 jam/tahun menjadi 1.713 jam/tahun. Sementara nilai SAIFI menurun dari 3.315 kali/tahun menjadi 2.697 kali/tahun, menunjukkan kedua nilai tersebut telah memenuhi standar yang dianjurkan menurut SPLN 68-2:1986, dengan SAIDI di bawah batas maksimal 21 jam/tahun dan SAIFI di bawah 3.2 kali/tahun. Dengan itu pemasangan fusesaver berpengaruh dalam memperbaiki/menurunkan nilai SAIDI SAIFI pada sistem distribusi khusunya pada penyulang H3 Gardu Induk Harapan Baru
Perancangan Dan Pembuatan Alat Pengujian Multimeter Pada Bengkel Teknik Elektro Polnes Susanna; Sugeng Wahyu Edi; Rachmat Nazar
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.164

Abstract

Abstrak- Multimeter merupakan alat ukur penting dalam kegiatan praktikum elektronika. Namun, keterbatasan alat kalibrasi menyebabkan akurasi multimeter sering menurun akibat pemakaian terus-menerus tanpa pengujian ulang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pengujian sekaligus kalibrasi multimeter yang mampu mengukur dan membandingkan fungsi dasar seperti tegangan DC/AC, arus, resistansi, frekuensi, dan kapasitansi. Modul dirancang menggunakan sumber tegangan DC stabil, resistor presisi, pembagi tegangan, dan sumber arus yang dapat diatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modul kalibrasi mampu menghasilkan galat di bawah ±1% pada pengukuran tegangan, arus, dan resistansi, sehingga layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran dan pengujian multimeter di laboratorium
Penerapan Kontroler PID pada Sistem Kendali Level Cairan dengan Metode Ziegler-Nichols Berbasis Arduino Adhiksana, Arief; Prihadi Murdiyat; Abdul Rahman; Anisa Cahyani Fitri; Bayu Prayoga; Andi Jumardi; Eka Megawati; Yuniarti
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.166

Abstract

Air merupakan elemen esensial dalam sektor industri dan rumah tangga. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dalam suatu industri, diperlukan sistem otomasi yang tepat dan andal. Salah satu sistem instrumen yang dapat diterapkan adalah sistem pengatur ketinggian air pada tangki. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat simulasi pengendalian ketinggian air dalam tangki menggunakan sensor ultrasonik berbasis Arduino Uno R3 serta menerapkan tipenya. Kontrol proporsional (P), integral proporsional (PI), dan turunan integral proporsional (PID) serta pemahaman mengenai respons terhadap jenis kontrol ini. Langkah-langkah penelitian mencakup proses pembuatan dan pengujian alat. Penyetelan parameter kontrol dilakukan dengan menggunakan metode Ziegler Nichols-1. Pengujian alat dilakukan pada posisi tetap 10 cm dengan bukaan katup 100% aliran tangki, serta variasi parameter Kp (266 dan 285) pada pengontrol tipe P, Kp (18.1 dan 19.1) dan Ki (1.9) pada kontroler tipe PI, serta Kp (24.8), Ki (2.4), dan Kd (0.6 dan 1.2) pada kontroler tipe PID. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi optimal untuk kontroler tipe P adalah Kp = 285, untuk kontroler tipe PI adalah Kp = 19.1 dan Ki = 1.9, dan untuk kontroler tipe PID adalah Kp = 24.8, Ki = 2.4, dan Kd = 1.2. Respon dari hasil pengujian ini dapat mencapai kondisi ideal, yaitu respon teredam kritis.
Analisis Perbandingan Efisiensi Termal PLTU Berdasarkan Net Plant Heat Rate dengan Metode Uji Statistik Deskriptif dan t-Test: Studi Kasus pada PLTU di Kutai Kartanegara Nisa, Wahdiyatun; Bintang Bhakti Nugraha
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.167

Abstract

Net Plant Heat Rate (NPHR) adalah salah satu parameter kehandalan dan efisien suatu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Semakin rendah nilai NPHR pada PLTU maka semakin efisien unit pembangkit tersebut dan semakin besar nilai NPHR pada PLTU maka semakin rendah tingkat effisiensinya. Ada 3 indikator utama yang menggambarkan indikasi perubahan nilai NPHR pada PLTU yaitu beban netto (kWh netto) yang disuplai oleh PLTU, jumlah pemakaian batubara dan nilai kalori batubara. Beban netto dan nilai NPHR ini berbading lurus dalam peningkatannya, semakin besar beban netto yang disupplai PLTU ke sistem jaringan, maka nilai NPHR akan semakin kecil dan begitupun sebaliknya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan nilai NPHR dengan data yang didapat untuk membandingkan tingkat efisiensi kedua pembangkit pada salah satu PLTU di Kutai Kartanegara. Untuk mendapatkan hasil data yang valid dan akurat dilakukan pengujian hasil data menggunakan metode uji statistik deskriftif untuk melihat karakteristik data yang didapatkan kemudian setelah itu dilakukan kembali uji t-Test dengan variasi sample yang berbeda dengan tujuan mendapatkan kevalidan hasil data yang didapatkan berdasarkan perhitungan. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan nilai rata-rata NPHR dari PLTU unit 1 sebesar 4492.34 kCal/kWh, sedangkan rata-rata NPHR dari PLTU unit 2 adalah 4448.8 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa PLTU unit 2 memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi daripada PLTU unit 1. Adapun varians NPHR dari PLTU unit 1 adalah 8271.28 kCal/kWh, sedangkan varians NPHR dari PLTU unit 2 adalah 6127.6 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data NPHR dari PLTU unit 2 lebih kecil daripada PLTU unit 1. Hasil uji t-Test dari NPHR masing-masing unit diperoleh nilai t-Stat sebesar 2.02 pada unit 1 yang lebih besar dari nilai t- Critical one-tail sebesar 1.671 dan t-Critical two-tail sebesar 2.00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara NPHR dari PLTU. Adapun nilai P(T<=t) one-tail yang didapat sebesar 0.024 dan P(T<=t) two-tail sebesar 0.04786 yang keduanya lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 sehingga menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak ada perbedaan antara NPHR dari kedua PLTU ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima dengan kesimpulan bahwa ada perbedaan antara NPHR unit 1 dan unit 2. Dapat dilihat pula hasil uji t-Test menunjukkan nilai t stat yang positif di unit 1, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan keyakinan 95% tingkat efisiensi thermal berdasarkan nilai NPHR di unit 2 lebih baik daripada unit 1.

Page 3 of 4 | Total Record : 31