cover
Contact Name
Mutawali
Contact Email
dosen01175@unpam.ac.id
Phone
+62815333344
Journal Mail Official
abdimas_iqtishadia@unpam.ac.id
Editorial Address
UNPAM VICTOR LANTAI 5 Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
ABDIMAS Iqtishadia
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 30256143     DOI : https://doi.org/10.32493/iqtis
Fokus ABDIMAS Iqtishadia: Jurnal PKM Ekonomi Syariah dan Multidisiplin ilmu Universitas Pamulang untuk mengakomodasi hasil-hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika universitas seluruh Indonesia. Sebagai sebuah Terbitan Berkala Ilmiah, jurnal ini juga menerima manuscript hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para peneliti/dosen dari universitas lain. Cakupan Jurnal ini khusus mempelajari teori dan praktik Ekonomi Syariah, studi Islam dan multidisiplin ilmu, dimaksudkan untuk mengungkap penelitian orisinal dan isu terkini. Jurnal PKM ini dengan hangat menyambut kontribusi para sarjana dari bidang terkait yang mempertimbangkan topik umum berikut; Kajian Ekonomi Syariah, kajian keagamaan dan disiplin ilmu lainnya.
Articles 65 Documents
Peran Rasulullah SAW sebagai Sosok Guru Teladan Asep, Asep Abdurrohman; Rabiatul Adawiyah
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 2 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keteladanan menjadi yang sesuatu hal yang penting ketika dihubungkan dengan pendidikan agama Islam. Hadirnya teladan sempurna dalam Islam, terjawab sudah dalam pribadi Rasul sebagai teladan nyata dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, Pengabdian kepada Masyarakat menjelaskan pentingnya Rasulullah dihadirkan kepada para guru sebagai pendidik terbaik dengan metode PAR (Partisipation Action Research). Teladan Rasul sebagai pendidik dijelaskan langsung di depan guru Sekolah Islam Al-Fatih dengan menggunakan ceramah dan diskusi. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini, memberi gambaran bahwa sebagai pendidik yang berhasil, Rasulullah sebelum mendidik umatnya terlebih dahulu melakukan analisis kepada peserta didik. Ini dibuktikan dengan berbagai model dan metode pendidikan yang beragam. Tidak kurang terdapat 23 metode pendidikan yang dipakai oleh Rasulullah untuk proses pendidikan. Contoh kentara dalam hadisnya terkait dengan praktik salat. Kata Nabi SAW, “salatlah kalian sebagaimana aku salat.” Hadis ini, di samping menjelaskan perintah salat harus mengikuti Rasul, juga menjelaskan bahwa Rasul mengajarkan sahabat dengan metode demonstrasi. Tidak dipungkiri, karena sahabat banyak yang memiliki kecerdasan kinestetik, Sehingga belajar yang lebih tepat untuk sahabat yang mempunyai kecerdasan kinestetik dengan memakai metode demonstrasi atau praktik langsung. Ketika dalam proses pembelajaran berlangsung, Nabi SAW sering memakai ice breaking. Ini ditemukannya hadis Nabi yang terkait dengan candanya, salah satunya Nabi bercanda dengan istri, Saudah Binti Zam’ah. Setelah selesai pembelajaran Nabi SAW melakukan evaluasi dan ditutup dengan closing statement yang bisa diingat oleh anak didik.
Penyuluhan Edukatif International: Peningkatan Entrepreuner Santri di Era Society 5.0 Uswatun, Siti Uswatun Khasanah; Anisa Rahmawati; Intan Puspita Rini; Ahmad Sauri
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 2 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurship menjadi salah satu kompetensi utama yang diperlukan dalam menghadapi tantangan era Society 5.0, di mana teknologi, kreativitas, dan kemandirian menjadi pilar pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional ini dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nahdloh, Tanjung Sepat, Selangor-Malaysia, pada 23 April 2024 sebagai bagian dari kerja sama Universitas Islam Jakarta dan Asosiasi Pascasarjana Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI). Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab tentang pentingnya penguatan jiwa entrepreneur di kalangan santri. Hasil PKM menunjukkan bahwa santri memiliki potensi besar menjadi wirausaha melalui pembiasaan disiplin, integritas, serta semangat berbagi dalam lingkungan pesantren. Meski demikian, mereka masih menghadapi keterbatasan dalam akses modal, pengetahuan bisnis, dan jaringan usaha. Program ini memberikan pemahaman baru bagi santri mengenai peluang ekonomi dan penumbuhan kemandirian di tengah arus modernisasi dan tantangan ekonomi. Dengan adanya dukungan sistem pendidikan pesantren, pelatihan kewirausahaan, dan fasilitas praktik, PKM ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat lahirnya santripreneur unggul di era digital dan global saat ini.
Penguatan Moderasi Islam melalui Analisis Konseptual Toleransi dan Konseling Multikultural Muhammad Luthfi Saputra Muhardja; Zaura Sylviana
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 2 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model penguatan moderasi Islam yang relevan dengan dinamika keberagamaan masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi polarisasi sosial, penyebaran paham keagamaan eksklusif, serta meningkatnya paparan ideologi ekstrem melalui ruang digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan ini menggunakan pendekatan kajian literatur terstruktur guna menelaah konsep moderasi Islam, praktik toleransi, dan pendekatan konseling multikultural sebagai strategi implementatif. Kajian dilakukan dengan menganalisis sumber-sumber akademik yang kredibel, termasuk studi normatif, penelitian empiris, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan moderasi beragama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa moderasi Islam memiliki landasan kuat dalam ajaran ummatan wasathan yang menekankan keseimbangan dan penolakan terhadap sikap berlebihan. Toleransi dipahami sebagai manifestasi langsung dari moderasi dalam kehidupan sosial, sedangkan konseling multikultural memberikan instrumen operasional untuk menanamkan nilai moderasi pada konteks pendidikan, pendampingan masyarakat, dan layanan psikologis. Integrasi ketiga konsep ini menghasilkan model penguatan moderasi yang dapat diterapkan untuk mencegah radikalisme, memperkuat harmoni sosial, dan menumbuhkan kesadaran keberagaman. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama tidak hanya memerlukan pendekatan teoretis, tetapi juga strategi implementatif yang berkelanjutan dan berbasis pada kebutuhan masyarakat..
Fondasi Akademis Konseling Multikultural Meneguhkan Kompetensi dalam Bingkai Moderasi Beragama di Indonesia Muhamad Riziq Fadilah Amaly; Syamsudin RS; 'Amaly; Zaura Selviana
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 2 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semua kemajemukan sosial, budaya, dan agamanya, Indonesia menghadirkan tantangan sekaligus peluang unik bagi prefesi layanan bantuan psikologis. Konseling multikultural hadir sebagai paradigma esensial yang menjawab kebutuhan untuk memberikan layanan yang efektif, etis, dan relevan secara budaya. Pada saat yang sama, wacana moderasi beragama menjadi agenda strategis nasional untuk merawat kerukunan dan menangkal ekstremisme. Dengan studi kepustakaan yang mensintesiskan teori-teori fundamental konseling multikultural dengan kerangka moderasi beragama dari Kementerian Agama RI, Jurnal ini berargumen bahwa penguasaan kompetensi multicultural bukan hanya sebuah keharusan profesional, tetapi juga merupakan wujud nyata dari praktik moderasi beragama dalam ranah terapeutik. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran kultural bersinergi dengan sikap toleransi (tasamuh), pengetahuan multikultural menjadi dasar bagi keadilan (i’tidal) dan keseimbangan (tawazun), serta keterampilan intervensi yang akomodatif menjadi manifestasi dari komitmen kebangsaan dan penghargaan terhadap budaya lokal. Dengan demikian, pendidikan dan pelatihan konselor yang menintegrasikan kedua ranah ini secara mendalam sangat krusial untuk mencetak para profesional yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perdamaian dan perekat sosial di tengah masyarakat yang plural. Keywords: Konseling Multikultural, Kompetensi Koselor, Moderasi Beragama
Literasi Filologis pada Generasi Muda: Melestarikan Khazanah Islam Keraton Pakunegara Tayan amin, faizal; Elmansyah; Dewi Puryanti; Hery Sasmito; Bahaudin
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 2 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah kerajaan Melayu Islam, Keraton Pakunegara Tayan memiliki banyak sekali menyimpan naskah kuno dengan aksara Arab Melayu. Tidak hanya itu, tapi juga ornament makam Raja-rajanya penuh dengan kaligrafi Arab. Namun, saat ini naskah-naskah, dan ornament kaligrafi Arab itu sudah mulai berkurang, raib dimakan usia, diambil orang, dan dimusnahkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan raja, abdi dalem dan masyarakat sekitar diperoleh keterangan bahwa hal itu terjadi akibat dari minimnya orang yang memahami tulisan dengan Aksara Arab Melayu, yang disebabkan oleh minimnya minat generasi muda dalam mempelajari aksara Arab Melayu, sementara generasi tua yang paham sudah mulai berkurang. Dengan demikian, perlu dilakukan penguatan literasi filologis pada generasi muda. Pengabdian ini dilakukan dengan metode workshop yang menggabungkan antara teori dan praktik. Hasil kegiatan ini menunjukkan: 1) menguatnya minat generasi muda dalam mepelajari aksara Arab Melayu; 2) meningkatnya pemahaman generasi muda terhadap nashkah Arab Melayu; dan, 3) terindentifikasinya aksara dan naskah di keraton.