cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 4" : 10 Documents clear
INKLUSIVITAS PEMERINTAH JERMAN MELALUI PENGGUNAAN LEICHTE SPRACHE PADA LAMAN RESMI BUNDESREGIERUNG Purwanto, Yulius Henry; Suganda, Sonya Puspasari
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi terhadap kaum disabilitas masih sering ditemukan di dalam masyarakat, sehingga mendorong pemerintahan di seluruh dunia untuk mengambil langkah dalam mengatasinya. Penelitian ini membahas penggunaan bahasa yang disederhanakan (Leichte Sprache) dalam media sebagai upaya pemerintah Jerman untuk mendorong terciptanya inklusivitas. Data penelitian ini adalah informasi seputar wabah COVID-19 yang tertera di laman resmi pemerintah Jerman yaitu www.bundesregierung.de. Data dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan upaya pemerintah Jerman dalam bersikap inklusif melalui bahasa, yaitu bagaimana bahasa yang digunakan di dalam laman itu juga dapat dipahami oleh para penyandang disabilitas dan pemelajar bahasa Jerman. Hasil penelitian dibagi berdasarkan tiga dimensi wacana, yaitu teks, praktik wacana dan praktik sosiokultural. Dari setiap analisis yang dilakukan pada masing-masing dimensi wacana, secara umum sikap inklusif pemerintah Jerman terhadap warga negaranya melalui implementasi Leichte Sprache berhasil dilakukan, namun dalam analisis tekstual masih ditemukan adanya ketidaksetaraan.
DIPLOMASI TEH BOBA: IMPLEMENTASI GASTRODIPLOMASI Ardianti, Ghania Kendra; P. J. Roring, Albert
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya One China Policy yang menjadikan ruang gerak Taiwan dalam menjalin hubungan dengan negara lain semakin sulit. Soft power menjadi salah satu upaya diplomasi publik yang diambil oleh Taiwan untuk mempertegas status mereka. Melalui praktik gastrodiplomasi dengan teh boba, Taiwan berusaha untuk mengangkat status negaranya dalam kedudukan politik yang abu-abu. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bagaimana Taiwan menggunakan teh boba untuk menciptakan soft power dan menjadikannya sebagai identitas nasional. Penelitian ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif yang menggunakan data sekunder melalui buku, artikel ilmiah, media massa, dan dokumen tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taiwan menggunakan pendekatan soft power melalui praktik gastrodiplomasi untuk memudahkan dialog dengan negara lain. Berkat inovasi teh boba, Taiwan memiliki suatu kuliner khas yang menyumbang pada bentuk identitas nasional.
DARK TOURISM DI HASHIMA PASCA PENOBATAN DALAM WORLD HERITAGE UNESCO Sabila, Jemima Alma; Subagio, Didit Dwi
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hashima (Gunkanjima) berhasil tercatat sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2015. Pencatatan pulau ini sempat mendapat penolakan keras dari Korea Selatan karena Jepang tidak mencantumkan sejarah lengkap yang menyangkut kerja paksa warga Korea Selatan dan Tiongkok. Berdasarkan data pemerintah Nagasaki, Hashima mengalami lonjakan pengunjung lebih dari seratus ribu wisatawan setelah namanya tercatat dalam situs warisan dunia UNESCO. Sebelumnya, Hashima hanya dikenal akan dark tourism-nya sebagai pulau hantu, tetapi kini semakin dilirik wisatawan dengan imej yang berbeda setelah pencatatan UNESCO dan pembangunan lokasi wisata penunjang seperti Gunkanjima Digital Museum. Penelitian ini membahas mengenai dark tourism Hashima dan lokasi terkaitnya serta perubahan apa saja yang terjadi setelah pencatatan di UNESCO. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya dampak positif seperti lonjakan dan kestabilan kunjungan wisata ke Hashima, dan dampak negatif seperti upaya sanitasi dengan menutupi sejarah kelam Hashima yang dilakukan pemerintah Jepang. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran spektrum dark tourism di balik kesuksesan peningkatan kunjungan pariwisata di Hashima dan lokasi terkaitnya.
PERAN GERAKAN SOSIAL DALAM PENGESAHAN MARIAGE POUR TOUS DI PRANCIS Tresia, Melpa; Miranda, Airin
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mariage Pour Tous (MPT) merupakan undang-undang pernikahan yang memperbolehkan semua orang tanpa memandang gender untuk menikah dan berkeluarga. Pada masa kampanye kepresidenan François Hollande, rencana untuk melegalkan pernikahan sesama jenis adalah salah satu janji yang memicu gerakan sosial baru untuk melakukan aksi kolektif. Gerakan sosial pendukung pernikahan sesama jenis merupakan contoh dari gerakan sosial baru. Hal tersebut dapat dilihat dari motif dan isu yang disuarakan berkaitan dengan hak-hak sipil di dalam lingkup sosial. Usaha yang dilakukan oleh gerakan sosial untuk menuntut persamaan hak sipil sudah dilakukan sejak Pacte Civil de Solidarité (PACS) dikeluarkan pada tahun 1999, tetapi janji kampanye Hollande menjadi pemicu gerakan sosial untuk melakukan aksi kolektif. Segala tindakan yang dilakukan oleh gerakan sosial baru maupun elite politik merupakan bentuk dari komunikasi gerakan kolektif. Upaya pengesahan dibagi menjadi tiga bahasan yang berfokus pada advokasi wacana pernikahan sesama jenis dalam kehidupan politik Prancis, dan aktivitas rutin tahunan gerakan sosial. Melalui analisis gerakan sosial baru dan teori aksi gerakan kolektif maka konsep identitas kolektif, solidaritas, dan komitmen menjadi standar pengukur aksi yang dilakukan oleh gerakan sosial baru. Melalui analisis menggunakan teori tersebut ditemukan peran paling efektif yang dilakukan oleh gerakan sosial dalam mendukung disahkannya MPT di Prancis.
MELACAK PENGETAHUAN YANG TERPINGGIRKAN: ANALISIS TEORI STANDPOINT DALAM KEBIJAKAN FOOD ESTATE DI KALIMANTAN Sentana, Fajar Yudha; Hadinata, Fristian
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis pangan dunia merupakan persoalan dunia yang belum terselesaikan oleh berbagai organisasi yang menaruh perhatian terhadap isu tersebut. Ditambah lagi, pandemi Covid-19 menjadi variabel yang memperburuk krisis pangan dunia. Hal itu direspon oleh pemerintah Indonesia melalui kebijakan food estate di Kalimantan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional 2020-2024 sebagai solusi dari krisis pangan dunia dan mengurangi kebergantungan impor pangan serta sebagai upaya untuk mencapai kedaulatan pangan. Food estate memiliki catatan sejarah kegagalan yang panjang dan menimbulkan banyak persoalan di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dianalisa menggunakan gagasan standpoint dari Sandra Harding. Gagasan ini mencoba membongkar praktik produksi pengetahuan yang dibangun hanya berdasarkan kepentingan kelompok-kelompok tertentu sebagai upaya untuk mendominasi ilmu pengetahuan dan kondisi sosial. Hal itu tentunya mengakibatkan adanya hubungan antara pengetahuan yang diproduksi dengan kebijakan publik yang dihasilkan. Penelitian ini berupaya untuk melacak pengetahuan yang mendominasi dan mendeteksi pengetahuan-pengetahuan yang memiliki kerentanan untuk terpinggirkan akibat dari kebijakan publik yang tidak emansipatoris dan hanya mementingkan kelompok-kelompok dominan melalui teori standpoint sebagai kerangka filosofis untuk menganalisa fenomena kebijakan publik, khususnya kebijakan food estate dalam Proyek Strategis Nasional 2020-2024.
PENERAPAN KONSEP ENVIRONMENT, SOCIAL AND GOVERNANCE DI PERUSAHAAN DI ASIA TIMUR Wirawan, Chintya Hanindhitakirana; Filia, Filia
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini melakukan penelitian mengenai konsep ESG (Environment, Social and Governance) yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di wilayah Asia Timur dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan konsep ESG dalam perusahaan di negara-negara Asia Timur serta menganalisis dampak penerapan konsep ESG dalam perusahaan di negara-negara Asia Timur. Studi ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui sumber-sumber kajian pustaka dari buku, jurnal, dan artikel dalam situs web. Hasil penelitian ini adalah negara-negara di Asia Timur memiliki perusahaan dengan penerapan konsep ESG yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan dampak positif yang mereka berikan bagi dunia internasional. Hal ini dapat meningkatkan citra dan kredibilitas negara-negara Asia Timur di kancah internasional, terutama dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.
KOSAKATA BAHASA ARAB LARAS PERMAINAN DARING DALAM GIM MOBILE LEGENDS BANG BANG SEBUAH ANALISIS MORFO-SEMANTIK Akadji, Ibrahim M.; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan daring saat ini sangat digemari oleh semua kalangan usia, salah satunya adalah gim Mobile Legends: Bang Bang. Gim ini telah dimainkan oleh jutaan pemain dari seluruh dunia. Oleh karena itu gim Mobile Legends: telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, salah satunya adalah bahasa Arab. Penelitian ini akan menjelaskan kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang dengan analisis morfologi dan semantiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan berupa kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data kosakata bahasa Arab laras permainan daring, mengetahui bentuk-bentuk dan proses pembentukan kosakata tersebut. Hasil penelitian ini adalah dilihat dari morfologi terdapat kosakata Bahasa Arab laras permainan daring yang terdapat pada gim Mobile Legends: Bang Bang berbentuk derivasi, pluralisasi, gabungan kata, dan hibrida. Lalu dari semantik terdapat kosakata Bahasa Arab laras permainan daring yang terdapat dalam gim Mobile Legends: Bang Bang berbentuk metafora, penerjemahan dan perubahan makna. Selanjutnya jika dilihat dari relasi makna, ada relasi makna sinonimi, antonimi, dan idiom
AKSESORI SEBAGAI IDENTITAS ETNIK SUKU BERBER DI MAROKO Febriyanto, Muhammad Khairul; Suranta, Suranta
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai aksesori sebagai identitas etnik. Suku Berber mempunyai berbagai macam jenis akseoris yang menjadi identitas etnik mereka yakni permadani, perhiasan, pakaian, dan tato. Artikel ini hanya membahas tentang permadani dan perhiasan suku Berber. Suku Berber mempunyai permadani yang khas. Permadani suku Berber memiliki banyak kegunaan yaitu sebagai selimut, alas untuk berkuda, alas untuk shalat dan berbagai hal lainnya. Selain itu, permadani dapat dijadikan sebagai hadiah karena permadani dianggap sebagai identitas etnik yang mampu menunjukkan jati diri suku Berber. Suku Berber mempunyai berbagai macam perhiasan yang mereka pakai. Macam-macam perhiasan penting suku Berber terdiri dari kalung, ikat kepala, fibula, dan anting-anting. Perhiasan berfungsi sebagai lambang sosial yang mengidentifikasi suku Berber, dan wilayah Maroko tempat perhiasan dibuat. Selain itu, bentuk dan desainnya mempunyai makna spiritual, beberapa jenis perhiasan diyakini dapat menjadi pelindung yang menjamin kesuburan, melindungi dari mata jahat, membawa kemakmuran, dan menyembuhkan berbagai penyakit. Wanita suku Berber berperan penting dalam melestarikan budayanya dengan membuat dan memakai berbagai macam perhiasan. Hal tersebut disebabkan karena suku Berber sangat menjunjung tinggi simbol-simbol kesukuan dan wanita merupakan simbol kesuburan dan identitas etnik suku Berber.
PRINSIP HARMONI (Héxié) PADA PENOKOHAN LI YUNXIANG DALAM FILM NE ZHA REBORN (Xīnshén bǎng: Nǎ zhā chóngshēng) KARYA ZHAO JI Oktaviyanti, Chika Asri; Wulandari, Adi Kristina; Hadi, Rahadjeng Pulungsari
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film New Gods: Ne Zha Reborn (Xīnshén bǎng: Nǎ zhā chóngshēng新神榜:哪吒重生) adalah film animasi fantasi yang dirilis pada 12 Februari 2021, disutradarai Zhao Ji (赵霁). Film ini menceritakan tokoh Li Yunxiang yang merupakan sosok kelahiran kembali Ne Zha di masa modern dalam melawan musuhnya yaitu Klan Naga Laut Timur. Ne Zha adalah salah satu dewa dalam mitologi Cina yang ceritanya terdapat dalam novel zaman Dinasti Ming (1368-1644) berjudul Investiture of The Gods (Fēng shén yǎnyì封神演義). Penelitian ini bertujuan membaca representasi prinsip Harmoni (Héxié和谐) dalam konsep Yin-Yang melalui karakterisasi tokoh Li Yunxiang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Li Yunxiang sebagai kelahiran kembali dari Ne Zha tidak hanya memiliki karakter negatif namun juga karakter positif. Representasi prinsip Harmoni melalui karakterisasi tokoh Li Yunxiang menjadi strategi perfilman Cina dalam memodernisasi tokoh protagonis, yang tidak hanya disesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap mempertahankan prinsip nilai khas Cina.
KEWARGANEGARAAN INKLUSIF: MENEMPATKAN MODEL BUDAYA DISABILITAS DALAM TEORI MULTIKULTURAL LIBERAL WILL KYMLICKA Rustam, Hanandhia Lindsy; Putri, LG. Saraswati
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan cultural model of disability atau model budaya disabilitas dalam teori multikultural liberal Will Kymlicka. Status kewarganegaraan disabilitas seringkali masih diturunkan menjadi kewarganegaraan pasif atau parsial yang patut dikasihani dan mendapat perhatian paternalistik. Kemunculan advokasi disabilitas sebagai hak kelompok dan bukan hak individu baru-baru ini menuntut kita untuk mengevaluasi secara lebih menyeluruh konsepsi disabilitas sebagai sebuah kelompok non-etnis namun bersifat budaya yang menegosiasikan tempat mereka di wilayah negara. Model budaya disabilitas inilah yang sejalan dengan tujuan teori multikultural liberal Will Kymlicka yang menyatakan bahwa masyarakat yang beragam membutuhkan lebih dari sekedar akses yang setara dan hak-hak dasar namun juga jaminan substantif untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan kerentanan kelompok tertentu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10