cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1" : 13 Documents clear
FILSAFAT TEKNOLOGI BORGMANN SEBAGAI TITIK TOLAK ETIKA BISNIS BARU Kuntjoro, Antonius Puspo
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelit kelindan antara teknologi dan bisnis telah menghasilkan kekuatan amat besar yang membentuk tatanan baru dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Kekuatan tersebut terwujud dalam perusahaan-perusahaan raksasa berbasis teknologi yang sering disebut sebagai Big Tech, beberapa di antaranya: Amazon, Google, Meta, dan Microsoft. Big Tech memainkan peran sentral dalam mengubah aturan dan nilai dalam masyarakat. Perusahaan-perusahaan besar ini telah memanfaatkan teknologi untuk mengurangi biaya tenaga kerja dan meningkatkan marjin keuntungan. Hal ini makin memperkuat posisi dominan mereka di pasar global. Lebih daripada itu, Big Tech mendorong transisi ke dunia tanpa pekerjaan (post-work world) dengan mengembangkan teknologi yang mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia seperti sistem otomatis di gudang Amazon. Pengembangan etika baru khususnya di dunia bisnis dirasakan perlu untuk menanggapi kekuatan-kekuatan besar ini beserta dampaknya terhadap masyarakat luas. Tulisan ini mencoba menjajaki pengembangan pendekatan etika bisnis baru dengan bertitik tolak dari filsafat teknologi Borgmann yang tinjauan kritisnya menyentuh unsur penting dari kedua kekuatan besar yang membentuk kehidupan modern ini, yaitu komodifikasi yang menjadi tujuan teknologi dan dirayakan oleh bisnis.
ADAPTASI ELEMEN SEJARAH JEPANG PADA KARAKTER DAN CERITA NEGARA INAZUMA DALAM GIM <em>GENSHIN IMPACT</em> Prasetyo, Thalia Franceska; Subagio, Didit Dwi
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Role-playing games (RPG) atau gim bermain peran adalah sebuah istilah yang merujuk kepada jenis permainan gim video yang memberi kesempatan bagi para pemainnya untuk berperan menjadi suatu karakter di sebuah alur cerita yang diangkat di gim tersebut. RPG telah memiliki penggemar setia sejak awal popularitasnya di tahun 80-an hingga saat ini, dan Jepang adalah pionir dari kesuksesan gim video bergenre RPG di pasar internasional. Judul-judul J-RPG (Japanese Role-playing Games) seperti The Legend of Zelda, Final Fantasy Series, Kingdom Hearts, Persona, Dragon Quest telah menjadi nama-nama yang menduduki peringkat penjualan gim video RPG tertinggi di dunia yang terus bertambah. Hal ini bisa dikatakan sebagai bukti keberhasilan soft power Jepang yang mampu menghasilkan keuntungan di industri hiburan gim video. Beberapa perusahaan pengembang gim video dari negara tetangga seperti Tiongkok, melihat peluang keuntungan dalam genre J-RPG dan mencoba membuat gim video bergaya serupa guna menarik perhatian para gamer. Hal inilah yang dilakukan oleh Hoyoverse (miHoYo) dengan menggunakan gaya anime khas Jepang sebagai visual utama dari gim-gim yang telah dirilis. Salah satu gim rilisan Hoyoverse yang paling laris adalah Genshin Impact, yang dirilis tepat ditengah pandemi COVID-19. Genshin Impact mengambil banyak inspirasi dari berbagai kebudayaan untuk menciptakan pengalaman bermain yang imersif, terutama pada narasi karakter dan cerita negara Inazuma yang diadaptasi dari sejarah Jepang. Penelitian ini akan membahas tentang berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan oleh Hoyoverse terhadap sejarah dan budaya Jepang dan arti dari adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu dengan menjelaskan dan menganalisis beberapa narasi plot, karakter dan tempat dari Archon Quest II: Omnipresence over Mortals dengan kajian adaptasi narasi palimpsest yang dikemukakan oleh Linda Hutcheon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hubungan antara adaptasi yang dilakukan oleh Hoyoverse dan keberhasilannya dalam membuat suatu narasi historis baru yang menggabungkan citra soft power Jepang dengan sejarah Jepang untuk menciptakan pengalam bermain gim yang imersif dan inovatif.
RUMAH SAKIT BETHESDA KOTABARU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: SEBUAH KAJIAN ADAPTASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA Hartoko, Caecilia Sekarkinanti; Ginanjar, Agi
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai Rumah Sakit Bethesda di Kotabaru, Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Bangunan Petronella, yang telah mengalami berbagai perkembangan fisik untuk mendukung kebutuhan akan fasilitas pelayanan kesehatan dan sebagai “living monument” yang digunakan hingga saat ini tanpa mengubah nilai-nilai penting yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai penting yang terkandung dalam bangunan cagar budaya tersebut serta menganalisis kesesuaian penerapan adaptasi yang sudah dilakukan dalam bangunan cagar budaya tersebut dengan prinsip-prinsip adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian arkeologi yang meliputi formulasi dan implementasi penelitian, pengumpulan data, pemrosesan data, analisis data, dan penafsiran data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa bangunan tersebut mengandung nilai-nilai sejarah, nilai ilmu pengetahuan, nilai pendidikan, nilai agama, dan nilai kebudayaan. Penelitian ini pun menyimpulkan bahwa seluruh kegiatan adaptasi yang telah dilakukan pada bangunan disesuaikan dengan prinsip adaptasi serta aturan yang berlaku.
PROSES <em>CONSOLIDEREN</em> DALAM LATIHAN KOSAKATA PADA BUKU AJAR <em>WERKBOEK CONTACT! DEEL</em> 1 Hutabarat, George William Douglas; Gustinelly, Eliza
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata adalah pembawa makna utama dalam sebuah bahasa, sehingga pembelajaran kosakata sangat penting dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Belanda. Bossers (2010) dalam bukunya memperkenalkan dua metode dalam pembelajaran kosakata, yaitu intentioneel leren (pembelajaran intensional) dan incidenteel leren (pembelajaran insidental). Ada tiga tahapan dari metode intentioneel leren, yaitu: semantiseren (semantisasi), consolideren (konsolidasi), dan controleren (pengecekan). Penelitian ini membahas bentuk latihan consolideren yang dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! deel 1. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan apakah tahapan consolideren dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! Deel 1. Penelitian diawali dengan mengumpulkan soal-soal latihan kosakata dari bab 1 sampai bab 12 pada werkboek, kemudian penulis mencari dan mengelompokkan soal-soal latihan yang termasuk ke dalam proses consolideren pada sebuah tabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 254 soal latihan kosakata pada werkboek, 83,47% merupakan soal latihan consolideren, dengan bentuk latihan terbanyak yaitu invullen. Dengan demikian, dapat disimpulkan buku Werkboek Contact! Deel 1 memiliki proses consolideren dalam latihan soal kosakatanya.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA DALAM IMPLEMENTASI SILA KEDUA PANCASILA Jani, Heribertus
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan peran pendidikan seni dan budaya terhadap implementasi sila kedua Pancasila. Menurut hasil penelitian UNESCO, pendidikan seni dan budaya berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial dan emosional, kecakapan berperilaku, kepekaan terhadap lingkungan alam, kemampuan berdialog lintas budaya, dan keterampilan bekerja sama serta saling memahami. Karena itu, dalam pandangan UNESCO pendidikan seni dan budaya mendesak di tengah beraneka problem global seperti ketimpangan, konflik bersenjata, disinformasi, misinformasi, ujaran kebencian, rasisme, xenofobia, dan diskriminasi dalam segala bentuknya. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan seni dan budaya sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam sila kedua Pancasila. Karena itulah maka diperlukan upaya agar pendidikan seni dan budaya bisa diandalkan bagi penerapan sila kedua. Dengan pendekatan studi kepustakaan, hasil penelitian ini menguraikan bagaimana peran pendidikan seni dan budaya bagi : (1) penghargaan terhadap martabat manusia; (2) penghargaan terhadap perbedaan; (3) penciptaan sikap tenggang rasa dan tepa salira; (4) keberanian membela kebenaran dan keadilan; dan (5) sikap kritis di hadapan disinformasi dan misinformasi.
ANALISIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL HADIS TENTANG MENGUBAH KEMUNGKARAN DALAM HADIS ARBA’IN KARYA IMAM AN-NAWAWI Rozi, Muhammad Syafiq; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam, as a comprehensive religion, regulates all aspects of human life including social and community aspects. Hence, one will find the Hadith about amending misdeeds in the Hadith of Arba'in. In understanding the hadith as a whole, there are two typologies of understanding tendencies, namely textual and contextual. This study aims to analyze the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The research method used is descriptive analytical method with qualitative approach. The theory used in this research is the three types of meaning according to Fayiz (in Matsna, 2016) and the classification of context according to Umar (in Kholison, 2016). The data used is the hadith about changing the evil contained in the book of Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The results of the analysis show that the meaning obtained from the contextual analysis of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in is broader than the textual analysis. This study is expected to provide a deeper understanding of the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Imam An-Nawawi's Hadith Arba'in and to serve as an important reference for the Muslim community and future researchers who want to explore the linguistic richness of Islamic religious texts.
REPRESENTASI ALIENASI CODA PADA TOKOH BORI DALAM FILM KOREA BORI Ulandari, Dea Monica; Burhan, Ph.D, Amelia
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CODA or Children of Deaf Adults are the descendants of deaf parents who have the ability to hear and speak. They also have their own emotional stress because they have to adapt to two worlds, the hearing and deaf worlds. This leads to feelings of alienation which are also reinforced by external and internal factors. This research aims to find out how influential the feeling of alienation is on Bori's identity as a CODA in the Korean movie Bori. The character Bori is a CODA and the only person with hearing ability in her deaf family. The method used in this research is descriptive qualitative with a mimetic approach and alienation theory by Seeman Melvin (1959). The results show that the alienation felt by the character Bori comes from the different ways of communicating with her family and the expectations that are indirectly imposed on her and the social environment factors that do not validate her feelings of alienation as a CODA. With internal and external emotional encouragement, Bori can overcome her feelings of alienation and find her true identity.
REPRESENTASI BUDAYA MULTIKULTURALISME PADA DIASPORA MAROKO DI BELANDA DALAM FILM <em>MESKINA</em> (2021) Rahimah, Fairuz; Pesulima, Barbara Elisabeth Lucia
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the representation of multiculturalism within the Moroccan diaspora in the Netherlands based on the film Meskina (2021) by Daria Bukvic. The research question in this study is how multiculturalism is represented through the lives of the Moroccan diaspora in the Netherlands in the film Meskina (2021). This study using a descriptive qualitative method to analyze the representation of multiculturalism in the film. Meskina, a romantic comedy film, portrays the dynamics of the Moroccan diaspora community in the Netherlands, particularly focusing on millennial women or the second generation living amid Dutch multiculturalism, as seen from the perspective of the main character. Using Stuart Hall’s theory of representation and Aart van Zoest’s semiotics, this study reveals the shift in cultural values between the first and second generations of the Moroccan diaspora, especially in aspects of marriage, career, language use, and clothing style. The first generation is portrayed as holding firmly to their traditional values or cultural roots, while the second generation is more integrated into their surroundings but faces challenges in balancing Dutch culture with their original cultural identity. The purpose of this study is to describe the authentic representation of multiculturalism within the Moroccan diaspora in the Netherlands as depicted in the film Meskina. The findings conclude that Meskina successfully represents the life and cultural dynamics of the Moroccan diaspora in the Netherlands in accordance with today’s reality.
REGULASI HOMOSEKSUAL DI ESTONIA ERA UNI SOVIET DALAM FILM <em>ZHARPTITSA</em> (BURUNG FONIKS) (2021) Nararyawardana, Vincencious Louis; Widyastuti, Thera
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan hukum terhadap kelompok homoseksual di Estonia pada era Uni Soviet dalam film Zharptitsa (Burung Foniks) tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis interseksional Edwards dan Esposito (2019) yang melibatkan berbagai faktor berdasarkan gender, orientasi seksual, dan latar belakang individu yang saling bersinggungan dalam melihat dampak penerapan sistem hukum atas kelompok homoseksual di Estonia pada era Uni Soviet dalam film tersebut. Dengan menggunakan teori mengenai konsep performativitas identitas gender (Butler, 2020) dan teori orientasi seksual (Rosario dan Schrimshaw, 2014), penelitian ini bertujuan untuk menggaris bawahi penerapan hukum atas homoseksual di Estonia era Uni Soviet serta pengaruhnya bagi masyarakat dan pembentukan karakteristik bagi kelompok homoseksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi homoseksual di Estonia era Uni Soviet pada film Zharptitsa berpengaruh dalam membentuk perilaku diskriminatif, kriminalisasi serta pandangan masyarakat terhadap kelompok homoseksual dan juga berdampak terhadap perilaku kelompok homoseksual dalam mengekspresikan diri dan hubungan interpersonal mereka.
TUTURAN EKSPRESIF SEBAGAI UNGKAPAN KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN DALAM KUMPULAN DONGENG UNTUK ANAK Tampubolon, Nesti Magdalena; Kushartanti, Kushartanti
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe expressive speech as an expression of politeness and impoliteness with moral values, which children learn during development. The data in this study used 42 expressive speeches of characters in the collection of fairy tales Jam Beker Raksasa & 9 Dongeng Seru Lainnya by Dian Kristiani. This research uses a qualitative approach through the analysis of Leech's politeness principle (1993), Leech's politeness scale (1993), Culpeper's impoliteness strategy (1996), and Linda and Eyre's moral values (1993). This research shows that expressive speech in this book uses more forms of impoliteness. Of the 42 expressive speeches, the researcher found 26 forms of impoliteness and 16 of politeness. In addition, the implications of using a form of politeness contain more moral values, respect, kindness, and friendliness, than impoliteness. Based on the data, the researcher found the strategy of direct impoliteness, violation of the approbation maxim, violation of the indirectness scale, fulfillment of the modesty maxim, fulfillment of the cost-benefit scale, and moral values of being.

Page 1 of 2 | Total Record : 13