cover
Contact Name
Meili Yanti
Contact Email
meiliyanti@unsulbar.ac.id
Phone
+6285333111190
Journal Mail Official
saqbe.jurnal@unsulbar.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof.Dr.Baharuddin Lopa, SH, Talumung, Majene, Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Saqbe : Jurnal Sains dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 30643945     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal “Saqbe : Sains dan Pembelajarannya” adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Barat. Jurnal ini diterbitkan sebagai wadah untuk artikel-artikel hasil penelitian pada bidang kajian murni tentang IPA (Fisika, Kimia, Biologi) beserta pembelajarannya (Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi dan Pendidikan IPA).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Pembelajaran Outdoor dalam Pendidikan Sains: Tren, Pola, dan Temuan Berdasarkan Analisis Jaringan Literatur Sistematis Usman, Musawwir
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2025): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis potensi penelitian dan struktur keilmuan terkait pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) dalam pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Network Analysis (SLNA). Kajian ini difokuskan pada tiga pertanyaan penelitian, yaitu: (1) bagaimana pengaruh pembelajaran luar ruangan terhadap sikap dan hasil belajar siswa pada berbagai topik sains; (2) bagaimana persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran luar ruangan; dan (3) topik serta celah penelitian apa yang masih berpotensi untuk dikaji lebih lanjut. Data dikumpulkan melalui penelusuran terstruktur pada basis data Google Scholar menggunakan kata kunci outdoor learning, science learning, dan environmental learning. Proses seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan untuk memperoleh publikasi yang relevan. Selanjutnya, data bibliografis dianalisis menggunakan teknik analisis jaringan, meliputi ko-okurensi kata kunci dan klasterisasi tematik, guna mengidentifikasi tren penelitian, tema dominan, serta kesenjangan riset. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran luar ruangan pada topik sains seperti ekologi, biodiversitas, geografi, dan ilmu kebumian secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Dari perspektif guru, tantangan utama dalam implementasi pembelajaran luar ruangan terletak pada aspek teknis, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen pascakegiatan. Selain itu, analisis jaringan mengungkap adanya peluang penelitian yang masih terbuka, khususnya terkait pengembangan panduan dan instrumen asesmen pembelajaran luar ruangan yang terstandar, serta kajian mengenai karakteristik lanskap sekolah dalam mendukung efektivitas pembelajaran. Secara keseluruhan, lanskap penelitian pada bidang ini masih berkembang dan memberikan ruang yang luas untuk eksplorasi lebih lanjut
Machine Learning Applications in Science Education: A Review Idrus, Syarifa Wahidah Al; Qudratuddarsi, Hilman; Muallim
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2025): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan sains. Salah satu teknologi yang semakin banyak mendapat perhatian adalah machine learning, yang mampu menganalisis data pembelajaran dalam jumlah besar untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, perkembangan, manfaat, serta tantangan penerapan machine learning dalam pendidikan sains. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber akademik yang relevan, seperti artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, prosiding konferensi, serta laporan lembaga pendidikan global. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis pada beberapa basis data ilmiah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa machine learning memiliki kontribusi penting dalam pendidikan sains, terutama dalam mendukung personalisasi pembelajaran, analisis performa dan prediksi capaian belajar, pengembangan laboratorium virtual dan simulasi cerdas, serta asesmen otomatis dan umpan balik cepat. Teknologi ini mampu membantu peserta didik memahami konsep-konsep sains yang kompleks secara lebih mendalam, sekaligus membantu pendidik dalam mengidentifikasi kesulitan belajar dan menyusun intervensi yang lebih tepat. Selain itu, machine learning juga berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan efektivitas pembelajaran sains. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, isu privasi dan keamanan data, kesiapan guru, serta potensi bias algoritma. Oleh karena itu, integrasi machine learning dalam pendidikan sains memerlukan dukungan kebijakan, penguatan infrastruktur, pelatihan guru, dan pengawasan etis agar dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan.
Validation of Artificial Intelligence Expectations and Training Attitudes (AI-ETA) Scale for Pre-service Chemistry Teachers Santika Rahayu, Dea; Simamora, Rustam Effendy
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2025): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial intelligence (AI) is increasingly integrated into education, requiring valid instruments to assess teachers’ expectations and training attitudes toward its use. This study aims to validate the Artificial Intelligence Expectations and Training Attitudes (AI-ETA) scale for pre-service chemistry teachers. A quantitative survey design was employed, involving 95 participants from two public universities. The instrument consisted of two dimensions: expectations about AI’s impact on education and expectations about AI training courses, measured using a five-point rating scale. Data were analyzed using the Rasch measurement model to examine item fit, reliability, separation, and unidimensionality. The results indicate that the instrument demonstrates strong psychometric properties, with high person reliability and adequate item separation. Most items showed acceptable fit statistics, although a few items required minor refinement. The unidimensionality analysis confirmed that the scale measures a single dominant construct. These findings suggest that the AI-ETA scale is a valid and reliable instrument for assessing pre-service teachers’ perceptions of AI. The study highlights the importance of understanding teachers’ expectations to support effective AI integration in chemistry education.
An Analysis of Students’ Science Process Skills at Muhammadiyah 1 Berbah Junior High School Rusdiman Buhera; Rizky Merian Muspa
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2026): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This quantitative descriptive research, a preliminary study, examined science process skills among 193 eighth and ninth-grade students at Muhammadiyah 1 Berbah Junior High School, addressing the limited comprehensive assessments of these fundamental skills in Indonesia. Using a previously validated research instrument that assessed eight skill indicators through multiple-choice questions, findings revealed varied proficiency levels: observation scored lowest (18, very low), prediction (33), and classification (35) showed low levels while experimenting (48), data interpretation (45), concept application (50), and communication (45) demonstrated medium proficiency, with hypothesis formulation scoring highest (69); the overall average score was 43 (medium level), with concerning student distribution across proficiency categories (8% very high, 20% high, 15% medium, 41% low, 17% very low). With 58% of students performing below medium level, results indicate an urgent need for instructional interventions targeting science process skills development. These provide critical baseline data for curriculum development and instructional reforms, particularly emphasizing inquiry-based approaches to address deficiencies in observation, prediction, and classification skills.
Analisis Penalaran Konseptual Mahasiswa pada Konsep Hukum Newton Menggunakan Kerangka Scientific Reasoning Berbasis Jawaban Esai Nur Rahmah Sangkala
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2026): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil penalaran konseptual mahasiswa pada konsep Newton’s Laws of Motion melalui jawaban esai terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap jawaban 30 mahasiswa pada mata kuliah Fluida. Analisis dilakukan menggunakan kerangka scientific reasoning yang dikembangkan menjadi lima kategori, yaitu Scientific Reasoning (SR), Structured Reasoning (STR), Fragmented Reasoning (FR), Intuitive Reasoning (IR), dan Contradictory Reasoning (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori FR dan CR, terutama pada konsep Newton’s Third Law. Mahasiswa cenderung memahami konsep secara parsial dan mengalami kesulitan mengintegrasikan hubungan antara gaya, massa, percepatan, dan sistem gaya. Miskonsepsi dominan meliputi anggapan bahwa gaya aksi–reaksi bekerja pada satu benda yang sama serta resultan gaya selalu nol. Penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen berbasis esai lebih efektif dalam mengungkap struktur penalaran dibandingkan tes pilihan ganda konvensional.
Profil Capaian Kompetensi Mahasiswa IPA melalui Praktikum Outdoor pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungan Musawwir Usman
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2026): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil capaian kompetensi mahasiswa melalui praktikum outdoor pada materi interaksi makhluk hidup dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 94 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang memprogram mata kuliah IPA Sekolah 1 dan mengikuti kegiatan praktikum outdoor. Data penelitian diperoleh melalui instrumen tes berbentuk pilihan ganda yang mengukur lima indikator kompetensi, yaitu mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik, menganalisis interaksi antarmakhluk hidup, menentukan hubungan organisme dengan lingkungan, mengevaluasi prosedur observasi ekosistem, dan menginterpretasikan hasil pengamatan ekosistem. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, standar deviasi, persentase, dan kategori capaian kompetensi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata mahasiswa sebesar 97,66 dengan standar deviasi sebesar 8,63 yang berada pada kategori sangat baik. Persentase capaian kompetensi pada seluruh indikator juga berada pada kategori sangat baik, dengan capaian tertinggi pada indikator mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik sebesar 98,9% dan terendah pada indikator mengevaluasi prosedur observasi ekosistem sebesar 91,5%. Selain itu, sebanyak 85,1% mahasiswa berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum outdoor mampu membantu mahasiswa memahami konsep interaksi makhluk hidup dan lingkungan secara lebih konkret dan kontekstual melalui pengalaman belajar langsung di lapangan. Dengan demikian, praktikum outdoor dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA yang efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan di perguruan tinggi.

Page 3 of 3 | Total Record : 26