cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal KOMUNIKA
ISSN : 19781261     EISSN : 25489496     DOI : -
Core Subject : Religion, Science,
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi is a scientific journal in collaboration with APJIKI (Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia) with a focus on the study of communication theory, mass communication, Islamic communication, da'wah management, da'wah messages, da'wah media, da'wah methods, da'wah organizations, Islamic broadcasting, Islamic journalism, public relations, da'wah and politics, development of Islamic society, Islamic counseling.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR’AN MENURUT FAZLUR RAHMAN Munfarida, Elya
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.08 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v9i2.852

Abstract

Based on anxiety towards stagnation of Islamic thought, Fazlur Rahman attempted to reconstruct the paradigm and methodology of text interpretation that can restore the spirit of progressive Islam that is always actual at anywhere and anytime. To that end, he developed a Qur’anic hermeneutics oriented to understand the text of the Qur’an contextually. Hermeneutics is epistemologically based on his view that the text of the Qur’an is a historical product of Arab society. This thesis does not mean that he asserts the transcendental dimension of the Qur’an, but he would like to affirm that the messages or transcendental values are profaned within the scope of the historicity of the Arab community as its first recipient. Therefore, it is necessary to make a distinction between the universal moral values and historical legal products contained in the text. With this thesis, he offers a model of double movements in the interpretation of the Qur’an. The first movement is that of the present situation to the time of al-Qur’an, while the second movement should start from the principles of the generalized text to contemporary socio-historical reality. Berbasis kegelisahan terhadap kejumudan pemikiran Islam, Fazlur Rahman berupaya merekonstruksi paradigma dan metodologi interpretasi teks yang dipandangnya dapat mengembalikan spirit progresifitas Islam yang selalu aktual di manapun dan kapanpun. Untuk tujuan tersebut, ia mengembangkan hermeneutika al-Qur’an yang berorientasi pada pemahaman teks al-Qur’an secara kontekstual. Hermeneutika ini secara epistemologis berbasis pada pandangannya bahwa teks al-Qur’an merupakan produk historis masyarakat Arab. Tesis ini tidak berarti bahwa ia menegasikan dimensi transendentalal-Qur’an, namun ia ingin menegaskan bahwa pesan-pesan atau nilainilai transendental diprofankan dalam lingkup historisitas masyarakat Arab sebagai penerima pertamanya. Oleh karena itu, perlu adanya pembedaan antara nilai-nilai moral yang bersifat universal dan produk legal historis yang terdapat dalam teks tersebut. Dengan tesis ini, ia menawarkan model  double movement (gerakan ganda) dalam menafsirkan al-Qur’an. Gerakan pertama yakni dari situasi sekarang ke masa al-Qur’an. Sementara gerakan yang kedua berangkat dari prinsip-prinsip yang digeneralisasikan dari teks ke realitas sosio-historis kontemporer.
KESADARAN DAN TRANSFORMASI DIRI DALAM KAJIAN DAKWAH ISLAM DAN KOMUNIKASI Uswatusolihah, Uus
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.007 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v9i2.853

Abstract

Human behavior is a product of the interpretation on the surrounding world through social interaction. It is how a person defines others, situations, objects, and ever his own that defines him/herself. Accordingly, it is the individual him/herself that is active to manage and define his/her behavior and nvironment. Meanwhile, the essence of individual is consciousness. Personal development depends on communication with other people who forms or influences the person, and the vice versa, a person can form and influence other people. Communication also has a significant role in social development. Therefore, what is happening to Indonesian society is a reflection of behaviors and accumulation of individual consciousness level of the citizens. To change the condition of Indonesia, we have to start changing the individuals. Islamic da’wah should be committed through building individual consciousness and constructing positive self-concept among the audience (mad’u). this is because only people with positive self-concept can improve themselves for their ability to reveal the aspects of personality they don’t like and try to change. Perilaku manusia merupakan produk dari interpretasi mereka atas dunia di sekeliling mereka lewat interaksi sosial. Definisi yang mereka berikan kepada orang lain, situasi, objek dan bahkan diri mereka sendirilah yang menentukan perilaku mereka. Jadi individulah yang dipandang aktif untuk mengatur dan menentukan perilaku serta lingkungannya sendiri. Sementara inti dari individu adalah kesadaran (consciousness). perkembangan diri bergantung pada komunikasi dengan orang lain, yang membentuk atau mempengaruhi diri sebagaimana orang–orang tersebut dipengaruhi kehadiran diri tersebut. Komunikasi juga berperan penting dalam perkembangan masyarakat. Dengan demikian, apa yang terjadi dengan masyarakat bangsa Indonesia pada hakekatnya merupakan cermin perilaku dan akumulasi tingkat kesadaran individu-individu warga negaranya. jika ingin mengubah kondisi bangsa Indonesia, maka kita harus memulainya dengan mengubah individuindividu warga negaranya. Dakwah Islam harus dilakukan dengan membangun esadaran individual dan membentuk konsep diri mad’u yang positif. Karena hanya orang yang memiliki konsep diri positiflah yang akan mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.
STRATEGI DAKWAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ISLAM RAHM}M} ATAN LIL ’AL>L> AMIN>N> DI LINGKUNGAN MASYARAKAT (STUDI TERHADAP DOSEN-DOSEN STAIN PURWOKERTO) Arsam, -
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.848 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v9i2.854

Abstract

Islam arrives on the Earth with a great mission, i.e. rahmatan lil ‘alamin, which means giving a bless to the universe. However, the existence of radical movements such as Wahabi, al-Qaeda, NII (Indonesia Islamic State), etc. can destroy the good impression about Islam. To anticipate those radical movements, Islam rahmatan lil ‘alamin should be promoted by Islamic preachers (dai), included IAIN Purwokerto lecturers, in social life. There are some strategies applied by IAIN Purwokerto lecturers to plant the values of rahmatan lil ‘alamin, which can be classified into 3 fields, educational, social, and economic fields. Da’wah in educational field includes strategies such as lecturing, exemplifying, integrating, and interactive dialogue. In social field, da’wah incluces personal and infiltrating strateges, whereas da’wah in economic field includes strategies of social welfare, baitul mal, and saving for qurban. Islam hadir dimuka bumi ini dengan mengusung misi besar yakni rahmatan lil ‘alamin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam. Namun eksisnya kelompok-kelompok radikal seperti kelompok Wahabi, terorisme a1-Qaeda, jaringan NII (Negara Islam Indonesia) dan sebagainya akan mengancam dan merusak citra baik Islam yang sudah dibangun selama ini. Untuk mengantisipasi gerakan-gerakan kelompok-kelompok tersebut, maka Islam rahmatan lil ‘alamin hendaknya disosialisasikan oleh seorang dai dalam hal ini adalah dosen-dosen STAIN Purwokerto dalam kehidupan di masyarakat. ada beberapa strategi dakwah yang diterapkan oleh dosen-dosen STAIN Purwokerto dalam menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bidang. Pertama, dakwah dalam bidang pendidikan. Kedua, dakwah dalam bidang sosial. Ketiga, dakwah dalam bidang ekonomi. Dakwah dalam bidang pendidikan terdapat dalam strategi  ceramah, keteladanan, integrasi, dan dialog interaktif. Kemudian dalam bidang sosial terdapat dalam strategi personal, strategi infiltrasi, selanjutnya dakwah dalam bidang ekonomi terdapat dalam strategi kesejahteraan sosial, strategi battul mal, strategi tabungan kurban.
KONTESTASI KUASAATAS UNDANG-UNDANG PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA (UNDANG-UNDANG NOMOR: 36 TAHUN 2009) Chakim, Sulkhan
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.689 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v9i2.855

Abstract

The bacground of this study is the issue of Act Number 39, 2009 concerning Health, which is considered destrimental to tobaccoo industry, especially farmers, and also raises some debates. Theoretical framework of this study consists of agency and stucturization theories. This study was analyzed with discourse analysis using three strategies: (1) institutional strategy, i.e. to see institutionally the pro and contra about health regulation on addictive substances and tobacco; (2) social strategy, i.e. to see arguments of group of society as a respond to the regulation and to defferentiate empowering and disempowering orientation; (3) ironic strategy: to place the discourse of tobacco in relation to public health by explaining the increase of self-monitoring and discipline, which seems to foster the new growth quickly (proleferation), but ironically tends to lower the ceredibility. This study found that: (1) Parties that reject the regulation argue that government does not consider the contribution of the income from tobacco custom, the job vacancy offered by tobacco industry, tobacco farmers, and local government commodity. (2) Parties that support the regulation argue that cigarettes contain addictive substance, are dangerous to active and passive smokers, can cause cancer, heart attack, and increase mortality rate. (3) Nahdlatul Ulama is one of Islamic social organizations that reject the regulation as well as reject the disagree with the statement ’haram’ for smoking with the consideration that there is no text to judge that law. Latar belakang penelitian ini adalah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan diundangkan oleh Negara, dianggap merugikan industri pertembakauan, dan khususnya para petani, dan mengundang berbagai perdebatan. Framework teoretis yang membangun sistem berpikir dalam kajian ini adalah agency dan strukturisasi. Teknis analisisnya adalah analisis wacana menggunakan tiga strategi, yaitu (1) Strategi institusional; sejauhmana melihat wacana pro kontra regulasi Kesehatan tentang zat adictive  dan tembakau secara institusional. (2) strategi sosial, dengan melihat argumentasi kelompok masyarakat atas respon regulasi tersebut dengan membedakan orientasi pemberdayaan (empowering) dan bukan pemberdayaan (disempowering). (3) strategi ironic, dengan menempatkan wacana tembakau dari perspektif spesifik terkait dengan kesehatan masyarakat yang menjelaskan peningkatan self-monitoring and discipline, yang seolah-olah mendorong pertumbuhan baru secara cepat (proleferation), dan ironis yang cenderung menurunkan kredibilitas. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pihak yang menolak pemberlakuan regulasi, berargumentasi bahwa pemerintah tidak memperhatikan kontribusi melalui cukai kepada pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja yang sangat signifikan untuk masyarakat industri, dan para petani tembakau dan menjadi komoditas andalan pemerintah daerah. Di samping itu, kontrol industri multinasional asing, WHO, FCTC, dan Kementerian Kesehatan, serta NGO masuk kawasan negara berkembang, baik melalui kegiatan akademis, keagamaan, industri global untuk menguasai dan menggantikan produk rokok yang bebas ’zat adiktif’, dan berakhir meminggirkan produksi kretek lokal. 2) Pihak yang mendukung pemberlakuan regulasi rokok, berdasar pada kandungan rokok yang mengandung zat adiktif; membahayakan bagi perokok aktif dan pasif, dan mengakibatkan kanker, jantung, dan bahkan meningkatkan angka kematian. Hal ini didukung oleh lembaga WHO, FCTC, Kementerian kesehatan, berbagai ormas Islam (Muhammadiyah dan ormas Islam lain) melalui MUI, dan Kelompok LSM yang konsern di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. 3) Nahdlatul Ulama adalah salah satu ormas Islam yang menolak atas pemberlakuan regulasi tersebut dan juga menolak penetapan rokok/merokok adalah haram atas pertimbangan secara teks, bahwa tidak ada dalil yang dapat digunakan untuk penetapan “haram mutlak”.
PENGENTASAN PERMASALAHAN SISWA DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI (STUDI KASUS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KABUPATEN BANYUMAS) Budiyono, Alief
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.359 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.856

Abstract

The reason of implementation of counseling at school is to help students solving their problems. So that, students learning can be optimized. Several approaches that are often used in school counselors in helping students to solve problems often can not resolve the problems without delay. This is because the counselor is less to understand the character of the students in depth. Guidance and counseling Islam as alternative approaches that can be used to help solve the problems of students, especially students in MAN Kab. Banyumas all Muslim. So the model of Islamic Guidance and counseling is considered very appropriately carried out at MAN Kab. Banyumas, because this approach is in accordance with the norms implemented in the schools. The most fundamental goal of this approach is to help people in realizing himself to be fully human so they able to achieve happiness in this world and in the hereafter. Dasar pemikiran penyelenggaraan konseling di sekolah adalah membantu terentaskannya semua permasalahan siswa. Sehingga siswa dalam belajar bisa lebih optimal. Beberapa pendekatan yang sering digunakan konselor di sekolah dalam membantu memecahkan permasalahan siswa seringkali belum bisa menyelesaikan permasalahan secara tuntas. Hal ini dikarenakan konselor kurang begitu memahami karakter dari siswa secara mendalam. Bimbingan dan konseling Islam sebagai alternatif pendekatan yang bisa digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa, terlebih siswa di MAN Kab. Banyumas semuanya muslim. Sehingga model bimbingan dan konseling Islam ini dirasa sangat tepat dilaksanakan di MAN Kab. Banyumas, dikarenakan pendekatan ini sesuai dengan norma-norma yang keseharian dilaksanakan di sekolah-sekolah tersebut. Tujuan yang pa ling pokok dari pendekatan ini adalah membantu individu dalam mewujudkan dirinya menjadi manusia seutuhnya yang mampu meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KEPRIBADIAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KARANGSUCI PURWOKERTO Mahmudah, Rifangatul; Azizah, Nur
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.546 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.858

Abstract

This study was based on the realization that, the students are people who are steeped in the teachings of Islam. With that being religious teachings they learned, it will make intelligent students of spiritually. Spiritual intelligence possessed of students is expected to shape the personality of students. Issues raised in this study is the relationship between spiritual intelligence with personality students of al-Hidayah Boarding School in Karangsuci Purwokerto. This study aims to determine whether there is a relationship between spiritual intelligence with personality Al Hidayah Boarding School students Karangsuci Purwokerto or not. This type of research is a field research with quantitative approach to examine the population or a particular sample. The sample was 111 students. Data collection techniques used in this study are observations, questionnaires, interviews, and documentation. While data analysis is by using Product Moment Correlation analysis. Based on the research conducted, the conclusion about the relationship between spiritual intelligence with personalitystudents of Al Hidayah Boarding School Karangsuci Purwokerto, namely 1) The calculation result obtained Rxy around 0,729 or (Rxy = 0.729). 2) The result of that has been found (Rxy = 0,729) then consulted with the value of r table (rt) contained in the table of product moment. It can be known by using the test significance level of 5% and 1%. 3) test significance level of 5% were Rxy value greater than the value of rt or (0.729 > 0.195). Test significant level of 1% Rxy is greater than the value of rt or (0.729 > 0.256). The authors propose the hypothesis (Ho) is rejected, Ha, which reads “There isRelationship Between Spiritual Intelligence With Boarding School Pupils personality AlHidayah Karangsuci Purwokerto” is acceptable as truth. Artikel ini dilatarbelakangi dari kesadaran bahwa seorang santri merupakan orang yang sedang mendalami ajaran agama Islam. Dengan ajaran agama yang sedang ia pelajari tersebut, nantinya akan menjadikan santri cerdas secara spiritual. Kecerdasan spiritual yang dimiliki santri ini diharapkan dapat membentuk kepribadian santri. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah adakah hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto. Penelitian lapangan (field research) ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Sampel penelitian ini adalah 111 santri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan mengenai hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci Purwokerto, yaitu 1) Hasil perhitungan yang diperoleh rxysebesar 0,729 atau (rxy= 0,729). 2). Hasil yang telah ditemukan yaitu (rxy= 0,729) kemudian dikonsultasikan dengan nilai r tabel (rt) yang terdapat pada tabel product moment. Hal tersebut dapat diketahui dengan menggunakan uji taraf signifikan yakni 5% dan 1%. 3) dari uji taraf signifikan 5% ternyata nilai rxy lebih besar dari nilai rt atau (0,729 > 0,195). Dari uji taraf signifikan 1% rxy lebih besar dari nilai rt atau (0,729 > 0,256). Hipotesis yang penulis ajukan (Ho) ditolak maka Ha yang berbunyi “Ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kepribadian santri Pondok Pesantren Alhidayah Karangsuci Purwokerto” diterima kebenarannya.
FAKTOR PERSONAL DAN SITUASIONAL PENERIMAAN PESAN DAKWAH Asmaya, Enung
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.385 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.860

Abstract

The da’wa messages are not necessarily able to subdue mad’u. Subjugation and readiness of mad’u is influenced by personal and situational factors which are always intertwined in giving rulings behavior. Personal factors is surrounding the biological and sociopsychological aspects. Biological aspects such as needs and aspects sociopsychological human basic form of the condition and cognitive, affective and psychomotor of mad’u. The situational factors may include environmental systems, culture, norms, architectural design and the like. Social situation is also part of the reason for mad’u to accept or reject the message of da’wa. Pesan dakwah tidak serta-merta dapat menundukkan mad’u. Penundukan dan kesiapan mad’u dipengaruhi faktor personal dan situasional yang senantiasa berkelindan dalam memberikan putusan-putusan perilaku. Faktorfaktor personal melingkupi aspek biologis dan sosiopsikologis. Aspek biologis berupa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia dan aspek sosiopsikologis berupa kondisi dan kemampuan kognitif, afeksi dan konasi mad’u. Adapun faktor situasional dapat berupa sistem lingkungan, budaya, norma, design arsitektur dan sejenisnya. Kondisi sosial juga menjadi alasan mad’u dalam menerima atau menolak pesan dakwah.
EPISTEMOLOGI ILMU DAKWAH KONTEMPORER Khotimah, Khusnul
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.363 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.862

Abstract

The existence of contemporary da’wa needs to be brought closer to science, particularly in the face of contemporary problems of today. Islam as a religion rahmatal lil ‘Alamin should be able to contribute and also a solution to the development and changes of modern society. During this time the Islamic civilization, Islam stagnating even impressed away from the bustle of the world of science. If we look back, it is Islam as a pioneer of the findings of science which later developed by Western civilization. science and civilization of the world today, that are in the Mecca of Western civilization and Islamic civilization seemed to stagnate without any significant progress for the benefit of the Ummah. Setbacks science in Islam was triggered by deprivation of thinking Muslims with the closing of the doors of ijtihad plus scientific epistemology of classical Islamic discourse that is patterned Ghazalian (sect Al-Ghazali) the latter is more dominant. So do not be surprised if the findings achievement in the field of science and technology is far less than the West or even in the Muslim world scientific findings hardly be said not ada.Agar propagation of Islam back in concern with the vision of science as in the early days of the Islamic scientific civilization, there are several bids epistemology and method propaganda through contemporary Muslim scholarship, which now needs to be tested by backtracking to do the integration of science and religion by trying to use a knife four paradigm offered by Ian Barbour, namely, typology of conflict, independence, dialogue and integration. Besides the need for redefenisi or reconceptualization of the discourse of integration of science and religion in science Islam. Keberadaan dakwah kontemporer perlu didekatkan dengan sains, terutama dalam menghadapi masalah-masalah kontemporer dewasa ini. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin harus mampu memberikan kontribusi dan sekaligus solusi terhadap perkembangan dan perubahan masyarakat modern. Selama ini peradaban Islam, mengalami stagnan bahkan Islam terkesan menjauh dari hiruk-pikuk dunia sains. Kalau kita menengok ke belakang, justru Islam sebagai pelopor terhadap temuan-temuan sains yang kemudian dikembangkan oleh peradaban Barat. Ilmu pengetahuan dan peradaban dunia sekarang ini, kiblatnya berada pada peradaban Barat dan seakan-akan peradaban Islam mengalami stagnan tanpa ada kemajuan yang signifikan untuk kemaslahatan umat. Kemunduran sains dalam Islam dipicu oleh pemasungan pemikiran umat Islam dengan ditutupnya pintu ijtihad ditambah lagi wacana epistemologi keilmuan Islam klasik yang berpola Ghazalian (mazhab Al-Ghazali) yang belakangan lebih dominan. Tidak heran kalau prestasi temuan di bidang iptek kalah jauh dari orang Barat, bahkan dalam dunia muslim temuan sains hampir dikatakan tidak ada. Agar dakwah Islam kembali concern dengan visi sains seperti pada awal-awal peradaban keilmuan Islam, ada beberapa tawaran epistemologi dan metode dakwah melalui keilmuan muslim kontemporer, yang saat ini perlu dicoba dengan melakukan pelacakan kembali untuk melakukan integrasi sains dan agama dengan menggunakan pisau empat paradigma yang ditawarkan oleh Ian Barbour yaitu: tipologi konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Selain itu perlu adanya redefenisi atau rekonseptualisasi terhadap wacana integrasi sains dan agama dalam keilmuan dakwah Islam.
CODE SWITCHING DAN CODE MIXING DALAM KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN DOSEN IAIN PURWOKERTO (SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Muflihah, Muflihah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.38 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.864

Abstract

This research was aimed at knowing the forms of code switching and code mixing found in conversations among IAIN Purwokerto lecturers and explaining the factors influencing them. This is a qualitative research in which the data to find the forms of code switching and code mixing were collected through listening to, involving in, and recording their conversation, while the to explain the factors influencing them were collected through inerviews. This research found that the forms of code mixing are word, phrase, sentence insertion; the forms of code switching are switching from local languages, Indonesian, and foreign languages. Meanwhile factors influencing code switching and code mixing are: academic mission, language improvement, meaning expression choice, solidarity, and prestige.
TAKTIK MIMIKRI DAN MOKERY: UPAYA RESISTENSI DAN NEGOSIASI KOMUNITAS BONOKELING TERHADAP ISLAM PURITAN DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS Nawawi, Nawawi; S., Lasiyo; Wahyono, Bayu
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.476 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.866

Abstract

Community Bonokeling is an Islamic community that maintains traditional heritage of their ancestors. They have built a community based on the teachings from their ancestors. Bonokeling is an ascetic and rural community in Pekuncen that is surrounded by the dominance of puritan and goverment. As a subordinate society, Bonokeling community face pressure from and against domination of puritan using mimicry and mokery. They imitate what have been done by puritan with a modification of language and culture. They did it in order to maintain their existence as well as their tactics of resistance and negotiations toward the domination. Komunitas Bonokeling adalah komunitas masyarakat Islam penganut kepercayaan yang mempertahankan warisan tradisi nenek moyangnya. Mereka membangun komunitas berdasarkan pada ajaran leluhurnya. Komunitas Bonokeling di desa Pekuncen merupakan masyarakat yang asketis yang terkepung oleh dominasi agama puritan maupun negara. Sebagai masyarakat yang tersubordinasi, komunitas Bonokeling melawan tekanan dominasi agama puritan dengan melakukan mimikri dan sekaligus mokeri. Mereka meniru apa yang dilakukanoleh Islam puritan dengan permainan bahasa dan perumitan-perumitan budaya. Hal itu mereka lakukan demi untuk menjaga eksistensi mereka sekaligus sebagai taktik resistensi dan negosiasi terhadap yang dominan.