cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal KOMUNIKA
ISSN : 19781261     EISSN : 25489496     DOI : -
Core Subject : Religion, Science,
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi is a scientific journal in collaboration with APJIKI (Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia) with a focus on the study of communication theory, mass communication, Islamic communication, da'wah management, da'wah messages, da'wah media, da'wah methods, da'wah organizations, Islamic broadcasting, Islamic journalism, public relations, da'wah and politics, development of Islamic society, Islamic counseling.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Dakwah Pemberdayaan Umat Perspektif Al-Qur`an Zaeni, Hassan; Mukmin, Hasan; Syahril, Sultan; Yanti, Fitri; Aswadi, Aswadi
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.268 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3276

Abstract

This article aims to find out about: How the concept of preaching empowerment of the perspective of the Qur'an. This research is a type of library (library research) using the Thematic Interpretation approach. With the main source being the Qur'an, and focused on seven verses relating to da'wah and empowerment. And secondary sources in the form of books or books relating to the problem to be answered in this study. The results of this study reveal that the concept of empowering the people of The Qur'an perspective as follows. First, the mission of community empowerment aims to invite, order, direct, motivate to guide the target community (mad'u) to jointly make changes for the better oriented towards empowering and community independence, in order to realize shared happiness in the afterlife. Second, the context of empowerment in the Qur'an includes all aspects of both lahiriyah (material) and ruhiyah. In the lahiriyah aspect, it is carried out in the form of the construction of supporting facilities for community independence. In the aspect of empowerment, it is carried out in the form of education, recitation, etc. Third, the desired changes in the community will not be possible unless they start from each other by protecting and maintaining and developing their potential and environment that has been bestowed by Allah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana konsep dakwah pemberdayaan umat perspektif al-Qur’an. Penelitian ini merupakan jenis pustaka (library resech), dengan menggunakan pendekatan Tafsir Tematik. dengan sumber utama adalah al-Qur’an, dan terfokus pada tujuh ayat yang berkaitan dengan dakwah dan pemberdayaan. Dan sumber skunder berupa kitab-kitab atau buku yang berkaitan dengan masalah yang akan dijawab pada penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep dakwah Pemberdayaan umat perspektif al-Qur’an sebagai berikut. Pertama dakwah pemberdayaan umat bertujuan untuk mengajak, menyuruh, mengarahkan, momotivasi membimbing masyarakat sasaran (mad’u) untuk bersamasama melakukan perubahan ke arah yang lebih baik yang berorientasi pada pemberdayaan dan pemandirian masyarakat, dalam rangka mewujudkan kebahagian bersama di dunia akhirat. Kedua, Konteks pemberdayaan dalam al-Qur’an mencakup seluruh aspek baik lahiriyah (material) maupun ruhiyah. Pada aspek ahiriyah dilakukan dalam bentuk pembangunan sarana-sarana penunjang kemandirian masyarakat. Pada aspek ruhiyah pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengajian dan lainya Ketiga, Perubahan yang diinginkan di masyarakat, tidak mungkin akan tejadi kecuali dengan dimulai dari diri masing-masing dengan cara menjaga dan memelihara serta mengembangkan potensi diri dan lingkungannya yang telah dianugrahkan oleh Allah Swt.
Strategi Dakwah Muhammadiyah Melalui FKMMS (Forum Komunikasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo) Istkomah, Istkomah; Romadlon, Dzulfikar Akbar; Hariyanto, Budi
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3341

Abstract

The focus of Muhammadiyah, as stated in its AD/ART, is the da'wa of Islam "amar ma'ruf nahi munkar." Developing the quality of the mosques is essential in developing da'wah activities because the mosque is the center of Muslim religious activities. This article will discuss the da'wah strategy of Muhammadiyah Sidoarjo by developing the Muhammadiyah Mosque through FKMMS. This study uses a qualitative approach, with data collection methods through observation, interviews, and documentation. The conclusion is that in determining its da'wah strategy, FKMMS analyzes the state of SWOT so that the policy is capable of optimizing strengths and opportunities, as well as minimizing weaknesses and threats. Strategies undertaken by FKMMS include: fostering and strengthening Muhammadiyah ideology, fostering mosque management for takmir, collecting mosque data, encouraging the use of information technology in mosques for da'wah activities, encouraging the use of Muhammadiyah preachers (KMM), creating exciting mosque youth activities, and forming preaching networks through FKMMS per-regional. Each strategy implemented will be evaluated for its achievements, while the strategies that have not been applied will be discussed further about its implementation. Fokus dari Muhammadiyah, sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART-nya, adalah dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar. Mengembangkan kualitas masjid merupakan hal yang terpenting dalam meningkatkan kegiatan dakwah, karena masjid adalah pusat kegiatan dari umat Islam. Artikel ini akan membahas tentang strategi dakwah Muhammadiyah Sidoarjo dengan membina dan mengembangkan Masjid Muhammadiyah melalui “Forum Komunikasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo” (FKMMS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dalam menentukan strategi dakwahnya, FKMMS menganalisa keadaan SWOT agar strategi yang dijalankan benar-benar mampu mengoptimalkan kekuatan dan kesempatan, serta meminimalisir kelemahan dan ancaman. Strategi yang dijalankan oleh FKMMS, diantaranya: melakukan pembinaan ideologi Muhammadiyah dan pembinaan manajemen masjid untuk takmir masjid, melakukan pendataan masjid, mendorong penggunaan teknologi informasi dalam dakwah di masjid-masjid, mendorong penggunaan mubaligh Muhammadiyah, menciptakan kegiatan remaja masjid yang mengasyikkan, dan membentuk jaringan dakwah melalui FKMMS per-regional. Setiap strategi yang dijalankan akan dievaluasi ketercapaiannya, sedangkan strategi yang belum dilaksanakan akan dibahas lebih detail lagi tentang implementasinya
Kontribusi Dakwah Bil Qalam Syaikh Nawawi Al-Bantani terhadap Nasionalisme Pesantren Adeni, Adeni; Hasanah, Silviatul
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3597

Abstract

The study aims to examine the contribution of Shaykh Nawawi al-Bantani to the formation of pesantren nationalism through the preaching of bil qalam. The method used is a qualitative method by exploring the works of Shaykh Nawawi al-Bantani, especially those relating to jihad in the national context reflecting the attitude of nationalism, and by seeing their contribution to the world of pesantren. The results of the study showed that Shaykh Nawawi alBantani preached with bil qalam approach, namely in the form of intellectual jihad. He was not directly involved in physical resistance against the invader. But it instilled the enthusiasm and awareness of the love of the motherland in each of his students. Nawawi's work was then taught in the world of pesantren, especially NU pesantran. Scholars like KH. Hasyim Asy'ari, who was influenced by Nawawi's struggle, built the NU organization that not only appeared as the most significant Islamic mass organization but also contributed to the initial formation of the Indonesian national identity. It can be seen from the involvement of KH. Wahid Hasyim in the 1945 BPUPKI-PPKI session. It shows that NU has the same Islamic orientation as what Syaikh Nawawi thought. Nawawi's moderate and contextual attitude always colors NU's actions in carrying out religious propaganda and national propaganda in Indonesia. This also proves that santri is not just a religious entity that lives in Indonesian society, but at a crucial point, santri is the identity of the Indonesian people themselves. Penelitian bertujuan mengkaji kontribusi Syaikh Nawawi al-Bantani bagi pembentukan nasionalisme pesantren melalui dakwah bil qalam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan cara mengeksplorasi karya Syaikh Nawawi al-Bantani terutama yang berkaitan dengan jihad dalam konteks kebangsaan yang mencerminkan sikap nasionalisme, kemudian dilihat kontribusinya bagi dunia pesantren. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa Syaikh Nawawi al-Bantani berdakwah dengan pendekatan bil qalam, yaitu berupa jihad intelektual. Ia tidak terlibat langsung dalam aksi perlawanan fisik melawan penjajah, tapi ia menanamkan semangat dan kesadaran akan cinta tanah air ke dalam diri setiap murid-muridnya. Karya Nawawi kemudian diajarkan di dunia pesantren terutama pesantran NU. Ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari yang terpengaruh oleh perjuangan Nawawi ini membangun organisasi NU yang tidak hanya tampil sebagai ormas keislaman terbesar, tetapi juga berkontribusi bagi pembentukan awal jati diri bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari keterlibatan KH. Wahid Hasyim dalam sidang BPUPKI-PPKI 1945. Ini menunjukkan bahwa NU memiliki orientasi keislaman yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Syaikh Nawawi. Sikap moderat dan kontekstual Nawawi senantiasa pula mewarnai sepak terjang NU dalam melakukan dakwah keagamaan dan dakwah kebangsaan di Indonesia. Ini juga membuktikan bahwa santri bukan sekadar sebuah entitas keagamaan yang hidup dalam masyarakat Indonesia, tapi pada titik yang sangat menentukan, santri merupakan jati diri bangsa Indonesia itu sendiri.
Membentuk Kepribadian Islam melalui Strategi Komunikasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di STMIK Budi Darma Medan Saputra, Imam; Ritonga, Fitri Aisyah; Sikumbang, Ahmad Tamrin; Zainun, Zainun
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3644

Abstract

Personality as an integration of one’s tendency to behave, act and behave. The personality referred to in this case is the personality of honesty and istiqomah which is in accordance with the teachings of Islam and is called the personality of Islam. This study aims to describe the communication strategies of Campus Da'wah Institutions in shaping the Islamic personality of students, as well as the supporting and inhibiting factors of the campus Da'wah Communication strategy in shaping the Islamic personality of STMIK Budi Darma Medan students. The research method used in this study is a qualitative method by analyzing and making interpretation of data found through interviews. The data that has been collected is checked for validity, the data analysis technique starts from reducing the data and making conclusions from the results of the study. The results of this study are that to develop a communication strategy must begin with planning, implementation and of course in this strategy there are supporting and inhibiting factors. The communication strategy of Campus Propagation Institute in shaping the Islamic personality of students by planning and implementing activities that are Islamic by instilling the values of Islamic personality to students. Islamic personality here is the personality of honesty, responsibility, initiative and istiqomah in the daily life of students. Strategies that LDK does include mentoring, recitation and sharing among others. Supporting and inhibiting factors in the Campus Da'wah Institute strategy are good responses from students, while the inhibiting factor is the lack of funds. Kepribadian sebagai integrasi dari kecenderungan seseorang dalam bersikap, bertindak dan berperilaku. Kepribadian islam merupakan kepribadian tentang kejujuran, tanggungjawab, inisiatif dan istiqomah yang sesuai dengan ajaranajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Lembaga Dakwah Kampus dalam membentuk kepribadian Islam mahasiswa, serta faktor pendukung dan penghambat dari strategi komunikasi Lembaga Dakwah Kampus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menganalisis dan membuat interpretasi data yang ditemukan melalui hasil wawancara. Data yang telah dikumpulkan diperiksa keabsahannya, teknik analisa data dimulai dari mereduksi data dan membuat simpulan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan strategi komunikasi Lembaga Dakwah Kampus dalam membentuk kepribadian Islam mahasiswa. Bentuk-bentuk strategi komunikasi adalah komunikasi antar personal dan komunikasi tidak langsung yaitu dakwah berbasis materi dan dakwah berbasis media. Faktor pendukung dalam strategi Lembaga Dakwah Kampus ini yaitu respon yang baik dari mahasiswa, pengurus LDK memiliki potensi yang lebih, LDK Al-Hayyan memiliki susunan struktur anggota keorganisasian yang jelas sedangkan faktor penghambatnya yaitu masalah kurangnya dana dalam program LDK, kurangnya waktu untuk bersosialisasi dan semangat anggota LDK yang menurun.
Citra Inferioritas Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Saluran Berita Sabq.Org Saudi Arabia Yusuf, Muhamad Fahrudin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.2909

Abstract

This article is the result of research, one of which is the lack of discourse studies, especially the representation of the news object studies in electronic newspapers. News about woman employees in Saudi Arabia was chosen because there have been many cases that occurred in Saudi Arabia. Several cases such as starting from illegal migrant workers, trafficking, prostitution, suicide, and various legal circumstances that befall Indonesian workers, how the news of women employee is written on Sabq.org newspaper, one of the leading online publications in Saudi Arabia. All cannot be separated from the media representation or depiction of an object. Representatives of woman employees will be dissected based on contextual illustration-writer-text-context reader theory by Sara Mills. The qualitative method of Critical Discourse Analysis was chosen as a means for collecting data. The technique of analyzing data used in this study is using the framework of Sara Mills's analysis related to the position of subject and object of the news. The research findings showed that Sabq.org portrays woman employees poorly, marginalizes minority groups by not showing woman employees in the news, dominant groups represent their presence, establishing ideology of dominant groups (employee) and tends to be gender-biased. Artikel ini dilatarbelakangi minimnya kajian wacana, khususnya representasi pada objek kajian berita pada surat kabar elektronik (SKE). Berita tentang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi menjadi pilihan karena alasan banyaknya kasus yang terjadi pada TKW di Arab Saudi, mulai dari TKI ilegal, kasus trafficking, prostitusi TKW, bunuh diri dan beragam kasus hukum yang menimpa buruh migran wanita Indonesia. Bagaimana wacana TKW digambarkan dalam berita Sabq. Org, salah satu koran online terkemuka di Arab Saudi tidak lepas dari representasi atau penggambaran media atas suatu objek. Representasi TKW akan dibedah dengan teori ilustrasi konteks penulis- teks-konteks pembaca dari Sara Mills. Metode kualitatif Analisis Wacana Kritis (critical discourse analysis) dipilih sebagai alat mencari data. Teknik analisis penelitian ini menggunakan kerangka analisis Sara Mills terkait posisi subjek-objek berita. Hasil dari penelitian ini adalah Sabq.Org menggambarkan TKW dengan buruk, memarjinalkan kelompok minoritas (TKW) dengan tidak menampilkan TKW dalam pemberitaan, kehadirannya diwakili oleh kelompok dominan, memapankan ideologi kelompok dominan (majikan) dan cenderung bias gender.
Integrasi Kompetensi Multikultural dan Keadilan Sosial dalam Layanan Konseling Bastomi, Hasan
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.3308

Abstract

This study aims to investigate the integration of multikulturalism competence and sosial justice in counseling services. This research belongs to the type of library research, that is, by recording all findings and integrating all findings, both theories or new findings about the integration of the concepts of multikulturalism and sosial justice, analyzing all the findings from various readings and providing critical ideas about the integration of the concepts of multikulturalism and sosial justice in counseling services. The results showed that multikultural counseling is a relationship of counseling on different cultures between counselor and counselee while sosial justice counseling combines cultural responsiveness and understanding the cultural strengths of the client, and focuses on developing strength, empowerment and advocacy. In theoretical and philosophical perspectives that underpin the integration of multikulturalism competencies and sosial justice in counseling services provide a context for developing multikultural competencies and sosial justice counselors. The integration of multikultural concepts and sosial justice recognizes the following as important aspects of counseling practices for counselors and clients, including: (a) understanding the complexity of diversity and multikulturalism in counseling relationships, (b) recognizing the negative effects of sosial oppression on mental health and well-being humans, (c) understand individuals in the context of their sosial environment, and (d) integrate sosial justice assistance into various counseling services (eg, individual, family, sosial, group). So it is necessary to ground the integration of multikultural and sosial justice in counseling services, namely by making academic documents that will apply across populations, services, and client problems.
Wacana Pemberitaan Dugaan Menghina Nabi oleh Gus Muwafiq: Analisis Wacana Norman Fairclough pada Media Online Detik.com dan Tempo.co Setiawan, Noval
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.3564

Abstract

Detik.com and tempo.co are online media that provide information on the latest news, one of which is news about alleged insulting the Prophet in Gus Muwafiq's lecture. This study aims to find out how the insulting discourse of the Prophet is packaged in the news about the controversy of Gus Muwafiq's lectures on detik.com and tempo.co by using Norman Fairclough's discourse analysis to analyze texts, practices of text production and social and cultural practices. In this article examines online media news at detik.com and tempo.co in the December 2019 edition with qualitative use. Qualitative research which is a research methodology that focuses on processes and events interactively that focuses on general principles underlying the realization of a meaning of social phenomena in society using a critical paradigm. The results showed that detik.com and tempo.co had deconstructed about insulting the Prophet in the case of Gus Muwafiq's controversy among Muslims. The language used in news texts is packaged in a light, concise and easily understood way by the public. Detik.com dan tempo.co merupakan media online yang memberikan informasi mengenai berita terkini, salah satunya berita mengenai dugaan menghina Nabi pada ceramah Gus Muwafiq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana menghina Nabi dikemas dalam pemberitaan tentang kontroversi ceramah Gus Muwafiq pada detik.com dan tempo.co dengan menggunakan analisis wacana Norman Fairclough untuk menganilisis teks, praktik produksi teks dan praktif sosial budaya. Dalam artikel ini meneliti berita media online di detik.com dan tempo.co edisi bulan Desember 2019 degan menggunakan kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai metodologi penelitian yang fokus pada proses dan peristiwa secara interaktif yang memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala sosial di dalam masyarakat menggunakan paradigma kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa detik.com dan tempo.co telah melakukan dekonstruksi tentang menghina Nabi dalam kasus kontroversi ceramah Gus Muwafiq di kalangan muslimin. Bahasa yang digunakan dalam teks berita di kemas secara ringan, singkat dan mudah dipahamai oleh khalayak.
Improving Communication and Collaboration Skills via e-Learning Contents Setyaningsih, Rila; Abdullah, Abdullah; Prihantoro, Edy; Hustinawaty, Hustinawaty
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.3570

Abstract

Developing e-learning content at a boarding university needs communication and collaboration skills. This study aims to discuss the strategy of improving communication and collaboration skills via e-learning content. This study uses a descriptive qualitative method. Data were collected through observation and interviews with stakeholders and lecturers. This study found that the strategy of improving the communication and collaboration skills via e-learning contents at the boarding university is conducted through four stages. The four stages are access, analysis, evaluation, and content creation: (1) The access is made by lecturers and students at the University of Darussalam Gontor in the form of the ability to use and utilize e-learning models. (2) The analysis phase is in the form of the ability of lecturers to find, change, and select information relevant to the learning process. The analysis phase also deals with the verification step (tabayyun) of the accuracy of the information. (3) Evaluation is in the form of preparation of learning contents adjusted to the real conditions occurring in the community or referred to as contextual learning. (4) Development of learning content is applied to five basic courses in the Communication Studies Program.
Dakwah Transformatif Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya Dalam Membentuk Masyarakat Berperilaku Sosial Religius Khotimah, Khusnul; Nurmahyati, Siti
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.3608

Abstract

Dakwah Tranformatif”, merupakan dakwah yang dilakukan denganmetode refleksi dan metode aksi, sehingga tidak hanya dalam bentuk ceramah-ceramah yang dilakukan secara monolog dari seorang da’i. Pondok Pesantren Miftahul Huda menjadi penting karena pondok ini dapat menjadi model pelaksanaan dakwah transformative yang memberikan banyak konstribusi kepada masyarakat. Rumusan masalah yang menjadi acuan penelitian ini adalah: Bagaimana metode dakwah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Kroya dalam membentuk masyarakat yang memiliki perilakusosial-religius, Bagaimana bentuk-bentuk dakwah transformatif yang dilakukan Pondok Pesantren Miftahul Huda. Penelitian ini termasuk dalam kategori lapangan (field research) dengan mengambil studi kasus (case study) pondok pesantren Miftahul Huda Kroya Cilacap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan interdisipliner. Yaitu pendekatan sosial dan pendekatan agama. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam kepada pengasuh dan pengurus pondok pesantren, dan dokumentasi. Analisa data melalui triangulasi data melalui langkah-langkah reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Dalam pelaksanaan dakwahnya Pondok Pesantren Miftahul Huda menerapkan model DakwahTransmormatif dengan menggunakan metode refleksi, metode aksi, dari model yang monolog menuju yang dialog, dari materi dakwah yang ubudiyah kepada materi dakwah sosial.Bantuk bentuk dakwah transformative Pondok Pesantren Miftahul Huda berupa transformasi sosial kultural, transformasi ekonomi melalui ajaran-ajaran filantropi Islam, transformasi etis melalui ajaran toleransi terhadap penganut agama di luar Islam dan transformasi melalui pelayanan kesehatan.
Rehabilitasi Berbasis Pesantren bagi Penyalah Guna Narkotika sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Ariyanti, Vivi; Maula, Bani Syarif
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i2.3757

Abstract

Illicit trafficking and narcotics abuse cause many victims and social problems. In implementing legal protection policies, the National Narcotics Agency (BNN) of Banyumas Regency undertakes rehabilitation efforts for narcotics abuse by collaborating with the Nurul Hikmah Islamic Boarding School in Cilongok. This study aims to analyze the form of legal protection for narcotics abusers in the Banyumas district, and the rehabilitation process for narcotics abusers based on Islamic boarding schools at Nurul Hikmah Islamic Boarding School, Cilongok Banyumas. This research is a type of empirical normative research. This study found that the BNN provides legal protection for narcotics abuse by placing them in institutions or rehabilitation centers. Based on the theory of victim protection, the steps and actions taken by the Banyumas Regency BNN are correct, namely separating the criminal offender (narcotics trafficker) from the victim (addicts and victims of narcotics abuse). In terms of carrying out rehabilitation, BNN Banyumas Regency has collaborated with the Nurul Hikmah Islamic Boarding School in Cilongok. The rehabilitation process at Nurul Hikmah Islamic Boarding School in Cilongok is an indicator that the government has carried out its obligations (in accordance with the UU No. 35/2009 about: Narcotics) in carrying out legal protection for victims of narcotics abuse in the form of pesantren-based social rehabilitation so that they can return to live a good life according to religious rules and principles.