cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN METODE VOLUME HINGGA UNTUK PEMODELAN PROPAGASI ALIRAN BANJIR AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN SEBAGAI SALAH SATU UPAYA DALAM MITIGASI BENCANA STUDI KASUS SITU GINTUNG Bobby Minola Giinting; Bambang Adi Riyanto
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2135.01 KB)

Abstract

Dalam penelitiani ini, metode volume hingga bertipe sel terpusat (cell-center) dengan metodeRunge Kutta orde 4 sebagai integrasi waktu digunakan untuk memodelkan aliran akibatkeruntuhan bendungan. Skema numerik yang diterapkan pada kasus ini dikembangkanpertama sekali oleh Jameson (1981) untuk menyelesaikan persamaan Euler yaitu aliran viskosdan non viskos, aliran laminar viskos serta aliran turbulen pada berbagai bentuk sayappesawat. Dalam paper ini skema tersebut dimodifikasi menjadi persamaan aliran dangkal untukmenyelesaikan perambatan banjir akibat keruntuhan bendungan. Untuk meredam osilasi,artificial viscosity sebagai operator disipasi numerik buatan digunakan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk menerapkan dan mengembangkan suatu model yang berbasiskan metode volumehingga untuk kasus mekanisme perambatan banjir akibat keruntuhan bendungan. Modeltersebut dibuat dalam bentuk source code yang ditulis dengan bahasa pemrograman Fortran90. Model tersebut telah diaplikasikan untuk beberapa kasus keruntuhan bendungan yangdiperoleh dari berbagai hasil jurnal yang telah dipublikasikan. Berdasarkan hasil verifikasi yangtelah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa model ini memberikan hasil yang baik. di mana sukudisipasi numerik buatan yang dirancang mampu meredam osilasi yang muncul dengan baik.
ANALISIS MODEL PERSEDIAAN BARANG EOQ DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KADALUARSA DAN FAKTOR ALL UNIT DISCOUNT Taufik Limansyah
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.448 KB)

Abstract

Persediaan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku/bahan setengah jadi/barang jadiuntuk dapat memastikan lancarnya suatu sistem produksi atau kegiatan bisnis bagi suatuperusahaan. Berbagai model persediaan yang telah dikembangkan seringkali tidak melihatadanya faktor masa pakai (kadaluarsa barang). Faktor kadaluarsa merupakan faktor yangpenting untuk menjadi pertimbangan dalam penentuan model persediaan bagi perusahaanyang bergerak dalam industri kimia atau industri makanan. Selain faktor kadaluarsa, faktorlain yang mempengaruhi model persediaan adalah faktor diskon yang diberikan supplierkepada perusahaan. Perusahaan dapat memanfaatkan faktor diskon ini untuk menurunkanbiaya total persediaan. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai modelpersediaan barang dengan mempertimbangkan faktor kadaluarsa barang dan faktor all unitdiscount. Dari model ini akan diperoleh kuantitas pemesanan yang optimal yang akanmeminimumkan biaya total persediaan.Kata kunci : persediaan, EOQ, waktu kadaluarsa, all unit discount.
KARAKTERISTIK FISIK KORIDOR KOMERSIAL ANTAR KOTA BARU DALAM KAITANNYA DENGAN PENATAAN PERIFERI KAWASAN TERSTRUKTUR DAN REGULASI Kasus Studi: Koridor Serpong Tangerang Selatan Rumiati Rosaline Tobing; Ing Uras Siahaan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2292.843 KB)

Abstract

Masalah urbanisasi, keterbatasan lahan, dan permasalahan kota lainnya menyebabkan perkembangan fisik arsitektural di perkotaan sulit untuk dikendalikan. Pengembangan kota baru merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan termasuk pemerataanpembangunan fisik maupun memperbaiki kualitas fisik arsitektural kota induk/kota utama dengan menyediakan kota penunjang di wilayah yang berdekatan.Pada kenyataannya terjadi gejala ketidak seimbangan struktur fisik kota akibat konsep linkage yang tidak dipikirkan dengan serius. Karena pembentukan fisikarsitektural kota membutuhkan waktu yang panjang dan merupakan akumulasi setiap tahap perkembangannya. Pengembangan kota baru tidak hanya menyangkut aspek fisik spasial yang berkaitan dengan arsitektur, geografi dandemografi, tetapi dipengaruhi pula oleh aspek sosial dan budaya dari lingkungan perkotaan yang dikembangkan.Dengan demikian pengembangan kota baru akan menimbulkan dampak yang seharusnya diantisipasi melalui perencanaan dan perancangan penghubungnya, karena berbagai masalah akan timbul terutama terhadap kualitas fisik arsitektural. Antara lain tekanan urbanisasi yang tidak terkendali akan mengubah srtuktur kota kearah negatif, dan mengakselerasi alih-fungsi pada struktur, pola ruangarsitektural dan wajah permukiman. Sehingga muncul fenomena pemadatan fisik, ketidak teraturan struktur ruang dan berbagai hal negatif lainnya. Melalui 3 tahap, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisistruktur fisik arsitektural kawasan penyambung antara kota baru dan kota utama, agar ditemukan kekuatan dan kelemahan dalam proses perancangan maupun pembangunannya. Tahap pertama adalah kegiatan identifikasi secara detail tentang kondisi fisik kotabaru, penyambung dan kota induk. Tahap kedua menemukan kekuatan-kekuatan fisik arsitektural yang ada dan kelemahan yang ada serta tahap ketiga menemukanaspek khusus yang mempengaruhi perkembangan fisik arsitektur yang ideal dalam menghubungkan kota induk dan kota baru. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : Pendekatan melalui kasus studi sebagai unit amatan, kerangka pemikiran, prosedurpenelitian,teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, analisis dan penarikan kesimpulan.  
STRUKTUR PESISIR (WATERFRONT) KOTA CIREBON - JAWA BARAT Studi Kasus:Telaah Morfologi kawasan Pesisir Kelurahan Panjunan, Lemahwungkuk, Kasepuhan, Kasunean - Kota Cirebon. Karyadi Kusliansjah; Adam Ramadhan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7568.712 KB)

Abstract

Tujuannya penelitian ini berupaya mengkonseptualisasikan struktur kota lama danpengembangan struktur baru pesisir kota Cirebon di masa sekarang. Penelitian ini, mengkaji strukturkota(jalan,sungai,kanal,pantai) sebagai bagian morfologi pembentuk kota Cirebon danmenstrukturisasikan pola pengembangan kawasan pesisir kota ini sebagai waterfront city.Peran kota Cirebon sekarang sebagai ibukota kabupaten Ciebon di Jawa Barat. Kota inidilintasi oleh jalur Pantura dan berbatasan dengan Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengkadan Kabupaten Kuningan dan Propinsi Jawa Tengah. Letak kota secara geografis pada koordinat108° 33´ BT dan 6° 42´ LS. sebagai dataran rendah dengan luas wilayah pantai ±3.810 Ha.Sedimentasi telah menambah luas wilayah administrasi kota, diperkirakan hingga menjadi ± 75 ha.Sejarah mencatat kota ini telah dikenal dari 622 tahun lalu sebagai kota bandar terbukasampai kekawasan Asia Tenggara dengan pelabuhan Muara Jati di pesisir pantai laut Jawa danmenjadi pusat kerajaan dan penyebaran Islam terutama di wilayah Jawa Barat (1479).Morfologi kota Cirebon tidak terlepas dari perkembangan peran ketiga Kesultanan di kotaini, yaitu: Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Kanoman, dan Kesultan Kaceribonan. Pengaruhperdagangan antar bangsa hingga kolonial Belanda (1596) turut menentukannya, maupun intervensikekuasaan yang merubah status pemerintahan kota Cirebon dari disahkannya menjadi GemeenteCheribon (1926), dirubah menjadi Kota Praja (1957), kemudian ditetapkan sebagai Kotamadya(1965) hingga sekarang menjadi Kota Cirebon.Pertumbuhan terencana struktur kota lama signifikan terjadi di era penjajah Belanda, yangmengintervensi struktur awal berbasis lintasan-lintas lokal tradisional. Pembangunan jaringan jalanDe Groote Postweg (1808-1811) dan jalur kereta api menghubungkan beberapa kota di pulau Jawajuga melintas kota Cirebon. Kebijakan ini memicu peran kota menjadi kota transit dan berpengaruhpula bagi pertumbuhan industri dan perdagangannya. Peran pelabuhan Cirebon masa sekarangsangat penting mendukung kota-kota di Jawa Barat, disamping adanya jalan Pantura yangmelintasinya, menjadikan peran Cirebon berkembang sebagai kota dagang, kota transit dan kotawisata kesejarahan. Dinamika perkembangan ini menuntut tersedianya ruang penunjang bagikebutuhan kota yang terpadu dengan struktur kota lama.Permasalahan fisik spasial kota di era kebijakan otonomi daerah masa sekarang adalahkendala luas kota Cirebon, yang dibatasi oleh wilayah kabupaten tetangganya maupun pesisir lautJawa. Akibatnya peluang perkembangan tata ruang kota perlu dikonsepkan secara vertikal dan atauhorisontal kearah laut, yaitu mengembangkan potensi dan strukturisasi dataran rendah pesisir yangterbentuk oleh sedimentasi.Diperlukan beberapa penelitian yang memberi dasar kelayakan pelaksanaan konsepsi diatas,diantaranya adalah penelitian struktur (urban path)pesisir kota ini, pada sample kawasan KelurahanPanjunan, Lemahwungkuk, Kasepuhan, Kasunean - Kota Cirebon. Penelitian morfologi kota inidilaksanakan pada bulan Agustus–Desember 2012 dan menjadi bagian dalam roadmap penelitianurban architecture waterfront di Indonesia. Metoda penelitian ini berbasis kualitatif- interpretatif.Hasil penelitian ini bermanfaat bagi tatar akademik untuk memperluas wawasan lokalitas arsitekturkota tepian air [urban waterfront], menggali informasi dan kontribusi bagi tataran praktek untukpengembangan pembangunan kota Cirebon menuju New Waterfront City di masa depan.Keywords: Elemen Urban Path, Struktur dan Arsitektur Kota, Pesisir Kota, Cirebon
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PEMANFAATAN ENERGI DI INDONESIA Carles Sitompul; Alfian Alfian; Kinley Aritonang
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.689 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ekplorasi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan model manajemen pemanfaatan energi oleh perusahaan-perusahaan dengan konteks kebijakan dan lingkungan di Indonesia. Penelitian ini merupakan bagian dari area penelitian yang lebih luas, yaitu model manajemen rantai pasok energi yang meliputi bukan hanya pemanfaatan atau konsumsi energi tetapi juga jaringan distribusi, transportasi serta sumber-sumber energinya. Penelitian ini juga merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang juga membahas penggunaan energi di perusahaan manufaktur dan jasa pendidikan yang memanfaatkan energi listrik sebagai sumber energi utama. Penelitian ini akan memperluas cakupan obyek yang diteliti dengan memasukkan sumber energi yang lain, yaitu bahan bakar minyak. Selain itu faktor-faktor lain yang belum teridentifikasi seperti peraturan perundangan dan lingkungan akan diuji pengaruhnya terhadap pemanfaatan energi di sebuah perusahaan. Tujuan yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan atau konsumsi energi di Indonesia sehingga dapat dibentuk sebuah model manajemen yang menghasilkan efisiensi energi terutama pada sumber-sumber energi yang tidak terbarukan.Studi literatur dilakukan dalam rangka pengembangan dasar teori serta kerangka teoritis untuk mencapai tujuan penelitian. Wawancara dan survey dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Barat sebagai bagian dari usaha untuk mengidentifikasi pola-pola manajemen energi, khususnya pemanfaatan atau konsumsi energi di perusahaan-perusahaan tersebut. Pengolahan data secara kualitatif dilakukan untuk mengolah data hasil wawancara serta survey tersebut. Penyusunan kuesioner penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengukur model manajemen konsumsi energi yang ada berdasarkan kerangka teoritis dan hasil wawancara. Langkah berikutnya adalah pengolahan data kuantitatif untuk mengembangkan model manajemen pemanfaatan energi yang efisien.Output atau hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya alternatif manajemen pemanfaatan energi serta terbangunnya model manajemen yang efisien dan efektif bagi pelaksanaan rantai pasok energi di Indonesia.
PENGOLAHAN DATA AKADEMIK DAN REKRUTMEN MAHASISWA BARU UNPAR Veronica S Moertini; Felix C Saputra
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4018.963 KB)

Abstract

Pada saat ini, pembiayaan operasional Unpar masih dominan berasal dari biaya studi para mahasiswa,sehingga “sustainability” Unpar bergantung kepada mahasiswa. Sementara itu, kompetisi perekrutancalon mahasiswa baru antar perguruan tinggi juga semakin keras. Oleh karena itu, Unpar perlumelakukan perencanaan strategi perekrutan mahasiswa yang efektif. Analisis data penerimaanmahasiswa baru (PMB) dan data akademik mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan informasi ataupengetahuan yang berharga untuk mendukung perencanaan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis data PMB dan akademik dan diharapkan dapatmenghasilkan menghasilkan:a. Trend peminat Unpar, fakultas dan program studi di Unpar.b. Keterkaitan antara asal sekolah dan daerah calon mahasiswa dengan kecenderungan pemilihanprogram studi di Unpar.c. Keterkatian antara jalur seleksi masuk Unpar (PMDK, USM I, USM II) dengan kecenderunganpemilihan program studi di Unpar.d. Keterkaitan antara asal sekolah dan daerah calon mahasiswa dengan kecenderungan prestasimahasiswa di Unpar.e. Keterkaitan antara jalur seleksi masuk Unpar (PMDK, USM I, USM II) dengan kecenderunganprestasi mahasiswa di Unpar.Untuk mencapai tujuan, metodologi penelitian yang diterapkan adalah: pengumpulan data USM &akademik, pemilihan data yang relevan dengan tujuan, analisis data dengan teknik queri basisdata,penyusunan laporan yang berisi hasil analisis data dan saran pemanfaatan hasil analisis. Adapunbatasan data yang akan dianalisis adalah:a. Data yang digunakan adalah data PMB dan akademik yang tersimpan di basisdata Biro TeknologiInformasi (BTI) Unpar, yaitu untuk data S1 dan D3 (data Pasca Sarjana belum tersimpan dibasisdata BTI).b. Data yang dianalisis adalah data yang direkam mulai dari tahun 2000 s/d 2009.c. Analisis dilakukan hanya berdasarkan data dan tidak dikaitkan dengan faktor-faktor internal daneksternal lainnya.Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah:a. Analisis data PMB dan akademik telah menghasilkan informasi atau pengetahuan yang dapatdimanfaatkan untuk evaluasi dan rencana pengembangan program studi, fakultas dan Unparsecara umum.b. Setelah total peminat Unpar turun terus sejak tahun 2000, mulai tahun 2007 trend peminat Unparmulai naik. Kenaikan ini terutama berasal dari peminat USM-3 dan PMDK.c. Peminat Unpar terbanyak berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta.d. Siswa-siswa dari SMA tertentu memilik prodi-prodi favorit di Unpar.e. Ada pola-pola tertentu yang ditemukan dalam pemilihan prodi pada Pilihan-1 dan Pilihan-2, jugadalam pemilihan prodi pada USM-1, USM-2 dan PMDK.f. Mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari beberapa SMA tertentu berprestasi lebih baikdibandingkan dengan SMA-SMA lainnya.g. Secara umum, prestasi mahasiswa/i yang direkrut melalui jalur PMDK lebih baik dibandingkandengan yang dari USM-1, sedangkan yang dari USM-1 lebih baik dibanding dengan USM-2.Informasi di atas dapat dimanfaatkan dalam perencanaan strategi perekrutan calon mahasiswa.Website yang memuat hasil penelitian (agar dapat diakses dengan mudah oleh warga Unpar yangberkepentingan) saat ini sedang dikembangkan.
KONSEP GAGASAN ADAPTASI KOTA SABANG SEBAGAI LINGKUNGAN BINAAN Caecilia S. Wijayaputri; Kamal A. Arif; Sandi A. Siregar
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12027.895 KB)

Abstract

Sejarah perkembangan kota di Indonesia, biasanya diawali oleh kota-kota kerajaan, kota pedalaman yang agraris, atau kota-kota pantai. Peran dan fungsi kota-kota awal tersebut menarik suku lain untuk tinggal sementara maupun menetap. Dari kondisi inilah kota berikut lingkungannya berkembang, termasuk di dalamnya pola ruang kota sebagai wujud budaya material masyarakat pendukungnya. Dalam satu hal, kotasama seperti manusia, dimana setiap aspek membentuk jati diri suatu kota. Maka bagaimana sebuah kota tetap memiliki identitas yang sama apabila ia terus menerus berada dalam suatu perubahan? Pada dasarnyapembangunan seharusnya dapat melestarikan warisan budaya bangsa, oleh karena itu diperlukan usaha untuk menggali patokan-patokan pembangunan fisik masa lalu untuk dapat digunakan sebagai pengembangan kebudayaan selanjutnya. Selama ini, Sabang hanya dikaji secara ekonomi dan geografis sebagai pintu masuk via perairan laut wilayah Kesultanan Aceh. Pada tahun 1970 pelabuhan Sabang menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia, walaupun akhirnya ditutup pada tahun 1986. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah dengan peran sebagai pintu masuk kesultanan Aceh, apa sebenarnya identitas kultural kota Sabang. Sehingga untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pola perkembangan kota Sabang, maka penelitian ini kemudian dilakukan. Metoda penelitian terdiri atas dua kajian yang saling isi yaitu diakronik melaui historical reading, dan sinkronik melalui tissue analysis.Kata kunci: identitas kultural, warisanbudaya, morfologi, ruang kota, perubahan kultural.
ANALISIS CUSTOMER LIFETIME VALUE TERHADAP WHOLESALE CUSTOMER PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DENGAN MEMPERHITUNGKAN RISIKO POTENSI LABA Fransiscus Rian Pratikto; Yogi Yusuf Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.398 KB)

Abstract

Pendekatan holistic marketing, di mana 2 komponen di antaranya adalah relationship marketing danperformance marketing, menekankan pentingnya menjaga hubungan jangka panjang dengankonsumen dan membuat setiap keputusan terkait dengan hubungan tersebut akuntabel. CustomerLifetime Value (CLV) merupakan salah satu pendekatan untuk mengkuantifikasi proyeksi laba yangdiperoleh perusahaan dari setiap konsumennya. Nilai CLV bisa menjadi justifikasi bagi keputusaninvestasi pemasaran perusahaan.Bisnis wholesale dalam telekomunikasi melayani konsumen yang masuk dalam kategori OLO (OtherLicensed Operator). Konsumen OLO membeli produk dan layanan untuk dijual kembali padakonsumen retail.Biasanya, pembelian dilakukan berdasarkan suatu kontrak untuk periode 1 tahunatau lebih. Dalam penelitian ini, produk wholesale dikategorikan ke dalam 4 streamyaituinterkoneksi, jasa jaringan, multimedia, danvalue added service (VAS).Selama ini penerapan CLV biasanya menggunakan discount rate yang sama untuk semua konsumen,padahal setiap proyeksi aliran laba dari setiap konsumen mengandung risiko yang berbeda-beda,sesuai dengan kondisi setiap konsumen.Dalam penelitian ini dikembangkan model untuk memasukkan aspek risiko dalam perhitungan CLV.Risiko akan berpengaruh pada discount rate, dan dipengaruhi oleh berbagai macam aspek, yangdikelompokkan dalam 2 kategori besar yaitu aspek internal konsumen dan aspek hubungan strategisantara konsumen dengan perusahaan. Studi kasus dilakukan pada konsumen wholesale dari salahsatu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
PENENTUAN KEBIJAKAN PEMESANAN BARANG UNTUK MODEL PERSEDIAAN MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KADALUARSA DAN FAKTOR ALL UNIT DISCOUNT Taufik Limansyah
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.227 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penentuan kebijakan pemesanan barang untuk barangbarangyang memiliki faktor masa pakai, yaitu dengan kebijakan joint order atau kebijakanindividual order. Faktor masa pakai barang merupakan faktor yang perlu dipertimbangkandalam model persediaan barang bagi perusahaan yang bergerak dalam industri kimia atauindustri makanan. Masalah akan menjadi semakin kompleks ketika perusahaan memilikibanyak jenis barang dengan waktu kadaluarsa yang berbeda-beda. Selain faktor kadaluarsa,faktor lain yang mempengaruhi model persediaan adalah faktor diskon yang diberikansupplier kepada perusahaan. Perusahaan dapat memanfaatkan faktor diskon ini untukmenurunkan biaya total persediaan. Dalam penelitian ini, kriteria performansi darikebijakan yang dipilih adalah kebijakan pemesanan barang dengan mempertimbangkanfaktor kadaluarsa barang dan faktor all unit discount yang meminimumkan biaya totalpersediaan barang.Kata kunci : persediaan, kebijakan pemesanan, waktu kadaluarsa, all unit discount.
Sistem Pengukuran Distribusi Temperatur Permukaan Menggunakan Thermochromic Liquid Crystal Risti Suryantari; Flaviana Flaviana
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.789 KB)

Abstract

Thermochromic Liquid Crystal (TLC) memiliki respon terhadap perubahan temperatur lokal yang ditunjukkan dengan perubahan warna. TLC dapat dimanfaatkan untuk mengetahui distribusi temperatur pada bagian tubuh tertentu pada manusia yang sulit dilakukan oleh termometer analog maupun digital. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan temperatur rata-rata permukaan tangan menggunakan TLC berdasarkan data statistik citra hue serta mengetahui hubungan citra hue permukaan tangan dengan kondisi kesehatan tubuh subyek dengan metode pengambilan data dan pengolahan citra yang lebih baik, dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Data statistik nilai hue citra akhir permukaan TLC pada tahapan kalibrasi akan dijadikan basis data untuk dapat dibandingkan dengan citra permukaan tangan, kemudian dapat ditentukan temperatur rata-rata permukaan tangan tersebut dengan tingkat ketelitian yang lebih baik.Kata kunci: Temperatur, Thermochromic Liquid Crystal (TLC)

Page 6 of 27 | Total Record : 270