cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER Alfian Alfian; Carles Sitompul
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2781.758 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan sebuah model analitis permasalahan rantai pasok Vendor Managed Inventory (VMI). Adapun lingkup permasalahan VMI yang diteliti adalah kondisi sistem rantai pasok yang melibatkan 1 pemasok dan banyak retailer. Sebelum melakukan implementasi model, dilakukan terlebih dahulu proses validasi terhadap model analitis. Tujuannya adalah memastikan model tersebut merepresentasikan sistem VMI dengan tepat, selain itu dimungkinkan pula untuk memperbaiki fungsi-fungsi di dalamnya sehingga didapatkan model yang lebih efisien. Model yang telah melalui tahap validasi akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman Lingo. Perangkat lunak yang dihasilkan dari tahap ini akan diverifikasi untuk memastikan ketepatan penerjemahan model ke bahasa pemrograman yang digunakan. Setelah melalui tahap ini perangkat lunak akan diuji coba untuk menyelesaikan beberapa kasus hipotetis. Hasil penyelesaian kasus hipotetis ini merupakan contoh kebijakan distribusi dan pemesanan barang dalam sistem VMI yang dapat diterapkan oleh pihak-pihak yang terlibat. Hasil penyelesaian kasus pun digunakan dalam menguji kesesuaian model dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, salah satu caranya adalah dengan melihat logis tidaknya solusi yang dihasilkan.
ADAPTASI ARSITEKTURAL GEDUNG DE DRIE KLEUR UNTUK BANK BTPN BANDUNG Alwin Suryomo
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.329 KB)

Abstract

Gedung De Drie Kleur (Tiga Warna) adalah salah satu bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda didirikan tahun 1938 berdasarkan rancangan arsitek AF. Aalbers, bergaya modern “Nieuwe Bouwen”. Selubung bangunan berbentuk bidang-bidang horizontal lurus-lengkung adaptif terhadap bentuk-posisi tapaknya membuat bangunannya sebagai tengeran. Di awal tahun 2011 masih tampak modern dan kokoh, mewadahi fungsi sebuah bank nasional.Tampilan masa kini tersebut dituntut oleh bank BTPN yang diwadahinya, dan tetap mengacu sebagai Bangunan Cagar Budaya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan arsitektur yang menggunakan Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitekturnya. Permasalahannya adalah: (1) Bagaimana cara membaca Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitektur? (2) Elemen-elemen Arsitektur apa saja pada gedung De Drie Kleur yang perlu dilestarikan? (3) Bagaimana tindakan pelestarian (adaptasi) yang telah dilakukan pada gedung De Drie Kleur terhadap kebertahanan Nilai-nilai Kulturalnya, dan bagaimana sebaiknya?Tujuan penelitian ini adalah membuat deskripsi Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitektur dan Elemen-elemen Arsitektur gedung De Drie Kleur yang perlu dilestarikan, serta evaluasi tindakan pelestarian gedung Drie Kleur, apakah sudah tepat atau perlu diperbaiki. Penelitian ini pada dasarnya ialah membaca realitas arsitektur berupa Gedung De Drie Kleur Bandung yang dilestarikan. Untuk maksud itu dipilih pendekatan paham Strukturalis, yang ‘membaca’ sistem utama arsitektur objek studi dan memahaminya. Berdasarkan teori Capon, arsitektur merupakan struktur dari elemen-elemennya, yaitu Bentuk-fungsi-makna. Bentuk mengacu kepada keberadaan fisik, fungsi kepada kinerja bangunan dan makna pada pesan/arti keberadaannya. Bentuk-fungsi-makna ini merupakan elemen-elemen arsitektur objek studi yang perlu dipahami untuk dilestarikan.Pelestarian dipahami sebagai upaya mempertahankan dan melindungi suatu tempat (bangunan/lingkungan) bersejarah yang masih ada agar nilai-nilai kulturalnya bertahan. Tujuannya untuk memahami masa lalu, memperkaya masa kini, agar bermanfaat bagi perkembangan kota dan generasi masa datang. Pelaksanaannya dengan cara perawatan, disertai tindakan (treatment) pelestarian yang sesuai keadaan, seperti: preservasi, restorasi, rehabilitasi, adaptasi, atau kombinasi beberapa tindakan sekaligus.Metode Penelitian ini ialah kualitatif dengan unit sampel aspek bentuk, fungsi dan makna arsitektur. Analisa Data secara deskriptif, meliputi reduksi data, katagorisasi dan sintesisasi.Tindakan pelestarian Adaptasi yang dilakukan pada gedung De Driekleur pada bidang selubung bangunan, penambahan partisi ruang dalam, perubahan lantai, penambahan elemen aksen berupa kanopi entrance masih dapat dibenarkan, demi keberlangsungan fungsi bank BTPN yang diwadahinya. Penambahan elemen-elemen di atas perlu dapat dikembalikan ke bentuk semula jika dikehendaki, demi menghargai keutuhan dan keaslian bangunan Cagar Budaya.Makna selubung bangunan sebagai bangunan modern perlu dipertahankan, yaitu bentuk yang sederhana tanpa ornamen seperti aslinya. Warna dapat saja berubah asalkan tetap menampilkan makna modern.Kata Kunci: Nieuwe Bouwen, Cagar Budaya, pelestarian, adaptasi, kultural.
PEMODELAN PERPINDAHAN MASSA ADSORPSI ZAT WARNA PADA FLORISIL DAN SILICA GEL DENGAN HOMOGENEOUS AND HETEROGENEOUS SURFACE DIFFUSION MODEL Aditya Putranto; Stephanie Angelina
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1998.225 KB)

Abstract

Adsorption process has been extensively applied in many industries for impurities removal and waste water treatment. Activated carbon is one of the most effective adsorbent which is used in adsorption process. Activated carbon has complex structure, that’s why mass transfer characteristics of adsorption process using activated carbon have to be investigated by using model. Mass transfer is influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature.The objectives of this research are to studymass transfer phenomena occurred in dyes adsorption using activated carbon, to determine values of Heterogenous SurfaceDiffusion Model parameters, such as external liquid film mass transfer coefficient (kf), surface diffusion coefficient (Ds), branched pore rate coefficient (kb), and fraction oftotal adsorptive capacity in macropores (f), and to study the effects of adsorbate types, initial concentration of dye solution, and temperature to the values of kf, Ds, kb, and f.This research was carried out by using 2 types of adsorbate, 3 variation of initial concentration, and 4 variation of temperature. Adsorption experiment was carried out inshaking waterbath that had been setted in certain operating condition. Concentration of dye solutions in certain time interval was determined by measuring absorbance usingUV spectrophotometer. Analysis procedures of experimental data in this research consist of several steps: arranging model based on adsorption phenomena, finishingmodel that consists of differential equations, validation between experimental data and model, and determining values of Heterogenous Surface Diffusion Model parameters.The results of this research show that the values of kf, Ds, kb are influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature; if initial concentration increases, the values of kf, Ds, kb will increase; if temperature increases, the values of kf, Ds, kb will increase; the values of kf, Ds, kb for methylene blue solution are greater than methyl orange; the value of f is not influenced by types of adsorbate, initial concentration of dye solution, and temperature; and Heterogenous Surface Diffusion Model is suitable to show mass transfer characteristics that occurs in dyes adsorption using activated carbon.  
MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK SATU JENIS BARANG DENGAN MELIBATKAN FAKTOR ALL UNIT DISCOUNT J. Dharma Lesmono; Taufik Limansyah
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.279 KB)

Abstract

Persediaan merupakan salah satu faktor yang penting dalam suatu perusahaan untukmenjamin kelancaran suatu proses produksi/usaha bisnis bagi perusahaan yangbersangkutan. Dalam dunia industri, sering dijumpai bahwa supplier akan memberikanpotongan harga (diskon) kepada perusahaan bila perusahaan membeli barang dalam jumlahtertentu. Faktor diskon yang diberikan oleh supplier dapat dimanfaatkan oleh perusahaanuntuk menurunkan biaya total persediaan. Namun perlu dipertimbangkan juga bahwadengan pembelian bahan baku/barang dalam jumlah banyak akan meningkatkan biayasimpan dan biaya perawatan yang secara langsung akan meningkatkan biaya totalpersediaan. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai model persediaanbarang dengan melibatkan faktor all unit discount dengan permintaan yang probabilistik.Dari model ini akan diperoleh kuantitas pemesanan yang optimal yang akanmeminimumkan biaya total persediaan.
PEMBUATAN MASTERPLAN LINGKUNGAN GUA MARIA BUKIT KANADA RANGKASBITUNG Nancy Yusnita Nugroho; Franseno Pujianto; Yenny Gunawan; Anastasia Maurina; Irma Subagio
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8747.427 KB)

Abstract

Gua Maria Bukit Kanada yang terletak di kota Rangkasbitung provinsi Banten adalah salah satu tempat ziarah umat Katolik yang berada di bawah naungan Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Keuskupan Bogor. Gua Maria ini dibangun pada tahun 1988 oleh umat dengan dukungan dari Kongregasi Suster-suster Fransiskan Sukabumi.Gua Maria ini lalu diberkati oleh Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Gua ini merupakan tempat ziarah pertama di tanah Banten.Seiring dengan berjalannya waktu, Gua Maria ini telah menginjak umur 25 tahun.Paroki Santa Maria Tak Bernoda – Rangkasbitung, Banten merasa perlu untuk menata ulang kawasan ini, sekaligus membuatkan masterplan dalam rangka pengembangan kawasan ziarah dan salah satu pusat kegiatan keagamaan di Rangkasbitung seiring dengan peningkatan kebutuhan untuk pelayanan umat di Rangkasbitung. Atas permintaan pihak paroki melalui Pastor Paroki, Unpar menugaskan tim pengabdian masyarakat untuk merespon dan membantu kebutuhan tersebut.Tim pembuatan Materplan Lingkungan Gua Maria Bukit Kanada telah ditugaskan untuk membuat desain materplan sesuai dengan kondisi eksisting tapak yang ada berdasarkan survei lapangan dan juga sesuai dengan kebutuhan ruang baik sebagai pendukung kegiatan Gua Maria maupun sebagai pendukung kegiatan Paroki setempat. Analisis terhadap potensi tapak, fungsi beserta kebutuhan ruangnya, kondisi masyarakat dan budaya masyarakat setempat telah dilakukan agar desain masterplan yang dihasilkan sesuai untuk kebutuhan umat namun tetap sesuai dengan lingkungan fisik dan budaya masyarakat setempat. Pembuatan konsep masterplan telah dilaksanakan pada tahun 2014 dan di bulan Januari 2015 telah dipresentasikan/dibahas bersama para stakeholders (Keuskupan Bogor, Paroki Rangkasbitung, Pengelola Gua Maria,Pengelola Akper Yatna Yuana yang berada satu tapak dengan kawasan Gua Maria, danperwakilan umat).Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada tahun 2015 ini adalah berupa pengerjaan pendetailan gambar rancangan tapak dan bangunan di Kompleks Gua Maria sehingga siap dijadikan dokumen acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
DESTILASI UAP MINYAK ATSIRI DARI KULIT DAN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) Maria Inggrid H.; Harjoto Djojosubroto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2008)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.607 KB)

Abstract

Potensi pemanfaatan minyak kayu manis masih terus berkembang seiring denganperkembangan industri makanan dan obat-obatan. Di lain pihak mutu dan perolehanminyak kayu manis hasil produksi Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampubersaing di pasar global. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh jumlah dan ukuranpartikel, serta laju destilasi terhadap perolehan dan mutu minyak kayu manis. Disamping itu dibandingkan juga mutu dan perolehan minyak kayu manis hasildestilasi uap-air dan hidrodestilasi kulit dan daun kayu manis. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa, untuk massa dan ukuran bahan yang sama, perolehan minyakkayu manis hasil destilasi uap-air pada laju destilasi 1,4 L/jam lebih tinggi daripadaperolehan hasil destilasi pada laju destilasi 2 L/jam. Perolehan hasil destilasi uap-airmakin rendah dengan kenaikan massa bahan 0,5 kg hingga 2 kg disebabkan olehadanya efek channeling. Efek channeling tidak terjadi pada hidrodestilasi. Kadarsinamaldehid dalam minyak atsiri hasil destilasi uap-air kulit kayu manis memenuhisyarat mutu Standar Nasional Indonesia, yaitu di atas 50%. Dengan hidrodestilasipada laju 2 L/jam, perolehan minyak kayu manis dari daun tanaman kayu manislebih tinggi daripada kulit kayu manis.
POTENSI PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH SUSUN SARIJADI BANDUNG Yasmin Suriansyah
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.171 KB)

Abstract

Apartment Sarijadi Bandung (ASB) is a first-generation mass public housing (1975) in Bandung Indonesia is intended as mass public housing for the lower middle income, and until now still inhabited. ASB is the only apartment in the city designed as cluster typology with one staircase lined to four dwelling units, so that the wall has openings on outer façade and inner court facade. One of its design approaches is to optimize natural lighting with wall openings on those two-façade. This study aims to determine the extent of a natural lighting at ASB that is designed with optimization approach of the natural lighting. This study used quantitative methods. Field surveys conducted to obtain data of (1) physical spatial configurations of architectural elements, and (2) illuminant of the residential units, which will be used for analyzing how much the natural lighting potential in the residential units at ASB. The finding is the innovations of disclosure of influence factors of the architectural physic-spatial configuration to day lighting potential in vertical residential building typology as in the ASB. It is a useful new finding to be applied in supporting the development of science and technology and procurement related to vertical housing that provide opportunities for better life quality and energy efficiency in urban areas.Keywords: Daylight, physic-spatial configuration, apartment, Sarijadi Bandung Indonesia
PELESTARIAN ARSITEKTUR MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA Alwin Suryono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4904.793 KB)

Abstract

Adaptasi Museum Sonobudoyo terhadap tuntutan modernisasi dan lingkungannya yang berubahperlu dicermati pengaruhnya pada kebertahanan makna kultural Budaya Jawa. Studi Ini bertujuanmendeskripsikan fokus Pelestarian Arsitektur, Elemen-elemen Arsitektur Museum yang signifikan danImplementasi pelestariannya. Ketidak-pahaman akan pelestarian beresiko pada hilangnya MaknaKultural yang bernilai.Metode yang digunakan dalam studi ini ialah deskriptif-analitis dan interpretatif berdasarkan buktiempiris dengan menerapkan teori strukturalisme, relasi fungsi-bentuk-makna arsitektur dan teoripelestarian arsitektur, untuk mengungkap fokus pelestarian arsitektur, elemen-elemen signifikanobjek studi dan Implementasi pelestarian arsitektur.Fokus Pelestarian Arsitektur: Fungsi saat ini ialah kegiatan Pameran pada Bangunan utama,Pendopo dan halaman (semula Pendopo untuk menerima tamu/pertunjukan. Bentuk Bangunan(selubung, tata ruang, struktur bangunan), Ruang luar (tapak, lingkungan, arca), dekorasi, ornamen.Makna Kulturalnya ialah bangunan Jawa melalui aspek Bentuk yang serupa rumah tradisionalbangsawan Jawa.Elemen Arsitektur signifikan: Pendopo (terbuka, atap limasan, struktur rangka kayu), Banguan Utama(semi tertutup, tata ruang rumah Jawa), Gerbang Utama, pagar muka/ cepuri, gerbang samping,ornamen/dekorasi (kebenan, saton, wajikan, lung-lungan, padma, peksi garuda, kaligrafi dan wuwungatap).Implementasi pelestarian: Perawatan rutin pada semua bagian bangunan, Adaptasi pada Pendopo(area gamelan ditengah ruangan di bawah atap puncak, kaca pelindung dinetralkan), adaptasiBangunan Utama (optimalisasi penerangan alami), konsolidasi gerbang samping (penguatan).Kata kunci: Fungsi, bentuk, makna, signifikan, implementasi.
PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK KEMIRI Ariestya Arlene
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.248 KB)

Abstract

Kemiri merupakan tanaman asli Kepulauan Hawaii. Tanaman ini kemudian tersebar ke beberapa negara, salah satunya Indonesia. Di Indonesia, kemiri dapat tumbuh dengan subur dan menjadi komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. Bagian tanaman yang dikenal oleh masyarakat adalah bijinya, yang biasa digunakan sebagai bumbu masak. Di samping itu, biji kemiri tergolong biji dengan kandungan minyak yang tinggi, yaitu 50 – 66% dari berat biji. Minyak kemiri telah digunakan dalam skala kecil sebagai penyubur rambut, bahan kosmetik, bahan pelapis cat, dan bahan pembuat pernis. Dengan penelitian yang lebih mendalam, minyak kemiri diharapkan dapat diaplikasikan dengan lebih luas dalam masyarakat. Penelitian sebelumnya tentang minyak kemiri telah memberikan hasil mengenai temperatur dan kondisi umpan yang optimum untuk memperoleh minyak kemiri dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Pada penelitian ini akan dilakukan pemanfaatan minyak kemiri yaitu pembuatan sabun. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mempelajari pengaruh pembuatan sabun dengan dan tanpa pemecahan minyak menjadi asam lemak terhadap perolehan sabun, mempelajari rasio minyak / asam lemak terhadap basa terhadap perolehan sabun, dan mempelajari pengaruh penambahan NaCl terhadap karakteristik sabun. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah pembuatan sabun dari minyak kemiri dengan variasi dengan dan tanpa perlakuan awal. Perlakuan awal yang akan dilakukan adalah pemecahan trigliserida menjadi asam lemak. Variasi lain yang akan dilakukan adalah konsentrasi KOH, etanol, dan NaCl. Kemudian sabun yang dihasilkan akan dianalisis tingkat keasaman dan kekerasannya. Kesimpulan yang diperoleh adalah pemecahan asam lemak memiliki pengaruh yang kecil terhadap perolehan sabun. Perolehan sabun tertinggi diperoleh pada jumlah NaOH tidak berlebih pada suhu reaksi 75oC. Penambahan NaCl yang menghasilkan perolehan tertinggi pada kadar 5%.
PELATIHAN GURU FISIKA 2014 Elok Fidiani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.147 KB)

Abstract

Pelatihan Guru Fisika (PGF) merupakan acara rutin yang diadakan oleh Program Studi Fisika, Universitas Katolik Parahyangan sebagai wujud pengabdian para dosen untuk memberi pelatihan kepada para Guru Fisika Indonesia. Pelatihan Guru Fisika (PGF) 2014 memusatkan perhatian pada bidang termodinamika. PGF 2014 dilaksanakan selama 3 hari dan dibagi dalam 6 sesi yang terdiri dari 3 sesi materi tentang teori termodinamika (Hukum ke-0 , hukum pertama dan kedua Termodinamika), 2 sesi perakitan alat (membuat spectrophotometer sederhana dan stirling engine) dan 1 sesi diskusi yang merupakan sesi terakhir untuk mengulas keseluruhan acara PGF dari hari pertama sampai terakhir. Peserta PGF 2014 berjumlah 41 orang yang terdiri dari guru-guru SMP / SMA dan mahasiswa S1 / S2 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia (Sumatera, Jawa dan Bali). Dari angket yang kami bagikan, sebagian besar peserta merasa puas dengan adanya kegiatan PGF 2014 karena merasa terbantu untuk kegiatan pembelajaran mereka selanjutnya. Dari angket yang kami sebarkan, sekitar 80 % peserta mengajukan usulan untuk melaksanakan PGF yang akan datang dengan tema “Listrik & Magnet”. Secara keseluruhan acara PGF 2014 berjalan dengan lancar dan sukses.  

Page 7 of 27 | Total Record : 270