cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
KONSULTASI TEKNIS PEMBANGUNAN MASJID Kasus Studi : Masjid Kompleks Perumahan GRIYA INTAN ASRI GARUT Purnama Salura; Bachtiar Fauzy; Sylvia Agustine Maharani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.712 KB)

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kompleks Perumahan Griya Intan Sari Garut. Masjid dilihat dari fungsinya bukan hanya tempat ibadah saja tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas dalam sebuah permukiman. Namun, pengembang merasa tidak punya kompetensi untuk merancang mesjid berserta fasilitasnya. Ini disebabkan karena perancangan masjid mempunyai aturan-aturan tertentu yang baku sesuai persyaratan akidah agama Islam.Menyikapi permasalahan akan kebutuhan warga Kompleks Perumahan Griya Intan Asri dan berlandas pada situasi serta permasalahan spesifik, diusulkan pembangunan menggunakan sistem Fast track. Dengan demikian perancangan dapat berjalan paralel dengan pelaksanaan di tempat. Dengan dilandasi pertimbangan-pertimbangan akidah-akidah agama Islam.
PENGARUH PRETREATMENT SACCHAROMYCES CEREVICEAE DAN SUHU ENKAPSULASI DALAM ENKAPSULASI EKSTRAK TEMULAWAK DENGAN SACCHAROMYCES CEREVICEAE Katherine Katherine; Asaf Kleopas Sugih
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.462 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan meningkatkan nilai tambah tumbuhan herba lokal Indonesia, yaitu temulawak. Ekstrak temulawak mudah rusak bila terkena paparan sinar matahari, pH dan udara. Untuk memperpanjang waktu penyimpanan ekstrak temulawak, ekstrak dienkapsulasi dalam medium enkapsulasi. Medium enkapsulasi yang dipilih adalah ragi Saccharomyces cereviceae dengan mempertimbangkan proses enkapsulasi dengan ragi relatif sederhana dengan menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan murah.Pada penelitian ini akan dipelajari pengaruh pretreatment ragi dalam proses enkapsulasi dan pengaruh suhu enkapsulasi terhadap enkapsulasi ekstrak temulawak. Selain itu parameter enkapsulasi, yaitu konsentrasi yeast dan suhu enkapsulasi akan dipelajari menggunakan kurkumin murni. Efisiensi proses enkapsulasi dan yield proses enkapsulasi diperkirakan dengan mengukur kadar kurkumin yang ada di dalam mikrokapsul ragi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan kurkumin murni dapat dienkapsulasi dengan yeast. Adapun % EE dan % EY kurkumin murni ditentukan oleh konsentrasi yeast dan suhu enkapsulasi.Semakin tinggi konsentrasi yeast, semakin tinggi % EE dan % EY. % EE dan % EY ekstrak temulawak bergantung pada suhu enkapsulasi dengan suhu optimum adalah pada 45 °C. Analisis profil pelepasan kurkumin menunjukkan bahwa kurkumin dilepaskan secara bertahap di dalam waktu beberapa jam. Selain itu kelarutan kurkumin dari kurkumin murni dan ekstrak temulawak meningkat setelah dienkapsulasi.
BUDAYA TEKTONIK TAMKESI TIMOR TENGAH, NUSA TENGGARA TIMUR Yenny Gunawan; Emanuel Agung W
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.69 KB)

Abstract

Dalam dunia arsitektur Indonesia, budaya tektonik belum banyak ditelaah. Kata arsitektur berasal dari kata archi (master atau chief) dan tekton (kata benda), yang berarti tukang kayu (carpenter) atau builder. Sebagai koresponden kata benda tekton adalah kata kerja tektainomai yang mengacu pada the craft of carpentry and the use of axe (Frampton, Kenneth). Dari kata kerja inilah, peran builder berkembang dan muncullah istilah architekton atau master builder. Dengan demikian, kata tektonik terkait tidak hanya pada konstruksi, tetapi juga pada seni: tektonik adalah ‘the art of joining’. Jadi tektonik tidak hanya terkait pada produknya, tetapi juga prosesnya.Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penelitian akan terfokus pada proses pembangunan sonaf (istana) kaisar di desa adat Tamkesi yang akan dibangun pada tahun ini. Kejadian ini mungkin hanya terjadi dalam 50 tahun sekali. Desa ini dipilih karena desa ini masih cukup jauh dari pasar terdekat (2 jam memakai mobil). Oleh karena itu, keaslian desa ini masih terjaga. Mereka juga masih mempunyai sistem sosial yang terkait pada sistem pembangunan sonaf tersebut. Di sana, terdapat 2 (dua) suku yang bertanggungjawab untuk membangun sebuah bangunan adat. Dua suku tersebut adalah suku Paisannanu dan Belsikone. Dua suku ini dapat dipandang sebagai tukang atau master builder-nya. Oleh karena itu, penelaahan tektonik sebagai the art of joining dari proses pembangunan istana / sonaf tersebut dipandang tepat.Penelitian ini akan dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama, studi di lapangan yang terdiri dari 2 tahap: dokumentasi proses pembangunan sonaf kaisar di desa Tamkesi dan interview dengan 2 tetua dari suku Paisannanu dan Belsikone yang merupakan 2 suku yang bertugas untuk membangun. Bagian kedua, studi literatur mengenai budaya tektonik, terutama dari buku Kenneth Frampton yang berjudul Studies on Tectonic Culture. Studi literatur ini akan berfungsi sebagai pembanding budaya tektonik yang didapat dari lapangan. Bagian terakhir, analisa dan rumusan budaya tektonik masyarakat Tamkesi.Kata Kunci: budaya tektonik, Tamkesi.
ESTETIKA STRUKTUR BAMBU PEARL BEACH LOUNGE, GILI TRAWANGAN, LOMBOK Anastasia Maurina; Danna Christina
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6016.89 KB)

Abstract

Fungsi utama sebuah struktur adalah sebagai sistem mekanikal yang berfungsi sebagai menyalurkan beban,, namun fungsi struktur suatu bangunan tidak hanya itu saja tetapi juga sebagai ekspresi keindahan dari spasial arsitekturalnya. Pada bangunan dimana strukturnya adalah arsitektur itu sendiri, maka estetika bangunan dapat dicapai melalui estetika struktur. Material yang digunakan sebagai material struktural dan non-struktural akan membawa pesan tersendiri dan keindahan akan datang ketika perancang memberikan penghargaan terhadap material itu sendiri. Dengan mengkaji estesika struktur bangunan bambu, diharapkan pesan yang dibawa oleh struktur dan material tersebut akan meningkat penilaian bambu di masyarakat. Permasalahan yang diteliti pada penelitian ini adalah kaidah-kaidah untuk mengkaji estetika struktur serta peran struktur dan material bambu dalam menciptakan estetika struktur bambu pada bangunan.Pearl Beach Lounge merupakah sebuah bangunan yang dirancang dengan memanfaatkan potensi bambu sebagai material struktural dan non struktural. Seluruh strukturnya diekspose sehingga dapat dijadikan objek penelitian untuk dianalisis estetika struktur bamboo.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan didahului penelitian kepustakaan mengenai kaidah-kaidah kajian estetika struktur. Studi kepustakaan ditujukan untuk mengkaji teori-teori yang ada mengenai teori estetika umum, teori bentuk arsitektur dan teori struktur serta peran material dalam menghasilkan estetika struktur dan mengkaitkan teori-teori tersebut untuk dapat menghasilkan kaidah-kaidah kajian estetika struktur bambu, yaitu: estetika kesatuan struktur dan bentuk, estetika kesatuan struktur dan ruang, estetika kompleksitas bentuk elemen dan detail struktural serta estetika intensi struktur. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan mengenai perancangan struktur bambu yang dapat meningkatkan nilai estetika bangunan. Perancang dapat memanfaatkan keilmuan ini untuk terus mengembangkan arsitektur bambu dengan karya-karya yang estetis. Dari hasil karya-karya tersebut diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat mengenai material bambu dan kemudian memanfaatkannya sebagai material konstruksiKata kunci: estetika, struktur, bambu
PENENTUAN VISKOSITAS DAN SIMULASI MUDFLOW SUKARESMI-CIANJUR BERDASARKAN HASIL FLOW BOX TEST Budijanto Widjaja; Paulus P Raharjo; Wahyuning Aila; Nessiana Novita
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.784 KB)

Abstract

Di Indonesia ini seperti yang kita ketahui banyak daerah yang rawan Mudflow merupakan bentuk perpindahan material tanah yang berupa aliran tanah pada tanah berbutir halus jenuh air. Mudflow terjadi saat tanah berada pada kondisi viscous liquid atau nilai indeks kecairan lebih dari 1. Mudflow yang terjadi di Sukaresmi, Cianjur pada Januari 2013 akan dianalisis pergerakannya dari daerah inisiasi hingga berhenti di daerah deposisi menggunakan bantuan program FLO-2D dengan parameter reologi berupa viskositas () dan yield stress (y) yang didapatkan dari hasil uji Flow Box. Simulasi akan dilakukan pada 3 Skenario berbeda, yaitu saat kadar air (w) lebih kecildari batas cair (LL), wsama dengan LL, dan wlebih besar dari LL. Sehingga dapat dilakukan suatu verifikasi dan validasi hasil uji Flow Box menggunakan program FLO-2D. Dari hasil simulasi program dapat diketahui bahwa mudflow terjadi saat kadar air sama dengan atau melebihi batas cair, dan nilai parameter reologi berpengaruh terhadap perilaku aliran mudflow. Kata kunci: Mudflow, kadar air, batas cair, FLO-2D, viskositas, yield stress
IDENTIFIKASI DAN SEGMENTASI KESADARAN LINGKUNGAN KONSUMEN DAN PRODUSEN TERHADAP PRODUK BERKEMASAN Catharina B Nawangpalupi; Frans Konstantius Pratama
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.033 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan karakteristik konsumen dan produsen di Bandung terhadap produksi dan konsumsi produk berkemasan didasarkan pada tingkat kesadaran akan lingkungan. fokus penelitian adalah untuk penggunaan kemasan kantung plastik kresek dan upaya penguragan penggunaan kemasan tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan menentukan sejauh mana konsumen sadar untuk mengurangi kemasan tersebut dan sejauh mana konsumen mengharapkan produsen menyediakan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu dilakukan identifikasi jenis konsumen dan segmentasi konsumen berdasarkan tingkat kesadaran akan dampak lingkungan.Penelitian menunjukkan penggunaan kemasan berhubungan dengan kesadaran lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumen ingin mengurangi penggunaan kantung plastik kresek dan mengharapkan peran serta produsen atau toko.
PERANCANGAN GEREJA ST. GABRIEL BANDUNG Mimie Purnama; Rahadhian Prajudi Herwindo; Y. Basuki Dwisusanto; Sanjaya Hartanto; Kiki Amelia Putri; Stephanie Adryan; Lilian Setiawan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16682.303 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian dengan judul PERANCANGAN BANGUNAN GEREJASANTO GABRIEL ini, ditujukan untuk membuat rancangan bangunan baru bagi Gereja Santo Gabriel diatas lahan seluas lebih dari tiga ribu meter persegi, yang letaknya bersebelahan dengan bangunan Gereja Santo Gabriel yang ada sekarang ini.Bangunan Gereja St Gabriel yang ada sekarang dirasakan sudah tidak dapat lagi menampung kebutuhan yang ada, seperti kapasitas tempat duduk, ruang-ruang untuk menunjang kegiatan beribadah dan kenyamanan termal, visual dan audial nya. Sehingga diputuskan untuk membangun Gereja Santo Gabriel dengan rancangan baru yangdisesuaikan dengan perkembangan kebutuhannya.Rancangan baru Gereja St. Gabriel dialokasikan dapat menampung seributempat duduk di ruang dalam gereja. Bila diperlukan, ada teras lantai dasar di ruang luar bangunan yang cukup untuk menampung dua ratus sampai tiga ratus kursi disana. Bangunan Gereja ini juga dilengkapi dengan ruang basement yang direncanakan untuk menampung kegiatan penunjang beribadah lainnya.Kenyamanan termal dan visual dirancang dengan pendekatan disain pasif yang artinya lebih memerdayakan energi alami seperti angin, cahaya matahari dan tanaman untuk mendapatkan kenyamanan termal dan visual kedalam ruangan gereja.Sedang bentuk bangunan gereja diilhami oleh bangunan tradisional sundadengan atap lebar yang menaungi, dinding-dinding bangunan yang bebas membawa udara segar masuk ke dalam ruangan dan kaki bangunan yang cukup tinggi mengangkat lantai dasar dari muka tanah.Selebihnya seperti bangunan-bangunan ibadah lainnya, ruangan Gereja St. Gabiel ini, dikondisikan oleh desain interiornya agar umat mendapat kenyamanan lahir dan bahtin yang optimal dalam menjalankan ibadahnya. Semoga apa yang direncanakan ini, sungguh juga atas kehendakNYA, amin.  
SUATU STUDI : SOLUSI MASALAH NILAI AWAL DENGAN METODE PEMBAGI BEDA Maria Anestasia; Iwan Sugiarto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.941 KB)

Abstract

Persamaan diferensial linear adalah salah satu alat utama yang digunakan untuk aplikasidalam pemodelan matematika dan analisis di banyak macam sistem dinamik. Olehkarena itu, banyak ditemukan solusi dengan berbagai macam metode. Dalam laporanini akan diperkenalkan metode baru untuk solusi persamaan diferensial linear koefisienkonstan dan sistem persamaan diferensialnya. Metode yang digunakan adalah fungsionalpembagi beda. Solusi persamaan diferensial linear koefisien konstan homogen yangberbentuk sederhana juga dapat dilakukan dengan menggunakan program Matlab.Kata-kata kunci: persamaan diferensial linear, koefisien konstan, fungsional pembagibeda
KOMUNITAS BELAJAR BERBASIS MEDIA JEJARING SOSIAL Agus Sukmana
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2157.734 KB)

Abstract

Kegiatan orangtua mendampingi anak belajar di rumah merupakan kegiatan rutin yang mereka lakukan. Namun pada umumnya orang tua tidak siap untuk membantu putera-puteri mereka belajar di rumah. Ketidaksiapan orang tua ini seringkali diungkapkan dengan memberi respon negatif sebagai mata pelajaran sulit dan dihindari. Program Komunitas Ibu Belajar Matematika yang diselenggarakan oleh Program Studi Matematika UNPAR sejak tahun 2012 telah membantu para orang tua untuk mempersiapkan diri mendampingi anak belajar Matematika Dirumah. Namun program ini belum menjangkau para orang tua yang bekerja, atau orang tua yang akrab dengan perangkat TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pemanfaatan perangkat TIK dan Media Sosial sebagai sarana pembelajaran dalam komunitas orang tua siswa sekolah dasar yang bersifat informal. Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya model komunitas belajar berbasis media sosial dan diseminasi pada forum ilmiah. Hasil ekplorasi terhadap pemanfaatan media sosial facebook sebagai Learning Management System (LMS) sederhana telah memadai bagi komunitas untuk berdiskusi, berinteraksi, mengekplorasi permasalahan dalam mendampingi anak belajar (khususnya mata pelajaran Matematika) di rumah. Model komunitas belajar berbasis media sosial membuka peluang untuk diterapkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat .
EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE YIP Arry Miryanti; Jenny Novianti; Hwei Liang
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.594 KB)

Abstract

Minyak atsiri merupakan produk olahan hasil distilasi rimpang jahe yang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan aditif parfum, antiseptik, obat – obatan, dan kosmetik. Selama ini ampas jahe sisa distilasi tidak diolah lebih lanjut dan langsung dibuang ke lingkungan sebagai limbah. Oleh karena itu pada penelitian ini ampas jahe di diolah sehingga diperoleh oleoresin yang memiliki nilai jual tinggi dengan ekstraksi padat – cair. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perlakuan awal ampas jahe dan pengaruh rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol (F : S) dalam proses ekstraksi padat-cair terhadap yield oleoresin serta mempelajari apakah ada interaksi antara perlakuan awal ampas jahe dan rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi padat – cair (leahing) antara ampas jahe sisa distilasi menggunakan pelarut etanol 95 % yang dikontakkan secara perkolasi. Metode penelitian yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu perlakuan awal, penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada perlakuan awal dilakukan pembuatan bubuk jahe dan ampas jahe sisa distilasi. Pada penelitian pendahuluan dilakukan penentuan kadar oleoresin total dalam ampas jahe kering dengan ekstraksi soxhlet dan penentuan waktu kesetimbangan ekstraksi. Sedangkan pada penelitian utama dihitung yield oleoresin pada berbagai variasi perlakuan awal ampas jahe (dioven, dijemur matahari dan tanpa perlakuan) serta variasi rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol (F : S) sebesar 1 : 4, 1 : 6, 1 : 8, dan 1 : 10. Pada penelitian ini dilakukan analisis indeks bias, analisis kadar air, analisis tingkat kepedasan atau SHU (scoville heat unit) serta analisis ekonomi dan kelayakan usaha.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kandungan oleoresin total dalam ampas jahe adalah 31,06% dan waktu kesetimbangan ekstraksi adalah 130 menit. Perlakuan awal ampas jahe dan F : S berpengaruh terhadap yield oleoresin serta terdapat interaksi antara kedua variasi tersebut. Yield oleoresin terbesar (39,33%-berat) diperoleh dari variasi ampas jahe tanpa perlakuan dan F : S sebesar 1 : 10 yang memberikan nilai kepedasan scoville heat unit sebesar 150.000. Namun kualitas oleoresin terbaik (nilai kepedasan SHU tertinggi = 200.000) diperoleh pada yield terendah (18,86%), yaitu pada F : S = 1 : 4 dan perlakuan awal ampas jahe yang dioven. Jadi semakin tinggi yield oleoresin maka kualitas kepedasan yang dihasilkan semakin rendah.

Page 8 of 27 | Total Record : 270