cover
Contact Name
Kukuh Pribadi
Contact Email
kukuhpribadi@unmuhjember.ac.id
Phone
+6283128337082
Journal Mail Official
jurnal.mediakom@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Jember, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Gedung B, Lantai 3 Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia Telp : (0331)336728 | 337957
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 25801899     EISSN : 26565706     DOI : https://doi.org/10.32528/mediakom.v7i02
Core Subject : Education,
MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi adalah jurnal ilmu komunikasi nasional peer-review yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember dua kali setahun. Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya berdasarkan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk umum mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Tujuan jurnal ini adalah untuk memberi tempat bagi akademisi dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitian, ulasan artikel, dan ulasan buku yang asli. Artikel pada dasarnya berisi topik tentang Ilmu Komunikasi di semua aspek. Artikel ilmiah yang membahas Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Public Relations, Marketing Public Relations, dan Isu-isu terkait New Media dipersilahkan. Mediakom tersedia dalam bentuk cetak dan versi online.
Articles 64 Documents
ARGUING PRESIDENT SUBIANTO’S NARRATIVE ON OPPOSITION: BETWEEN ANDERSON, MACHIAVELLI, AND BOURDIEU’S CAPITAL Azzumar Adhitia Santika; Ari Santoso Widodo
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

President Prabowo Subianto stressed that the concept of opposition originates from Western culture and is not part of Indonesia’s political culture framework, a statement made during his early months as president. To reflect this view, he formed a large cabinet, even appointing a former presidential election rival as a coordinating minister. This observation study re-examines Prabowo’s assertion by analyzing it through Benedict Anderson’s perspective on the concept of Power in Javanese culture, Niccolò Machiavelli’s teachings on political power, and also Pierre Bourdieu's Theory of Capital. The findings reveal that Prabowo’s statement aligns with Anderson’s view, which posits that Power in Javanese culture is absolute, leaving little room for opposition. Similarly, Machiavelli, a prominent Western philosopher, advocates securing power without interference, opposing the concept of opposition to maintain sovereignty. These findings challenge Prabowo’s claim that opposition is solely a Western concept. Furthermore, the authors argue that Prabowo’s political narrative is inseparable from the accumulation of capital he possesses—particularly cultural, social, and symbolic capital—as framed by Pierre Bourdieu’s framework, rather than a genuinely rooted and robust political philosophy. Therefore, we argue that his statement serves as a political public relations strategy to legitimize his expansive cabinet and consolidate power.
MAKNA KEKECEWAAN DALAM LIRIK LAGU JANJI PALSU KARYA BASKARA PUTRA (HINDIA): STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Rafi Farrel Ariyanta
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna kekecewaan dalam lirik lagu “Janji Palsu” karya Hindia menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tujuannya untuk mengungkap makna emosional dan kritis yang tersirat melalui tanda-tanda dalam lirik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan studi literatur, lalu dianalisis berdasarkan konsep representamen, objek, dan interpretant dari Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mengandung tanda-tanda kekecewaan terhadap kehidupan, kesuksesan, dan realitas sosial. Ungkapan seperti “sukses hanya dipinjamkan” dan “janji palsu dunia” merefleksikan konflik batin dan kritik terhadap ketidakpastian hidup. Pendekatan semiotika terbukti efektif mengungkap makna emosional dalam lirik lagu. Secara keseluruhan, Janji Palsu berfungsi sebagai teks budaya yang merefleksikan kegelisahan sosial serta kritik terhadap nilai yang membentuk cara individu memaknai kesuksesan dan kehidupan.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KESENIAN TRADISIONAL WAYANG DI KABUPATEN JEMBER Hery B Cahyono; Lailiya Nur Rokhman
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan salah satu kesenian tradisional yang mengandung nilai-nilai moral, etika, dan budaya yang diwariskan lintas generasi. Namun, perkembangan era digital dan perubahan pola konsumsi media memengaruhi cara generasi muda mengapresiasi kesenian tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, khususnya Generasi Z, terhadap kesenian wayang di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan survei daring melalui pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap nilai-nilai budaya dalam wayang, namun keterlibatan mereka dalam pertunjukan langsung sangat rendah. Mayoritas responden menilai wayang masih relevan di era digital dengan syarat melakukan inovasi penyajian melalui media sosial dan pengemasan modern. Faktor pembentuk persepsi meliputi minat pribadi, pengalaman budaya, paparan media, dan lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi budaya yang inovatif agar wayang tetap relevan bagi generasi muda.
ETIKA VISUAL DALAM REPRESENTASI SIMULACRA PADA VISUAL AI YANG MENGHIDUPKAN FIGUR DARI FOTO LAMA Adela ananta; Kukuh Pribadi
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bidang visual telah memunculkan fenomena rekonstruksi foto lama yang mampu menghidupkan kembali figur manusia, termasuk individu yang telah meninggal dunia. Fenomena ini banyak ditemukan pada platform media sosial TikTok dan menimbulkan persoalan mengenai batas antara realitas, simulasi visual, serta etika representasi. Visual AI tidak hanya berfungsi sebagai media kreatif, tetapi juga membentuk simulacra yang menciptakan realitas visual baru dan memengaruhi pemaknaan audiens secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simulacra pada visual Artificial Intelligence yang menghidupkan kembali figur dari foto lama serta mengkaji penerapan etika visual dalam proses penciptaan dan pemaknaan visual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap lima konten visual AI rekonstruksi foto lama di platform TikTok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori simulacra dan perspektif etika visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual AI membentuk simulacra yang bersifat hiperreal, di mana visual tidak lagi merepresentasikan realitas faktual, melainkan menciptakan realitas imajiner yang diterima secara emosional oleh audiens. Dari sisi etika visual, proses produksi visual AI mengandung persoalan etis terkait manipulasi visual dan ketiadaan izin figur yang direpresentasikan, namun dalam pemaknaan audiens visual tersebut dipahami sebagai ekspresi simbolik nostalgia dan emosi personal kolektif.