cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
greenation.info@gmail.com
Phone
+6281210467572
Journal Mail Official
greenation.info@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten. A. Hasan, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36361, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Greenation Sosial dan Politik
Published by Greenation Publisher
ISSN : 29859425     EISSN : 29859433     DOI : https://doi.org/10.38035/jgsp
Core Subject : Social,
Jurnal Greenation Sosial dan Politik (JGSP) adalah jurnal peer-review dan akses terbuka, yang didirikan pada tahun 2023. Diterbitkan empat kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) dikelola dan diterbitkan oleh Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National. Jurnal ini berusaha untuk menerbitkan artikel penelitian asli tentang isu-isu sosial dan politik termasuk sosiologi, politik, kebijakan publik, kewarganegaraan, administrasi publik, pembangunan sosial, pemerintahan, demokrasi, agama dan politik, radikalisme dan terorisme, isu gender, dan sosiologi agama.
Articles 123 Documents
Peran Konten “I Can Fix That” @Nadyabels Dalam Mengatasi Masalah Kecantikan Wajah Indah Nurilah; Siti Khumayah; Farida Nurfalah
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Februari - April 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v4i1.611

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena beauty influencer yang berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat tentang kecantikan salah satunya @nadyabels dengan konten khas “I Can Fix That” yang menampilkan solusi atas permasalahan wajah melalui platform tiktok. Kekhasan konten @nadyabels terletak pada penggunaan sound “I Can Fix That” dengan gaya penyampaian berbisik yang menciptakan kesan personal, didukung format visual yang minim narasi konten @nadyabels berperan signifikan dalam membentuk persepsi followers mengenai tata cara penggunaan makeup dengan menanamkan keyakinan bahwa setiap permasalahan kecantikan wajah dapat diatasi melalui teknik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding @nadyabels, memahami peran konten “I Can Fix That” dalam membentuk persepsi followers tentang tata cara penggunaan makeup, dan mengungkap dinamika interaksionisme simbolik yang terjadi antara @nadyabels dan followers. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif penelitian ini menganalisis konten berdasarkan teori personal branding Peter Montoya dan interaksionisme simbolik George Herbert Mead. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima informan followers aktif @nadyabels dan observasi konten tiktok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding @nadyabels mengimplementasikan delapan konsep Peter Montoya secara baik dengan permasalahan wajah terlebih dahulu kemudian menawarkan solusi.
Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Melalui Penerapan Mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice) Ruddy Ricardo Rompas; Faisal Santiago
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Februari - April 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v4i1.612

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam praktiknya tidak terlepas dari potensi munculnya sengketa medis antara pasien dengan tenaga medis maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Sengketa tersebut umumnya berkaitan dengan dugaan kelalaian medis, malpraktik, kesalahan diagnosis, ataupun ketidakpuasan pasien terhadap hasil pelayanan medis yang diberikan. Dalam beberapa tahun terakhir, penyelesaian sengketa medis di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkatnya penggunaan jalur litigasi, bahkan tidak jarang langsung dibawa ke ranah hukum pidana tanpa melalui mekanisme penyelesaian profesi maupun alternatif penyelesaian sengketa terlebih dahulu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kriminalisasi terhadap tenaga medis yang pada akhirnya dapat mempengaruhi independensi profesional serta kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam sistem hukum kesehatan di Indonesia serta mengkaji penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice) sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian sengketa medis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan restorative justice memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam penyelesaian sengketa medis karena menekankan pada dialog, rekonsiliasi, serta pemulihan hubungan antara tenaga medis dan pasien. Pendekatan ini tidak hanya memberikan ruang bagi pemulihan kerugian yang dialami pasien, tetapi juga memberikan perlindungan hukum bagi tenaga medis dari potensi kriminalisasi yang tidak proporsional. Penerapan mekanisme keadilan restoratif dalam sengketa medis juga sejalan dengan prinsip musyawarah untuk mufakat yang menjadi nilai dasar dalam sistem hukum Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi serta mekanisme kelembagaan yang mampu mengintegrasikan pendekatan restorative justice dalam sistem penyelesaian sengketa medis guna mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih adil, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh pihak.
Reformulasi Sistem Keamanan Syariah Indonesia: Integrasi Lembaga Rahn dengan Hak Preferensial dan Droit de Suite Corna Gumanti, Zuwanna; Soelistyo Budi, Henry; Ul Haq, Hayyan
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Februari - April 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v4i1.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan hukum rahn dalam sistem hukum jaminan di Indonesia serta merumuskan kembali konsep rahn sebagai instrumen jaminan yang mampu memberikan kepastian hukum dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahn belum diakui sebagai hak kebendaan dalam hukum positif, sehingga tidak memiliki hak preferen, prinsip droit de suite, maupun kekuatan eksekutorial, yang berdampak pada rendahnya kepastian hukum serta terbatasnya pemanfaatan dalam pembiayaan syariah. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi rahn sebagai bentuk hak jaminan hibrida yang memungkinkan pengakuan terbatas terhadap hak kebendaan melalui pengaturan pendaftaran, memperkuat kedudukan hukum pihak ketiga, serta membentuk mekanisme eksekusi berbasis prinsip syariah. Reformulasi ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara hukum syariah dan hukum positif, sehingga meningkatkan efektivitas sistem pembiayaan syariah di Indonesia

Page 13 of 13 | Total Record : 123