cover
Contact Name
Tarmizi Thalib
Contact Email
tarmizi.thalib@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342566230
Journal Mail Official
karakter.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi Universitas Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Psikologi Karakter
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 27989070     EISSN : 27985644     DOI : https://doi.org/10.56326/jpk.v2i2
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Karakter menerbitkan artikel yang pada bidang Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial dan lain-lain. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 386 Documents
Pengaruh Fatherless terhadap Loneliness pada Dewasa Awal Wayan Awalia Farthanie N. Daaly; Titin Florentina Purwasetiawatik; Sitti Syawaliyah Gismin
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/xwd3x207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fatherless terhadap loneliness pada dewasa awal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah individu berusia 18-25 tahun dan memiliki ayah yang masih hidup dengan jumlah sampel 351 mahasiswa menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket dengan Instrumen yang digunakan adalah Fatherless Involvement Scale oleh Green, Halle, LeMenestrel & Moore (2001) yang telah diadaptasi oleh Sutanto dan Suwarto (2019) terdiri dari 20 aitem dan UCLA Loneliness Scale version 3 yang telah dikembangkan oleh Russel (1996) kemudian diadaptasi oleh Shelyne (2023) yang terdiri dari 12 aitem. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara fatherless dan loneliness pada dewasa awal dengan nilai R square sebesar 0.060, hal ini menunjukkan bahwa sekitar 6% kontribusi fatherless terhadap loneliness.
Kecanduan Judi Online pada Dewasa Awal di Kota Makassar: Studi Deskriptif Wafiq Tri Putra; A. Nur Aulia Saudi; Puji Rahayu
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/27v8jy74

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong meningkatnya praktik judi online di kalangan masyarakat, termasuk pada kelompok dewasa awal yang berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap perilaku berisiko. Keterlibatan yang berulang dalam aktivitas ini berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan finansial individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecanduan judi online pada dewasa awal di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif terhadap 1258 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kecanduan judi online yang disusun berdasarkan konsep Kalkan dan Griffiths (2021) serta telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori kecanduan sedang. Ditinjau dari karakteristik demografis, responden didominasi oleh laki-laki dengan rentang usia 21–23 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam judi online pada dewasa awal tergolong tinggi dan berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif yang lebih serius apabila tidak dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui peningkatan kontrol diri dan kesadaran terhadap risiko judi online. 
Peran Hardiness dalam Mengelola Stres Kerja di Kalangan Anggota Polri Bagian Reserse Chandra David Buana Supriyadi; Muh. Fitrah Ramadhan Umar; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/c77vtf06

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu tantangan psikologis yang sering dihadapi oleh anggota Polri, terutama mereka yang bertugas di bagian reserse. Tekanan kerja yang tinggi, tuntutan tugas yang kompleks, serta eksposur terhadap situasi berisiko dapat meningkatkan tingkat stres yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan kinerja individu. Salah satu faktor yang dapat membantu mengatasi stres kerja adalah kepribadian hardiness, yaitu karakteristik psikologis yang mencerminkan kemampuan individu untuk tetap tangguh dalam menghadapi tekanan. Kepribadian hardiness, yang terdiri dari aspek komitmen, kontrol, dan tantangan, diyakini sebagai faktor pelindung yang dapat membantu individu mengelola stres dengan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian hardiness terhadap stres kerja pada anggota Polri bagian reserse di Polda Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 142 anggota Polri bagian reserse di Polda Sulawesi Selatan yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui skala kepribadian hardiness oleh Moreno-Jiménez, Rodríguez-Muñoz, Hernández, dan Blanco dan skala stres kerja oleh Robbins dan Judge, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kepribadian hardiness terhadap stres kerja (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat kepribadian hardiness yang dimiliki anggota Polri, semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Sebaliknya, individu dengan tingkat kepribadian hardiness yang rendah cenderung mengalami stres kerja yang lebih tinggi.
Gambaran Kebahagian Pada Remaja di Kota Makassar Andi Assyurah Nilakandi; A. Nur Aulia Saudi; Muh. Fitrah Ramadhan Umar
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/ej7cne17

Abstract

Kebahagiaan merupakan salah satu aspek penting dalam kesejahteraan psikologis individu, terutama pada masa remaja yang merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kebahagiaan pada remaja di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah 438 remaja dengan rentang usia 12-18 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kebahagiaan yang dikembangkan berdasarkan teori Seligman (2005), yang mencakup tiga dimensi utama: life of meaning, life of pleasure dan life of engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan remaja di Kota Makassar berada dalam kategori rendah, dengan nilai rata-rata 79,1. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosial, ekonomi, dan dukungan emosional dari keluarga serta lingkungan juga memiliki peran penting dalam membentuk tingkat kebahagiaan remaja.
Perbedaan Sikap terhadap Pernikahan berdasarkan Jenis Kelamin Dias Tuti Rante Tandung; Sri Hayati; Arie Gunawan Hazairin Zubair
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/br8x7c93

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada fase dewasa awal.  Pada usia 20-40 tahun, individu memilih pasangan hidup, membangun keluarga, dan merawat anak. Sikap terhadap pernikahan mencerminkan pandangan, harapan, serta keinginan seseorang untuk menikah. Sikap positif ditandai dengan dukungan dan keinginan untuk menikah, sementara sikap negatif cenderung menghindari atau menunda pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empiris adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan antara laki-laki dan perempuan pada dewasa awal. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala General Attitudes toward Marriage Scale (GAMS). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 402 dimana di antaranya 201 responden dengan jenis kelamin perempuan dan 201 responden dengan jenis kelamin laki-laki, metode analisis yang di gunakan yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis. Penelitian menunjukkan nilai signifikansi rata-rata sebesar 0,000, yang lebih rendah dari ambang signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan berdasarkan jenis kelamin.
Gambaran Stres Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Tana Toraja Indah Sarassang; Minarni Minarni; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/774rz641

Abstract

Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Guru merupakan salah satu elemen kunci dalam proses Pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005, guru didefinisikan sebagai pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dalam jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, serta pendidikan menengah dalam jalur pendidikan formal. Guru sekolah dasar memiliki peran sentral dalam proses pendidikan, karena mereka bertanggung jawab dalam membimbing serta mengembangkan potensi siswa secara optimal. Pada tahap ini, anak-anak memiliki karakteristik khas, seperti kegemaran bermain, aktif bergerak, bekerja dalam kelompok, serta belajar melalui pengalaman langsung. Banyaknya peristiwa yang terjadi pada guru di sekolah dasar dapat menyebabkan guru mengalami stres kerja. Penelitian ini berfokus pada stress kerja yang dialami oleh guru SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran stres kerja pada guru SD di Kecamatan Sangalla’ Selatan, Kabupaten Tana Toraja. Variabel pada penelitian ialah stress kerja. Responden pada penelitian ini ialah Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Sangalla Selatan, Tana Toraja yang sudah bekerja minimal selama 1 tahun sebanyak 80 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Robbins & Judge (2016). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan teknik analisis deskriptif sebagai teknik dalam menganalisis data. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan gambaran stress kerja pada guru SD di Kecamatan Sangalla Selatan Kabupaten Toraja berada pada kategori tinggi yakni sebanyak 36%.