cover
Contact Name
Tarmizi Thalib
Contact Email
tarmizi.thalib@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342566230
Journal Mail Official
karakter.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi Universitas Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Psikologi Karakter
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 27989070     EISSN : 27985644     DOI : https://doi.org/10.56326/jpk.v2i2
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Karakter menerbitkan artikel yang pada bidang Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial dan lain-lain. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 386 Documents
"Cinta atau Ketakutan": Studi Persepsi Pernikahan Generasi Z Pengguna TikTok Makassar Tri Riska Nur Hidaya; Andi Muhammad Aditya; A. Nur Aulia Saudi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/hf4wdb52

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pernikahan di kalangan Generasi Z pengguna media sosial TikTok di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan analisis wacana digunakan untuk mengkaji data berupa wawancara mendalam pada empat responden dan analisis wacana pada komentar TikTok pada konten tren marriage is scary. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan analisis komentar yang mengacu pada teori persepsi pernikahan Calhoun & Acocella (1990). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pernikahan terbentuk dari macam faktor, yakni pengalaman pribadi seperti perceraian orang tua, korban perselingkuhan tak hanya itu lingkungan sosial serta terpaan media sosial turut andil membentuk persepsi pernikahan. Memunculkan rasa takut, kekhawatiran dan sikap kritis terhadap jenjang pernikahan, namun sebagian responden masih memiliki harapan akan pernikahan yang bahagia.
Peran Grit dalam Pengambilan Keputusan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Makassar Aisyah Tri Oktaviani; Patmawaty Taibe; Sitti Syawaliyah Gismin
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/r48ck908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grit terhadap pengambilan keputusan karir pada mahasiswa akhir di Kota Makassar. Grit diartikan sebagai ketekunan dan konsistensi minat dalam mencapai tujuan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis agresi sederhana. Sampel penelitian berjumlah 414 mahasiswa akhir berusia 20–25 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Grit Scale (Duckworth, 2007) dan skala Pengambilan Keputusan Karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan karir (p <0,05). Sebagian besar mahasiswa akhir memiliki tingkat grit pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa mereka cukup gigih namun masih mengalami keraguan dalam menentukan pilihan karir. Temuan ini menegaskan bahwa grit merupakan faktor personal yang penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa akhir dalam merencakan masa depan karir mereka.
Deskripsi Hardiness pada Perawat Perempuan di Kota Makassar Zahra Aulia Narisha Ramadani; Nurhikmah Nurhikmah; Rahmat S. Bintang
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/q47qnz42

Abstract

Hardiness merupakan karakteristik kepribadian yang membantu individu bertahan dalam situasi penuh tekanan melalui tiga dimensi utama: komitmen, kontrol, dan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat Hardiness pada perawat perempuan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 390 perawat perempuan dari berbagai rumah sakit di Kota Makassar. Instrumen yang digunakan adalah Dispositional Resilience Scale (DRS-15) yang dikembangkan oleh Kobasa (1979) dan Maddi (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berada pada kategori sedang (77,7%), diikuti oleh kategori tinggi (13,6%) dan rendah (8,7%). Analisis berdasarkan karakteristik demografis menunjukkan bahwa perawat dengan usia lebih matang dan masa kerja lebih lama cenderung memiliki tingkat Hardiness lebih tinggi. Selain itu, perawat yang bekerja di ruang rawat inap dan ICU menunjukkan Hardiness lebih baik dibandingkan perawat di unit lain. Temuan ini menunjukkan bahwa Hardiness berperan sebagai faktor protektif penting dalam menghadapi tekanan kerja, meskipun sebagian besar perawat masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan penguatan dukungan psikologis dan organisasi.
Gambaran Sikap Gen Z terhadap Perilaku Homoseksual Di Kota Makassar Widya Bugis; Sitti Syawaliah Gismin; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pc0p2m78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap Generasi Z terhadap perilaku homoseksual di Kota Makassar ditinjau dari tiga komponen sikap, yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 252 responden yang merupakan individu Gen Z berusia 12–26 tahun dan berdomisili di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Sikap terhadap Homoseksual yang dikembangkan oleh Hanif Syafei (2017) berdasarkan teori Azwar (2022), terdiri dari 36 item dengan model skala Likert empat poin. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics 29.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Gen Z terhadap perilaku homoseksual berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 81,96. Sebanyak 68% responden memiliki sikap pada kategori sedang, 17% berada pada kategori rendah, dan 14% pada kategori tinggi. Berdasarkan aspek kognitif, mayoritas Gen Z memiliki pandangan yang cenderung menolak perilaku homoseksual; pada aspek afektif, mayoritas menunjukkan ambivalensi emosional antara rasa tidak suka dan keinginan untuk memahami; sedangkan pada aspek konatif, sebagian besar menunjukkan kecenderungan netral dalam tindakan terhadap individu homoseksual. Analisis berdasarkan demografi menunjukkan bahwa perempuan lebih menerima dibanding laki-laki, kelompok usia 12–18 tahun lebih terbuka dibanding usia 19–26 tahun, serta pelajar lebih menunjukkan penerimaan dibanding mahasiswa dan pekerja.
Gambaran Work Engagement Pada Karyawan Perusahaan X Di Kota Makassar Maria Eibel Frankelistya; Nurhikmah Nurhikmah; Andi Muhammad Aditya S
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/8wqhdf38

Abstract

Work Engagement adalah suatu kondisi psikologis yang positif yang ditandai oleh keterlibatan dan partisipasi aktif individu dalam pekerjaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran work engagement pada karyawan perusahaan X di Kota Makassar. Responden dalam penelitian ini berjumlah 422 responden yang bertatus karyawan di perusahaan X yang berdomisili di Kota Makassar menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah skala siap sebar dari Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) (Schaufeli dan Bakker, 2010) yang telah dikembangkan ulang oleh (Munir, 2023) dengan 32 item yang mencangkup 3 aspek dari work engagement (daya juang, dedikasi, dan penghayatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki work engagement dengan kategori rendah sebanyak 213 responden dengan presentase 50,5%, kategori rendah berjumlah 135 responden dengan presentase 32%, kategori tinggi sebanyak 8 responden dengan presentase 1,9%, dan pada kategori sangat tinggi sebanyak 66 responden dengan presentase 15,6%.  
Seberapa Percaya Anda Pada ChatGPT: Uji Mediasi Pada Pengaruh Need of Achievement Terhadap Perilaku Pengguna ChatGPT Andi Fathul Permana Permana; Patmawaty Taibe; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/1g2kx464

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, semakin pesat di pendidikan tinggi. Survei global menunjukkan mayoritas mahasiswa memanfaatkannya untuk menulis esai, mencari referensi, dan diskusi akademik. Di Indonesia, data Snapcart–GoodStats (2025) mencatat lebih dari 70% responden menggunakan ChatGPT, menjadikannya AI paling dominan. Meski memberi kemudahan, ChatGPT juga menimbulkan kekhawatiran terkait penurunan berpikir kritis, plagiarisme, dan ketergantungan. Kondisi ini menegaskan perlunya kajian psikologis yang menjelaskan faktor-faktor perilaku pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh need of achievement terhadap perilaku pengguna ChatGPT dengan kepercayaan sebagai mediator. Metode kuantitatif digunakan dengan kuesioner pada 393 mahasiswa aktif di Kota Makassar, dianalisis melalui JASP dan SPSS 22. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk semua variabel. Selain itu, kepercayaan terbukti memediasi pengaruh need of achievement dengan perilaku pengguna ChatGPT, meski hanya sebagai partial mediation, sehingga faktor lain di luar kepercayaan masih berperan penting dalam menjelaskan perilaku penggunaan ChatGPT.  
Marriage is Scary: Studi Fenomenologi pada Kecemasan Pernikahan Perempuan Dewasa Awal yang Orang Tuanya Mengalami Perceraian Annisa Maulidiyah Ngangun; Patmawaty Taibe; Andi Nur Aulia Saudi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/9k36z098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang orang tuanya mengalami perceraian. Perceraian orang tua dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam, seperti ketakutan akan kegagalan pernikahan, ketidakstabilan hubungan, dan kekhawatiran akan pengulangan pola trauma dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) yang melibatkan lima responden perempuan dewasa awal usia 20-40 tahun yang tumbuh dalam keluarga yang bercerai. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pernikahan yang dialami dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, dinamika keluarga, dan faktor psikologis seperti kepercayaan diri dan komunikasi. Responden menunjukkan kekhawatiran terkait pengulangan kegagalan hubungan orang tua, kesulitan dalam membangun kepercayaan, dan ketidakpastian dalam mempertahankan hubungan. Namun, melalui proses refleksi dan strategi coping, mereka berusaha membangun sikap positif dalam menyikapi masa depan pernikahan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis untuk mendukung individu dewasa awal yang menghadapi kecemasan pernikahan akibat pengalaman perceraian orang tua.
“Living Between the Cracks” Studi Fenomenologi: Psychological Well Being pada Remaja Akhir yang mengalami Broken Home di Kota Makassar Salsabillah Rukmana Rukmana; Sitti Syawaliah Gismin; Patmawaty Taibe
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/cg4wpe04

Abstract

Psychological well being berkaitan dengan cara seseorang memandang dan memilih hidupnya sendiri, menikmati kehidupannya, serta merujuk pada pendekatan psikologis positif sebagai dasar pengalaman hidup di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika remaja akhir yang mengalami korban perceraian di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari empat remaja akhir berusia 18–21 tahun yang menjadi korban perceraian orangtuanya di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor penunjang kesejahteraan meliputi dukungan sosial, figur pengganti orangtua, figur motivator, dan waktu penerimaan. Selain itu, partisipan merasakan perasaan iri terhadap teman sebaya, mengalami kebingungan menentukan arah hidup, perasaan tertekan, sedih, gangguan mental, pikiran kacau, dan rasa takut terhadap masa depan.   
Fatherless dan Toxic Relationship: Studi pada Dewasa Awal yang sedang Pacaran Firna Mirandah; Andi Muhammad Aditya; Dedi Nasruddin
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/8g3f8217

Abstract

Fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah semakin marak terjadi dan berdampak pada perkembangan psikososial anak. Pada masa dewasa awal, kondisi ini membuat individu lebih rentan terjebak dalam toxic relationship yang ditandai dengan pola relasi tidak sehat. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami pengaruh fatherless terhadap kualitas hubungan romantis dewasa awal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel 350 responden berusia 18-25 tahun di Kota Makassar. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fatherless terhadap toxic relationship, dengan kontribusi sebesar 71,2%. Semakin tinggi tingkat fatherless, semakin tinggi pula kecenderungan individu mengalami hubungan yang toxic. Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik pada variabel fatherless maupun toxic relationship. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung perkembangan emosional dan hubungan interpersonal anak dewasa muda guna mencegah terbentuknya toxic relationship. Implikasi dan rekomendasi untuk individu dan penelitian lanjutan juga dibahas.
Gambaran Penerimaan Diri pada Narapidana Pria di Lapas Kelas 1 Kota Makassar Putri Pricilia Manoppo; Tarmizi Thalib; Naftalen Koanda
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/afb4nr74

Abstract

Penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara apa adanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada narapidana pria di Lapas Kelas I Kota Makassar. Dengan jumlah responden sebanyak 285 narapidana pria yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Kota Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Berger’s Self-Acceptance Scale, terdiri atas 36 item yang mencakup sembilan aspek penerimaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang (46,3%), diikuti oleh kategori tinggi (34,7%), sangat rendah (10,9%), dan rendah (8,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar narapidana pria mampu menerima kondisi diri mereka secara cukup baik, meskipun masih terdapat sebagian individu yang menunjukkan penerimaan diri rendah. Hal ini menunjukkan bahwa proses adaptasi psikologis selama menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan berjalan cukup positif, memerlukan dukungan pembinaan mental dan konseling agar penerimaan diri dapat berkembang secara optimal.