cover
Contact Name
Eka Imbia Agus Diartika
Contact Email
ipssjjournal@gmail.com
Phone
+6285704375455
Journal Mail Official
ipssjjournal@gmail.com
Editorial Address
Ds. Kepuh No. 10 Tulungagung, Kab. Tulungagung, Jawa Timur
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
IPSSJ
ISSN : -     EISSN : 30644011     DOI : -
Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) dengan E-ISSN 3064-4011 merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Focus & Scope : ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Edisi Terbit: Dipublikasikan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 952 Documents
ANALISIS KEBIJAKAN LINGKUNGAN PADA PENGOLAHAN PENGASAPAN IKAN DI XIII KOTO KAMPAR Jamita Purnama Sari; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan lingkungan pada pengolahan pengasapan ikan di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada kesesuaian, efektivitas, dan strategi penguatan kebijakan menuju sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi kebijakan (policy content analysis) dan pendekatan komparatif berdasarkan kerangka evaluasi Dunn (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nasional seperti UU No. 32 Tahun 2009, PP No. 22 Tahun 2021, dan Permen-KP No. 19 Tahun 2021, serta kebijakan daerah seperti Perda Kampar No. 3 Tahun 2017 dan program Kawasan Minapolitan, telah membentuk kerangka hukum yang komprehensif dalam pengelolaan lingkungan dan perikanan. Namun, penerapannya di Desa Koto Mesjid masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, rendahnya kesadaran lingkungan, minimnya akses teknologi bersih, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Implementasi kebijakan dinilai belum optimal karena sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan metode pengasapan tradisional yang menghasilkan emisi tinggi. Penelitian ini merekomendasikan empat strategi utama, yaitu: (1) penguatan dukungan teknis dan insentif lingkungan bagi UMKM, (2) integrasi kebijakan lingkungan dengan pengembangan ekonomi lokal berbasis eco-agroindustry, (3) peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi, serta (4) kolaborasi multi-pihak dalam sistem monitoring dan evaluasi. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan kebijakan adaptif dan kolaboratif untuk mendorong industri pengasapan ikan yang ramah lingkungan, efisien, dan sejalan dengan prinsip ekonomi hijau serta tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
ANALISIS KEBIJAKAN LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI PANTAI KONENG, DUMAI: PENDEKATAN VICE MODEL Ridha Khairunnisa Basso, Mubarak, Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas pariwisata pesisir di Indonesia menghadirkan tantangan terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterpaduan kebijakan lingkungan dan pariwisata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Pantai Koneng, Dumai. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi kebijakan (content analysis), yang berfokus pada dokumen kebijakan nasional dan daerah, laporan instansi terkait, serta literatur akademik. Analisis dilakukan dengan menggunakan VICE Model yang mencakup empat dimensi utama: Visitor, Industry, Community, dan Environment, serta empat kriteria evaluasi kebijakan: efektivitas, koherensi kebijakan, keadilan sosial dan partisipasi, serta keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pariwisata di Pantai Koneng telah berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, namun masih terdapat kesenjangan koordinasi antarinstansi dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola pariwisata pesisir yang berkelanjutan.
KETIMPANGAN PENGUASAAN LAHAN DAN JERAT KEMISKINAN: DAMPAK KEBERADAAN INDUSTRI EKSTRAKTIF (HTI DAN KELAPA SAWIT) DI PROVINSI RIAU Besta Junandi Nduru1; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketimpangan penguasaan lahan dan jerat kemiskinan yang ditimbulkan oleh dominasi industri ekstraktif, khususnya Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit, di Provinsi Riau. Provinsi ini, meskipun memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional, memperlihatkan paradoks pembangunan: pertumbuhan ekonomi makro yang tinggi justru beriringan dengan ketimpangan sosial dan ekonomi di tingkat lokal. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa penguasaan lahan yang masif oleh korporasi telah meminggirkan masyarakat adat dan lokal melalui pengalihan hak kelola lahan secara legal-formal, mengakibatkan kehilangan sumber penghidupan tradisional, ketergantungan ekonomi terhadap perusahaan, serta meningkatnya konflik agraria. Fenomena enklave ekonomi menunjukkan lemahnya keterkaitan antara investasi besar dengan kesejahteraan masyarakat sekitar, sementara mekanisme trickle-down effect tidak berjalan. Hasil kajian ini menegaskan bahwa ketimpangan penguasaan lahan merupakan akar struktural kemiskinan di Riau, yang termanifestasi dalam disparitas spasial antara wilayah kaya sumber daya dan kantong-kantong kemiskinan pedesaan. Rekomendasi penelitian ini mencakup audit menyeluruh izin konsesi, penguatan hak masyarakat adat, reformasi kemitraan yang transformatif, serta penegakan hukum lingkungan yang tegas sebagai langkah menuju keadilan agraria dan keberlanjutan sosial-ekonomi.
ANALISIS MANAJEMEN BENGKEL SISWA KELAS 11 GUNA PERSIAPAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) MENGGUNAKAN SISTEM INTERNSHIP STUDENTS DI WORKSHOP TEKNIK PENGELASAN SMK NEGERI 1 TEGALSARI Ayu May Vitasari, Khoirun Nikmatul Laili, Dya Ratna Octavianing Putri, Diana Manzil, Mochamad Sofiya
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten dan mampu memenuhi kebutuhan industri dan berwirausaha. Workshop merupakan sebuah sarana dan prasarana yang mendukung untuk mengembangkan keterampilan peserta didik sesuai dengan bidangnya. Manajemen bengkel suatu proses pengelolaan keseluruhan operasional bengkel, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan, untuk memastikan kegiatan perawatan dan perbaikan mesin atau peralatan berjalan efisien dan efektif. Internship Students berbasis kompetensi merupakan pembelajaran praktik untuk melengkapi pembelajaran teoritis di luar kelas yang memberikan tujuan untuk melatih dan mengenalkan budaya kerja serta memberikan pengetahuan spesifik dalam bidang keahlian. Internship Students memiliki tujuan untuk menjadi langkah awal peserta didik sebelum melaksanakan praktek kerja lapangan atau mengenalkan budaya kerja. Implementasi Internship Students dilaksnakan di Workshop Teknik Pengelasan SMKN 1 Tegalsari yang terletak di JL. Kh. Abdul Majid No.09 Tegalsari Banyuwangi. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta didik kelas 11 jurusan Teknik Pengelasan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah penyampaian prosedur pelaksanaan, pengamanatan dan dokumentasi. Hasil dari pelaksanaan Internship Student  menunjukkan adanya inovasi, inisiatif, kreatifitas, keterampilan peserta didik yang sangat signifikan. Berdasarkan evaluasi, 75% peserta didik diberikan umpan balik mengenai tools kemudian manajemen waktu, budaya kerja 5R mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih dari sebelum diadakan internship student.
STUDI KOMPARATIF MENGENAI KEBIJAKAN KONSERVASI DAN PERSEPSI KONFLIK ANTARA GAJAH SUMATERA YANG ADA DI INDONESIA Ester Silvia; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepunahan merupakan masalah yang saat ini semakin dialami oleh beberapa jenis satwa yang ada di Indonesia salah satunya adalah Gajah Sumatera. Konflik yang terjadi antara gajah dengan manusia juga menyebabkan banyak gajah harus mati dan perburuan gading gajah secara illegal menyebabkan penurunan habitat gajah 70 hingga 80 persen. Masalah kepunahan dan konflik gajah Sumatera utamanya disebabkan oleh hilangnya dan fragmentasi habitat akibat perambahan hutan untuk perkebunan, permukiman, dan penebangan liar, yang mendorong gajah keluar dari wilayah jelajahnya dan masuk ke area manusia. Konflik ini menyebabkan kerugian bagi manusia (rusaknya tanaman) dan kematian gajah, yang mengancam kelangsungan populasi gajah Sumatera dan membuat spesies ini berada di ambang kepunahan. Gajah sumatera memerlukan berbagai kondisi dan faktor pendukung habitatnya seperti ketersediaan tempat mencari makan, penutupan tajuk sebagai tempat berlindung dan tersedianya sumber air yang melimpah.
ANALISIS KEGAGALAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN INDONESIA: REFLEKSI KRITIS ATAS INSIDEN UDANG TERKONTAMINASI BAHAN RADIOAKTIF DI CIKANDE TAHUN 2025 Julian Harmatrio; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insiden kontaminasi radioaktif pada udang dari Cikande tahun 2025 telah mengekspos kerentanan fundamental dalam kerangka regulasi nasional. Penelitian ini berargumen bahwa insiden tersebut bukanlah kegagalan tunggal, melainkan gejala dari kesenjangan kebijakan (policy gaps) yang telah lama ada. Melalui metode studi literatur terstruktur dan analisis komparatif, penelitian ini mendiagnosis kelemahan sistemik dalam aspek regulasi, kelembagaan, dan implementasi. Hasil analisis mengidentifikasi tiga kesenjangan utama: (1) fragmentasi kewenangan dan lemahnya koordinasi antarlembaga (BAPETEN, KLHK, KKP) yang menjelaskan respons lambat pasca-penemuan; (2) kekosongan hukum berupa ketiadaan standar baku mutu radionuklida dalam pangan, yang melumpuhkan kemampuan regulator untuk bertindak tegas; dan (3) keterbatasan kapasitas monitoring sebagai kegagalan deteksi dini. Analisis komparatif menunjukkan ketertinggalan Indonesia dari standar internasional. Disimpulkan bahwa insiden Cikande adalah manifestasi dari kegagalan sistemik akibat kesenjangan-kesenjangan ini. Artikel ini merekomendasikan harmonisasi regulasi, adopsi standar internasional, dan penguatan kapasitas pengawasan sebagai langkah mitigasi krusial pasca-insiden.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TEMPE DI KOTA JAMBI Ani Sitompul,; M. Ridwansyah; Rahma Nurjanah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tempe di Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk memahami secara umum kegiatan produksi pengolahan tempe dalam usaha tempe di Kota Jambi. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tempe di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey, metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data kuisioner, populasi didalam penelitian ini adalah semua pemilik usaha tempe  di Kota Jambi dan dalam menentukan sampel menggunakan teknik stratified proporsional random sampling dan disproporsional random sampling sebanyak 78 respopnden. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS.   Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen modal, jumlah tenaga kerja, harga dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen pendapatan usaha tempe di Kota Jambi dan secara parsial variabel independen modal, jumlah tenaga kerja, harga dan biaya produksi pun berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen pendapatan usaha tempe di Kota Jambi.
LITERATURE REVIEW : EVALUASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT Wahyu Indra Juliawan; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap ekspor dan penciptaan lapangan kerja. Namun, di balik kontribusi tersebut, aktivitas industri ini menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti deforestasi, degradasi tanah, pencemaran air, dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan lingkungan yang diterapkan dalam industri kelapa sawit dengan menggunakan metode literature review terhadap dua studi utama, yaitu penelitian Taslim Harefa et al. (2025) mengenai kebijakan penggunaan pupuk dari limbah pabrik kelapa sawit, dan penelitian Anita Rusianti & Syamsidar Sinaga (2025) mengenai dampak sosial ekonomi perusahaan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan lingkungan sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal. Implementasi prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pabrik sawit menjadi pupuk organik terbukti mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menekan dampak pencemaran lingkungan. Meski demikian, hambatan seperti lemahnya pengawasan, keterbatasan teknologi, dan rendahnya kesadaran kelembagaan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran kelembagaan, peningkatan penerapan regulasi lingkungan, dan perluasan partisipasi masyarakat sebagai strategi utama dalam mendukung kebijakan lingkungan yang lebih efektif dan berkeadilan sosial.Kata kunci: kebijakan lingkungan, industri kelapa sawit, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, keberlanjutan.
PERAMALAN PERMINTAAN ROKOK OBAT SEHAT TENTREM DENGAN METODE SIMPLE MOVING AVERAGE, WEIGHTED MOVING AVERAGE, EXPONENTIAL SMOOTHING, DAN TREND PROJECTION PADA AGEN SEHAT TENTREM BANDUNG Alham Muhammad Haidar, Ghina Nurul Izzah, Eyril Blansius Purba, Aprizal Bintang Ferdinansyah, Berlia
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peramalan permintaan rokok obat di agen sehat tentrem bandung. Agen Sehat Tentrem Bandung menghadapi tantangan fluktuasi permintaan Rokok Obat Sehat Tentrem, yang menyulitkan manajemen persediaan optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan metode peramalan (forecasting) terbaik untuk memprediksi permintaan periode berikutnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data historis permintaan 5 bulan (Mei - September 2025) diolah dengan software POM-QM. Metode yang digunakan adalah: Single Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), Exponential Smoothing (ES), dan Trend Projection. Metode terbaik dipilih berdasarkan nilai error terkecil (MAD, MSE, MAPE). Hasil analisis menunjukkan Trend Projection (Regresi Linier) adalah metode terakurat dengan nilai MAPE 4,1%, MAD 0,576, dan MSE 0,423. Nilai ini lebih rendah dari SMA (MAPE 7,4%) , WMA (MAPE 6,8%) , dan ES (MAPE 7,5%). Metode Trend Projection terpilih sebagai yang paling reliabel, dengan hasil peramalan untuk periode berikutnya sebesar 15.465 bungkus rokok.
KEBIJAKAN LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN KUALITAS PERAIRAN DI INDONESIA: TINJAUAN KEBIJAKAN (2022–2025) DAN IMPLIKASINYA BAGI PERMUKIMAN PADAT Putri Cahyani; Mubarak; Zulkarnain
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan lingkungan dalam pengelolaan kualitas perairan di Indonesia pada periode 2022–2025 serta menganalisis implikasinya terhadap kondisi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kualitas hidup di kawasan permukiman padat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, regulasi pemerintah, dan laporan kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan seperti PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Permen LHK No. 5 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Air Limbah telah memberikan arah yang jelas terhadap pengendalian pencemaran air. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa lemahnya pengawasan, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Dampak kebijakan ini di kawasan padat penduduk bersifat ganda: di satu sisi meningkatkan sanitasi dan pengelolaan limbah, tetapi di sisi lain belum sepenuhnya menekan risiko pencemaran dan penyakit berbasis air. Kajian ini menegaskan perlunya penguatan kolaborasi antarinstansi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penerapan pendekatan terintegrasi untuk mencapai pengelolaan kualitas perairan yang berkelanjutan.