cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 35 Documents clear
REVITALISASI PERENCANAAN PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA Azmi, Muh. Raihan Al; Suyatman, Suyatman
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5013

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore efforts to improve the quality of education through the revitalization of planning. It employs a qualitative approach, as the data collected are in the form of words rather than numbers. This research uses a library research method by gathering data from sources such as books, journals, and other materials relevant to the topic. The findings reveal that the quality of education in Indonesia remains low, mainly due to an overemphasis on cognitive aspects while neglecting the development of students’ potential and character. Additionally, the centralized nature of educational policy-making presents another challenge. Efforts to improve quality can be pursued through the revitalization of educational planning. Educational planning is a stage in which systematic and clear steps are arranged to achieve desired goals. It includes curriculum planning, learning method planning, educator resource planning, and evaluation planning. Planning serves as an initial framework for the expected outcomes. With proper planning, the direction and process of education become clearer, allowing for reduced errors in implementation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi perencanaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena data yang didapat berupa kata-kata bukan berupa angka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian telaah pustaka (library research) dengan mengumpulkan data yang didapat dari sumber-sumber yang diperoleh dari buku, jurnal, ataupun bahan-bahan lain yang sesuai dengan tema pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih rendah karena terlalu menekankan aspek kognitif dan mengabaikan pengembangan potensi serta karakter siswa. Selain itu, kebijakan pendidikan yang tersentralisasi juga menjadi hambatan. Upaya peningkatan mutu dapat dilakukan melalui revitalisasi perencanaan pendidikan. Perencanaan pendidikan merupakan tahapan dalam menyusun langkah-langkah secara sistematis dan jelas mengenai proses yang akan dilakukan dalam pencapaian tujuan. Perencanaan pendidikan meliputi perencanaan kurikulum, perencanaan metode pembelajaran, perencanaan sumber daya pendidik, dan perencanaan evaluasi. Perencanaan dapat menjadi gambaran awal tentang hasil yang akan dicapai. Dengan adanya perencanaan dapat memberikan kejelasan arah dan proses sehingga tingkat kesalahan dapat diminimalisir.
KECERDASAN EMOSIONAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SABIYA LUKA YANG KAU TOREHKAN KARYA MELLYANA DHIAN Leksani, Novrin Anggit; Fauzan, Akhmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6003

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the importance of emotional intelligence in shaping the character of a figure in a literary work, especially female characters who face complex emotional conflicts. The novel Sabiya Luka yang Kau Torehkan by Mellyana Dhian was chosen because it presents a main character who experiences betrayal and deep inner dynamics. The focus of this research is to describe the form of emotional intelligence of the main character in the novel, as well as how emotional intelligence influences decision making and character development. This research uses a qualitative approach with a descriptive method, and analyzes the contents of the novel based on Daniel Goleman's emotional intelligence theory which includes five main aspects: recognizing one's own emotions, managing emotions, motivating oneself, recognizing other people's emotions, and building relationships. Data were obtained through reading and note-taking techniques from the novel text. The results of the study show that the main character in the novel has the ability to manage emotions significantly, which is reflected in self-control, resilience in dealing with trauma, and the ability to build healthy interpersonal relationships even under pressure. The main conclusion of this study is that emotional intelligence plays an character, as well as being the main force in dealing with conflict and rebuilding a more meaningful life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional dalam membentuk karakter tokoh dalam karya sastra, khususnya tokoh perempuan yang menghadapi konflik emosional kompleks. Novel Sabiya Luka yang Kau Torehkan karya Mellyana Dhian dipilih karena menampilkan tokoh utama yang mengalami pengkhianatan dan dinamika batin mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kecerdasan emosional tokoh utama dalam novel tersebut, serta bagaimana kecerdasan emosional memengaruhi pengambilan keputusan dan perkembangan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta menganalisis isi novel berdasarkan teori kecerdasan emosional Daniel Goleman yang mencakup lima aspek utama: mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat dari teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel memiliki kemampuan mengelola emosi secara signifikan, yang tercermin dari pengendalian diri, ketahanan menghadapi trauma, serta kemampuan membangun hubungan interpersonal yang sehat meski dalam tekanan. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam membentuk karakter tangguh pada tokoh utama, serta menjadi kekuatan utama dalam menghadapi konflik dan membangun kembali kehidupan yang lebih bermakna.
META-ANALISIS: AUGMENTED REALITY SEBAGAI CARA BARU YANG TERBUKTI EFEKTIF MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN Ramadhan, Raihan; Zaki, Khilda Rahmi; Ambiyar, Ambiyar; Usmeldi, Usmeldi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6209

Abstract

The development of Augmented Reality (AR) technology offers great potential to revolutionize the world of education by creating a more immersive learning experience. The background of this study is the challenge of maintaining student attention in conventional learning methods. The main focus of this study is to analyze and empirically prove the effectiveness of using AR in improving student attention. To achieve this goal, this study uses a comprehensive meta-analysis method. The important stages include systematic identification and selection of 20 relevant quantitative studies that directly compare AR-based learning with conventional learning. Data from these studies were then integrated and statistically analyzed to measure the magnitude of the combined effect. The main findings of the study indicate that learning using AR is significantly superior in improving student attention, with a large effect size (d = 1.06, 95% CI: 0.41-1.70, p < 0.01). It is concluded that AR is a very effective tool to make learning more interesting and interactive. However, further research is needed to explore in depth the cognitive mechanisms underlying the effectiveness of this technology in the educational context. ABSTRAKPerkembangan teknologi Augmented Reality (AR) menawarkan potensi besar untuk merevolusi dunia pendidikan dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan untuk mempertahankan perhatian siswa dalam metode pembelajaran konvensional. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris efektivitas penggunaan AR dalam meningkatkan perhatian siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang komprehensif. Tahapan pentingnya meliputi identifikasi dan seleksi sistematis terhadap 20 studi kuantitatif relevan yang membandingkan secara langsung antara pembelajaran berbasis AR dengan pembelajaran konvensional. Data dari studi-studi tersebut kemudian diintegrasikan dan dianalisis secara statistik untuk mengukur besaran efek gabungan. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan AR secara signifikan lebih unggul dalam meningkatkan perhatian siswa, dengan efek ukuran yang besar (d = 1.06, 95% CI: 0.41-1.70, p < 0.01). Disimpulkan bahwa AR merupakan alat bantu yang sangat efektif untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi secara mendalam mekanisme kognitif yang mendasari efektivitas teknologi ini dalam konteks pendidikan.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PEMROGRAM KOMPUTER Pratiwi, Nurul; Alim, Khairul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6210

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model and the direct instruction method in improving student learning outcomes in the Computer Programming course. The research employed a quasi-experimental design using a posttest-only control group design without a pretest. The sample consisted of two parallel classes selected purposively, one serving as the experimental group (PjBL) and the other as the control group (direct instruction). A learning outcomes test was administered at the end of the instructional process. The Shapiro-Wilk test indicated that the data were not normally distributed, while Levene’s test showed that the data were homogeneous. Consequently, data analysis was conducted using the non-parametric Mann-Whitney U Test. The results revealed a statistically significant difference between the two groups. Students in the PjBL group achieved higher average scores and exhibited a more consistent score distribution compared to those in the direct instruction group. These findings suggest that the PjBL model is more effective in enhancing conceptual understanding and learning outcomes in the context of computer programming education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan direct instruction dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pemrograman Komputer. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan bentuk posttest only control group design, tanpa dilakukan pretest sebelumnya. Sampel terdiri dari dua kelas paralel yang dipilih secara purposif, masing-masing sebagai kelompok eksperimen (PjBL) dan kelompok kontrol (direct instruction). Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar yang diberikan setelah proses pembelajaran. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sementara uji homogenitas dengan Levene’s Test menunjukkan bahwa data bersifat homogen. Oleh karena itu, analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kedua kelompok. Mahasiswa pada kelompok PjBL memiliki rata-rata skor tes yang lebih tinggi dan distribusi nilai yang lebih merata dibandingkan kelompok direct instruction. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Pemrograman Komputer.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DEEPL TRANSLATE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA SISWA Isnaeni, Resti; Purnaningsih, Pari; Sukmawati, Nur Najibah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6211

Abstract

Along with the rapid development of artificial intelligence technology, this study aims to analyze the effectiveness of using DeepL Translate as a tool to improve students' English vocabulary mastery. The main focus of the study is to determine whether there is a significant difference between learning integrated with translation technology and conventional methods. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving 60 XII di SMK YPUI Parung who are divided into experimental and control groups. The important stages of the study include giving a pre-test, implementing learning for eight weeks where the experimental group uses DeepL Translate, and ending with a post-test and distributing a perception questionnaire. The data obtained were analyzed using statistical tests to compare the results of the two groups. The results showed that the experimental group experienced an increase in vocabulary mastery that was statistically more significant than the control group. This finding is also supported by students' positive perceptions of the use of technology as a learning tool. It is concluded that the integration of DeepL Translate in a directed and structured manner is an effective strategy and can provide practical contributions for educators in developing technology-based language learning methods. ABSTRAKSeiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan DeepL Translate sebagai alat bantu untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa. Fokus utama penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara pembelajaran yang diintegrasikan dengan teknologi penerjemah dan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan 60 siswa XII di SMK YPUI Parung yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Tahapan penting penelitian meliputi pemberian pre-test, implementasi pembelajaran selama delapan minggu di mana kelompok eksperimen menggunakan DeepL Translate, dan diakhiri dengan post-test serta penyebaran kuesioner persepsi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk membandingkan hasil kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan penguasaan kosakata yang secara statistik lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini juga didukung oleh persepsi positif siswa terhadap penggunaan teknologi sebagai alat bantu belajar. Disimpulkan bahwa integrasi DeepL Translate secara terarah dan terstruktur merupakan strategi yang efektif dan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran bahasa berbasis teknologi.

Page 4 of 4 | Total Record : 35