cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN SEDERHANA MELALUI MEDIA LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI Apriani Yusuf; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Wiwy Triyanty Pulukadang; Sukri Katili
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14355

Abstract

This study was motivated by the low ability of third-grade students at SDN 43 Hulonthalangi, Gorontalo City, to write simple reports. To address this issue, learning activities that utilize the surrounding environment as an authentic and meaningful instructional medium are needed. Through direct observation of their environment, students are expected to generate ideas more easily and organize them into simple reports. This study aims to improve students’ ability to write simple reports by utilizing the environment as a learning medium in Grade III at SDN 43 Hulonthalangi, Gorontalo City. This study employed Classroom Action Research (CAR). Data were collected through observation, tests, and documentation. The subjects consisted of 23 Grade III students at SDN 43 Hulonthalangi, Kota Gorontalo. The study results indicate that the ability of Grade III students at SDN 43 Hulonthalangi, Gorontalo City, to write simple reports improved throughout the implementation of the actions. In Cycle 1, Meeting I, only 4 out of 23 students, or 17%, achieved mastery. This number increased to 6 students (26%) in Cycle 1, Meeting II. In Cycle II, Meeting I, the number of students achieving mastery increased to 15 (65%) and further to 19 (83%) in Cycle II, Meeting II. Therefore, it can be concluded that using the environment as a learning medium successfully improved the ability of Grade III students at SDN 43 Hulonthafangi Gorontalo City, to write simple reports. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis laporan sederhana siswa kelas III di SDN 43 Hulonthalangi Kota Gorontalo. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media yang nyata dan bermakna bagi siswa. Melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan, siswa diharapkan lebih mudah menemukan ide dan menyusunnya menjadi laporan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan sederhana siswa melalui pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran di kelas III SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, tes, dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas III sebanyak 23 orang di SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis laporan sederhana siswa kelas III SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo mengalami peningkatan. Pada pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I, kemampuan siswa yang mencapai ketuntasan dari 23 orang siswa hanya sebanyak 4 orang siswa atau 17%, dan pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 6 orang siswa atau 26%. Dilanjutkan pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 15 orang siswa atau 65%, dan pada siklus II pertemuan II meningkat menjadi 19 orang siswa atau 83%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis laporan sederhana siswa kelas III SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo meningkat.
PENGARUH AVATAR TERHADAP SELF-ESTEEM MAHASISWA PEMAIN ROBLOX Rafida Falasyifa Chasan Saputri Falasyifa; Sri Adi Nurhayati; M Aris Rofiqi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14385

Abstract

ABSTRACT Roblox is one of the most popular online games among university students because it allows players to create avatars that represent their virtual identities. These avatars may reflect either the players' real identities or their ideal selves, raising questions about the influence of virtual identity on players' self-esteem. Research examining the relationship between these variables among university students remains limited. Therefore, this study aims to analyze the effect of virtual identity on the self-esteem of university students who play Roblox. This study employed a quantitative approach involving 158 university students selected through purposive sampling. Data were collected using the Virtual Identity Scale and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), and were analyzed using normality testing, linearity testing, and simple linear regression. The results indicated that virtual identity had a positive effect on students' self-esteem, although the magnitude of the effect was relatively small. Students who created avatars that more closely reflected their real identities tended to have higher levels of self-esteem. These findings suggest that virtual identity in Roblox does not necessarily have negative consequences; instead, it may contribute positively to self-esteem when used appropriately and balanced with real-life identity development and social interactions. ABSTRAK Roblox merupakan salah satu permainan daring yang banyak diminati oleh mahasiswa karena memungkinkan pemain menciptakan avatar sebagai representasi identitas virtual. Avatar tersebut dapat mencerminkan identitas asli maupun identitas ideal yang ingin ditampilkan, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh identitas virtual terhadap self-esteem pemain. Penelitian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh identitas virtual terhadap self-esteem pada mahasiswa yang bermain Roblox. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 158 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Identitas Virtual dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas virtual berpengaruh positif terhadap self-esteem mahasiswa, meskipun besarnya pengaruh tergolong rendah. Mahasiswa yang membangun avatar dengan karakteristik yang lebih mendekati identitas dirinya cenderung memiliki self-esteem yang lebih baik. Dengan demikian, identitas virtual dalam permainan Roblox tidak selalu berdampak negatif, tetapi dapat memberikan kontribusi positif terhadap self-esteem apabila digunakan secara proporsional dan tetap diimbangi dengan pembentukan identitas serta interaksi sosial di kehidupan nyata.
PEMETAAN COMPETENCY GAP LULUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN INDUSTRI ERA SOCIETY 5.0 Andi Maga Umara; Hafid Rahmandan; Mohamad Riyandi Badu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14577

Abstract

The gap between the competencies of education-based vocational graduates and industry needs remains a concern, particularly because graduates are often perceived as less competitive than diploma (D3/D4) or pure Mechanical Engineering graduates. This study aims to map the competency gap of Mechanical Engineering Education graduates against industry needs in the Society 5.0 era, while also examining its relationship with study program curriculum coverage. This study used a quantitative-dominant mixed-methods design, involving total sampling of one representative respondent from each of 10 companies that had previously employed graduates, as well as 53 alumni of the Mechanical Engineering Education study program, complemented by industry interviews and curriculum document analysis. Data were analyzed using a gap score (the difference between industry importance level and alumni mastery level), the Mann-Whitney U test, Importance-Performance Analysis (IPA), and triangulation with the coverage status of competencies in the Graduate Learning Outcomes (CPL). The results show that the competency gap is dominated by soft skills (mean gap 0.45) and Society 5.0 technological competencies, particularly basic understanding of the Internet of Things (gap=1.06; p<.001), while basic engineering hard skills show a small gap (mean gap 0.02) and even a negative gap on several indicators. Competencies that are only implicitly covered in the CPL/CPMK show an average gap nearly four times larger than those explicitly covered. This finding is confirmed by industry interview results that highlight the gap between theoretical knowledge and real practical experience. The study concludes that strengthening graduate competencies should be directed toward formulating more explicit learning outcomes, accompanied by the implementation of project-based learning and practical experiences that involve industry more intensively. ABSTRAK Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi berbasis kependidikan dengan kebutuhan industri masih menjadi persoalan, terutama karena lulusan sering dipersepsikan kurang kompetitif dibanding lulusan D3/D4 atau Teknik Mesin murni. Penelitian ini bertujuan memetakan kesenjangan kompetensi (competency gap) lulusan Pendidikan Teknik Mesin terhadap kebutuhan industri pada era Society 5.0, sekaligus menelusuri keterkaitannya dengan cakupan kurikulum program studi. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan dominasi kuantitatif (quantitative dominant), melibatkan total sampling terhadap satu responden perwakilan dari masing-masing 10 perusahaan yang pernah menerima lulusan, serta 53 alumni Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, dilengkapi wawancara industri dan analisis dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan gap score (selisih tingkat kepentingan industri dan tingkat penguasaan alumni), uji Mann-Whitney U, Importance-Performance Analysis (IPA), serta triangulasi dengan status cakupan kompetensi dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan kompetensi didominasi oleh aspek soft skills (gap rata-rata 0,45) dan kompetensi teknologi Society 5.0, khususnya pemahaman dasar Internet of Things (gap=1,06; p<0,001), sementara hard skills dasar kerekayasaan justru memiliki gap yang kecil (gap rata-rata 0,02) bahkan negatif pada beberapa indikator. Kompetensi yang hanya tercakup implisit dalam CPL/CPMK memiliki gap hampir empat kali lebih besar dibanding yang tercakup eksplisit. Temuan ini dikonfirmasi oleh hasil wawancara industri yang menyoroti kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan pengalaman praktik nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi lulusan perlu diarahkan pada perumusan capaian pembelajaran yang lebih eksplisit, disertai implementasi pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman praktik yang melibatkan industri secara lebih intensif.
EKSPLORASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: ANALISIS KONTEN TIKTOK @marhaban.academy DENGAN KURIKULUM MERDEKA Kyla Raissa; Tatang Tatang; Mia Nurmala
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11111

Abstract

ABSTRACT The TikTok application is increasingly being used as an alternative learning medium, including for Arabic language learning. However, Arabic language learning content on TikTok is not necessarily aligned with the current curriculum, potentially failing to support learning needs in schools. Therefore, this study aims to analyze the suitability of Arabic language learning content on the TikTok account @marhaban.academy with the Arabic Language Learning Outcomes (CP) for Phase F of the Merdeka Curriculum, which comprises two main components: language skills (maharah) and essential material related to daily life. The method employed is content analysis with a descriptive qualitative approach, following Klaus Krippendorff's analytical stages and utilizing Fenwick W. English's (1992) Curriculum Alignment Theory framework as a benchmark for determining suitability. The classification into "suitable," "partially suitable," and "not suitable" categories refers to the reflection of the Phase F CP components. The analytical stages were carried out through the collection and selection of representative content, coding of the content using a coding sheet based on the Phase F CP components, data reduction into suitability categories, and systematic conclusion drawing. Of the total 240 contents classified into 10 categories, the results showed that 138 contents were categorized as suitable, 97 as partially suitable, and 5 as not suitable. These findings indicate that the TikTok account @marhaban.academy serves as a supplementary Arabic language learning medium that is aligned with the Merdeka Curriculum. It can be utilized by teachers as a reference for learning media in the classroom and by students as an independent learning resource outside the classroom, particularly through its vocabulary and daily expression content, which most consistently reflects the Phase F CP components. ABSTRAK Aplikasi TikTok semakin umum digunakan sebagai alternatif media pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Namun, konten pembelajaran bahasa Arab di TikTok belum tentu memiliki keselarasan dengan kurikulum yang berlaku, sehingga berpotensi tidak mendukung kebutuhan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konten belajar bahasa Arab pada akun TikTok @marhaban.academy dengan Capaian Pembelajaran (CP) bahasa Arab Fase F Kurikulum Merdeka yang mencakup dua komponen utama, yaitu keterampilan bahasa (maharah) dan materi esensial kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengikuti tahapan analisis Klaus Krippendorff dan kerangka Curriculum Alignment Theory Fenwick W. English (1992) sebagai tolok ukur kesesuaian. Penentuan tingkat sesuai, sesuai sebagian, dan tidak sesuai mengacu pada refleksi komponen CP Fase F. Tahapan analisis dilakukan melalui pengumpulan dan pemilihan konten representatif, pengkodean konten menggunakan lembar koding berbasis komponen CP Fase F, reduksi data ke dalam kategori kesesuaian, hingga penarikan simpulan secara sistematis. Dari total 240 konten yang terbagi ke dalam 10 kategori, diperoleh hasil sebanyak 138 konten dikategorikan sesuai, 97 sesuai sebagian, dan 5 tidak sesuai. Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok @marhaban.academy berperan sebagai media pembelajaran bahasa Arab pendamping yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai referensi media pembelajaran di kelas maupun oleh pelajar sebagai sumber belajar mandiri di luar kelas, khususnya melalui konten kosakata dan ungkapan sehari-hari yang paling konsisten mencerminkan komponen CP Fase F.
BERMAIN PERAN SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Esti Sholikah; Eliana Dewi; Mahmudah Mahmudah; Mila Karmila; Elsa Indriyani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11454

Abstract

ABSTRACT Language ability is a fundamental aspect of early childhood development that supports communication, social interaction, and school readiness. Preliminary observations conducted at Aisyiyah Rejoso Playgroup revealed that the language abilities of children aged 3–4 years had not yet developed optimally. Only 25% of the children had reached the Developing as Expected category, while 42% were classified as Beginning to Develop and 33% as Not Yet Developed. This study aimed to improve children's language abilities through the implementation of the role-play method. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles involving 12 children aged 3–4 years. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings demonstrated a gradual improvement in children's language abilities across the two cycles. By the end of Cycle II, 83% of the children had achieved the Very Well Developed category, while the remaining 17% reached the Developing as Expected category. Improvements were observed in children's ability to communicate, express ideas, answer questions, expand their vocabulary, and interact with peers. These findings indicate that the role-play method is an effective instructional strategy for creating meaningful, interactive, and communication-rich learning experiences that foster early childhood language development. ABSTRAK Kemampuan bahasa merupakan aspek perkembangan yang berperan penting dalam mendukung komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar anak usia dini. Hasil observasi awal di Kelompok Bermain Aisyiyah Rejoso menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun masih belum optimal, ditandai dengan hanya 25% anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), sedangkan 42% berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) dan 33% pada kategori Belum Berkembang (BB). Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui penerapan metode bermain peran. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 12 anak usia 3–4 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak meningkat secara bertahap pada setiap siklus. Pada akhir Siklus II, 83% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 17% mencapai Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Peningkatan terlihat pada kemampuan anak berkomunikasi, mengungkapkan ide, menjawab pertanyaan, menggunakan kosakata, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bermain peran efektif menciptakan pengalaman belajar yang komunikatif, interaktif, dan bermakna sehingga mampu menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESANTREN RAMAH ANAK: LANGKAH STRATEGIS MENEPIS STIGMA NEGATIF. Siti Muyasaroh; Athok Fuadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13473

Abstract

The increasing incidence of violence and bullying, along with inadequate child protection in Islamic boarding schools, highlights the need for safer governance that prioritizes students’ well-being. Although child-friendly Islamic boarding schools have been widely examined in terms of policy and violence prevention, studies on their implementation through management functions remain limited. This study aims to analyze the implementation of child-friendly Islamic boarding school management through the functions of planning, organizing, actuating, and controlling, known as POAC, at Pesantren Azmania Ponorogo. This study employed a qualitative approach with a case study design. Six informants were purposively selected based on their involvement in program management, comprising student care personnel, school and madrasah principals, male and female student mentors, and students. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that planning involved needs assessment, policy formulation, and forums with students’ parents; organizing included task allocation and external partnerships; actuating comprised non-physical disciplinary practices, student participation, and the provision of supporting facilities; and controlling was conducted through evaluation meetings and the Daily Performance application. The implementation of POAC supports safer, more participatory, humanistic, and transparent Islamic boarding school governance and has the potential to strengthen child protection and public trust. ABSTRAK Meningkatnya kasus kekerasan, perundungan, dan lemahnya perlindungan anak di pesantren menunjukkan perlunya tata kelola yang lebih aman dan berorientasi pada kesejahteraan santri. Meskipun pesantren ramah anak telah banyak dikaji dari aspek kebijakan dan pencegahan kekerasan, implementasinya melalui fungsi manajemen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pesantren ramah anak melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan atau POAC di Pesantren Azmania Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan program, terdiri atas pengelola pengasuhan, kepala madrasah dan sekolah, musyrif dan musyrifah, serta santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mencakup analisis kebutuhan, penyusunan kebijakan, dan forum dengan wali santri; pengorganisasian meliputi pembagian tugas dan kemitraan eksternal; pelaksanaan mencakup pengasuhan tanpa hukuman fisik, partisipasi santri, dan penyediaan sarana pendukung; sedangkan pengawasan dilakukan melalui rapat evaluasi dan aplikasi Daily Performance. Penerapan POAC mendukung tata kelola pesantren yang lebih aman, partisipatif, humanis, dan transparan serta berpotensi memperkuat perlindungan anak dan kepercayaan masyarakat.
PENGARUH METODE TOTAL PHYSICAL RESPONS (TPR) TERHADAP KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK RAUDHATUL JANNAH PANCAKARYA AJUNG JEMBER Dian Hafifah; Ianatuz Zahro; Rizki Sevi Triana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13834

Abstract

English language proficiency, particularly vocabulary mastery developed from an early age, serves as an important asset in preparing children to communicate effectively and forms a foundation for learning at higher educational levels. A preliminary study conducted at TK Raudlatul Jannah Pancakarya Ajung, Jember Regency, revealed that most children in Group A were not yet able to recognize, remember, or use basic English vocabulary effectively. This condition is presumed to stem from learning practices that still rely heavily on teachers’ verbal explanations without incorporating physical activities that can maximize children's engagement. Based on this issue, the present study aimed to examine the extent to which the implementation of the Total Physical Response (TPR) method influences the improvement of English vocabulary mastery among children aged 4–5 years. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 20 children selected through purposive sampling. Data were collected using systematically developed observation sheets and analyzed through the Kolmogorov–Smirnov normality test, Levene’s homogeneity test, and the Paired Sample t-Test. The findings indicated a significant improvement in children’s English vocabulary mastery after participating in learning activities using the TPR method, accompanied by increased self-confidence and willingness to use English. These results confirm that the TPR method has a positive effect on English vocabulary mastery among young children through enjoyable movement-based learning activities that are closely related to children’s experiences and conducted in a pressure-free environment. ABSTRAK Kemampuan berbahasa Inggris, khususnya penguasaan kosakata, yang dibangun sejak usia dini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan anak untuk berkomunikasi sekaligus menjadi fondasi bagi proses pembelajaran pada jenjang selanjutnya. Studi pendahuluan yang dilakukan di TK Raudlatul Jannah Pancakarya Ajung, Kabupaten Jember, mengungkap bahwa sebagian besar anak di Kelompok A belum dapat mengenali, mengingat, ataupun menggunakan kosakata dasar bahasa Inggris dengan baik. Diduga, kondisi ini berakar dari pola pembelajaran yang masih mengandalkan penjelasan lisan guru tanpa disertai aktivitas gerak yang mampu mendorong keterlibatan anak secara maksimal. Berangkat dari persoalan itu, riset ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana penerapan metode Total Physical Response (TPR) memberikan pengaruh terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 4–5 tahun. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental yang diterapkan dalam penelitian ini melalui rancangan One Group Pretest–Posttest Design, dengan melibatkan 20 anak sebagai peserta penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui lembar observasi yang telah disusun secara sistematis, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji homogenitas Levene, serta uji Paired Sample t-Test. Hasil analisis memperlihatkan kenaikan yang berarti pada penguasaan kosakata bahasa Inggris anak setelah mengikuti pembelajaran dengan metode TPR, yang juga dibarengi tumbuhnya kepercayaan diri dan keberanian anak berbahasa Inggris. Temuan tersebut menegaskan bahwa metode TPR memberikan dampak positif terhadap kemampuan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini melalui pembelajaran berbasis gerak yang menyenangkan, dekat dengan pengalaman anak, dan berlangsung tanpa tekanan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS SOCIAL EMOTIONAL LEARNING SEBAGAI PONDASI PENDIDIKAN KELAS RENDAH DI SEKOLAH DASAR Muhammad Hata; Mujib Mujib; Muhammad Muchsin Afriadi; Mardiyah Mardiyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13984

Abstract

Social Emotional Learning (SEL) has become an increasingly important approach in 21st-century education due to its role in fostering students' social, emotional, and academic competencies. The implementation of SEL in lower elementary school grades is considered strategic, as this stage represents a critical period for developing children's character and social-emotional skills. This study aims to analyze the effectiveness of SEL implementation as a foundation for education in lower elementary school classrooms, identify teachers' competencies in implementing SEL, and examine research trends related to SEL. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA 2020 protocol. The literature search was conducted using Publish or Perish, with articles sourced from nationally accredited SINTA journals and internationally indexed Scopus journals. Following the selection process, 20 articles met the inclusion criteria and were analyzed descriptively. The synthesis findings indicate that SEL implementation has a positive impact on improving emotional regulation, self-awareness, empathy, social skills, collaboration, and responsible decision-making. Furthermore, SEL contributes to enhanced academic achievement, learning motivation, student participation, and psychological well-being. The effectiveness of SEL implementation is influenced by teachers' conceptual, pedagogical, and collaborative competencies, as well as support from schools, families, and the learning environment. Research trends also reveal increasing attention to SEL alongside the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes strengthening students' character development. Therefore, SEL has significant potential to serve as a foundational approach to education in lower elementary school grades, highlighting the need to strengthen teacher competencies, integrate SEL into the curriculum, and establish sustainable support from the broader educational ecosystem. ABSTRAK Pembelajaran sosial emosional (Social Emotional Learning/SEL) merupakan pendekatan yang semakin penting dalam pendidikan abad ke-21 karena berperan dalam mengembangkan kompetensi sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Implementasi social emotional learning pada kelas rendah sekolah dasar dipandang strategis mengingat fase ini merupakan masa pembentukan karakter dan keterampilan sosial-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi social emotional learning sebagai pondasi pendidikan di kelas rendah sekolah dasar, mengidentifikasi kompetensi guru dalam penerapannya, serta mengkaji tren penelitian terkait social emotional learning. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui Publish or Perish dengan sumber artikel yang berasal dari jurnal nasional terakreditasi SINTA dan jurnal internasional terindeks Scopus. Dari hasil proses seleksi diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi social emotional learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan emosi, kesadaran diri, empati, keterampilan sosial, kerja sama, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Selain itu, social emotional learning juga berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik, motivasi belajar, partisipasi siswa, dan kesejahteraan psikologis. Efektivitas implementasi social emotional learning dipengaruhi oleh kompetensi konseptual, pedagogis, dan kolaboratif guru, serta dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan belajar. Tren penelitian juga menunjukkan peningkatan perhatian terhadap SEL seiring implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan karakter peserta didik. Dengan demikian, SEL memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi pendidikan kelas rendah di sekolah dasar, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru, integrasi dalam kurikulum, serta dukungan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
STRUKTUR DRAMA DAN KONFLIK BATIN TOKOH CLARA DALAM NASKAH DRAMA JAKARTA 2039 SEBAGAI BAHAN APRESIASI SASTRA DI UNIVERSITAS NIAS Yanida Bu'ulolo; Benny Suhardi Gulo; Sweet Pratistha Zebua; Angga Valda Waruwu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14151

Abstract

ABSTRACT A drama script portraying a humanitarian tragedy offers not only aesthetic value but also a meaningful space for understanding issues of identity, trauma, and justice through the experiences of its characters. Studies on dramatic structure, inner conflict, and their application in literary appreciation learning have generally been conducted separately. This study examines the interrelationship among these three aspects through Seno Gumira Ajidarma’s drama script Jakarta 2039 to explain its relevance as literary appreciation material for students of the Indonesian Language and Literature Education Program at Universitas Nias. The study employed a qualitative descriptive method, with the drama script serving as the primary data source. Data were collected through reading, close observation, and note-taking techniques, and were analyzed through data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that the dramatic structure comprehensively shapes Clara’s inner conflict, in which trauma, identity struggles, family responsibility, and the pursuit of justice collectively construct an interconnected representation of humanity. This integration demonstrates that the relevance of Jakarta 2039 as literary appreciation material lies not only in its aesthetic quality but also in its capacity to integrate dramatic structure analysis, literary psychology, historical literacy, and humanitarian reflection within the learning process. These findings broaden the perspective on the use of drama by positioning literary analysis and literary appreciation learning as complementary components within a unified analytical framework. ABSTRAK Naskah drama yang mengangkat tragedi kemanusiaan tidak hanya menyajikan nilai estetik, tetapi juga menawarkan ruang untuk memahami persoalan identitas, trauma, dan keadilan melalui pengalaman tokohnya. Kajian mengenai struktur drama, konflik batin, dan pemanfaatannya dalam pembelajaran apresiasi sastra umumnya masih dilakukan secara terpisah. Penelitian ini mengkaji keterhubungan ketiga aspek tersebut melalui naskah drama Jakarta 2039 karya Seno Gumira Ajidarma untuk menjelaskan relevansinya sebagai bahan apresiasi sastra bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nias. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa naskah drama yang dianalisis melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian diolah melalui reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur drama membangun perkembangan konflik batin Clara secara utuh sehingga pengalaman trauma, pergulatan identitas, tanggung jawab keluarga, dan perjuangan memperoleh keadilan membentuk representasi kemanusiaan yang saling berkaitan. Keterpaduan tersebut memperlihatkan bahwa relevansi Jakarta 2039 sebagai bahan apresiasi sastra tidak hanya bertumpu pada kualitas estetik karya, tetapi juga pada kemampuannya menghubungkan analisis struktur drama, psikologi sastra, literasi sejarah, dan refleksi kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Temuan ini memperluas perspektif pemanfaatan karya drama dengan menempatkan analisis sastra dan pembelajaran apresiasi sebagai satu kerangka yang saling melengkapi.
MANAJEMEN KELOMPOK ILMIAH REMAJA UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS INOVASI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK Kartikaningsih Kartikaningsih; Tri Kuat; Muhammad Sayuti; Yoga Sahria
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14169

Abstract

ABSTRACT Vocational education is not only concerned with preparing students to enter the workforce but also with developing their ability to generate ideas and identify entrepreneurial opportunities. In this context, this study examines the management of the Youth Scientific Club (Kelompok Ilmiah Remaja/KIR) at SMK Negeri 1 Panjatan and its contribution to fostering students’ entrepreneurial creativity and innovation. The study focuses on program planning, organizing, implementation, and evaluation through a descriptive qualitative approach with a single case study design. Data were collected through semi-structured interviews and document analysis. Six informants were selected using purposive sampling, comprising the principal, vice principal for student affairs, two KIR supervisors, and two students who actively participated in the program. The collected information was transcribed, reduced, thematically organized, and subsequently examined through source triangulation. The findings indicate that KIR management operates as an interconnected process. Planning is grounded in students’ interests and the school’s vision, while organizing facilitates cross-disciplinary collaboration. In practice, entrepreneurial innovation is developed through nine stages based on local potential. Evaluation is conducted continuously with support from school policies, facilities, and active participant involvement. This management pattern strengthens students’ creativity, self-confidence, and entrepreneurial innovation capabilities within an adaptive vocational education context. ABSTRAK Pendidikan vokasi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga dengan kemampuan peserta didik menciptakan gagasan dan peluang usaha. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menelaah pengelolaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMK Negeri 1 Panjatan serta kaitannya dengan tumbuhnya kreativitas dan inovasi kewirausahaan siswa. Kajian diarahkan pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain single case study. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-structured dan telaah dokumen. Enam informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dua guru pembimbing KIR, dan dua siswa yang aktif mengikuti kegiatan. Informasi yang diperoleh ditranskripsikan, direduksi, dikelompokkan secara tematik, kemudian diperiksa melalui triangulasi sumber. Temuan memperlihatkan bahwa pengelolaan KIR berjalan sebagai rangkaian yang saling terhubung. Perencanaan berangkat dari minat siswa dan visi sekolah, sedangkan pengorganisasian membuka kolaborasi lintas keahlian. Pada pelaksanaannya, inovasi kewirausahaan dikembangkan melalui sembilan tahapan berbasis potensi lokal. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan, fasilitas, dan keterlibatan peserta. Pola pengelolaan tersebut memperkuat kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan inovasi kewirausahaan siswa dalam konteks pendidikan vokasi yang adaptif.