cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 593 Documents
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PADA PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN Enris Feyrani Daulay; Nur Syaidah; Erna Ekawati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9283

Abstract

The ability to read and write the Qur’an is a fundamental skill that every Muslim must master, particularly within Islamic educational environments. However, based on observations at Pondok Pesantren TPI Purbasinomba, there are still some students who have not fully acquired proficient Qur’anic literacy skills. This situation demands that teachers possess adequate pedagogical competence in planning, implementing, and evaluating instruction. In addition, the role of the madrasah principal is also crucial in providing guidance and support to foster the professional development of teachers. This study aims to explore the pedagogical competence of teachers and the efforts made to develop it in the teaching of Qur’anic reading and writing. The research employs a descriptive qualitative method through observations and interviews with teachers, the madrasah principal, and students. The findings indicate that teachers’ pedagogical competence is demonstrated through their ability to understand students’ characteristics, design systematic lesson plans, and apply methods such as talaqqi, murojaah, and tilawah tartil during instruction, along with conducting continuous assessments to evaluate student performance. Furthermore, efforts to enhance competence include equivalency programs, participation in seminars and training, involvement in teacher working groups, and other professional development activities. The madrasah principal also plays an active role by providing supervision, motivation, and implementing a system of rewards and punishments. The synergy between teachers and the madrasah principal contributes significantly to improving the quality of Qur’anic literacy instruction. ABSTRAK Baca tulis Al-Qur’an merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap muslim, terutama di lingkungan pendidikan Islam. Namun, berdasarkan kondisi di Pondok Pesantren TPI Purbasinomba, masih ditemukan sebagian siswa yang belum sepenuhnya menguasai kemampuan baca tulis Al-Qur’an dengan baik. Situasi ini menuntut peran guru agar memiliki kompetensi pedagogik yang memadai dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Selain itu, kepala madrasah turut berperan dalam memberikan pembinaan dan dukungan guna mendorong pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru serta upaya pengembangannya dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan guru, kepala madrasah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru sudah tampak melalui kemampuannya memahami karakteristik peserta didik, merancang perencanaan pembelajaran yang sistematis, menggunakan metode talaqqi, murojaah, dan tilawah tartil dalam pelaksanaan pembelajaran, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk mengukur kemampuan siswa. Selain itu, upaya pengembangan kompetensi dilakukan melalui program penyetaraan, partisipasi dalam seminar dan pelatihan, keterlibatan dalam kelompok kerja guru dan program kegiatan guru. Kepala madrasah juga mendukung dengan memberikan pembinaan, motivasi, serta penerapan reward and punishment. Sinergi antara guru dan kepala madrasah berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.
EPISTEMOLOGI ISLAM INTEGRATIF: ANALISIS KOMPREHENSIF EMPAT SUMBER ILMU (PANCA INDRA, AKAL, WAHYU, DAN ILHAM) Dewi Maharani; Budi Handrianto; Hasbi Indra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9319

Abstract

The study of Islamic epistemology is increasingly significant in the context of the dominance of modern scientific paradigms that tend to be reductionist and emphasize empiricism and rationalism as the sole legitimate sources of knowledge. Such an orientation has led to the separation of science from moral and spiritual values. This article aims to analyze comprehensively the four sources of knowledge in Islamic epistemology sense perception, reason, khabar ṣādiq (true testimony), and inspiration (ilham)and to explain their integrative structure within an Islamic epistemological framework. This study employs a qualitative approach using library research methods by examining and critically analyzing relevant classical and contemporary literature, including scholarly books and peer-reviewed journal articles. The research stages consist of source collection, conceptual classification, comparative analysis, and epistemological synthesis. The findings reveal that Islamic epistemology does not absolutize a single source of knowledge; rather, it positions the four sources within a layered epistemic structure according to their respective objects of inquiry, namely physical, rational, metaphysical, and inner-spiritual realities. The main conclusion of this study affirms that integrative Islamic epistemology offers a holistic and balanced paradigm of knowledge that harmonizes empirical data, rational analysis, revelatory authority, and spiritual experience. This paradigm has significant implications for the development of Islamic education and scientific inquiry that aim not only at intellectual advancement but also at moral and spiritual formation. ABSTRAK Kajian epistemologi Islam menjadi penting di tengah dominasi paradigma ilmu modern yang cenderung reduksionistik dan menempatkan empirisme serta rasionalitas sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang sah. Kondisi ini berimplikasi pada pemisahan antara ilmu, nilai, dan spiritualitas dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komprehensif empat sumber ilmu dalam epistemologi Islam, yaitu pancaindra, akal, wahyu atau khabar ṣādiq, dan ilham, serta menjelaskan pola integrasinya dalam membangun paradigma epistemologi Islam integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, meliputi buku akademik dan artikel jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan berbagai sumber otoritatif, klasifikasi konsep epistemik, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak memutlakkan satu sumber pengetahuan, melainkan menempatkan keempat sumber ilmu tersebut dalam struktur epistemik berlapis sesuai dengan objek kajiannya, yaitu realitas fisik, rasional, metafisik, dan batiniah. Adapun kesimpulan utama artikel ini menegaskan bahwa epistemologi Islam integratif menawarkan kerangka pengetahuan yang holistik dan seimbang, yang berpotensi menjadi dasar pengembangan ilmu dan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan moral dan spiritual manusia.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GRAPHIC ORGANIZER DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MTS KHOZINATUL ULUM BLORA Muhammad Jaelani; Muhammad Nabil; Muhammad Zainal Abidin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9324

Abstract

Islamic Cultural History (SKI) learning in Madrasah Tsanawiyah still faces the problem of students’ low learning interest due to monotonous teaching methods that tend to emphasize memorization. This study aims to describe the implementation of a digital-based Graphic Organizer learning model, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze the results of its implementation in increasing eighth-grade students’ learning interest at MTs Khozinatul Ulum Blora. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the digital-based Graphic Organizer model was able to improve students’ learning interest, as reflected in increased attention, enthusiasm, activeness, enjoyment, learning motivation, and better understanding of SKI material. Supporting factors included the availability of facilities and infrastructure, teachers’ competence and creativity, and the suitability of SKI material for visual presentation. Meanwhile, inhibiting factors consisted of limited instructional time and technical constraints in using digital media. Therefore, it can be concluded that the digital-based Graphic Organizer learning model is effective as an innovative learning alternative to enhance students’ learning interest in Islamic Cultural History. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah masih menghadapi permasalahan rendahnya minat belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton dan berorientasi pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital, mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis hasil implementasi model tersebut dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII MTs Khozinatul Ulum Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Graphic Organizer berbasis digital mampu meningkatkan minat belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, antusiasme, keaktifan, rasa senang, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi SKI. Faktor pendukung dalam implementasi model ini meliputi ketersediaan sarana prasarana, kompetensi dan kreativitas guru, serta kesesuaian materi SKI dengan penyajian visual. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterbatasan waktu pembelajaran dan kendala teknis penggunaan media digital. Dengan demikian, model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PROSES SOSIALISASI ANAK DIDIK Sri Safrina; M. Abdullah Idi; Karoma Karoma; Mutia Dewi; Candra Kirana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9423

Abstract

This study aims to describe the roles of families, schools, and communities in the socialization process of students, with a focus on the integration of the digital context and the Independent Curriculum policy. The literature review indicates that socialization is a multidimensional process that shapes a child's character, social behavior, and identity through the internalization of values, norms, and interaction patterns. The family serves as the primary socialization agent, providing a foundation for morals, emotions, and values. Schools then act as secondary socialization agents, strengthening social skills through formal learning and structured interactions. The community provides a broader socialization space through real-life social experiences. The study also found that the Independent Curriculum strengthens the socialization process through collaborative learning, group projects, and reinforcement of the Pancasila Student Profile values, despite challenges related to the use of digital technology that can reduce face-to-face interaction. From an Islamic perspective, the socialization process has moral and spiritual dimensions that emphasize parental responsibility and the importance of a positive environment. Synergy between families, schools, and communities is a key factor in the success of student socialization. This study offers a conceptual model for inter-institutional collaboration to strengthen children's character education in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses sosialisasi anak didik, dengan fokus pada integrasi konteks digital dan kebijakan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan proses multidimensional yang membentuk karakter, perilaku sosial, dan identitas anak melalui internalisasi nilai, norma, serta pola interaksi. Keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi primer yang memberikan dasar moral, emosi, dan nilai. Sekolah kemudian berperan sebagai agen sosialisasi sekunder yang memperkuat keterampilan sosial melalui pembelajaran formal dan interaksi terstruktur. Masyarakat menyediakan ruang sosialisasi yang lebih luas melalui pengalaman sosial nyata. Penelitian juga menemukan bahwa Kurikulum Merdeka memperkuat proses sosialisasi melalui pembelajaran kolaboratif, proyek kelompok, dan penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, meskipun tantangan muncul terkait penggunaan teknologi digital yang dapat mengurangi interaksi tatap muka. Dalam perspektif Islam, proses sosialisasi memiliki dimensi moral dan spiritual yang menekankan tanggung jawab orang tua serta pentingnya lingkungan yang baik. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan sosialisasi anak didik. Penelitian ini menawarkan model konseptual untuk kolaborasi antarlembaga guna memperkuat pendidikan karakter anak di era digital.  
PERAN KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PERTAMA Mirza Syahdat Rambe; Annis Zalwa; Tiara Azmi; Risma Azzahra; Ana Laila
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9424

Abstract

The family is a fundamental institution from an Islamic perspective, serving as the foundation for a child's personality, faith, and morality before they enter formal education. This study focuses on a comprehensive examination of the family's strategic role as the primary Islamic educational institution and analyzes the challenges of parenting in the digital era. Using a qualitative approach with a library study method, this study examines various scientific literature, books, and academic journals through descriptive-analytical data analysis techniques to synthesize the concept of ideal family education. The study's findings indicate that the successful internalization of Islamic values ​​is highly dependent on parental role models and consistent practice of worship, which effectively shape religious character and children's self-control against the negative influences of modernization. However, the effectiveness of family education is currently hampered by parental time constraints and the massive dominance of digital media. The main conclusion emphasizes that the family is an irreplaceable spiritual fortress that determines the quality of the next generation. Therefore, strengthening the capacity of parents as primary educators is an absolute prerequisite for producing individuals with noble character who are adaptive while remaining steadfast in religious values. The synergy between conceptual understanding and practical role models at home is an essential key to the success of a holistic and sustainable Islamic education. ABSTRAK Keluarga merupakan institusi fundamental dalam perspektif Islam yang berfungsi sebagai peletak dasar kepribadian, akidah, dan moralitas anak sebelum mengenal pendidikan formal. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji secara komprehensif peran strategis keluarga sebagai lembaga pendidikan Islam pertama serta menganalisis tantangan pengasuhan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal akademik melalui teknik analisis data deskriptif-analitis guna menyintesis konsep pendidikan keluarga yang ideal. Temuan studi menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi nilai keislaman sangat bergantung pada keteladanan orang tua dan konsistensi pembiasaan ibadah yang efektif membentuk karakter religius serta kontrol diri anak terhadap pengaruh negatif modernisasi. Kendati demikian, efektivitas pendidikan keluarga kini terhambat oleh keterbatasan waktu orang tua dan dominasi media digital yang masif. Simpulan utama menegaskan bahwa keluarga adalah benteng spiritual tak tergantikan yang menentukan kualitas generasi penerus, sehingga penguatan kapasitas orang tua sebagai pendidik utama menjadi prasyarat mutlak dalam mencetak individu berakhlak mulia yang adaptif namun tetap teguh pada nilai agama. Sinergi antara pemahaman konseptual dan praktik keteladanan nyata di rumah menjadi kunci esensial keberhasilan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.
SANTUN BERBAHASA DAN SIKAP TOLERANSI SEBAGAI CERMIN NILAI PANCASILA Rachel Virenna; Nesha Meccabelfa; Hana Kameliana Romansza; Taqya Adisty Safarizkyra; Sri Tiatri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9425

Abstract

In Indonesian society, Pancasila serves as the foundation, principle, and guideline for behavior and conduct. The values of Pancasila—such as humanity, unity, and social justice—should be reflected in the daily lives of Indonesians, including through the use of polite language and attitudes of tolerance toward others. This study aims to examine the values of Pancasila, particularly those related to politeness and tolerance, in order to foster a harmonious nation amid the diversity of Indonesian society. This research employs a literature review method by collecting, analyzing, and synthesizing various credible and relevant sources related to the topic. The study is expected to raise awareness of the importance of strengthening national character through the practical implementation of Pancasila values—especially in promoting polite speech and tolerance within various social settings such as family, school, and community. The findings of this research indicate that politeness in language and attitudes of tolerance are two essential and complementary aspects in shaping a harmonious social life. Moreover, strong digital literacy can help individuals think critically, act ethically, and remain emotionally balanced in interactions. Consequently, politeness and tolerance should not only be upheld in real-life situations but also become integral parts of responsible behavior in digital media environments. ABSTRAK Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan dasar, prinsip dan pedoman dalam bersikap dan berperilaku. Nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Indonesia, salah satunya dalam penggunaan bahasa yang santun dan sikap toleransi antar sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pancasila khususnya pada nilai sopan santun dan toleransi sehingga menciptakan bangsa yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan, menelaah, dan mensintesiskan berbagai sumber literatur yang kredibel dan relevan dengan topik. Kajian ini diharapkan dapat membangun kesadaran betapa pentingnya penguatan karakter bangsa melalui wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menerapkan dan mendidik supaya bertutur kata yang santun serta memiliki sikap toleransi di berbagai lingkungan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sopan santun dalam berbahasa dan sikap toleransi merupakan dua hal penting yang saling melengkapi dalam membentuk kehidupan sosial yang harmonis. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat untuk berpikir kritis, beretika, dan tidak mudah terbawa emosi saat berinteraksi. Dengan begitu, sopan santun dan toleransi tidak hanya hidup dalam kehidupan nyata, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku bermedia yang bertanggung jawab.
PEMBELAJARAN SEPAK BOLA DALAM PJOK SEKOLAH DASAR: TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP MOTIVASI, KETERLIBATAN PSIKOLOGIS, DAN HASIL BELAJAR I Gede Windu Yasa; I Ketut Semarayasa; Wasti Danardani; Kadek Yogi Parta Lesmana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9427

Abstract

Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning in elementary schools plays a crucial role in supporting students’ physical, motor, and psychological development. Football is one of the most commonly taught big-ball games in PJOK and has strong potential to enhance students’ motivation, psychological engagement, and learning outcomes when implemented through appropriate pedagogical approaches. However, football learning in elementary schools is often conducted using conventional methods that do not fully address students’ psychological needs. This study aims to systematically review and synthesize scientific evidence related to football-based PJOK learning in elementary schools, particularly its impact on students’ motivation, psychological engagement, and learning outcomes. This study employed a systematic literature review (SLR) approach using the PICOS framework and followed the PRISMA 2020 guidelines. The literature review process was structured using the SALSA framework, including searching, appraisal, synthesis, and analysis stages. The findings indicate that football-based PJOK learning has a positive effect on students’ intrinsic motivation, active participation, psychological engagement, fundamental motor skills, and overall learning outcomes. These results suggest that football can be effectively utilized as an engaging and holistic PJOK learning model that supports students’ physical, psychological, and social development in elementary school settings. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik, motorik, serta psikologis peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran PJOK khususnya pada materi permainan sepak bola masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya motivasi belajar, keterlibatan aktif, dan hasil belajar peserta didik. Permainan sepak bola merupakan salah satu materi PJOK yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan aspek motorik, kognitif, afektif, dan sosial peserta didik apabila diimplementasikan dengan pendekatan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait pembelajaran PJOK berbasis permainan sepak bola pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Kajian sistematis ini melibatkan artikel penelitian yang diseleksi menggunakan kerangka PICOS dan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Proses sintesis literatur disusun berdasarkan kerangka SALSA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sepak bola dalam PJOK memberikan pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik, keterlibatan psikologis, keterampilan motorik dasar, serta hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa permainan sepak bola dapat dijadikan sebagai model pembelajaran PJOK yang efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik..  
PERAN PENDIDIKAN EKONOMI DALAM MEMBENTUK GENERASI EKONOMI YANG BERKELANJUTAN Muhammad Juwantho Lewa; Wahyu Muh. Syata; Yuniyarti Ahiri; Gjoshpink Putra Umar Sakka; Harjun Harjun; Ilhamurrrahan M Hubaib
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9450

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the role of economic education in shaping a sustainability-oriented generation and formulates strategies for its strengthening in the modern era. The study is motivated by increasing economic inequality, environmental degradation, and the low level of economic and financial literacy among young generations. This research employed a literature review method examining 22 relevant sources published between 2021 and 2026, including indexed journal articles and academic books related to economic education, financial literacy, business ethics, and sustainable development. The analysis was conducted using a thematic synthesis approach through stages of identification, categorization, critical evaluation, and conceptual pattern development. The findings reveal three main patterns. First, the integration of financial literacy and sustainability values into the curriculum significantly contributes to improving responsible economic decision-making skills. Second, contextual and problem-based learning approaches are more effective in fostering awareness of social and environmental impacts than purely theoretical instruction. Third, strengthening business ethics at the secondary education level serves as a key factor in developing long-term sustainable economic orientation. These findings emphasize that adaptive, integrative, and value-oriented economic education should be prioritized within the curriculum as a foundation for sustainable development. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis peran pendidikan ekonomi dalam membentuk generasi berorientasi keberlanjutan serta merumuskan strategi penguatannya di era modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketimpangan ekonomi, degradasi lingkungan, serta rendahnya literasi ekonomi dan keuangan generasi muda. Penelitian menggunakan metode studi literatur terhadap 22 sumber relevan yang terbit dalam rentang 2021–2026, meliputi artikel jurnal terindeks dan buku akademik terkait pendidikan ekonomi, literasi keuangan, etika bisnis, dan pembangunan berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui pendekatan sintesis tematik dengan tahap identifikasi, kategorisasi, evaluasi kritis, dan penarikan pola konseptual. Hasil kajian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, integrasi literasi keuangan dan nilai keberlanjutan dalam kurikulum berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengambilan keputusan ekonomi yang bertanggung jawab. Kedua, pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dampak sosial dan lingkungan dibandingkan pendekatan teoritis semata. Ketiga, penguatan etika bisnis sejak jenjang pendidikan menengah menjadi faktor kunci dalam membangun orientasi ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan ekonomi yang adaptif, integratif, dan berbasis nilai perlu diprioritaskan dalam kurikulum sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB AL-YAQUT AL-NAFIS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIKIH MAZHAB SYAFI’I DI MADRASAH ALIYAH Fauzul Muna; Ahmad Syaifulloh; Siti Nurkayati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9455

Abstract

This study aims to describe the implementation of Al-Yaqut Al-Nafis book learning in improving students’ understanding of Shafi’i jurisprudence at MA Darul Muna Blora. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students. The results indicate that the learning of Al-Yaqut Al-Nafis is implemented as a local content subject taught in stages from grade X to grade XII by following the sequence of discussions in the book. The learning process does not rely on a single method but integrates bandongan, demonstration and direct practice, and sorogan methods. The bandongan method is used to build students’ conceptual understanding of jurisprudential materials, while demonstration and direct practice strengthen students’ practical understanding. Meanwhile, the sorogan method functions to evaluate students’ individual abilities and to train their readiness in reading and explaining the content of the book. The combination of these methods makes fiqh learning more contextual and applicable, thereby helping students understand Shafi’i jurisprudence not only theoretically but also in daily religious practices. However, challenges remain in the form of differences in students’ abilities to read Pegon script and to comprehend the translated text. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dalam meningkatkan pemahaman fikih mazhab Syafi’i di MA Darul Muna Blora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dilaksanakan sebagai muatan lokal yang diajarkan secara berjenjang dari kelas X hingga kelas XII dengan mengikuti urutan pembahasan dalam kitab. Proses pembelajaran tidak hanya menggunakan satu metode, melainkan memadukan metode bandongan, demonstrasi & praktik langsung, serta sorogan. Metode bandongan digunakan untuk membangun pemahaman konseptual peserta didik terhadap materi fikih, demonstrasi dan praktik langsung berperan dalam menguatkan pemahaman aplikatif, sedangkan metode sorogan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan peserta didik secara individual serta melatih kesiapan mereka dalam membaca dan menjelaskan materi kitab. Kombinasi metode tersebut menjadikan pembelajaran fikih lebih kontekstual dan aplikatif, sehingga membantu peserta didik memahami materi fikih mazhab Syafi’i tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan tantangan berupa perbedaan kemampuan peserta didik dalam membaca tulisan pegon dan memahami terjemahan materi kitab.
DEVELOPMENT OF AN EDUCATIONAL MODULE FOR INTRODUCING THE BRUBUH TRADITION TO THE YOUNGER GENERATION Muhammad Fajri Saptaji; Septiyana Baroroh; Nanang Slamet Riyadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9508

Abstract

ABSTRACT Local wisdom represents a form of ecological knowledge that has developed through long-term interactions between communities and their natural environments. However, its existence is increasingly threatened by modernization and the limited integration of indigenous knowledge into formal education. One such form of Javanese local wisdom is the Brubuh tradition, a traditional wood-cutting practice regulated by the seasonal calendar system known as Pranata Mangsa. This study aims to develop an educational module based on the Brubuh tradition and the Pranata Mangsa system and to analyze its feasibility and practicality as an integrative learning resource for younger generations. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model. The research stages included a preliminary study through literature review, interviews, and field observations; module drafting; expert validation involving subject matter experts, instructional design experts, and local cultural practitioners; and limited field testing with students. The findings indicate that the Brubuh tradition embodies strong ecological and material rationality that aligns with modern scientific principles, particularly regarding the influence of moisture content on the physical and mechanical properties of wood. The developed module was evaluated as valid and practical, with student responses reaching an achievement level of 89%, categorized as very good. The integration of local wisdom into the educational module effectively enhanced students’ conceptual understanding, ecological awareness, and appreciation of cultural heritage. This study contributes to the development of contextual learning materials grounded in ethnoscience and offers prospects for applying similar modules based on other forms of local wisdom to support sustainable education and cultural preservation. ABSTRAK Kearifan lokal merupakan bentuk pengetahuan ekologis yang berkembang melalui interaksi panjang antara masyarakat dan lingkungannya, namun keberadaannya semakin terancam oleh modernisasi dan minimnya integrasi dalam pendidikan formal. Salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa adalah tradisi Brubuh, yaitu praktik penebangan kayu yang diatur berdasarkan sistem kalender musiman Pranata Mangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul edukasi berbasis tradisi Brubuh dan Pranata Mangsa serta menganalisis kelayakan dan kepraktisannya sebagai sumber belajar integratif bagi generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan adaptasi model Borg dan Gall. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan melalui kajian literatur, wawancara, dan observasi lapangan; penyusunan draf modul; validasi oleh ahli materi, ahli desain pembelajaran, dan praktisi budaya; serta uji coba terbatas kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Brubuh mengandung rasionalitas ekologis dan material yang selaras dengan konsep ilmiah modern, khususnya terkait pengaruh kadar air terhadap sifat fisik dan mekanik kayu. Modul yang dikembangkan dinilai layak dan praktis, dengan respons peserta didik mencapai tingkat ketercapaian sebesar 89% pada kategori sangat baik. Integrasi kearifan lokal ke dalam modul pembelajaran terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, kesadaran ekologis, serta apresiasi terhadap warisan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan bahan ajar kontekstual berbasis etnosains dan membuka peluang penerapan modul serupa pada kearifan lokal lain sebagai upaya pendidikan berkelanjutan dan pelestarian budaya.