cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
hipkin.jer@gmail.com
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) Curriculum Development Study Program Office Faculty of Education Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hipkin Journal of Educational Research
ISSN : 3047535X     EISSN : 30475309     DOI : -
Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Hipkin JER features empirical, theoretical, and methodological articles that understand education, curriculum, and learning. Hipkin JER publishes peer-reviewed analyses covering educational research across all subfields and disciplines, all levels of analysis, and multiple levels of education. It also encourages implementation at all levels of education throughout life and all forms of learning. Hipkin JER welcomes submissions of articles that reflect various perspectives, topics, contexts, and methods, including interdisciplinary and multidisciplinary fields in education. All issues of Hipkin JER publications are available to browse online.
Articles 81 Documents
Creative use of instructional media in elementary Informatics learning Aam Trianawati
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.272

Abstract

The advancement of digital technology demands that primary schools equip students with digital literacy skills from an early age. This study was conducted to explore the implementation of the Kurikulum Merdeka in the Informatics subject at SD Laboratorium UPI, a model school with ideal facilities and instructional practices. This research is significant because laboratory schools also face challenges similar to those of regular public schools, making them a realistic reflection of actual field conditions. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with the Informatics teacher and document analysis. The findings reveal that, despite limitations in the technological infrastructure, the teacher was able to deliver engaging, contextually relevant learning by using available tools, including the supervised use of students’ personal devices. Informatics is positioned as a formal subject, reflecting the school’s commitment to strengthening students’ digital competencies from an early stage. The study identifies both supporting and inhibiting factors in learning, such as access to media, teacher readiness, and student characteristics. These findings offer practical recommendations for primary schools with either complete or limited facilities to implement meaningful and adaptive Informatics education.   Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar untuk membekali murid dengan literasi digital sejak dini. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Informatika di SD Laboratorium UPI, sebuah sekolah model yang diasumsikan memiliki fasilitas dan praktik pembelajaran ideal. Penelitian ini penting dilakukan karena sekolah laboratorium juga menghadapi tantangan yang serupa dengan sekolah umum, sehingga dapat menjadi cerminan kondisi riil di lapangan. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Informatika dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun terdapat keterbatasan infrastruktur teknologi, guru mampu melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual dengan memanfaatkan perangkat yang tersedia, termasuk penggunaan perangkat pribadi murid di bawah pengawasan. Informatika diposisikan sebagai pelajaran formal, mencerminkan komitmen sekolah terhadap penguatan kompetensi digital sejak dini. Penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran seperti media, kesiapan guru, dan karakteristik murid. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dasar, baik yang memiliki fasilitas lengkap maupun yang terbatas, dalam mengimplementasikan pendidikan Informatika yang bermakna dan adaptif. Kata Kunci: kreativitas guru; Kurikulum Merdeka; literasi digital; media pembelajaran
Teacher and technology roles in Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Qurrata Ayunina, Haura; Hadiapurwa, Angga
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.274

Abstract

This research examines the implementation of Kurikulum Merdeka, which is gradually being introduced across basic education units in Indonesia. This curriculum is designed to provide flexibility for learner-centered learning and adapt education to the dynamics of the times and the individual needs of students. In this context, SD Muhammadiyah 4 Bandung is one of the schools that has adopted the Kurikulum Merdeka and implemented it in the Informatics subjects. This study aims to assess the implementation of Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Bandung, focusing on the implementation of Informatics learning and student learning outcomes. The method used is a descriptive qualitative approach, involving in-depth interviews with the principal, the vice principal for curriculum, and the Informatics teachers. The results showed that although this curriculum provides teachers with flexibility to customize learning, there are still challenges, such as teacher readiness with technology and differences in students' ability to operate devices. Therefore, continuous teacher training and additional support for students are needed to optimize the implementation of the curriculum. This research provides recommendations to strengthen teacher training, increase evaluation time, and improve support systems to be more responsive to evolving educational needs.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang diterapkan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan dasar di Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang berpusat pada murid serta menyesuaikan pendidikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan individu murid. Dalam konteks tersebut, SD Muhammadiyah 4 Bandung menjadi salah satu sekolah yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dan menerapkannya dalam mata pelajaran Informatika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah 4 Bandung, dengan fokus pada pelaksanaan pembelajaran Informatika dan hasil belajar murid. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran, namun masih terdapat tantangan seperti kesiapan guru dalam penggunaan teknologi serta perbedaan kemampuan murid dalam mengoperasikan perangkat. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan dukungan tambahan bagi murid sangat diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan guru, meningkatkan waktu untuk evaluasi, dan memperbaiki sistem dukungan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Informatika; pendidikan dasar; teknologi pada pendidikan
Suitability of Informatics curriculum tools for 21st-century digital literacy Rakha Akhyara
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.276

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka at the senior high school level requires contextual, flexible, and student-centered learning, including in the Informatics subject. One important competency to develop is digital literacy, which includes the ability to access, understand, evaluate, and ethically and responsibly use information from various digital sources. This study aims to evaluate the alignment between the Informatics subject curriculum and 21st-century digital literacy needs. The research method uses a descriptive qualitative approach, through curriculum document analysis, interviews with teachers, and a review of the digital learning facilities and resources available in the school environment. The study's results indicate that the curriculum includes learning objectives and outcomes designed to strengthen digital literacy. However, its implementation in the field still faces various challenges, such as limited technological devices, low digital competence among teachers, and insufficient integration of project-based or collaborative learning. Additionally, not all students demonstrate independence in learning or the ability to evaluate digital information critically. Therefore, there is a need to strengthen policies, enhance educators' capacities, and provide infrastructure support as prerequisites for creating an adaptive and relevant Informatics learning ecosystem that meets the demands of the digital age.   Abstrak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada tingkat sekolah menengah atas memerlukan pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada murid, termasuk dalam mata pelajaran Informatika. Salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan adalah literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber digital secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara kurikulum mata pelajaran Informatika dengan kebutuhan literasi digital abad ke-21. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis dokumen kurikulum, wawancara dengan guru, dan tinjauan fasilitas dan sumber daya pembelajaran digital yang tersedia di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substansial, kurikulum mencakup tujuan dan hasil belajar yang bertujuan untuk memperkuat literasi digital. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan perangkat teknologi, rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, dan kurangnya integrasi berbasis proyek atau kolaboratif. Selain itu, tidak semua murid menunjukkan kemandirian dalam belajar dan kemampuan untuk mengevaluasi informasi digital secara kritis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, dan dukungan infrastruktur sebagai prasyarat untuk menciptakan ekosistem pembelajaran Informatika yang adaptif dan relevan yang memenuhi tuntutan era digital. Kata Kunci: keterampilan abad ke-21; kurikulum Informatika; Kurikulum Merdeka; literasi digital
Adapting Kurikulum Merdeka books with Islamic values: a case study at SDIP Ummul Mukminin Ma’rifatu Ambiya
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.277

Abstract

Since the Kurikulum Merdeka was implemented, Islamic-based schools face unique demands to contextualize educational content with moral and religious teachings without compromising national learning standards. Within this dynamic, curriculum flexibility becomes a crucial factor for successful adaptation, allowing schools to develop operational strategies that align with their identity and the needs of their students. This study investigates how SDIP Ummul Mukminin adapts Kurikulum Merdeka books through the lens of Islamic value integration, resource utilization, and institutional support systems. Using a descriptive qualitative method, data were gathered through interviews with school staff and document analysis. The findings reveal that book selection is guided by curriculum alignment and potential for religious contextualization, while material adaptation involves supplementary modules and analogies. The school library supports learning by providing both digital and printed resources with technological enhancements. This research highlights the adaptive strategies employed by faith-based schools and underscores the need to refine policies and train teachers in curriculum implementation.   Abstrak Sejak Kurikulum Merdeka diterapkan, sekolah berbasis Islam menghadapi tuntutan unik untuk mengontekstualisasikan konten pendidikan dengan ajaran moral dan agama tanpa mengorbankan standar pembelajaran nasional. Dalam dinamika ini, fleksibilitas kurikulum menjadi faktor penting untuk adaptasi yang berhasil, yang memungkinkan sekolah untuk mengembangkan strategi operasional yang selaras dengan identitas mereka dan kebutuhan murid mereka. Studi ini menyelidiki bagaimana SDIP Ummul Mukminin mengadaptasi buku-buku teks Kurikulum Merdeka melalui lensa integrasi nilai-nilai Islam, pemanfaatan sumber daya, dan sistem pendukung kelembagaan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan staf sekolah dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemilihan buku teks dipandu oleh keselarasan kurikulum dan potensi kontekstualisasi keagamaan, sementara adaptasi materi melibatkan modul dan analogi tambahan. Perpustakaan sekolah mendukung pembelajaran dengan menyediakan sumber daya digital dan cetak dengan peningkatan teknologi. Penelitian ini menyoroti strategi adaptif yang digunakan oleh sekolah berbasis agama dan menggarisbawahi perlunya penyempurnaan kebijakan dan pelatihan guru dalam implementasi kurikulum. Kata Kunci: buku teks; integrasi nilai Islam; Kurikulum Merdeka
Implementation of Informatics curriculum at SMP Kartika XIX-2 Bandung Zaenal Rifa’i Saepudin
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.279

Abstract

Computer Science education is not merely a supplement but an essential component in the overall improvement of educational quality. This research aims to study the implementation of the Informatics curriculum at SMP Kartika XIX-2 Bandung in the context of the Kurikulum Merdeka. The study uses a descriptive, qualitative approach, with in-depth interviews and field observation. The findings show that Informatics learning is conducted using the Project-Based Learning (PjBL) approach, with an emphasis on hands-on practice such as using Microsoft Office and simple data analysis. Although a computer laboratory and a dedicated Informatics teacher are not available, teachers still strive to adjust the material to make it relevant and easily understandable for students. The biggest challenge arises from the students' character, which is heavily influenced by digital culture, as well as the decline in manners and etiquette. The students have shown critical thinking skills and have started producing educational digital works. This research provides a clear picture of the implementation of the Informatics curriculum at the junior high school level and offers valuable insights for the development of contextual, adaptive, and future-oriented curricula.   Abstrak Pendidikan Informatika tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi sebagai komponen esensial dalam pengembangan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perancangan dan pelaksanaan kurikulum Informatika di SMP Kartika XIX-2 Bandung dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Informatika dilaksanakan dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL), dengan penekanan pada praktik langsung seperti penggunaan Microsoft Office dan analisis data sederhana. Meskipun belum tersedia laboratorium komputer dan guru khusus Informatika, guru tetap berupaya menyesuaikan materi agar relevan dan mudah dipahami murid. Tantangan terbesar datang dari karakter murid yang sangat terpengaruh oleh budaya digital serta menurunnya adab atau sikap sopan. Murid dinilai sudah menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan mulai menghasilkan karya digital edukatif. Penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai implementasi kurikulum Informatika di tingkat SMP dan menjadi masukan penting bagi pengembangan kurikulum yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan abad 21. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; keterampilan digital; pembelajaran berbasis proyek; pembelajaran Informatika
Overview of the library management system at SMA Negeri 1 Parongpong Nabil Shubhi Syah Putra
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.273

Abstract

Digital integration in library management, book collection development, user access, and strategies to increase student interest in reading are an important part of school libraries. This study aims to examine the role of the library management system in supporting the learning process at SMAN 1 Parongpong. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews with library managers. The results of the study indicate that the implemented digital library management system has facilitated the management of book borrowing and returns and helped adjust the collection based on students' learning needs. Although the system is not yet accessible online, its implementation has improved efficiency and expanded access to learning resources. The library also runs literacy programs, such as reading corners, and encourages student involvement in collection selection. However, challenges such as limited human resources and insufficient supervision of the collection remain obstacles that need to be addressed. Overall, this study confirms that digitally integrated library management has a significant contribution in supporting the learning process and strengthening literacy culture in the secondary school environment.   Abstrak Integrasi digital dalam pengelolaan perpustakaan, pengembangan koleksi buku, akses pengguna, serta strategi peningkatan minat baca murid merupakan hal yang penting bagi perpustakaan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sistem manajemen perpustakaan dalam mendukung proses pembelajaran di SMAN 1 Parongpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara bersama pengelola perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen perpustakaan digital yang diterapkan telah mempermudah pengelolaan peminjaman dan pengembalian buku serta membantu dalam penyesuaian koleksi berdasarkan kebutuhan pembelajaran murid. Walaupun sistem tersebut belum dapat diakses secara daring, penerapannya telah meningkatkan efisiensi dan memperluas akses terhadap sumber belajar. Perpustakaan juga menjalankan program literasi seperti pojok baca dan pelibatan murid dalam pemilihan koleksi. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya pengawasan terhadap koleksi masih menjadi hambatan yang perlu dibenahi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan perpustakaan yang terintegrasi secara digital memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung proses pembelajaran dan penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah menengah. Kata Kunci: digitalisasi dalam pendidikan; perpustakaan sekolah; sistem manajemen perpustakaan
ICT implementation in elementary school using the Kurikulum Merdeka Yarania Aristi
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.275

Abstract

The rapid development of digital technology requires elementary schools to integrate Information and Communication Technology (ICT) learning in a relevant manner. Within the framework of the Kurikulum Merdeka, ICT learning plays a strategic role in developing students’ digital skills while fostering character development from an early age. This study aims to explore the implementation of ICT learning as a local content subject at SD Laboratorium Percontohan UPI within the context of the Kurikulum Merdeka. This study employed a qualitative approach using a case study design, involving two ICT teachers who taught both odd-grade levels (Grades 1, 3, and 5) and even-grade levels (Grades 2, 4, and 6), several students, and the school principal. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis. The findings indicate that the implementation of ICT learning at SD Laboratorium Percontohan UPI has been carried out effectively, making a positive contribution to the learning process, with teachers playing a crucial role as active learning facilitators, supported by the use of various digital media. However, several challenges were identified, including limited access to technological devices, unequal internet connectivity across classrooms, and the need for continuous improvement in teachers’ competencies.   Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar untuk mengintegrasikan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara relevan. Dalam rangka Kurikulum Merdeka, pembelajaran TIK memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan digital sekaligus membentuk karakter murid sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran TIK sebagai muatan lokal di SD Laboratorium Percontohan UPI dalam konteks Kurikulum Merdeka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua orang guru TIK yang mengajar pada jenjang kelas ganjil (1, 3, dan 5) dan genap (2, 4, dan 6), beberapa murid, serta kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran TIK di SD Laboratorium Percontohan UPI dalam kerangka Kurikulum Merdeka telah berjalan secara efektif dan memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran. Peran guru terbukti penting sebagai fasilitator pembelajaran yang aktif, didukung oleh pemanfaatan media digital yang variatif. Kendala yang ditemukan adalah keterbatasan perangkat teknologi, ketidakmerataan akses internet di ruang kelas, dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; literasi digital; pembelajaran TIK; sekolah dasar
Informatics curriculum implementation in Kurikulum Merdeka: case study SMPN 26 Bandung Ester Dameria Siboro
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.278

Abstract

This study investigates the implementation of the Informatics curriculum within the Kurikulum Merdeka framework at SMPN 26 Bandung, a public lower secondary school located in an urban area of West Java, Indonesia. Using a qualitative case study approach, this research analyzes the first-year implementation of Informatics as a compulsory subject reintroduced in the 2021/2022 academic year. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with Informatics teachers and direct observations of classroom practices and learning facilities. The findings reveal key implementation challenges, including the limited availability of qualified Informatics teachers, insufficient technological infrastructure, and diverse levels of students’ digital readiness. Despite these constraints, the school has managed to implement basic Informatics instruction emphasizing practical computer literacy, particularly proficiency in Microsoft Office applications. This study contributes to the discourse on curriculum implementation in resource-constrained educational contexts. It provides policymakers and school leaders with empirical insights into the realities of curriculum reform at the secondary school level. The study concludes that the successful implementation of specialized subjects such as Informatics requires comprehensive support systems, including continuous teacher professional development, adequate infrastructure, and context-sensitive curriculum adaptation.   Abstrak Penelitian ini menginvestigasi implementasi kurikulum Informatika dalam kerangka Kurikulum Merdeka di SMPN 26 Bandung, sebuah sekolah menengah pertama negeri yang berlokasi di wilayah perkotaan Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis pelaksanaan mata pelajaran Informatika pada tahun pertama penerapannya sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2021/2022. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan guru Informatika serta observasi langsung terhadap praktik pembelajaran dan fasilitas pendukung di sekolah. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan implementasi utama, meliputi keterbatasan ketersediaan guru Informatika yang kompeten, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta keberagaman tingkat kesiapan digital murid. Meskipun menghadapi keterbatasan tersebut, sekolah tetap mampu menyelenggarakan pembelajaran Informatika dasar dengan penekanan pada penguasaan keterampilan literasi komputer praktis, khususnya penggunaan aplikasi Microsoft Office. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika implementasi kurikulum dalam konteks pendidikan dengan keterbatasan sumber daya serta memberikan implikasi empiris bagi perumus kebijakan dan pengelola sekolah terkait pelaksanaan reformasi kurikulum. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi mata pelajaran khusus seperti Informatika memerlukan sistem dukungan yang komprehensif, mencakup pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta adaptasi kurikulum yang sensitif terhadap konteks sekolah. Kata Kunci: kurikulum informatika; Kurikulum Merdeka; literasi digital; pendidikan menengah
Efforts to provide digital literacy in school library SDIP Ummul Mukminin Salwa Khairunnisa; Hafsah Nugraha
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.280

Abstract

The rapid development of digital technology requires school libraries to play an active role in strengthening students’ digital literacy. This study aims to examine how school libraries enhance students’ digital literacy amid the rapid growth of information technology. This research adopts a qualitative approach using an intrinsic case study method conducted at SDIP Ummul Mukminin, Bandung. Data were collected through comprehensive interviews with librarians and educators, as well as direct observation of the library’s conditions. The findings indicate that digitalization efforts have begun through the provision of computer facilities and digital learning modules. However, digital transformation has not yet been implemented optimally, as collection management and circulation services are still conducted manually and are not supported by digital collections, such as e-books and interactive learning platforms. In addition, students’ digital literacy is strengthened through the integration of Islamic values and ethical principles taught by teachers and librarians. This study emphasizes that the development of digital libraries requires the contextual integration of technology, the enhancement of librarians’ competencies, the diversification of digital collections, and a sustained commitment from all school stakeholders.   Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut perpustakaan sekolah untuk berperan aktif dalam mendukung penguatan literasi digital murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perpustakaan berperan dalam memperkuat kemampuan literasi digital murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus intrinsik di SDIP Ummul Mukminin, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara komprehensif bersama pustakawan dan tenaga pendidik, serta observasi langsung terhadap kondisi perpustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya digitalisasi telah mulai dilakukan melalui penyediaan fasilitas komputer dan modul digital. Namun, transformasi digital belum berjalan secara optimal karena pengelolaan koleksi dan layanan peminjaman masih dilakukan secara manual serta belum didukung oleh ketersediaan koleksi digital seperti e-book dan platform pembelajaran interaktif. Selain itu, literasi digital pada murid diperkuat dengan penanaman nilai-nilai dan etika keislaman yang diajarkan oleh guru dan pustakawan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan perpustakaan digital memerlukan integrasi teknologi yang kontekstual, peningkatan kompetensi pustakawan, diversifikasi koleksi digital, serta komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan sekolah. Kata Kunci: integrasi teknologi; literasi digital; perpustakaan sekolah dasar
Kurikulum Merdeka at SMKN 3 Bandung: strengthening literacy and industry readiness Nabila Hermala Putri
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.281

Abstract

The Indonesian government has implemented the Kurikulum Merdeka as an education reform measure aimed at improving industry-relevant skills and supporting more student-centered learning. This study explores the implementation of Kurikulum Merdeka at SMKN 3 Bandung, a leading vocational high school in West Java, Indonesia. This study aims to examine how this curriculum is implemented in teaching methods and its contribution to literacy development in the school. SMKN 3 Bandung was chosen for its reputation as an excellent institution with modern digital facilities and effective teaching strategies. Data was collected through interviews with librarians and curriculum coordinators using a descriptive qualitative approach. Findings from the study show that the curriculum supports competency-focused evaluation, team projects, and utilization of digital teaching resources. Students' reading habits and access to information are getting better thanks to the school literacy program supported by the digital library system. From these results, SMKN 3 Bandung effectively integrates Kurikulum Merdeka to prepare its students for the world of work, combining academic programs and digital literacy.   Abstrak Pemerintah Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai sebuah langkah reformasi pendidikan yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan dunia industri dan mendukung pembelajaran yang lebih berfokus pada murid. Studi ini mengeksplorasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 3 Bandung, sebuah sekolah menengah kejuruan terkemuka di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kurikulum ini diterapkan dalam metode pengajaran serta kontribusinya terhadap pengembangan literasi di sekolah. SMKN 3 Bandung dipilih karena reputasinya sebagai institusi unggulan dengan fasilitas digital yang baik dan strategi pengajaran yang modern. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pustakawan dan koordinator kurikulum dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kurikulum ini mendukung evaluasi yang berfokus pada kompetensi, proyek tim, dan pemanfaatan sumber daya ajar digital. Kebiasaan membaca murid dan akses terhadap informasi semakin baik berkat program literasi sekolah yang didukung oleh sistem perpustakaan digital. Dari hasil ini, SMKN 3 Bandung dengan efektif mengintegrasikan Kurikulum Merdeka untuk mempersiapkan muridnya memasuki dunia kerja, mengombinasikan program akademik dan literasi digital. Kata Kunci: inovasi digital; Kurikulum Merdeka; literasi; sekolah menengah kejuruan