cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
hipkin.jer@gmail.com
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) Curriculum Development Study Program Office Faculty of Education Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hipkin Journal of Educational Research
ISSN : 3047535X     EISSN : 30475309     DOI : -
Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Hipkin JER features empirical, theoretical, and methodological articles that understand education, curriculum, and learning. Hipkin JER publishes peer-reviewed analyses covering educational research across all subfields and disciplines, all levels of analysis, and multiple levels of education. It also encourages implementation at all levels of education throughout life and all forms of learning. Hipkin JER welcomes submissions of articles that reflect various perspectives, topics, contexts, and methods, including interdisciplinary and multidisciplinary fields in education. All issues of Hipkin JER publications are available to browse online.
Articles 65 Documents
Creative use of instructional media in elementary Informatics learning Trianawati, Aam
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.272

Abstract

The advancement of digital technology demands that primary schools equip students with digital literacy skills from an early age. This study was conducted to explore the implementation of the Kurikulum Merdeka in the Informatics subject at SD Laboratorium UPI, a model school with ideal facilities and instructional practices. This research is significant because laboratory schools also face challenges similar to those of regular public schools, making them a realistic reflection of actual field conditions. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with the Informatics teacher and document analysis. The findings reveal that, despite limitations in the technological infrastructure, the teacher was able to deliver engaging, contextually relevant learning by using available tools, including the supervised use of students’ personal devices. Informatics is positioned as a formal subject, reflecting the school’s commitment to strengthening students’ digital competencies from an early stage. The study identifies both supporting and inhibiting factors in learning, such as access to media, teacher readiness, and student characteristics. These findings offer practical recommendations for primary schools with either complete or limited facilities to implement meaningful and adaptive Informatics education.   Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar untuk membekali murid dengan literasi digital sejak dini. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Informatika di SD Laboratorium UPI, sebuah sekolah model yang diasumsikan memiliki fasilitas dan praktik pembelajaran ideal. Penelitian ini penting dilakukan karena sekolah laboratorium juga menghadapi tantangan yang serupa dengan sekolah umum, sehingga dapat menjadi cerminan kondisi riil di lapangan. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Informatika dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun terdapat keterbatasan infrastruktur teknologi, guru mampu melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual dengan memanfaatkan perangkat yang tersedia, termasuk penggunaan perangkat pribadi murid di bawah pengawasan. Informatika diposisikan sebagai pelajaran formal, mencerminkan komitmen sekolah terhadap penguatan kompetensi digital sejak dini. Penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran seperti media, kesiapan guru, dan karakteristik murid. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dasar, baik yang memiliki fasilitas lengkap maupun yang terbatas, dalam mengimplementasikan pendidikan Informatika yang bermakna dan adaptif. Kata Kunci: kreativitas guru; Kurikulum Merdeka; literasi digital; media pembelajaran
Teacher and technology roles in Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Qurrata Ayunina, Haura; Hadiapurwa, Angga
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.274

Abstract

This research examines the implementation of Kurikulum Merdeka, which is gradually being introduced across basic education units in Indonesia. This curriculum is designed to provide flexibility for learner-centered learning and adapt education to the dynamics of the times and the individual needs of students. In this context, SD Muhammadiyah 4 Bandung is one of the schools that has adopted the Kurikulum Merdeka and implemented it in the Informatics subjects. This study aims to assess the implementation of Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Bandung, focusing on the implementation of Informatics learning and student learning outcomes. The method used is a descriptive qualitative approach, involving in-depth interviews with the principal, the vice principal for curriculum, and the Informatics teachers. The results showed that although this curriculum provides teachers with flexibility to customize learning, there are still challenges, such as teacher readiness with technology and differences in students' ability to operate devices. Therefore, continuous teacher training and additional support for students are needed to optimize the implementation of the curriculum. This research provides recommendations to strengthen teacher training, increase evaluation time, and improve support systems to be more responsive to evolving educational needs.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang diterapkan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan dasar di Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang berpusat pada murid serta menyesuaikan pendidikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan individu murid. Dalam konteks tersebut, SD Muhammadiyah 4 Bandung menjadi salah satu sekolah yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dan menerapkannya dalam mata pelajaran Informatika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah 4 Bandung, dengan fokus pada pelaksanaan pembelajaran Informatika dan hasil belajar murid. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran, namun masih terdapat tantangan seperti kesiapan guru dalam penggunaan teknologi serta perbedaan kemampuan murid dalam mengoperasikan perangkat. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan dukungan tambahan bagi murid sangat diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan guru, meningkatkan waktu untuk evaluasi, dan memperbaiki sistem dukungan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Informatika; pendidikan dasar; teknologi pada pendidikan
Suitability of Informatics curriculum tools for 21st-century digital literacy Akhyara, Rakha
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.276

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka at the senior high school level requires contextual, flexible, and student-centered learning, including in the Informatics subject. One important competency to develop is digital literacy, which includes the ability to access, understand, evaluate, and ethically and responsibly use information from various digital sources. This study aims to evaluate the alignment between the Informatics subject curriculum and 21st-century digital literacy needs. The research method uses a descriptive qualitative approach, through curriculum document analysis, interviews with teachers, and a review of the digital learning facilities and resources available in the school environment. The study's results indicate that the curriculum includes learning objectives and outcomes designed to strengthen digital literacy. However, its implementation in the field still faces various challenges, such as limited technological devices, low digital competence among teachers, and insufficient integration of project-based or collaborative learning. Additionally, not all students demonstrate independence in learning or the ability to evaluate digital information critically. Therefore, there is a need to strengthen policies, enhance educators' capacities, and provide infrastructure support as prerequisites for creating an adaptive and relevant Informatics learning ecosystem that meets the demands of the digital age.   Abstrak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada tingkat sekolah menengah atas memerlukan pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada murid, termasuk dalam mata pelajaran Informatika. Salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan adalah literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber digital secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara kurikulum mata pelajaran Informatika dengan kebutuhan literasi digital abad ke-21. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis dokumen kurikulum, wawancara dengan guru, dan tinjauan fasilitas dan sumber daya pembelajaran digital yang tersedia di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substansial, kurikulum mencakup tujuan dan hasil belajar yang bertujuan untuk memperkuat literasi digital. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan perangkat teknologi, rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, dan kurangnya integrasi berbasis proyek atau kolaboratif. Selain itu, tidak semua murid menunjukkan kemandirian dalam belajar dan kemampuan untuk mengevaluasi informasi digital secara kritis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, dan dukungan infrastruktur sebagai prasyarat untuk menciptakan ekosistem pembelajaran Informatika yang adaptif dan relevan yang memenuhi tuntutan era digital. Kata Kunci: keterampilan abad ke-21; kurikulum Informatika; Kurikulum Merdeka; literasi digital
Adapting Kurikulum Merdeka books with Islamic values: a case study at SDIP Ummul Mukminin Ambiya, Ma’rifatu
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.277

Abstract

Since the Kurikulum Merdeka was implemented, Islamic-based schools face unique demands to contextualize educational content with moral and religious teachings without compromising national learning standards. Within this dynamic, curriculum flexibility becomes a crucial factor for successful adaptation, allowing schools to develop operational strategies that align with their identity and the needs of their students. This study investigates how SDIP Ummul Mukminin adapts Kurikulum Merdeka books through the lens of Islamic value integration, resource utilization, and institutional support systems. Using a descriptive qualitative method, data were gathered through interviews with school staff and document analysis. The findings reveal that book selection is guided by curriculum alignment and potential for religious contextualization, while material adaptation involves supplementary modules and analogies. The school library supports learning by providing both digital and printed resources with technological enhancements. This research highlights the adaptive strategies employed by faith-based schools and underscores the need to refine policies and train teachers in curriculum implementation.   Abstrak Sejak Kurikulum Merdeka diterapkan, sekolah berbasis Islam menghadapi tuntutan unik untuk mengontekstualisasikan konten pendidikan dengan ajaran moral dan agama tanpa mengorbankan standar pembelajaran nasional. Dalam dinamika ini, fleksibilitas kurikulum menjadi faktor penting untuk adaptasi yang berhasil, yang memungkinkan sekolah untuk mengembangkan strategi operasional yang selaras dengan identitas mereka dan kebutuhan murid mereka. Studi ini menyelidiki bagaimana SDIP Ummul Mukminin mengadaptasi buku-buku teks Kurikulum Merdeka melalui lensa integrasi nilai-nilai Islam, pemanfaatan sumber daya, dan sistem pendukung kelembagaan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan staf sekolah dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemilihan buku teks dipandu oleh keselarasan kurikulum dan potensi kontekstualisasi keagamaan, sementara adaptasi materi melibatkan modul dan analogi tambahan. Perpustakaan sekolah mendukung pembelajaran dengan menyediakan sumber daya digital dan cetak dengan peningkatan teknologi. Penelitian ini menyoroti strategi adaptif yang digunakan oleh sekolah berbasis agama dan menggarisbawahi perlunya penyempurnaan kebijakan dan pelatihan guru dalam implementasi kurikulum. Kata Kunci: buku teks; integrasi nilai Islam; Kurikulum Merdeka
Implementation of Informatics curriculum at SMP Kartika XIX-2 Bandung Saepudin, Zaenal Rifa’i
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.279

Abstract

Computer Science education is not merely a supplement but an essential component in the overall improvement of educational quality. This research aims to study the implementation of the Informatics curriculum at SMP Kartika XIX-2 Bandung in the context of the Kurikulum Merdeka. The study uses a descriptive, qualitative approach, with in-depth interviews and field observation. The findings show that Informatics learning is conducted using the Project-Based Learning (PjBL) approach, with an emphasis on hands-on practice such as using Microsoft Office and simple data analysis. Although a computer laboratory and a dedicated Informatics teacher are not available, teachers still strive to adjust the material to make it relevant and easily understandable for students. The biggest challenge arises from the students' character, which is heavily influenced by digital culture, as well as the decline in manners and etiquette. The students have shown critical thinking skills and have started producing educational digital works. This research provides a clear picture of the implementation of the Informatics curriculum at the junior high school level and offers valuable insights for the development of contextual, adaptive, and future-oriented curricula.   Abstrak Pendidikan Informatika tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi sebagai komponen esensial dalam pengembangan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perancangan dan pelaksanaan kurikulum Informatika di SMP Kartika XIX-2 Bandung dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Informatika dilaksanakan dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL), dengan penekanan pada praktik langsung seperti penggunaan Microsoft Office dan analisis data sederhana. Meskipun belum tersedia laboratorium komputer dan guru khusus Informatika, guru tetap berupaya menyesuaikan materi agar relevan dan mudah dipahami murid. Tantangan terbesar datang dari karakter murid yang sangat terpengaruh oleh budaya digital serta menurunnya adab atau sikap sopan. Murid dinilai sudah menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan mulai menghasilkan karya digital edukatif. Penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai implementasi kurikulum Informatika di tingkat SMP dan menjadi masukan penting bagi pengembangan kurikulum yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan abad 21. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; keterampilan digital; pembelajaran berbasis proyek; pembelajaran Informatika