cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
hipkin.jer@gmail.com
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) Curriculum Development Study Program Office Faculty of Education Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hipkin Journal of Educational Research
ISSN : 3047535X     EISSN : 30475309     DOI : -
Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Hipkin JER features empirical, theoretical, and methodological articles that understand education, curriculum, and learning. Hipkin JER publishes peer-reviewed analyses covering educational research across all subfields and disciplines, all levels of analysis, and multiple levels of education. It also encourages implementation at all levels of education throughout life and all forms of learning. Hipkin JER welcomes submissions of articles that reflect various perspectives, topics, contexts, and methods, including interdisciplinary and multidisciplinary fields in education. All issues of Hipkin JER publications are available to browse online.
Articles 50 Documents
Challenges in curriculum implementation and development at SMK Profita Bandung Syaela, Balqis Najmi Aqila Putri; Fauziah, Firda Nur; Syahida, Syahla Aulia; Tazkia, Zahra
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.36

Abstract

This research analyzes the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMK Profita Bandung, focusing on the flexibility of the curriculum to meet the needs of students and industry. Data were collected through observations and interviews to identify curriculum development challenges and provide insights for improving vocational education practices. The study explores issues related to creating and implementing the curriculum at SMK Profita Bandung, particularly concerning the application of the Kurikulum Merdeka. It investigates how a flexible curriculum can meet students' needs and industry demands and the effectiveness of technology use in learning. Conducted descriptively qualitatively, the research gathered data through observations, document analysis, and semi-structured interviews. The findings indicate that the main challenges in curriculum development include limited resources, resistance to change among educators, and the need for ongoing teacher training. Furthermore, although the Kurikulum Merdeka offers flexibility, its implementation still faces obstacles, especially in collaboration between teachers, school principals, and other stakeholders. This research is expected to provide insights for improving curriculum development practices in vocational schools and support enhancing educational quality in Indonesia.   Abstrak Penelitian ini menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka di SMK Profita Bandung, fokus pada fleksibilitas kurikulum untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan industri. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi tantangan dalam pengembangan kurikulum, dengan tujuan memberikan wawasan untuk perbaikan praktik pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari masalah yang terkait dengan pembuatan dan pelaksanaan kurikulum di SMK Profita Bandung, terutama dalam hal penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kurikulum yang fleksibel dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dan tuntutan industri serta seberapa efektif penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan kurikulum meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan di kalangan pengajar, serta kebutuhan pelatihan berkelanjutan untuk pendidik. Selain itu, meskipun Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala, terutama dalam hal kolaborasi antara pendidik, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perbaikan praktik pengembangan kurikulum di SMK dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pengembangan kurikulum
The effectiveness of Kurikulum Merdeka on the accounting learning system in vocational schools Khairunnisa, Alya Syafira; Ali, Muhamad; Nayyara, Najma Silma; Widyadhana, Talita Ardra
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.43

Abstract

Rapid developments in the world of education have encouraged curriculum changes in Indonesia, one of which is the Kurikulum Merdeka which emphasizes Merdeka Belajar. This study aims to explain the implementation, benefits, and challenges that arise in the learning process based on a Kurikulum Merdeka in the Accounting and Finance Expertise Program at SMK PGRI 1 Bandung. The Kurikulum Merdeka is designed to meet 21st-century learning needs by prioritizing Merdeka Belajar and practical skills development. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach and literature, with a research focus on SMK PGRI 1 Cimahi. The results showed that the implementation of this new curriculum brought significant changes in the mastery of accounting materials and the improvement of students' practical skills. Although there are challenges in the adaptation process, such as reduced learning hours and teacher readiness, the flexibility of the curriculum allows teachers to adjust teaching methods according to student needs. This study recommends continuous evaluation of the implementation of the Kurikulum Merdeka to improve the quality of education in SMK and prepare students to face the challenges of the world of work.   Abstrak Perkembangan pesat dalam dunia pendidikan telah mendorong adanya perubahan kurikulum di Indonesia, salah satunya adalah Kurikulum Merdeka yang mengedepankan “Belajar Mandiri”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan, keuntungan, dan tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka pada Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga di SMK PGRI 1 Bandung. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran abad ke-21 dengan mengedepankan kemandirian belajar dan pengembangan keterampilan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan literatur, memfokuskan pada SMK PGRI 1 Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum baru ini membawa perubahan signifikan dalam penguasaan materi akuntansi dan peningkatan keterampilan praktis peserta didik. Meskipun terdapat tantangan dalam proses adaptasi, seperti pengurangan jam belajar dan kesiapan pendidik, fleksibilitas kurikulum memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia kerja. Kata Kunci: akuntansi; Kurikulum Merdeka; sistem pembelajaran akuntansi
Curriculum innovation at SMKN 3 Bandung: Bridging education and industry Suhud, Syifa Nur Azizah
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.158

Abstract

A well-structured vocational curriculum should prepare students not only with academic knowledge but also with practical skills and competencies that align with industry standards. This study focuses on analyzing curriculum innovation at SMKN 3 Bandung, with an emphasis on the integration of the Teaching Factory (TeFa) program, which bridges the gap between education and real-world industry practices. Tefa involves collaboration with industry partners to create a simulated industrial environment, where students gain hands-on experience while still in school. Through qualitative research methods, including interviews and observations with the school’s curriculum staff, this study reveals how SMKN 3 Bandung applies the Merdeka Curriculum in line with industry needs. The curriculum structure incorporates a combination of technical skills and soft skills development, ensuring students are well-prepared for future employment. Industry partners play a crucial role in shaping the curriculum and offering students opportunities to obtain industry certifications. Despite challenges such as adapting to rapidly changing industry demands, SMKN 3 Bandung has successfully integrated practical learning experiences that enhance students’ employability and equip them better to succeed in the workforce.   Abstrak Kurikulum vokasi yang baik tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kompetensi praktis yang sesuai dengan standar industri. Penelitian ini berfokus pada analisis inovasi kurikulum di SMKN 3 Bandung, dengan menekankan integrasi program Teaching Factory (TeFa) yang menghubungkan dunia pendidikan dengan praktik industri nyata. Tefa melibatkan kolaborasi dengan mitra industri untuk menciptakan lingkungan industri simulasi, di mana peserta didik mendapatkan pengalaman langsung saat masih di sekolah. Melalui metode penelitian kualitatif, termasuk wawancara dan observasi dengan staf kurikulum sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana SMKN 3 Bandung menerapkan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Struktur kurikulum menggabungkan pengembangan keterampilan teknis dan soft skills, memastikan peserta didik siap menghadapi dunia kerja. Mitra industri memiliki peran penting dalam membentuk kurikulum dan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh sertifikasi industri. Meskipun ada tantangan seperti menyesuaikan dengan tuntutan industri yang berkembang pesat, SMKN 3 Bandung berhasil mengintegrasikan pengalaman belajar praktis yang meningkatkan daya saing peserta didik di dunia kerja. Kata Kunci: inovasi kurikulum; kolaborasi industri; Kurikulum Merdeka; teaching factory
Analysis of curriculum development and implementation at SMP Negeri 12 Bandung Maskar, Andika Bahari
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.159

Abstract

Careful evaluation at the school level is necessary because the implementation of the Kurikulum Merdeka is inseparable from practical obstacles. The main challenges of implementation include the readiness of human resources, infrastructure, and supporting regulations. Therefore, case study-based research at SMP Negeri 12 Bandung is expected to reveal these specific factors. This study aims to analyze the development and implementation of the Kurikulum Merdeka. The Kurikulum Merdeka was designed as a response to the post-pandemic learning crisis and aims to provide flexibility to education units in managing learning according to local characteristics and the needs of students. The descriptive qualitative method with a case study approach was chosen to examine the problem through interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMP Negeri 12 Bandung was carried out in stages with several contextual adjustments. The school has integrated the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila and implemented differentiated learning as the primary strategy. However, challenges such as a lack of in-depth understanding among teachers and limited infrastructure remain obstacles that need to be overcome. This study recommends continuous training for teachers and systematic support from the government to improve the effectiveness of curriculum implementation.   Asbtrak Evaluasi yang cermat di tingkat sekolah sangat diperlukan karena implementasi Kurikulum Merdeka tidak terlepas dari hambatan praktis. Tantangan utama implementasi mencakup kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, dan regulasi pendukung. Oleh karena itu, penelitian berbasis studi kasus di SMP Negeri 12 Bandung diharapkan dapat mengungkap faktor-faktor spesifik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dirancang sebagai respons terhadap krisis pembelajaran pasca-pandemi dan bertujuan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran sesuai dengan karakteristik lokal dan kebutuhan peserta didik. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dipilih untuk mengkaji permasalahan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 12 Bandung dilakukan secara bertahap dengan beberapa penyesuaian kontekstual. Sekolah telah mengintegrasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai strategi utama. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman mendalam dari guru dan keterbatasan sarana prasarana masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan dukungan sistematis dari pemerintah untuk meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum. Kata Kunci: implementasi kurikulum; inovasi pembelajaran; Kurikulum Merdeka; pendidikan menengah; Profil Pelajar Pancasila
The role of libraries in curriculum implementation at SMP Kartika XIX-2 Sucahyo, Farhan Noorfansyah; Hadiapurwa, Angga
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.160

Abstract

This article aims to examine the strategic role of school libraries in supporting the implementation of the Kurikulum Merdeka at the Junior High School (Sekolah Menengah Pertama or SMP) level. This research was conducted through direct interviews with library managers and observations of the available supporting facilities and resources. The primary focus of this study is on how the library provides effective and relevant teaching materials, coordinates with teachers to support teaching and learning activities, and carries out various innovations to adapt to the demands of the more flexible and student-centered Merdeka Curriculum. The library functions not only as a reading space but also as a learning resource center that supports the development of students’ literacy and independent learning. The findings of this research are expected to provide a comprehensive overview of the school library’s contribution to creating a learning environment that is adaptive and responsive to curriculum changes. Thus, this article also serves as a reference for schools and policymakers in enhancing the function and role of libraries in an increasingly complex educational landscape.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis perpustakaan sekolah dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan pengelola perpustakaan serta observasi terhadap perangkat dan fasilitas pendukung yang tersedia. Fokus utama dari kajian ini adalah bagaimana perpustakaan menyediakan bahan ajar yang efektif, relevan, dan menjalin koordinasi dengan guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, serta melakukan berbagai inovasi untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar yang mendukung pengembangan literasi dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi perpustakaan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan responsif terhadap perubahan kurikulum. Dengan demikian, artikel ini juga menjadi rujukan bagi pihak sekolah dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan fungsi dan peran perpustakaan di era pendidikan yang terus berkembang. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembelajaran; perpustakaan sekolah
Implementing Kurikulum Merdeka in Informatics learning at SMAN 7 Bandung Ryan, Kiagus Muhammad
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.161

Abstract

This article discusses the implementation of the Informatics subject within the framework of the Merdeka Curriculum at SMAN 7 Bandung. The study is motivated by a national curriculum reform that introduces Informatics as a compulsory subject in high schools to strengthen students' digital competencies in response to rapid technological development. The aim of this research is to describe the implementation strategies of the Informatics subject and identify the challenges faced by SMAN 7 Bandung, particularly regarding limitations in human resources and infrastructure. This qualitative research was conducted through interviews with the vice principal of curriculum and the informatics teacher. This research aims to reveal that implementation has been carried out gradually, accompanied by adjustments in teaching methods and the use of technology suited to the school’s conditions. The main challenges include a shortage of Informatics teachers and insufficient facilities. Nevertheless, SMAN 7 Bandung has made efforts to adapt the learning process to remain relevant and effective through active learning approaches and the use of available technologies. This study contributes to curriculum research in Indonesia, particularly in the integration of technology-based learning in Informatics education.   Abstrak Artikel ini membahas implementasi mata pelajaran Informatika dalam kerangka Kurikulum Merdeka di SMAN 7 Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan kurikulum nasional yang menempatkan Informatika sebagai mata pelajaran wajib di SMA untuk memperkuat kompetensi digital peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi implementasi mata pelajaran Informatika serta tantangan yang dihadapi SMAN 7 Bandung, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dilakukan secara bertahap, disertai penyesuaian metode dan penggunaan teknologi yang relevan dengan kondisi sekolah. Tantangan utama meliputi keterbatasan jumlah guru Informatika dan sarana prasarana yang belum memadai. Meskipun demikian, SMAN 7 Bandung tetap berupaya menyesuaikan pembelajaran agar relevan dan efektif melalui pendekatan aktif dan pemanfaatan teknologi yang tersedia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian kurikulum di Indonesia, khususnya dalam konteks pengajaran Informatika berbasis teknologi. Kata Kunci: implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran informatika
Structured ICT learning as local content curriculum: The practice at SD Budiluhur Fadhila, Almira Rahma
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.162

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) into learning at the primary school level is a key effort in addressing the challenges of 21st-century education. This study is driven by the need to understand how ICT is concretely integrated in primary schools, particularly in curriculum planning and the implementation of learning that aligns with students' needs. Employing a qualitative research design with a case study method, this research aims to provide an in-depth and contextual description. Data collection techniques include interviews and observations. The objective of this study is to describe the ICT integration process at Budiluhur Primary School and to identify the supporting and inhibiting factors that influence its success. The findings reveal that Budiluhur Primary School has developed a structured model of ICT integration through internal policies, continuous teacher training, infrastructure development, and the establishment of a school ICT development team. The study also highlights that despite challenges such as technical limitations and varying levels of teacher competence, successful integration can still be achieved through collaborative strategies, visionary leadership, and strong internal support from the school.   Abstrak Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran pada jenjang sekolah dasar menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami integrasi TIK yang dilakukan secara nyata di sekolah dasar, khususnya dalam perencanaan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk memberikan gambaran yang mendalam dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses integrasi TIK di SD Budiluhur serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Budiluhur telah mengembangkan model integrasi TIK yang terstruktur melalui kebijakan internal, pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan infrastruktur, dan pembentukan tim pengembang TIK sekolah. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan teknis dan perbedaan tingkat kompetensi guru, keberhasilan integrasi tetap dapat dicapai melalui strategi kolaboratif, kepemimpinan yang visioner, dan dukungan internal yang kuat dari pihak sekolah. Kata Kunci: implementasi kurikulum TIK; integrasi teknologi; pembelajaran TIK; sekolah dasar
The implementation of Informatics subject in the Kurikulum Merdeka at SMP 26 Bandung Agustianis, Rina Tri
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.163

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Informatics subject within the Merdeka Curriculum at SMP 26 Bandung. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through in-depth interviews, classroom observations, and literature review. The findings indicate that although the implementation has been initiated, it still faces several challenges such as the lack of teachers with an Informatics background, inadequate facilities, and suboptimal teaching and assessment methods. The Informatics subject primarily focuses on developing basic skills, particularly in using Microsoft Office, and does not group students based on their ability levels. Nevertheless, this approach has encouraged peer collaboration and fostered a supportive learning environment. To enhance learning effectiveness, ongoing professional development for teachers, especially those from non-informatics disciplines, is essential. The study also highlights the potential of cross-disciplinary learning to enrich digital literacy. Overall, the research emphasizes the need for strengthening teacher capacity, institutional support, and adequate learning infrastructure as strategic efforts to ensure the delivery of relevant, inclusive, and adaptive Informatics education in response to the evolving demands of the digital era.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi mata pelajaran Informatika dalam Kurikulum Merdeka di SMP 26 Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Informatika telah berjalan meskipun menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan guru yang memiliki latar belakang dalam bidang Informatika, sarana prasarana yang belum memadai, serta belum optimalnya metode pembelajaran dan evaluasi yang diterapkan. Mata pelajaran Informatika di sekolah ini difokuskan pada penguasaan keterampilan dasar penggunaan Microsoft Office, tanpa mengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan. Namun, pendekatan ini justru mendorong kolaborasi antar peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang suportif. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengembangan pembelajaran lintas mata pelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas pendidik, dukungan kebijakan sekolah, dan penyediaan fasilitas sebagai upaya strategis dalam menghadirkan pendidikan Informatika yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan peserta didik di era digital. Kata Kunci: kurikulum pendidikan; Kurikulum Merdeka; mata pelajaran Informatika
Teaching Informatics in the Kurikulum Merdeka: An exploratory case study at SMPN 12 Bandung Hanifah, Alya Nurul
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.164

Abstract

This study aims to examine the implementation of Informatics teaching within the context of the Kurikulum Merdeka at Junior High School (SMP) Negeri 12 Bandung. This research focuses on three aspects, namely implementing Project-Based Learning (PjBL), developing teaching materials relevant to students' lives, and applying continuous formative assessment. The findings reveal that the PjBL approach significantly increased student engagement and enhanced their basic digital skills, particularly in creating digital presentations and animations. Teachers play a crucial role as learning facilitators, capable of designing responsive learning experiences and adapting materials to students' needs. Despite challenges such as infrastructure limitations and unequal access to technology, adaptive solutions like blended learning and unplugged activities were successfully implemented. This study highlights the need for continuous teacher training in digital pedagogy and strong institutional support to enhance the implementation of the Kurikulum Merdeka. The findings aim to contribute to the development of best practices in contextual Informatics teaching and provide valuable insights for policy development based on the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pengajaran informatika dalam konteks Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 12 Bandung. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu penerapan Project-Based Learning (PjBL), pengembangan bahan ajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik, dan penerapan asesmen formatif berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan PjBL secara signifikan meningkatkan keterlibatan peserta didik dan mengembangkan keterampilan digital dasar mereka, khususnya dalam pembuatan presentasi dan animasi digital. Guru memainkan peran penting sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu merancang pengalaman belajar yang responsif dan menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan ketimpangan akses teknologi, solusi adaptif seperti blended learning dan aktivitas unplugged berhasil diterapkan. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru secara berkelanjutan dalam pedagogi digital serta dukungan kelembagaan yang kuat untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik terbaik dalam pengajaran Informatika yang kontekstual serta memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan berbasis Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pendidikan informatika; praktik pengajaran
Implementation of curriculum models in ICT subjects at SD Al-Hidayah Majalengka Al’majid, Abi Yasid
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i2.165

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) learning in elementary school is a crucial foundation for equipping students with digital literacy from an early age. This study aims to identify how ICT learning is implemented at SD Al-Hidayah, particularly in terms of instructional structure, learning materials, teaching approaches, and alignment with applicable Basic Competencies. The research is motivated by the need to understand how ICT education is applied in practice as a response to the development of digital technologies and 21st-century education demands. A descriptive qualitative method was used, employing in-depth interviews, document analysis, and participatory observation as data collection techniques. The results show that ICT learning at the school is systematically implemented through instructional tools that refer to achievement indicators, contextually relevant materials, and hands-on learning approaches that encourage student engagement. However, challenges such as limited facilities and the need for further teacher training were identified. These findings highlight the importance of enhancing teacher competence and strengthening infrastructure as strategic efforts to optimize ICT learning at the elementary level.   Abstrak Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di jenjang Sekolah Dasar menjadi fondasi penting dalam membekali peserta didik dengan literasi digital sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran TIK di SD Al-Hidayah, khususnya dari aspek struktur ajar, materi pembelajaran, pendekatan guru, serta kesesuaiannya dengan Kompetensi Dasar yang berlaku. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana pembelajaran TIK diimplementasikan di lapangan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital dan tuntutan pendidikan abad 21. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TIK di sekolah tersebut telah dilaksanakan secara sistematis dengan perangkat ajar yang mengacu pada indikator keberhasilan, materi pembelajaran yang kontekstual, serta pendekatan praktik langsung yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan pelatihan guru masih ditemukan. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan infrastruktur sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pembelajaran TIK di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: implementasi pembelajaran; pengembangan kurikulum; sekolah dasar; teknologi informasi dan komunikasi