cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
hipkin.jer@gmail.com
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) Curriculum Development Study Program Office Faculty of Education Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hipkin Journal of Educational Research
ISSN : 3047535X     EISSN : 30475309     DOI : -
Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Hipkin JER features empirical, theoretical, and methodological articles that understand education, curriculum, and learning. Hipkin JER publishes peer-reviewed analyses covering educational research across all subfields and disciplines, all levels of analysis, and multiple levels of education. It also encourages implementation at all levels of education throughout life and all forms of learning. Hipkin JER welcomes submissions of articles that reflect various perspectives, topics, contexts, and methods, including interdisciplinary and multidisciplinary fields in education. All issues of Hipkin JER publications are available to browse online.
Articles 60 Documents
Adaptive strategies employed by informatics teachers at SMAN 1 Parongpong within the context of Kurikulum Merdeka Sugara, Dinda Natania
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.230

Abstract

In the ever-evolving digital era, Informatics has become crucial for equipping students with 21st-century skills, including computational thinking, problem-solving, collaboration, and digital literacy. This subject not only serves as an introduction to technology but also as a foundation for developing students' logical and innovative thinking. This study aims to identify and analyze adaptive strategies implemented by teachers in the Informatics learning process, adapted to the characteristics of the Kurikulum Merdeka. The need for adaptive strategies arises from various challenges still encountered in the field, such as the high complexity of teaching materials, limited technological facilities and infrastructure in schools, and the low readiness of teachers and students to adapt to curriculum changes. This study employed a descriptive qualitative approach, collecting data through semi-structured interviews and documentation of teaching materials. The results show that teachers at SMAN 1 Parongpong apply Problem-Based Learning and Project-Based Learning models, optimize the use of digital media such as learning videos and online applications, and develop flexible lesson plans and project-based assessments. These strategies not only increase student engagement and motivation to learn but also effectively and contextually support the achievement of the Kurikulum Merdeka objectives in Informatics subjects.   Abstrak Di era digital yang terus berkembang, Informatika menjadi aspek penting dalam membekali murid dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir komputasional, pemecahan masalah, kolaborasi, dan literasi digital. Mata pelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengenalan teknologi, tetapi juga sebagai landasan dalam membentuk pola pikir logis dan inovatif pada murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi adaptif yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran Informatika yang disesuaikan dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Kebutuhan akan strategi adaptif muncul karena masih ditemukannya berbagai tantangan di lapangan, seperti kompleksitas materi ajar yang tinggi, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur teknologi di sekolah, serta rendahnya kesiapan guru dan murid dalam menghadapi perubahan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SMAN 1 Parongpong menerapkan model pembelajaran Problem-Based Learning dan Project-Based Learning, mengoptimalkan penggunaan media digital seperti video pembelajaran dan aplikasi daring, serta menyusun rencana pembelajaran fleksibel dan asesmen berbasis proyek. Strategi-strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar murid, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka secara efektif dan kontekstual dalam mata pelajaran Informatika. Kata Kunci: Informatika; Kurikulum Merdeka; model pembelajaran; strategi pembelajaran
Implementation of the Kurikulum Merdeka in Informatics lessons at SMPN 4 Ciawigebang Ramadhan, Mochammad Syahrul
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.231

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in Informatics at SMPN 4 Ciawigebang, focusing on the challenges faced, opportunities available, and strategies applied to support more adaptive learning that is relevant to students' needs in the digital era. A case study approach with a qualitative descriptive method was used, involving data collection through in-depth interviews with the school principal and Informatics teachers, direct classroom observations, and relevant document analysis. The main findings of this study show that, despite limitations in facilities, including a limited number of computers and inadequate laboratory conditions, SMPN 4 Ciawigebang successfully overcame these challenges through adaptive strategies, such as the use of students' personal devices and differentiated learning. Student-centered and project-based learning proved effective in enhancing student engagement and creativity. This research contributes significantly to understanding the implementation of the Merdeka Curriculum at the junior high school level, particularly in Informatics, which emphasizes the development of digital skills. The practical implications of these findings underscore the need for adequate infrastructure and ongoing teacher training to support the implementation of the curriculum. Further research is recommended to explore the long-term impact of this curriculum implementation and the role of technology in learning in schools with limited facilities.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Informatika di SMPN 4 Ciawigebang, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi, peluang yang ada, serta strategi yang diterapkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan murid di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru Informatika, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, serta studi dokumentasi yang relevan. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan sarana dan prasarana, seperti jumlah komputer yang terbatas dan kondisi laboratorium yang kurang memadai, SMPN 4 Ciawigebang berhasil mengatasi hambatan-hambatan ini dengan strategi adaptif, seperti pemanfaatan perangkat pribadi murid dan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran yang berpusat pada murid dan berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kreativitas murid. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat SMP, khususnya dalam bidang Informatika, yang berfokus pada pengembangan keterampilan digital. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya penyediaan infrastruktur yang memadai dan pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk mendukung penerapan kurikulum ini. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang implementasi kurikulum serta peran teknologi dalam pembelajaran di sekolah dengan fasilitas terbatas. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; strategi adaptif; teknologi dalam pendidikan
The curriculum development team's role in facilitating technology learning at SD Budiluhur Hermawan, Najwa Nabila
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.232

Abstract

The digital transformation in education requires elementary schools to equip students with technological skills from an early age. Adaptive and integrative curricula, such as the Kurikulum Merdeka, offer significant opportunities to develop digital literacy through contextual and project-based learning. However, challenges such as limited facilities and insufficient teacher training remain obstacles to implementing ICT-based learning. This study aims to describe the role of the curriculum development team in shaping students’ technology competence at SD Budiluhur. A descriptive qualitative approach was employed, using interviews and observations involving teachers, the principal, and members of the curriculum development team. The findings indicate that the team actively contributes to the design of technology-integrated teaching materials, the selection of appropriate digital tools, and the provision of ongoing teacher training. The curriculum implemented at SD Budiluhur has enhanced students' interest and ability to use technology wisely and productively. This study highlights the importance of collaboration and innovative curriculum strategies in creating a learning environment that is responsive to technological advancements.   Abstrak Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut sekolah dasar untuk membekali murid dengan keterampilan teknologi sejak dini. Kurikulum yang adaptif dan integratif, seperti Kurikulum Merdeka, memberikan peluang besar untuk mengembangkan literasi digital melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis proyek. Namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya pelatihan guru masih menjadi hambatan dalam implementasi pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Tim Pengembang Kurikulum (TPK) dalam membentuk kompetensi teknologi murid di SD Budiluhur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara dan observasi terhadap guru, kepala sekolah, dan anggota TPK. Temuan menunjukkan bahwa TPK berperan aktif dalam merancang materi ajar berbasis teknologi, memilih perangkat digital yang sesuai, serta memberikan pelatihan berkelanjutan kepada guru. Kurikulum yang diterapkan di SD Budiluhur mampu meningkatkan minat dan kemampuan murid dalam menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan strategi kurikulum yang inovatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap perkembangan teknologi. Kata Kunci: kompetensi teknologi; kurikulum merdeka; pengembangan kurikulum; sekolah dasar
Informatics education practices and global relevance in madrasah in the Kurikulum Merdeka Tsaqib, Fathanah Hamidah
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.233

Abstract

This study was motivated by the need to deepen understanding of how computer science is implemented in madrasahs within the Kurikulum Merdeka, while also addressing contemporary challenges through education relevant at the local, national, and global levels. This study holistically explores the practice of computer science education in madrasahs in the context of the Kurikulum Merdeka, which has thus far been focused more on public schools. The purpose of this study is to provide a comprehensive picture of how Informatics is taught in madrasahs and how its implementation can address contemporary challenges at the local, national, and global levels. This study uses a qualitative approach that applies the interview method in data collection. The results show that the curriculum is implemented in stages using a project-based learning approach that integrates Islamic values. The curriculum is developed in accordance with the policies of Kemendikbud and Kemenag, creating a unique learning experience that remains aligned with national objectives. Locally, the learning supports the character and needs of the surrounding community; nationally, it demonstrates the adaptation of cross-ministerial policies; and globally, it equips students with digital literacy and 21st-century competencies.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami secara mendalam bagaimana mata pelajaran Informatika diimplementasikan di madrasah dalam konteks Kurikulum Merdeka, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui pendidikan yang relevan secara lokal, nasional, dan global. Penelitian ini mengeksplorasi secara holistik praktik pembelajaran Informatika di madrasah dalam konteks Kurikulum Merdeka, yang selama ini lebih banyak difokuskan pada sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana Informatika diajarkan di madrasah serta bagaimana pelaksanaannya dapat menjawab tantangan zaman baik secara lokal, nasional, maupun global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menerapkan metode wawancara dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai keislaman. Kurikulum disusun berdasarkan kebijakan Kemendikbud dan Kemenag, menciptakan pembelajaran yang khas namun tetap selaras dengan tujuan nasional. Secara lokal, pembelajaran mendukung karakter dan kebutuhan komunitas sekitar; secara nasional menunjukkan adaptasi kebijakan lintas kementerian; dan secara global, membekali murid dengan literasi digital dan kompetensi abad ke-21. Kata Kunci: Informatika; Kurikulum Merdeka; madrasah; sejarah Informatika
Multifaceted pedagogical framework for informatics: SMP Labschool UPI perspective Nurpriyanti, Rizma
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.234

Abstract

Within the Kurikulum Merdeka framework, Informatics learning occupies a strategic position as a subject that supports the development of 21st-century competencies. The purpose of this study is to examine how curriculum elements, learning models, learning media, and evaluation strategies are applied in Informatics learning at SMP Labschool UPI, particularly within the flexible Kurikulum Merdeka context. This study employed a qualitative, descriptive approach, using data collection methods such as classroom observations and in-depth interviews with Informatics teachers. The results show that teachers can independently develop lesson plans, adapt materials to students' needs, and implement various learning models, including project-based, scientific, and inquiry-based learning. The materials focused on computational thinking, Information and Communication Technology (ICT), data analysis, and the social impact of technology. The learning media included digital resources and traditional tools, and the evaluation strategy employed a backward design approach, incorporating diagnostic assessments, quizzes, reflections, and project-based assessments. This study concluded that Informatics learning under the Kurikulum Merdeka is adaptive and contextual, and can accommodate students' needs in the digital era.   Abstrak Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, pembelajaran Informatika menempati posisi strategis sebagai mata pelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana elemen kurikulum, model pembelajaran, media belajar, dan strategi evaluasi diterapkan dalam pembelajaran Informatika di SMP Labschool UPI, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka yang fleksibel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi kelas dan wawancara mendalam dengan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat menyusun RPP secara mandiri, menyesuaikan materi dengan kebutuhan murid, dan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran ilmiah, dan berbasis inkuiri. Materi difokuskan pada berpikir komputasional, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), analisis data, dan dampak sosial teknologi. Media pembelajaran yang digunakan mencakup sumber digital dan alat bantu tradisional, sedangkan strategi evaluasi mengikuti pendekatan backward design melalui asesmen diagnostik, kuis, refleksi, dan asesmen berbasis proyek. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Informatika di bawah Kurikulum Merdeka bersifat adaptif, kontekstual, dan mampu mengakomodasi kebutuhan murid di era digital. Kata Kunci: evaluasi pembelajaran; Kurikulum Merdeka; pembelajaran informatika
The strategic function of the library in enhancing educational activities at SMAN 3 Garut Rofi, Muhammad Subhan Zaenul; Hadiapurwa, Angga
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.235

Abstract

The digital era demands that school libraries adapt to support effective learning processes, necessitating that the SMAN 3 Garut library optimize its role as a learning resource center aligned with modern educational needs. This research aims to analyze library strategies that support teaching and learning at SMAN 3 Garut and to identify the challenges faced and the development efforts undertaken. The study employs a qualitative approach, using interviews and direct observation to collect data on library services, collections, and strategies. The research findings indicate that the library maintains collections of printed materials, including textbooks, reference works, and general-interest titles, and operates a membership-based borrowing system, with management conducted manually and semi-digitally. The library actively provides alternative study spaces and collaborates closely with teachers in designing literacy activities. Main challenges include low student interest in reading and limited resources; however, strategies such as establishing reading ambassadors and cross-role collaboration have been implemented to address these issues. In conclusion, SMAN 3 Garut library plays a strategic role in supporting learning through various service innovations. However, further development of digital facilities is needed to ensure that the learning resource center remains adaptable and relevant to contemporary developments.   Abstrak Era digitalisasi menuntut perpustakaan sekolah untuk beradaptasi dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif, sehingga perpustakaan SMAN 3 Garut perlu mengoptimalkan perannya sebagai pusat sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perpustakaan dalam mendukung proses belajar mengajar di SMAN 3 Garut serta mengidentifikasi tantangan dan upaya pengembangan yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi langsung untuk mengumpulkan data mengenai layanan, koleksi, dan strategi perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan menyediakan koleksi bahan pustaka berupa buku cetak yang mencakup buku pelajaran, referensi, dan literasi umum dengan sistem peminjaman berbasis keanggotaan. Pengelolaan dilakukan secara manual dan semi-digital. Perpustakaan berperan aktif menyediakan ruang belajar alternatif dan menjalin kerja sama dengan guru dalam merancang kegiatan literasi. Tantangan utama meliputi rendahnya minat baca murid dan keterbatasan sumber daya, namun telah dilakukan strategi pembentukan duta baca dan kolaborasi lintas peran untuk mengatasinya. Kesimpulannya, perpustakaan SMAN 3 Garut berperan strategis dalam mendukung pembelajaran melalui berbagai inovasi layanan, meskipun masih perlu pengembangan fasilitas digital untuk menjadi pusat sumber belajar yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: perpustakaan sekolah; sekolah menengah atas; sumber belajar
The role of the library in supporting ICT learning in primary school Ainan, Nayla Muthi
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.236

Abstract

In the context of primary education, libraries have great potential as learning resource centers that can support the integration of technology into the learning process. This study examines the role of libraries in supporting Information and Communication Technology (ICT) learning at the Ibnu Sina Integrated Islamic Elementary School (SDIT). The purpose of this study was to examine the extent to which libraries contribute to ICT learning and to identify challenges associated with the use of digital technology in the school environment. The method was qualitative, with data collected through interviews with school officials, including the vice principal for curriculum, as well as observations and document analysis. The results showed that, despite the availability of a Learning Management System (LMS) and an e-book collection, the library's function remains limited to providing materials. Limited digital skills and infrastructure are the main obstacles. The implemented Kurikulum Merdeka provides flexibility in ICT learning, but still requires adaptation of technology-based content. Therefore, it is recommended that digital training be expanded, digital collections enriched, and infrastructure strengthened to enable libraries to play a more effective role.   Abstrak Pada konteks pendidikan dasar, perpustakaan memiliki potensi besar sebagai pusat sumber belajar yang dapat mendukung integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengkaji peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnu Sina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana perpustakaan berkontribusi dalam pembelajaran TIK, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak sekolah, termasuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah tersedia Learning Management System (LMS) dan koleksi e-book, fungsi perpustakaan masih terbatas pada penyediaan materi. Keterbatasan keterampilan digital dan infrastruktur menjadi hambatan utama. Kurikulum Merdeka yang diterapkan memberikan fleksibilitas pembelajaran TIK, namun masih memerlukan penyesuaian konten berbasis teknologi. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan pelatihan digital, pengayaan koleksi digital, dan penguatan infrastruktur agar perpustakaan dapat berperan lebih optimal. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; literasi digital; pembelajaran TIK; perpustakaan sekolah
Curriculum principles in ICT subjects at Al-Hidayah Primary School Perdiansah, Perdiansah
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.237

Abstract

The development of digital technology requires primary education to implement a curriculum that equips students with relevant ICT skills. In this context, this study aims to examine the application of curriculum development principles in the Information and Communication Technology (ICT) subject at Al-Hidayah Primary School, focusing on the principles of relevance, flexibility, continuity, efficiency, and effectiveness. A qualitative approach was used, with data collected through semi-structured interviews conducted online via video calls and direct observation. The results show that the Kurikulum Merdeka implemented in the 2024-2025 academic year includes relevant content, such as digital ethics and social media. Teachers demonstrated adaptive capabilities in designing flexible, continuous learning across grade levels, particularly in grades 4-6. Although there remain limitations in computer equipment, the learning strategies were considered reasonably efficient and effective. These findings emphasize that the success of curriculum implementation largely depends on teachers’ ability to translate curriculum principles into practices that are appropriate to the school context. Therefore, teacher training and support are essential to ensure the sustainability of ICT learning.   Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut pendidikan dasar untuk menghadirkan kurikulum yang mampu membekali murid dengan keterampilan TIK yang relevan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Dasar Al-Hidayah, dengan fokus pada prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan secara daring melalui video call serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka yang diterapkan pada tahun ajaran 2024-2025 telah memuat materi yang relevan, seperti etika digital dan media sosial. Guru menunjukkan kemampuan adaptif dalam menyusun pembelajaran yang fleksibel dan berkesinambungan antar jenjang, terutama di kelas 4 hingga 6. Meskipun masih terdapat keterbatasan perangkat komputer, strategi pembelajaran dinilai cukup efisien dan efektif. Temuan ini menekankan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menerjemahkan prinsip-prinsip kurikulum ke dalam praktik yang sesuai dengan konteks sekolah. Oleh karena itu, pelatihan dan dukungan terhadap guru menjadi hal penting untuk menjamin keberlanjutan pembelajaran TIK. Kata Kunci: adaptasi teknologi; kurikulum merdeka; kurikulum TIK; prinsip-prinsip kurikulum
Teacher and technology roles in the Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Bandung Qurrata Ayunina, Haura
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.238

Abstract

This research examines the implementation of Kurikulum Merdeka, which is being gradually introduced across basic education units in Indonesia. This curriculum is designed to provide flexibility for learner-centered learning and to adapt education to the dynamics of the times and the individual needs of students. In this context, SD Muhammadiyah 4 Bandung is one of the schools that has adopted the Kurikulum Merdeka and implemented it in Informatics subjects. This study aims to assess the implementation of Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Bandung, with a focus on the implementation of Informatics learning and student learning outcomes. The method employed is a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with the principal, the vice principal for curriculum, and the Informatics teachers. The results showed that although this curriculum provides teachers with flexibility to customize instruction, there remain challenges, including teacher readiness to use technology and differences in students' ability to operate devices such as Chromebooks. Therefore, ongoing teacher training and additional support for students are needed to optimize the implementation of the curriculum. This research provides recommendations to strengthen teacher training, increase evaluation time, and improve support systems to better respond to evolving educational needs.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang diterapkan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan dasar di Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang berpusat pada murid serta menyesuaikan pendidikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan individu murid. Dalam konteks tersebut, SD Muhammadiyah 4 Bandung menjadi salah satu sekolah yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dan menerapkannya dalam mata pelajaran Informatika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah 4 Bandung, dengan fokus pada pelaksanaan terhadap pembelajaran Informatika dan hasil belajar murid. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran, masih terdapat tantangan seperti kesiapan guru dalam penggunaan teknologi serta perbedaan kemampuan murid dalam mengoperasikan perangkat seperti Chromebook. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan dukungan tambahan bagi murid sangat diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan guru, meningkatkan waktu untuk evaluasi, dan memperbaiki sistem dukungan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Informatika; pendidikan dasar; teknologi
Implementation of ICT learning at SDN Pancasila Lembang Nugraha, Alvyn Hadrian
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): Hipkin Journal of Educational Research, December 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v2i3.239

Abstract

The rapid development of Information and Communication Technology (ICT) requires the education sector to adapt, particularly in the implementation of learning in elementary schools. This study aims to describe the implementation of ICT learning at SDN Pancasila, focusing on curriculum implementation, teacher competence, instructional delivery, and available facilities and infrastructure. This study employs a qualitative approach, using observation methods and semi-structured interviews with ICT teachers. The study's results indicate that the implementation of the Kurikulum Merdeka provides schools with the flexibility to determine ICT learning materials and methods in accordance with students' needs. Teachers have basic competencies in using ICT but are not yet fully effective in integrating digital-based learning. The implementation of ICT learning went quite well, even though they still faced limited facilities such as computers and laptops. Students showed a strong interest in ICT-based learning because it was perceived as more engaging and interactive. Improvement of teacher competence and equal distribution of ICT facilities are needed to support the implementation of more effective, efficient, and equitable learning in elementary schools, especially at SDN Pancasila Lembang.   Abstrak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat menuntut dunia pendidikan untuk turut beradaptasi, khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran TIK di SDN Pancasila ditinjau dari aspek penerapan kurikulum, kompetensi guru, pelaksanaan pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap guru TIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi sekolah dalam menentukan materi dan metode pembelajaran TIK sesuai kebutuhan murid. Guru memiliki kompetensi dasar dalam memanfaatkan TIK, namun belum optimal dalam integrasi pembelajaran berbasis digital. Pelaksanaan pembelajaran TIK berlangsung cukup baik meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas seperti komputer dan laptop. Murid menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis TIK karena dianggap lebih menarik dan interaktif. Diperlukan peningkatan kompetensi guru dan pemerataan fasilitas TIK guna mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih efektif, efisien dan merata di sekolah dasar yang utamanya di SDN Pancasila Lembang. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembelajaran TIK; teknologi informasi dan komunikasi