cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta" : 6 Documents clear
Melacak Pola Interteks Kawruh Islam Jawa melalui Naskah Serat Wirid Riwayat Jati terhadap Teks Mistik Yogyakarta-Surakarta Hidayat, Mohamad Wahyu
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.150

Abstract

Sĕrat Wirid Riwayat Jati manuscript is now preserved in the Reksa Pustaka library, Pura Mangkunegaran Palace, Surakarta. It is a didactical prose genre written in Javanese script. This text describes the mystical teachings of Javanese Islam. From the contents of this manuscript, it opens a gap to trace the intertextual relationship with the texts that are thought to be the references or hypograms. The texts that are suspected to be hypograms from Sĕrat Wirid Riwayat Jati are Sĕrat Wirid Hidayat Jati from Surakarta and three texts from Yogyakarta such as Wirid Para Wali, Sĕrat Panatagama, and Suluk Malang Sumirang. This study uses an intertextuality approach to examine the interrelationships pattern between texts in the manuscripts. The intertextual study in this research uses the transformation patterns analysis of the hypogram in Sĕrat Wirid Riwayat Jati such as the form of expansion, modification, excerption, and conversion. In addition, the purpose of using intertextual theory is also to reveal The Sĕrat Wirid Riwayat Jati’s position in the mystical literature which is based on the author’s ideology. === Abstrak: Naskah Sĕrat Wirid Riwayat Jati tersimpan di perpustakaan Reksa Pustaka, Pura Mangkunegaran, Surakarta yang berjenis piwulang, beraksara Jawa dan berbentuk gancaran atau prosa. Teks ini memaparkan ajaran mistik Islam kejawen. Naskah ini membuka celah untuk melacak hubungan interteks dengan teks-teks yang diperkirakan menjadi acuannya atau hipogram. Teks-teks yang diduga menjadi hipogram dari naskah Sĕrat Wirid Riwayat Jati, antara lain Sĕrat Wirid Hidayat Jati dari Surakarta dan tiga teks dari Yogyakarta, yakni Wirid Para Wali, Sĕrat Panatagama, dan Suluk Malang Sumirang. Kajian dalam naskah ini menggunakan pendekatan intertekstualitas untuk menelaah pola keterkaitan antarteks dalam naskah. Studi interteks pada penelitian ini memakai analisis pola transformasi teks-teks hipogram pada naskah Sĕrat Wirid Riwayat Jati seperti bentuk ekspansi, modifikasi, ekserp, dan konversi. Selain itu, tujuan penggunaan teori intertekstual juga untuk mengungkap posisi naskah Sĕrat Wirid Riwayat Jati dalam kepustakaan naskah mistik yang didasarkan pada ideologi penulis naskah.
Misengi Élo’na Lopié: Menelaah Pesan Kutika dalam Budaya Bahari Bugis Widyaningrum, Rahmatia Ayu
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.151

Abstract

The Kutika Manuscripts in the Bugis language found in the Kalimantan Islands are a track record of the knowledge and existence of the Buginese in the area. This text can be associated with the culture of massompe' or migrating among the people of South Sulawesi. This study opens a space for discussion about the concept of maritime culture of the Bugis tribe based on the Kutika script. This article uses philological studies for textual analysis on the manuscript of Kutika Ugi 'Sakke Rupa (KUSR) which comes from the collection of the Mulawarman Museum in East Kalimantan. This study analyzes how the environmental awareness of the Bugis community is based on a small aspect in the process before sailing which is called misengi élo'na lopié as the etiquette of communicating with boats. The results of this study reveal that the boat is associated with a soul and will. This finding is related to the Merleau-Ponty concept of body ontology regarding body intentionality. Overall, this research contributes to the scientific realm by not only introducing local knowledge found in ancient texts, but also elaborating philosophical values related to the way Bugis people read nature and the sea. === Naskah Kutika berbahasa Bugis yang terdapat di Kepulauan Kalimantan merupakan rekam jejak pengetahuan dan keberadaan orang Bugis di daerah tersebut. Naskah ini dapat dikaitkan dengan budaya massompe’ atau merantau di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kajian ini membuka ruang diskusi tentang konsep budaya bahari suku Bugis berdasarkan naskah Kutika. Artikel ini menggunakan kajian filologi untuk analisis tekstual pada naskah Kutika Ugi 'Sakke Rupa (KUSR) yang berasal dari koleksi Museum Mulawarman di Kalimantan Timur. Penelitian ini menganalisis bagaimana kesadaran lingkungan masyarakat Bugis berdasarkan satu aspek kecil dalam proses sebelum berlayar yang disebut misengi élo'na lopié sebagai etika berkomunikasi dengan perahu. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perahu diasosiasikan memiliki jiwa dan kehendak. Temuan ini dikaitkan dengan konsep ontologi tubuh Merleau-Ponty mengenai intensionalitas tubuh. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam ranah ilmiah yang tidak sekadar memperkenalkan pengetahuan lokal yang terdapat di dalam naskah kuno, melainkan juga menguraikan nilai-nilai filosofis yang berhubungan dengan cara manusia Bugis membaca alam dan laut.
Manuskrip Al-Qur'an dan Terjemah Jawa K.H. Bakri Koleksi Masjid Besar Pakualaman: Sejarah, Karakteristik, dan Identitas Azami, Hadiana Trendi; Mursyid, Achmad Yafik; Febriyanto, Muhammad Bagus
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.152

Abstract

The article explains the Quran manuscript and Javanese translation K.H Bakri collection Great Mosque of Pakualaman and its relevance to Clifford Geertz’s discourse on the typology of Javanese Muslim society. This study uses literature review and documentation method to analyze the characteristics of Quranic manuskrip and Javanese translation K.H. Bakri. This study uses the auxiliary science of Philology which is oriented towards disclosing the physical aspects of texts (codicology) and texts (textology). Descriptive-analytical method was used to describe and analyze the data. The research results show that (1) The acculturation of Islam and local culture in the manuscripts of the Qur’an KHB can be seen from the influence of Javanese literature on the writing of ruku’, surah heads with twisted decorative patterns, and translation techniques using Arabic-Jawi script; (2) The characteristics of the KHB Qur’an have similarities with the science that developed in santri; (3) Geertz's typology of abangan for Islam in the interior of Java cannot be generalized. === Artikel ini menjelaskan tentang manuskrip Al-Qur’an dan terjemahan Jawa K.H. Bakri koleksi Masjid Besar Pakualaman dan merelevansikannya dengan wacana distingsi Clifford Geertz tentang tipologi masyarakat muslim Jawa. Pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan ilmu bantu Filologi yang berorientasi kepada pengungkapan aspek fisik naskah (kodikologi) dan pernaskahan (tekstologi). Metode deskriptif-analitis digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Akulturasi Islam dan budaya lokal dalam manuskrip Al-Qur’an KHB dapat terlihat dari keterpengaruhan sastra Jawa dalam penulisan tanda ruku’, kepala surah dengan pola hiasan dipilin-pilin, dan teknik penerjemahan dengan aksara Arab-Jawi (2) karakteristik manuskrip Al-Qur’an KHB memiliki kesamaan dengan keilmuan yang berkembang di kalangan santri mulai dari penggunaan rasm, qirā’āt, teknik dan bentuk terjemahan; (3) Tipologi Geertz tentang abangan untuk Islam wilayah pedalaman Jawa tidak dapat di generalisasi; meskipun Kadipaten Pakualaman secara stratifikasi sosial termasuk ke dalam priayi, dan abangan secara geografis, akan tetapi karakteristik Al-Qur’an KHB menunjukkan kesamaan keilmuan dengan kalangan santri.
Warisan Budaya Pantun dalam Manuskrip Surat Incung Sunliensyar, Hafiful Hadi
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.153

Abstract

Pantun is one of the ancient poetry that is the cultural heritage of the society in the archipelago. At first, the Pantun tradition is an oral tradition that functioned for various purposes. However, Pantuns are also transformed into written form after. The text entity of the Pantun is inserted in various Hikayat Melayu and in local literary manuscripts, such as the Ulu manuscript and the Incung Kerinci manuscript. This study aims to identify Pantuns in the Incung manuscripts that have been translated. The result of this research shows that 14 Incung manuscripts containing the texts of Pantun. Its texts are categorized as “pantun biasa” dan “talibun” with distinctive characteristics. Its specific character is the existence of an interjection or a sentence containing interjection between the “sampiran” and “isi”. The availability of pantuns is only found in the Incung manuscript containing the prose of lamentations. The function of pantuns is as a "sweetener" element and adds poetic value in the Incung prose. the content of pantun always has a correlation with the mood expressed by the manuscript writer. === Pantun merupakan salah satu karya sastra lama yang menjadi warisan budaya masyarakat di Kepulauan Nusantara. Tradisi pantun pada dasarnya adalah tradisi lisan yang difungsikan untuk berbagai tujuan. Namun demikian, pantun juga ditransformasikan dalam bentuk tulisan. Wujud teks pantun disisipkan dalam berbagai hikayat Melayu dan di dalam manuskrip kesusastraan lokal seperti dalam manuskrip Ulu dan manuskrip Incung Kerinci. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi teks-teks pantun dalam manuskrip Incung yang telah dialihaksarakan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 14 manuskrip Incung yang memuat teks pantun. Teks pantun tersebut adalah pantun biasa dan talibun dengan karakteristik yang khas. Kekhasan tersebut adalah adanya interjeksi atau kalimat mengandung interjeksi di antara sampiran dan isi. Keberadaan pantun hanya terdapat pada manuskrip Incung yang berisi prosa ratap-tangis. Fungsi pantun adalah sebagai unsur “pemanis” dan penguat nilai puitis dalam sastra Incung. Isinya selalu berelasi dengan suasana hati yang diungkapkan oleh penulis manuskrip.
Serat Baron Sakendher dalam Pusaran Naskah Babad: Negosiasi Kultural Penguasa Jawa Pascaperang Diponegoro 1830 Widodo, Widodo; Pudjiastuti, Titik; Limbong, Priscila Fitriasih; Sudibyo, Sudibyo
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.154

Abstract

This article discusses historical construction of Baron Sakendher manuscripts in the collection of Yogayakarta Sonobudoyo Museum. Serat Baron Sakendher (SBS) was written in the main frame of Babad Tanah Jawi. Various stories frame SBS distinctively based on each manuscript. This study proposes to explain the position of SBS in the Javanese authority domain under the Colonial—which was increasingly entrenched. The study used historical philological research methods, namely by selecting manuscripts and tracing their historical backgrounds to discuss the contents. The results point out that there are six manuscripts containing SBS stories. Four are included in the big frame of Babad Tanah Jawi, one is in Babad Selahardi, and one is in Pakem Ringgit. None of the six was written as a single stand; they were always integrated with the monumental Javanese genealogical story and believed by the Javanese people. As a means of cultural arrangement, stories in SBS are incorporated in the midst of Javanese legendary figures or rulers with different secondary stories. Conquest and cultural approach through genealogy pedigree are crucial in babad (chronicle stories). === Artikel ini membahas konstruksi historis naskah-naskah Baron Sakendher koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Naskah SBS ditulis dalam bingkai utama yakni naskah Babad Tanah Jawi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi naskah SBS dalam lingkaran kekuasaan Jawa di bawah bayang-bayang Kolonial yang semakin kuat mengakar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan metode penelitian filologi historis, yaitu pemilihan naskah, kemudian penelusuran latar belakang sejarah naskah untuk membahas isi teks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam naskah yang memuat cerita SBS. Empat naskah masuk dalam bingkai besar Babad Tanah Jawi satu naskah Babad Selahardi dan satu naskah masuk dalam bingkai Pakem Ringgit. Kelima naskah tidak ada yang ditulis berdiri tunggal tetapi, selalu menyatu dengan cerita genealogi Jawa yang monumental dan dipercaya kebenarannya oleh masyarakat Jawa. Sebagai sarana penataan kultural, cerita SBS dimasukan dalam lingkaran tokoh legenda penguasa Jawa dengan cerita penyerta yang berbeda-beda. Penaklukan dan pendekatan kultural melalui silsilah genealogi menjadi penting dalam cerita babad.
Internalisasi Nilai-Nilai Budi Pekerti dalam Hikayat Nakhoda Asyik Supriadi, Dedi
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.155

Abstract

This article discusses the problems of internalizing moral values ​​in the Malay literary work entitled Hikayat Nakhoda Asyik. As an old literary work, the text written in the Jawi script using the Betawi Malay language and became a guide for the development of character in the past, became the uniqueness and novelty of this literary work. The aim of this research is to portray the internalization of cultural values ​​and moral values in Hikayat Nakhoda Asyik. This study employed a perspective-based philological discourse analysis approach to obtaining a complete description of the texts written in Jawi script using Betawi Malay. The findings show that Hikayat Nakhoda Asyik contains moral values ​which are categorized into three parts, namely characters towards God who is the creator of the universe; second, manners to human beings; and third, manners to the environment. Hence, the duty of human being as a khalīfah fī al-ard (leader on earth) becomes harmonious and mercy to the universe. === Artikel ini membahas masalah internalisasi nilai-nilai budi pekerti dalam karya sastra melayu Hikayat Nakhoda Asyik. Sebagai karya sastra lama, teks manuskrip ini yang ditulis dengan aksara jawi dengan pemakaian bahasa Melayu Betawi ini menjadi pedoman pengembangan budi pekerti di masa lampau, ini kemudian yang menjadi keunikan tersendiri terhadap karya sastra ini. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, mendeskripsikan internalisasi nilai budaya dalam Hikayat Nakhoda Asyik dan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai budi pekerti dalam teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis teks menggunakan perspektif filologi untuk mendapatkan gambaran secara utuh terhadap isi teks yang ditulis dengan aksara jawi dengan pemakaian bahasa Melayu Betawi. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya Hikayat Nakhoda Asyik mengandung nilai-nilai budi pekerti yang dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu budi pekerti kepada Tuhan yang maha pencipta sekalian alam; kedua, budi pekerti kepada sesama manusia; dan ketiga, budi pekerti kepada alam sekitar. Dengan demikian trias panca kehidupan manusia sebagai khalīfah fī al-ard (pemipin di muka bumi) menjadi harmonis dan menjadi rahmat bagi semesta.

Page 1 of 1 | Total Record : 6