cover
Contact Name
Desti Verani
Contact Email
mail@iphorr.com
Phone
+62895356428751
Journal Mail Official
jurnalpti207@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues
ISSN : 28074319     EISSN : 28074122     DOI : https://doi.org/10.56922/pti.v4i2
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi ilmu keparmasian. Penelitain sesuai tren pengobatan sesuai sumber alam di negara tropis. Pengembangan obat dan pendistribusian kepada pelanggan, dan sesuai aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) - Republik Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022" : 5 Documents clear
Penilaian dan harapan pasien terhadap pelayanan swamedikasi di tiga apotek kimia farma Kota Bandung Senja Maelaningsih, Firdha; Susanti; Vien Hapsari, Maretha; Ovia Airin, Ivo
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.193

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat-obatan dengan pengobatan sendiri (swamedikasi) dipraktekkan secara luas di seluruh dunia. Swamedikasi merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Dalam prakteknya, pengobatan sendiri dapat menjadi sumber masalah terkait obat karena kurangnya pengetahuan tentang obat dan penggunaannya. Oleh karena itu dibutuhkan peran apoteker dalam merekomendasikan obat bebas untuk membantu pasien mengatasi masalah kesehatannya. Tujuan: Untuk mengetahui penilaian dan harapan dari pasien terhadap pelayanan apoteker terkait swamedikasi di apotek. Jenis penelitian ini menggunakan. Metode: Non eksperimental dengan pendekatan cross sectional melalui teknik pengambilan data consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada pasien yang mendapatkan pelayanan swamedikasi di tiga apotek di kota Bandung selama Maret-April 2018. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayanan swamedikasi di apotek sebesar 77,5%. Dan harapan pasien terhadap apoteker dalam pelayanan swamedikasi yaitu dapat memberikan solusi pilihan obat yang tepat, memastikan bahwa produk obat berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan berkualitas baik, serta harus bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan. Simpulan: Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Apoteker mendapatkan nilai persepsi yang baik terkait perannya dalam pelayanan swamedikasi di apotek.
Pola peresepan obat pada pasien gagal ginjal kronis rawat inap rumah sakit x Tangerang Selatan Aulia, Gina; Holidah; Dwi Pratiwi, Rita; Sulistyo Rini, Wahyu
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.194

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal merupakan suatu kondisi dimana fungsi ginjal telah menurun atau bahkan menghilang dalam beberapa tahap. Gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai kerusakan ginjal dan atau penurunan Laju Filtrasi Glomerulus kurang dari 60ml / menit / 1,73 m2 selama setidaknya tiga bulan. Peresepan pengobatan penyakit yang tepat merupakan faktor penting dalam proses penyembuhan, terutama gagal ginjal kronis. Tujuan: Untuk mengetahui pola peresepan obat rawat inap ginjal kronik di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2019. Metode: Deskriptif dengan teknik sekunder data random sampling, dari rekam medis dan resep dokter. Bentuk karakteristik pasien termasuk usia dan jenis kelamin, indikator pola resep termasuk golongan obat, bentuk obat, jumlah dan dosis. Populasi yang diperoleh adalah 264 pasien dengan 159 pasien telah digunakan sebagai sampel. Hasil: Usia pasien di atas 65 tahun (41,51%), laki-laki (57,23%), kelas obat antasid (31,63%), bentuk tablet (65,06%), yang paling banyak digunakan adalah Bicnatric ( 16,87) dosis 500 mg (22,40%). Simpulan: Pasien yang didiagnosis dengan gagal ginjal kronis rawat inap di rumah sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2019 sebagian besar terjadi pada pria berusia di atas 65 tahun dan obat yang paling banyak digunakan adalah tablet Bicnatric 500 mg (Antasida).
Uji efektivitas ekstrak kulit buah mahoni (swietenia mahagoni L.) sebagai larvasida aedes aegypti dengan metode sokletasi Bella, Bella Tasya Salsabila; Marcellia, Selvi; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.282

Abstract

Background: Swietenia mahagoni (L.) known as mahogany is an example of a plant that has larvicidal effectiveness. Mahogany rind contains flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, phenols, steroids and terpenoids. Secondary metabolite compounds that can be used as larvicides, namely, flavonoids which work by causing wilting of the nerves and damage to the respiratory system and causing the larvae to be unable to breathe and eventually die Purpose: To find out whether mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) is effective as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes and to find out what the LC50 value is in the effectiveness test on mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes). Methods: Mosquitoes were divided into 6 groups, namely, positive control group, concentration of 0.5%, 1%, 2%, 4% and negative control. Results: The yield of mahogany peel extract was 6.7%. The results of the ethanol extract of mahogany fruit has activity as a larvicidal from a concentration of 2% and 4% already has an effectiveness almost equivalent to the positive control. The LC50 value indicates the ability of the ethanol extract of mahogany fruit to be 0.244%. Then the data obtained was then tested using the One Way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) Post Hoc test to determine whether there were differences in each concentration. Conclusion: The ethanol extract of mahogany (Swietenia mahagoni L.) peel has highly toxic properties in killing Aedes aegypti larvae.   Pendahuluan: Swietenia mahagoni (L.) yang dikenal sebagai mahoni merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki efektivitas larvasida. Kulit buah mahoni mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, steroid dan terpenoid. Senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai larvasida yaitu, flavonoid yang bekerja dengan cara menimbulkan kelayuan pada syaraf serta kerusakan pada sistem pernapasan dan mengakibatkan larva tidak bisa bernapas dan akhirnya mati Tujuan: Untuk mengetahui apakah kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) efektif sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui berapakah nilai LC50 pada uji efektivitas pada kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti. Metode: Nyamuk dibagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok kontrol positif, konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 4% dan kontrol negatif. Hasil: Rendemen ekstrak kulit buah mahoni didaptakan sebesar 6,7%. Hasil ekstrak etanol buah mahoni memiliki aktivitas sebagai larvasida dari konsentrasi 2% dan 4% sudah memiliki efektivitas hampir setara dengan kontrol positif. Nilai LC50 menunjukkan kemampuan ekstrak etanol buah mahoni sebesar 0,244%. Kemudian data yang didapatkan lalu diuji menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD (Least Significance Different) untuk mengetahui adanya perbedaan pada tiap konsentrasi. Simpulan: Ekstrak etanol kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni L.) memiliki sifat sangat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti.
Uji efektivitas ekstrak kulit buah mahoni (swietenia mahagoni l.) terhadap bakteri salmonella thyphi Safitri, Mariska Mulya; Marcellia, Selvi; Tutik, Tutik
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.322

Abstract

Background:Typhoid fever is a disease that arises due to infection with pathogenic bacteria such as Salmonella typhi. The plant commonly used by the community to cure typhoid fever is by using mahogany fruit skin. Purpose: To identify the effectiveness of mahogany rind extract as an antibacterial against Salmonella typhi bacteria and determine the concentration of mahogany rind extract against Salmonella typhi bacteria. Methods: This study used the soxhlet extraction method with 96 percent ethanol as solvent. Results:  The effectiveness obtained from the mahogany rind extract test (Swietenia mahagoni L) was 29.6 percent, the extraction result was 6.7 percent, the phytochemical screening results of the mahogany rind extract obtained flavonoid compounds, saponins, phenolics, tannins and alkaloids. The results of the effectiveness of mahogany skin extract (Switenia mahagoni L) was effective at a concentration of 10 percent with an inhibition zone of 8.5 mm which had a moderate inhibitory response. Conclusion: Ethanol extract of mahogany peel (Switenia mahagoni L) has properties that can inhibit the geowth of Salmonella typhi bacteria. Keywords: Effectiveness; Mahogany Fruit Peel Extract (Swietenia Mahagoni L.); Salmonella Typii. Pendahuluan: Demam tifoid adalah salah satu penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri patogen seperti bakteri Salmonella typhi.tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan demam tifoid yaitu dengan menggunakan kulit buah mahoni. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektivitas ekstrak kulit buah mahoni sebagai antibakteri pada bakteri Salmonella typhi dan menentukan konsentrasi ekstrak kulit buah mahoni terhadap bakteri Salmonella typhi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi sokletasi dengan pelarut etanol 96 persen. Hasil: Efektivitas yang diperoleh dari uji ekstrak kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni L) yaitu 29,6 persen,Hasil ekstraksi diperoleh 6,7 persen, pada hasil skrining fitokimia ekstrak kulit buah mahoni diperoleh senyawa flavonoid, saponin, fenolik, tanin dan alkaloid. Hasil efektivitas ekstrak kulit buah mahoni (Switenia mahagoni L) sudah efektiv pada konsentrasi 10 persen dengan zona hambat 8,5 mm yang memiliki respon hambat sedang. Simpulan: Ekstrak etanol kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni L) memiliki sifat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.
Uji anti kolesterol secara in-vitro ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa l.) dengan metode ekstraksi refluks dan sokletasi Mutiara, Mutiara Oktarima; Tutik, Tutik; Primadiamanti, Annisa
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.332

Abstract

Background: Cholesterol is an important molecule in humans, with excess and deficiency of its levels in the body can cause various diseases. One alternative treatment is to use shallot skin extract. Purpose: To determine whether there is cholesterol lowering activity from the methanol extract of shallot skin (Allium cepa l.). Method: The extraction used is by heating, namely extraction by soxhletation and reflux. Results: The phytochemical test for the content of methanol extract showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. The yield results from the soxhletation and reflux extraction methods that have been carried out are 12.5% and 14%. UV-Vis spectrophotometer test with the Lieberman-Burchad method was used to determine the ability to reduce cholesterol levels. Conclusion: Methanol extract of shallot skin in this study can reduce cholesterol levels in vitro based on the UV-Vis spectrophotometer results of methanol extract of shallot skin (Allium cepa L.) for cholesterol reduction which was shown to be 24.4% in the soxhletation method and 37.5 % on the reflux method. In this study there were obstacles, namely the wrong use of cholesterol standard solution which resulted in the formation of a brown solution instead of a green complex reaction. Keywords: Shallot Skin; Soxhletation; Reflux; UV-Vis Spectrophotometry; Anticholesterol. Pendahuluan: Kolesterol merupakan suatu molekul penting pada manusia, dengan kelebihan dan kekurangan kadarnya dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu pengobatan alternative yaitu dengan menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas penurunan kadar kolesterol dari ekstrak methanol kulit bawang merah (AlliumcepaL.). Metode: Ekstraksi yang digunakan dengan cara pemanasan yaitu ekstraksi secara sokletasi dan refluks. Hasil: Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Uji spektrofotometer UV-Vis dengan metode Lieberman-burchad digunakan untuk menentukan kemampuan penurunan kadar kolesterol. Simpulan: Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro berdasarkan hasil spektrofometer UV-Vis ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penurunan kolesterol ditunjukan sebesar 24,4% pada metode sokletasi dan 37,5% pada metode refluks. Pada penelitian ini terdapat kendala yaitu kesalahan penggunaan larutan baku kolesterol yang mengakibatkan tidak terbentuk reaksi kompleks hijau melainkan terbentuk larutan coklat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5