cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Profil Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Rima Novirianthy; Safarianti Safarianti; Maimun Syukri; Cut Meurah Yeni; Muhammad Ikhsan Arzda
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.21299

Abstract

Abstrak. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam bidang kesehatan. Salah satu penyebab kematian pada ibu adalah infeksi. Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu penyebab tersering infeksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil KPD pada ibu bersalin di RSUDZA Banda Aceh tahun 2019-2020. Metode penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 579 rekam medis pasien yang diambil dengan metode total sampling. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat untuk melihat profil pasien KPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 579 sampel pasien KPD sebagian besar sampel berusia 20-35 tahun (79,3%), status pekerjaan sebagai IRT (81,3%), usia kehamilan aterm (77,2%), status nullipara (36,8%), mengalami leukosituria (52,9%), anemia (54,9%), kehamilan tunggal (98,4%), janin presentasi kepala (89,8%), lama KPD ≥ 12 jam (53,9%), dan metode persalinan sectio caesarea (66%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa KPD banyak terjadi pada ibu nullipara yang berusia 20-35 tahun dengan usia kehamilan aterm serta mengalami leukosituria dan anemia, oleh karena itu tenaga medis perlu memberikan edukasi terkait faktor risiko dan upaya pencegahan KPD. Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini (KPD), Profil, RSUDZA Banda  AcehAbstract. Maternal Mortality Rate (MMR) is acknowledge as one of the country’s health sector development. Infection is one of the cause of maternal mortality. Premature Rupture of Membranes (PROM) is the most cause of infection. The objective of this research is to identify the profile of premature rupture of membranes on mother who gave birth in RSUDZA Banda Aceh year of 2019-2020. The method of this research is descriptive using retrospective data. The number of samples used in research is 579 medical records taken using total sampling method. Data analysis used is univariate analysis to find the profile of premature rupture of membrane patient. The result showed that out of 579 samples of patient with premature rupture of membrane are mostly aged between 20-35 years old (79,3%), occuption status as housewife (81,3%), gestation age of aterm (77,2%), nulliparous status (36,8%), leukocyturia (52,9%), anemia (54,9%), single preganancy (98,4%), fetal head presentation (89,9%), PROM duration ≥ 12 hours (53,9%), and the method delivery by sectio caesarea (66%). The conclusion of thin study showed that PROM occurs mostly in nulliparous who are 20-35 years old with aterm gestational age and have leukocyturia and anemia; therefore, medical personnel need provide education related risk factor and efforts to prevent PROM.Keywords : Premature Rupture of Membranes (PROM), Profile, RSUDZA Banda Aceh
Berpikir kritis perawat dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Aceh Hajjul Kamil; Risqina Putri; Ardia Putra; Putri Mayasari; yuswardi Yuswardi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20578

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan kewajiban perawat dalam pelaksanaan proses keperawatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku perawat dalam melakukan pendokumentasian proses keperawatan adalah kemampuan berpikir kritis perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis perawat dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Aceh. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional study. Besar sampel 107 perawat, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner California Critical Thinking Disposition Inventory (CCTDI) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis perawat secara umum dalam kategori baik (72.0%) yang meliputi tujuh elemen yaitu keterbukaan pikiran pada katagori baik (92,5%), mencari kebenaran pada kategori baik (61,7%), analisis pada kategori baik (81,3%), sistematis pada kategori baik (78,5%), percaya diri pada kategori sedang (53,3%), keingintahuan pada kategori baik (76,6%), dan kematangan pada kategori sedang (54,2%).  Studi ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis perawat adalah proses yang dikembangkan dalam jangka panjang dan harus dipraktikkan, diperkuat, dan dikembangkan dari waktu ke waktu.
Uji efektivitas salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.) terhadap penyembuhan luka bakar derajat iii pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain wistar sakdiah sakdiah; Hijdrian Milzam; Roziana Roziana
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.23041

Abstract

Abstrak. Luka bakar derajat III merupakan luka bakar yang telah meliputi  seluruh lapisan kulit, dimana jaringan kulit telah mengalami destruksi total yang menyebabkan proses penyembuhan menjadi lama karena proses re-epitalisasi tidak terjadi secara spontan. Proses penyembuhan luka bakar dapat dipercepat dengan penggunaan tanaman tradisional, salah satunya adalah daun Binahong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daun Binahong terhadap penyembuhan luka bakar derajat III dan mengetahui dosis salep ekstrak daun Binahong yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat III pada tikus wistar jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik posttest only control group design. Hewan yang digunakan adalah tikus putih jantan strain wistar sebanyak 30 ekor yang diberikan perlakuan luka bakar derajat III pada punggung sebelah kiri dengan luas 20 mm x 20 mm. Pengelompokan hewan coba menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap yang dibagi ke dalam 5 kelompok (n = 6 ekor) yaitu kontrol positif, kontrol negatif, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3. Luas luka bakar diukur selama 20 hari seiring dengan berjalannya penelitian. Hasil uji statistik dengan One way ANOVA dan uji beda dengan metode Duncan menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang bermakna dari setiap kelompok perlakuan dengan aktivitas tertinggi dicapai oleh kontrol positif, salep ekstrak daun binahong (SEDB) 40%, 20%, 10% dan kontrol negatif.Kata kunci : Daun Binahong (Anrereda cordifolia (Ten.) Steenis.), salep, luka bakar derajat III, penyembuhan luka, tikus putih jantanAbstract. The third-degree burn is a burn that covers the entire layer of the skin, having destroyed the skin tissue that prolongs the healing process because the re-capitalization process does not occur spontaneously. The healing process for burns can be sped up by using traditional plants, including binahong leave. The purpose of this research was to study the effect of binahong leaf extract ointment on the healing of third degree burns and to know the most effective dose for healing third degree burn wounds in white male Wistar rats. This investigation was an experimental laboratory investigation with a post-test only control group design. The animals used in this study are 30 white male Wistar rats that were given a third degree burn on the left back of each rat with an area of 20mm x 20mm. The grouping method used in this experimental study was randomized control studies divided into 5 treatment groups (n = 6 heads) that were positive control treatment, negative control treatment, treatment 1, treatment 2 and treatment 3 20 Measured over days during the study. The results of the statistical tests with One Way ANOVA and another test with Duncan's method showed that there was a significant influence of each treatment group with the highest activity, which was achieved with the positive control treatment, Binahong Leaf Extract Ointment (SEDB) 40%, 20%, was achieved. 10% treatment and negative control.Keywords: Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), ointment, third degree burn, wound healing, white male rat
REVIEW ARTIKEL MENGAPA ANKLE SPRAIN PADA ATLET SERING KAMBUH ? PERLUKAH DI OPERASI ? Shifa Azzahra; Basuki Supartono
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20726

Abstract

Ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi terutama pada atlet. Ankle sprain terjadi akibat regangan berlebihan ataupun robekan pada ligamen pergelangan kaki. Cedera tersebut diyakini dapat sembuh dengan sendirinya namun sering menimbulkan kekambuhan. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang berkualitas serta pencegahan yang tepat untuk cedera tersebut. Jika pencegahan maupun penatalaksaan dilakukan secara tepat, risiko cedera dan kekambuhan pada atlet dapat menurun. Hal ini dapat mempertahankan dan juga meningkatkan performa atlet sehingga dapat mencapai prestasi yang maksimal.
Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Tindakan terhadap COVID-19 pada Mahasiswa Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Angkatan 2018-2019 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Andreliano Yosua Rompis; Sandra Sandra; Putri Ayu Wulandari; Ni Nyoman Ayu Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.23991

Abstract

Mahasiswa kedokteran merupakan garda terdepan dalam menghadapi masalah kesehatan, khususnya pencegahan COVID-19. Tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik pada mahasiswa kedokteran dapat turut serta mencegah penularan COVID-19 di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa sarjana kedokteran dan profesi dokter Universitas Udayana terhadap COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan non-probability sampling consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner secara daring dalam bentuk google form. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – September 2020 dengan jumlah responden sebanyak 224 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden seluruhnya baik (100%). Sikap dan tindakan responden menunjukkan hasil yang positif dengan selalu mengikuti perkembangan informasi COVID-19 (100%) dan mengikuti protokol kesehatan (97,8%). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap masing-masing kategori karakteristik responden, namun terdapat perbedaan rerata skor sikap antara responden yangt tinggal di kota dan desa. Sebagai simpulan, mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik. Walaupun begitu, mahasiswa kedokteran tetap disarankan untuk terus meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap COVID-19 khususnya pada isu-isu kontroversial COVID-19.
Perbandingan Metronidazole Monoterapi dan Kombinasi Metronidazole dengan Aspirasi Perkutan Pada Pasien Abses Hepar Amebik Kahlil Gibran; Syarifaha Ihsan; Jason Theola
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.21813

Abstract

Abses hepar amebiasis merupakan manifestasi ekstra intestinal tersering yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica. Peran metronidazole monoterapi merupakan pengobatan standar pada penyakit ini dengan ukuran abses kecil. Namun, penggunaan aspirasi perkutan pada abses hepar amebik masih belum jelas. Studi ini bertujuan untuk menilai pengaruh perbaikan klinis terhadap kombinasi aspirasi perkutan dengan metronidazole dibandingkan dengan metronidazole monoterapi pada pasien abses hepar amebik. Pencarian literatur melalui PubMed, Cochrane, ProQuest, dan Scopus dengan kata kunci sesuai pertanyaan klinis dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Telaah kritis dilakukan menggunakan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine critical appraisal tool. Dua artikel ditelaah kritis berdasarkan validity, importance, dan applicability. Kedua studi dinilai valid, penting, dan aplikabel. Studi Kumar et al menunjukkan penggunaan kombinasi aspirasi perkutan dan metronidazole lebih cepat dalam resolusi nyeri dan nyeri tekan abdomen. Studi Chavez et al juga menemukan kombinasi aspirasi perkutan dan metronidazole lebih cepat dalam resolusi nyeri, nyeri tekan abdomen, dan lama rawat inap. Penggunaan kombinasi aspirasi perkutan dan metronidazole dapat digunakan pada pasien abses hepar amebik karena mempercepat perbaikan klinis, seperti nyeri, nyeri tekan abdomen, dan lama rawat inap.
Karakteristik luaran klinis neurologis pasien stroke iskemik berdasarkan NIHSS Tiara - Maharani; Cep Juli; Asep Nugraha Hermawan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20646

Abstract

Stroke adalah salah satu penyebab utama kecacatan dan penurunan kualitas hidup akibat penurunan fungsi neurologis. Salah satu alat yang dapat mengukur penurunan fungsi neurologis adalah National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) dengan cara mengukur luaran stroke secara kuantitatif yang terdiri dari sebelas jenis pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik luaran klinis neurologis pasien stroke iskemik berdasarkan NIHSS. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif retrospektif dengan data subjek stroke iskemik pada periode 2017-2019. Pada penelitian ini didapatkan 97 subjek yang terdiri atas 58 pasien aterotrombotik, 33 pasien stroke tromboemboli dan 6 pasien stroke lakunar. Jenis kelamin terbanyak pada subjek adalah perempuan untuk stroke aterotrombotik dan lakunar dan laki-laki untuk stroke tromboemboli. Dengan rentang usia untuk ketiga stroke yaitu ≤ 60 tahun. Lokasi infark yang dilihat berdasarkan CT scan yang terbanyak terletak di hemisfer kiri. Untuk sistem arteri yang terkena paling banyak yaitu arteri karotis. Faktor risiko yang paling sering terjadi pada penelitian ini yaitu hipertensi. Untuk derajat keparahan berdasarkan NIHSS masuk sebagian besar subjek mempunyai skor NIHSS derajat sedang, yaitu berturut-turut 41.4%, 69,7%, dan 16.7% pada stroke aterotrombotik, tromboemboli, dan lakuner. Pada saat pulang sebagian besar skor NIHSS derajat ringan. Pada stroke aterotrombotik 41 subjek (70,7%), stroke tromboemboli 18 subjek (54,5%) dan stroke lakunar 5 subjek (83,3%). Untuk luaran klinis neurologis pasien paling banyak yaitu kelumpuhan wajah, disartria, defisit neurologis motorik lengan dan defisit neurologis motorik tungkai. Pada penelitian ini stroke aterotrombotik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi.
Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap imunisasi vaksin Human Papilloma Virus sebagai pencegahan primer kanker serviks pada mahasiswi fakultas keperawatan Unsyiah Vera Dewi Mulia; Nurrahmah Latifa; Mirfandi Amirsyah; Hijra Suardi Novia
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.23857

Abstract

     Abstrak. Kanker serviks merupakan silent killer disease dengan penderita risiko tinggi pada perempuan mulai umur 20 tahun. Human Papilloma Virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap imunisasi vaksin HPV sebagai pencegahan primer kanker serviks pada Mahasiswi Fakultas Keperawatan Unsyiah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 82 Mahasiswi Fakultas Keperawatan Unsyiah. Pemilihan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi kuisioner online (google form). Uji hipotesis yang digunakan adalah fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 41 Mahasiswi (50.0%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan sikap positif terhadap imunisasi vaksin HPV sebanyak 78 Mahasiswi (95.1%). Hasil uji statistik fisher exact test diperoleh p-value sebesar 0.000 (p 0.05), sehingga H0 ditolak. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap imunisasi vaksin HPV sebagai pencegahan primer kanker serviks pada Mahasiswi Fakultas Keperawatan Unsyiah. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, imunisasi vaksin HPV, mahasiswi Abstract. Cervical cancer is the silent killer disease with high risk patients in women starting at 20 years old. Human Papilloma Virus (HPV) is known as precursor of cervical cancer. Cervical cancer can be prevented effectively by practicing HPV vaccine. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitude toward HPV vaccination as primary prevention of cervical cancer for student in Nursing Faculty of Syiah Kuala University. This research is an observational analytic study with cross sectional design. The sample of this research are students in Nursing Faculty of Syiah Kuala University with the quantity of 82 students taken by using proportional random smapling technique. The data was collected by filling out an online questionnaire (google form). The hypothesis in this study was analyzed by fisher exact test. The results showed that there was 41 college student (50.0%) had a good of knowledge and positive attitude about HPV vaccination there was 78 college students (95.1%). Fisher exact test statistic test result obtained p-value was 0.000 (p 0.05), so H0 was rejected. The conclusion is there was a relationship between knowledge and attitude toward HPV vaccination as primary prevention of cervical cancer for students in Nursing Faculty of Syiah Kuala University. Keywords: Knowledge, attitude, HPV vaccination immunization, college student
Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS pada Pekerja Konstruksi Menuju Eliminasi HIV di Indonesia tahun 2030 Liza Salawati
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20777

Abstract

Abstrak. Human immunodeficiency virus (HIV)/ Acquired immuno deficiencysyndrome (AIDS) terus meningkat dari tahun ke tahun.  Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 349.882 orang dengan HIV dan 117.064 orang dengan AIDS. Persentase kumulatif AIDS tertinggi ada pada kelompok usia produktif. Salah satu sektor yang berisiko terinfeksi HIV adalah pekerja di sektor konstruksi yang merupakan High Risk Man yaitu laki-laki mempunyai uang, mobilitas tinggi dan jauh dari keluarga serta berada di lingkungan kerja macho. Dalam rangka menuju eliminasi HIV di Indonesia tahun 2030 khususnya di sektor konstruksi maka perlu penguatan komitmen dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, peningkatan dan perluasan akses layanan skrining, diagnostik dan pengobatan yang komprehensif dan bermutu, penguatan program pencegahan dan pengendalian, penguatan kemitraan, pengembangan inovasi program, penguatan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.Kata kunci: HIV/AIDS, Pencegahan, pengendalian, pekerja, konstruksi’Abstract. Human immunodeficiency virus (HIV) / Acquired immuno deficiencysyndrome (AIDS) continues to increase from year to year. In 2019 there were 349,882 people with HIV and 117,064 people with AIDS. The highest cumulative percentage of AIDS is in the productive age group. One of the sectors at risk of being infected with HIV is workers in the construction sector who are High Risk Man, namely men who have money, high mobility and are far from their families and are in a relatively more macho work environment. In order to eliminate HIV in Indonesia by 2030, especially in the construction sector, it is necessary to strengthen the commitment of the Ministry of Public Works and Public Housing, increase and expand access to comprehensive and quality screening, diagnostic and treatment services, strengthen prevention and control programs, strengthen partnerships, develop program innovation, strengthening monitoring, evaluation, and follow-up. Keywords: HIV / AIDS, prevention, control, workers, construction 
Gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada penderita hipertensi di puskesmas pante raya kabupaten Bener Meriah periode bulan Agustus 2020 Chesy Oety Otawa; Kartini Hasballah; Reno Keumalazia Kamarlis
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.19821

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan kapiler darah akibat terjadi konstriksi pada pembuluh darah. Pada penanganan hipertensi perlu menggunakan obat antihipertensi yang akan efektif jika dengan meminumnya sesuai anjuran tenaga kesehatan, Berdasarkan alasan tersebut, peneliti bermaksud untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Pante Raya periode Bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan survei deskriptif observational dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang telah didiagnosis hipertensi di Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah yang memenuhi kriteria pada periode Agustus 2020 dan diambil dengan teknik consecutive sampling. Responden berjumlah 49 orang dengan jumlah populasi 62 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penderita hipertensi di Puskesmas Pante Raya periode Agustus rendah, dengan mencapai persentase 100%. Penderita hipertensi banyak diderita oleh usia 56-65 tahun sebanyak (46,9%) dengan jumlah wanita (79,6%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (20,4%). pendidikan terakhir responden terbanyak adalah tingkat SMA/sederajat (42,9%) sedangkan responden yang bekerja (65,3%)  lebih banyak daripada yang tidak bekerja (65,3%). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada Puskesmas Pante Raya periode bulan Agustus 2020 adalah rendah.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue