cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
KETERLAMBATAN DETEKSI DINI PADA CONJOINED TWIN sarjani sarjani; Teungku Puspa Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.21860

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kembar siam mengacu pada kembar yang secara fisik menyatu dalam rahim dan akibatnya saat lahir. Penyebutan pertama kembar siam secara historis berasal dari periode neolitik. Jenis kehamilan ini adalah fenomena rumit yang memerlukan pendekatan interprofesional untuk mengelolanya secara efektif. Objek:Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pentingnya deteksi dini konjoin twin. Metode : Studi ini merupakan studi prospektif menggunakan metode pendekatan sehingga dapat mencapai diagnosis terbaik. Evaluasi obstetri dengan berbagai pemeriksaan diagnostik dilakukan untuk mengetahui kondisi kedua janin.
Hubungan Penggunaan Pomade dengan Kejadian Ketombe pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Dendri Yaneski; Wahyu Lestari; Cut Gina Inggriyani
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20667

Abstract

Ketombe atau pityriasis sicca adalah penyakit yang umum diderita oleh orang dewasa di seluruh dunia dengan gejala klinis sisik yang berwarna putih hingga kekuningan tanpa menimbulkan peradangan pada kulit kepala. Ketombe diderita hampir 50% oleh penduduk di dunia yang dimulai dari usia pubertas hingga dewasa tanpa memandang etnis dan suku. Jika berdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih sering mengalami ketombe dibandingkan wanita, hal ini berhubungan dengan hormon seks pada laki-laki yaitu androgen. Bagi laki-laki sendiri rambut adalah mahkota, maka rambut menjadi perhatian serius agar selalu terlihat indah dan rapi. Dalam hal tersebut biasanya laki-laki memerlukan hairstyling. Salah    satu   contoh hairstyling yang sering muncul di pasaran adalah pomade. Pomade dapat menyebabkan rambut menjadi lebih lembab. Keadaan kulit kepala yang lebih lembab dibandingkan biasanya merupakan salah satu pencetus meningkatnya pertumbuhan jamur Malassezia dan memicu timbulnya ketombe. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan penggunaan pomade dengan kejadian ketombe pada 153 mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan pomade dengan kejadian ketombe pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data primer dengan menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas oleh peneliti. Data penelitian di uji dengan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara penggunaan pomade dengan kejadian ketombe pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala dengan p-value adalah 0,000 (p0,005).
Profil Sitologi Efusi Pleura di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh Fitri Dewi Ismida; Budi Yanti; Cut Asmaul Husna; Istanul Badiri; Reno Keumalazia kamarlis
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.23805

Abstract

Efusi pleura merupakan problem diagnosticutama pada kelainanparukarena pleura merupakansuaturongga yang melapisiparutanpaadaaksesapapun. Analisissitologiefusi pleura seringkalidigunakansebagailinipertamapenapisandalampenegakan diagnosis dan tindakanpenatalaksananlebihlanjut. Pemeriksaansitologiefusi pleura sangatpentingkarenadapatmemberikaninformasiinflamasi, keganasan dan metastasis.Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptif, mengamatiseluruhbahanefusi pleura yang dilakukananalisissitologiselamaperiodeduatahun dan diperoleh 697 kasusefusi pleura di laboratoriumPatologiAnatomiRumahSakitZainoelAbidin, Banda Aceh. Hasil pemeriksaansitologi 697 bahanefusi pleura ditemukan paling banyakmenunjukkan diagnosis klinistidakdapatdisimpulkan 344 efusi pleura dan diagnosis klinisbukansuatu proses keganasan 294 (total 91,52%), diantaranya paling banyakmenunjukkansuatuperadangankronisdengansebaransellimfosit yang dominanyaitu 124 (41.5%). Dan dari 59 bahanefusi pleura denganjeniskeganasanmenunjukkanbahwa paling banyakditemukan adenocarsinomayaitu 29 (49,1%) dan terdapat 22 (37,3%) bahanefusi pleura denganjeniskeganasan primer yaituSquamousCellCarsinoma. Sitologiefusi pleura merupakanmodalitasdiagnosticmudah dan sederhana yang  sangatmembantudalammenegakkan diagnosis efusi pleura dan berperandalammelakukaneksplorasietiologi dan prognosis penyakit. Oleh karenaitu, semuakelainanefusi pleura yang belumterdiagnosissebaiknyadilakukanpemeriksaansitologiuntuk diagnosis awal dan manajemenpasienselanjutnya.
Korelasi tingkat caregiver burden dengan tingkat pendapatan ekonomi pada keluarga pasien stroke di RSUDZA Banda Aceh Zulfa Zahra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20851

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit dengan risiko kecacatan ketiga tertinggi di dunia dan prevelensinya terus meningkat di Indonesia. Kecacatan pada pasien stroke mengakibatkan keterbatasan bagi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga pasien membutuhkan bantuan orang lain sebagai caregiver dalam memenuhi kebutuhan hariannya. Perawatan jangka panjang yang diberikan oleh caregiver akan memberi dampak negatif bagi caregiver  berupa beban fisik, emosi, mental, dan sosial yang disebut dengan caregiver burden. Burden yang dirasakan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah pendapatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat caregiver burden dengan tingkat pendapatan ekonomi pada keluarga pasien stroke. Metode penelitian ini berupa analitik observasional dengan desain cross sectional, dilakukan pada 80 keluarga pasien stroke di poliklinik saraf  RSUDZA Banda Aceh diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data diambil secara pengisian kuesioner Caregiver Burden Asessment semi wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan 45% caregiver mengalami caregiver burden tingkat tinggi, 35% responden memiliki tingkat pendapatan rendah, dan terdapat korelasi yang sedang (p=0.00,r= -0,419) antara tingkat caregiver burden dengan tingkat pendapatan ekonomi keluarga pasien stroke. Kesimpulan dari penelitian ini, mayoritas responden memiliki tingkat caregiver burden yang tinggi, tingkat pendapatan ekonomi yang rendah, dan terdapat korelasi yang sedang antar tingkat caregiver burden dengan tingkat pendapatan ekonomi keluarga pasien stroke.Kata Kunci: caregiver burden, caregiver, stroke, pendapatan ekonomi
Purple Urine Bag Syndrome; Infeksi Saluran Kemih Langka Terkait Penggunaan Kateter Uretra Menetap Wilda - Mahdani
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20491

Abstract

Purple Urine Bag Syndrome (PUBS) is a rare phenomenon that is commonly overlooked. PUBS occurs in patients who use indwelling urinary catheters. This condition is characterized by a change in the color of urine including the bag and catheter tube turning purple. The purple color comes from the pigment mixture from the end result of the tryptophan metabolic chain reaction with the help of bacteria that produce sulfatase or phosphatase enzymes in the urine. The occurrence of PUBS requires the interaction of various risk factors simultaneously. PUBS can cause concern for patients, families and medical personnel. Lack of understanding and awareness can lead to misdiagnosis and treatment. For this reason, clinicians and medical personnel must be able to identify PUBS and understand its prevention and treatment. PUBS usually has a good prognosis. Correction of the underlying disease and treatment of symptomatic UTIs can reduce the chances of developing this syndrome.
Karakteritik Pasien Ginekologi di RSU Cut Meutia Aceh Utara Selama Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Iskandar - Iskandar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.22197

Abstract

Gynaecology literally means "the science of women" or science of woman, which is a branch of medical science that specifically studies and treats diseases of the female reproductive system. The scope of gynecology includes, among others, menstrual disorders and AUB, infectious diseases, tumors, post-treatment and so on. Uterine fibroids are the most common benign tumor found with a worldwide incidence of 20–35%.  This research is a descriptive study with the research design used is across-sectional studyconducted in the Gynecology Inpatient Room at the Cut Meutia Hospital, North Aceh. The study was conducted in June 2021 with a population and sample of all patients in the Gynecological Inpatient Room at the Cut Meutia Hospital North Aceh in 2020. The variables of this study were types of gynecological diseases which were divided into menstrual disorders, infections, benign tumors, malignant tumors and so on. Univariate analysis was used to describe the characteristics of the types of gynecological diseases that existed in the Gynecological Inpatient Room at the Cut Meutia Hospital North Aceh in 2020. The patients who were treated in the Gynecological Inpatient Room at the Cut Meutia North Aceh Hospital in 2020 were 70 patients who were divided into groups of menstruation disorders and AUB, infectious diseases, tumors and so on. The percentage of benign and post-operative tumors is the largest group of diseases, while infections and malignant tumors are the least. Uterine fibroids are the most common disease, followed by menstrual disorders (AUB), uterine prolapse, ovarian cysts and endometrial hyperplasia. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP SMARTPHONE ADDICTION PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA TAHUN 2020 Alfitachiyyah Alfitachiyyah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20705

Abstract

Pada tahun 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan Corona Virus Disease 19 atau Covid-19 sebagai pandemi global dan menghimbau untuk melakukan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Perubahan yang terjadi pada mahasiswa akibat Covid-19 tentunya berdampak pada psikologis mahasiswa, salah satunya adalah stres. Seseorang yang sedang mengalami situasi atau keadaan yang menimbulkan stres, akan berusaha secara alamiah untuk mengatasinya dengan menggunakan sejumlah perilaku tertentu, salah satunya adalah dengan menggunakan smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres terhadap smartphone addiction pada mahasiswa. Nilai tingkat stress didapatkan dengan Perceived Stress Scale – 10 dan nilai smartphone addiction didapatkan dengan SAS-Short Version yang sudah dimodifikasi. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 185 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan (p = 0,364) antara tingkat stres dengan smartphone addiction. Hal ini disebabkan mahasiswa menggunakan smartphone dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, perubahan proses pembelajaran tersebut menyebabkan tingginya penggunaan smartphone yang dialami oleh mahasiswa
DIAGNOSIS AND MANAGEMENT OF THALASEMIC CARDIOMYOPATHY AGUNG RIZKA PRATAMA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.21063

Abstract

Thalassemia is a autosomal recessive inherited conditions characterized by decreased or absent polypeptide chain synthesis resulting in reduced hemoglobin in red blood cells and anemia. Synthesis disorders are characterized by ineffective formation of erythropoiesis which causes the need for lifelong transfusions, this will lead to increased intestinal iron absorption and leading to iron accumulation in vital organs, accumulation of iron in the heart can cause myocardial dysfunction including serious complications such as cardiomipopathy of the heart, where thalassemic cardiomyopathy is a the main cause of morbidity was 63.6% and the main cause of death was 71% of thalassemia patients. It is necessary to early detection for thalassemia cardiomyopathy, such as periodic electrocardiography and echocardiography examinations to assess diastolic and systolic functions so that they do not develop into cardiomyopathy. The proper management of heart failure due to thalassemia cardiomyopathy must be optimally given to patients including chelation therapy which can be used as cardioprotective in thalassemic patients.
Hubungan kemampuan visuospasial dengan kemampuan anatomi M. Ghilman Nurizzan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20977

Abstract

Along with the development of medical learning methods, anatomy remains one of the most difficult subjects to understand among other basic medical education sciences. The study of the structure of the human body, its parts and the relationships between these parts involves the processing of visuospatial information, namely the understanding of the form, location, and position of an object against other objects in 3-dimensional space. The purpose of this research is to find out how the relationship between visuospatial abilities and anatomical abilities of the students of the Faculty of Medicine, Sebelas Maret University
PUASA RAMADHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROGRESIFITAS PENYAKIT GINJAL KRONIK Abdullah Abdullah; Desi Salwani; Muhsin Muhsin; Andri Baftahul Khairi; Maimun Syukri
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.23754

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci umat Islam dimana pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Pengaruh puasa Ramadhan terhadap fisiologis dan biokimia tubuh telah banyak dipelajari dengan hasil yang berbeda-beda. Banyak penelitian menunjukkan puasa Ramadhan dapat ditoleransi dengan aman pada orang sehat dan memberikan efek yang menguntungkan dalam hal regulasi tekanan darah, kadar lipid darah, stres oksidatif, sensitivitas insulin, dan penyakit jantung kronis jika dilakukan dengan benar. Ada banyak kontroversi mengenai puasa Ramadhan untuk penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) terutama apakah puasa tersebut memperbaiki indikator fungsi ginjal atau malah sebaliknya. Terdapat juga banyak kekhawatiran tentang dampak dehidrasi dan efek hipoperfusi ginjal selama puasa Ramadhan terhadap penderita PGK. Tinjauan kepustakaan ini memberikan bukti-bukti terbaru tentang pengaruh puasa Ramadhan terhadap progresifitas PGK, baik pada penderita predialisis, yang sedang menjalani dialisis, maupun yang telah menjalani transplantasi ginjal.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue