cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
KARSINOMA KELENJAR SEBASEA DI PALPEBRA SUPERIOR MATA KIRI: LAPORAN KASUS Raudatul Janah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.22965

Abstract

Abstrac: Sebaceous gland carcinoma is a rare and fast-growing, potentially lethal skin malignant tumor originating from the adnexal epithelium of the sebaceous glands. This carcinoma is more common in the superior palpebral than the inferior palpebral in a ratio of 3:1 and is more common in the elderly with a predilection for women. Because it is clinically similar to a chalazion or a chronic inflammatory condition that can cause delays in diagnosis. Because of this rarity, we report a case of sebaceous gland carcinoma of the superior palpebral left eye in a 67-year-old man. Keyword. Sebaseous gland carcinoma, superior palpebral, ocular sinistra 
Praktik Tim dan Kerjasama Tim Antar Profesional Pemberi Asuhan dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Sri Wahyuni; Nova Dian Lestari; Nurjannah Nurjannah; Dedy Syahrizal
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20714

Abstract

Pendahuluan: Praktik Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan bentuk kerjasama antar tenaga kesehatan yang dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan asuhan pasien berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dengan profesi dan keilmuan yang berbeda dituntut untuk bisa berkontribusi secara individu maupun dalam tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik tim dan kerjasama tim antar PPA dalam implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode in-depth interview dan Focus Group Discussion (FGD). Data direkam, ditranskripsi kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Informan penelitian ini sebanyak 12 orang PPA yang terdiri dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), perawat, apoteker, dan dietisien. Penelitian dilakukan di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh selama bulan Juni-Juli tahun 2020.Hasil: Hasil penelitian menggambarkan bahwa tim dan kerjasama tim secara interprofessional di RSUD Meuraxa belum efektif. Kegiatan visite bersama yang melibatkan keempat profesi belum pernah dilakukan. Profesi apoteker dan dietisien yang dibutuhkan dalam melakukan kolaborasi tidak cukup dari segi kuantitas. Perawat sesuai kompetensi klinis dalam melaksanakan kolaborasi belum sesuai. PPA belum memahami konsep IPC dengan baik sehingga dominansi kerjasama tim dilakukan oleh profesi dokter-perawat.Diskusi: Rumah Sakit harus melakukan tela’ah staf untuk menyediakan dan mendistribusikan PPA yang cukup secara kuantitas maupun kualitas sesuai kebutuhan kolaborasi. Sosialisasi tentang regulasi dan pelaksanaan Interprofessional Collaboration perlu dilakukan secara berkala agar PPA memahami konsep IPC dengan baik.
ACUTE KIDNEY INJURY (AKI) PADA KEHAMILAN Satriyo Dwi Suryantoro; Djoko Santoso; Sarah Firdausa
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19284

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) in pregnancy remains a cause for fetomaternal morbidity and mortality, particularly in developing countries. Hypertensive complications of pregnancy (preeclampsia/eclampsia, HELLP syndrome) remains the leading cause of AKI in pregnancy. A set of systemic and renal physiological adaptive mechanisms occur during a normal gestation that will cause several changes in laboratory parameters of renal function, electrolytes, fluid and acid – base balance. Diagnosis of AKI in pregnancy is based on the serum creatinine increase and reduction of urine output. Management of AKI in pregnancy requires a multidisciplinary approach between nephrologists and obstetricians for optimizing care for both mother and child. In approaching AKI in pregnant woman, emphasis should be placed on making early and accurate diagnosis to allow prompt intervention and to facilitate recovery from AKI.
Hubungan penggunaan smartphone dengan sindroma mata kering pada mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Syiah Kuala Firdalena Meutia; Rezania Razali; Saiful Basri; Saminan Saminan; Fanny Adlin Nurafika
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19573

Abstract

Sindroma mata kering merupakan suatu keadaan terjadinya defisiensi maupun penguapan berlebihan dari air mata. Sindroma mata kering biasanya sering terjadi pada usia 40 tahun, namun akhir-akhir ini sindroma mata kering juga ditemukan pada usia 40 tahun, hal ini diduga karena meningkatnya penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone pada usia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi penggunaan smartphone dalam hal ini yaitu durasi dengan sindroma mata kering pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Terdapat 222 responden yang menjadi sampel penelitian diantaranya terdiri dari mahasiswa angkatan 2017-2019. Sampel diperoleh dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data yaitu pada tanggal   9 hingga 16 Oktober 2020 dengan membagikan kuesioner penelitian melalui google form. Uji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil yang didapatkan yaitu p value adalah 0,001 dan koefisien korelasi adalah 0,230, dari hal tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan dengan korelasi lemah antara penggunaan smartphone dengan sindroma mata kering pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah.Kata Kunci: Penggunaan smartphone, sindroma mata kering, mahasiswa.
Selulitis dorsum nasi akibat komplikasi abses septum nasi dengan komorbid diabetes melitus tipe⁴ Teuku Husni T.R; Hari Pranoto
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19314

Abstract

Abstrak. Abses merupakan hasil dari penumpukan pus dalam jaringan ditubuh yang membentuk sebuah rongga. Abses septum nasi masih umum di negara-negara berkembang, komorbid yang paling umum adalah diabetes melitus dan mereka harus diperlakukan dengan cara yang berbeda. Satu kasus abses septum nasi pada penderita DM tipe 2 dilaporkan pada seorang laki-laki berumur 46 tahun yang dilakukan insisi dan drainase abses, pemberian antibiotik kombinasi, dan pengontrolan kadar glukosa darah dengan diit dan obat-obatan.Penatalaksanaan  yang komprehensif pada kasus ini memberikan hasil yang baik. Kata kunci : abses septum nasi, diabetes melitus, insisi drainase Abstract. Abscesses are the result of the accumulation of pus in the tissues in the body that form a cavity. Nasal septum abscesses are still common in developing countries, the most common comorbid is diabetic mellitus and  they should be treated in different ways. One case of nasal septum abscess in type 2 diabetic mellitus patient in 46 years old man was reported, and has done incision and drainage of abscess, giving of combination antibiotic, and blood glucose control with diet or medicines. Comprehensive management of this case gave good results. Keyword : nasal septum abscess, diabetic mellitus, drainage incision
Invasive Dermatophytosis in HIV/AIDS Patient by Zoophilic Trichophyton verrucosum Wilda - Mahdani
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19565

Abstract

Invasive dermatophytosis is a dermatophyte infection characterized by fungal invasion into deeper skin tissue including the dermis and subcutaneous areas. Herein, a man who was an HIV/AIDS sufferer was reported to develop an unusually invasive dermatophytosis in the form of nodules and ulceration. His CD4+ cells count was 88 cells/µl with a percentage of 1.87%. Self-medication with topical antibiotics did not respond. Microbiological examination was carried out including direct potassium hydroxide preparation and fungal culture. The etiologic diagnosis of invasive dermatophytosis by Trichophyton verrucosum  was established. This is one of the zoophilic fungus that causes ringworm in cattle. It was suspected that the patient was inoculated due to contact with fomites containing fungi while working as a construction worker. Dermatophytes can cause atypical infections with a completely unexpected appearance in immunocompromised patients. The diagnosis is largely determined by a high level of clinical suspicion followed by microbiological examination.
Profil pasien Sectio Caesarea di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2019 Rezania Razali; Kulsum Kulsum; Zafrullah Khany Jasa; Ima Indirayani; Maya Safira
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19594

Abstract

Peningkatan angka sectio caesarea secara global telah menjadi topik yang paling sering diperdebatkan dalam asuhan maternitas. Sectio caesarea merupakan salah satu pelayanan kesehatan ibu yang menimbulkan berbagai kontroversi. Menurut WHO, angka sectio caesarea yang direkomendasikan berkisar antara 10-15%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai profil pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Tahun 2019. Metode penelitian ini berupa penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif. Subjek penelitian ini ialah 330 pasien yang menjalani sectio caesarea pada tahun 2019. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober hingga November 2020. Analisis yang digunakan ialah uji univariat untuk melihat profil pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase sectio caesarea tahun 2019 mencapai 65.3%, dengan angka terbanyak diperoleh pada kelompok tingkat pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 154 responden (46.7%), pekerjaan pada kelompok ibu rumah tangga sebanyak 235 responden (71.2%), usia ibu pada kelompok 20-35 sebanyak 284 responden (75.2%), usia kehamilan pada kelompok aterm sebanyak 257 responden (77.9%), paritas pada kelompok multigravida sebanyak 213 responden (64.5%%), sectio caesarea dengan riwayat sectio caesarea sebelumnya sebanyak 88 responden (26.7%), perencanaan tindakan secara emergency sebanyak 302 responden (91.5%), dan teknik anestesi didominasi oleh anestesi spinal sebanyak 307 responden (93%). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan angka sectio caesarea yang masih tinggi dengan indikasi terbanyak yaitu riwayat sectio caesarea sebelumnya, sehingga diperlukan suatu intervensi tindakan serta edukasi untuk mengurangi angka sectio caesarea.Kata kunci: Sectio Caesarea, Profil Pasien, Banda Aceh
ADENOKARSINOMA KOLON PADA BAYI BERUSIA 14 HARI Fitri Dewi Ismida; Causa Trisna Mariedina; Safarianti safarianti
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.20185

Abstract

Adenokarsinoma kolon merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dijumpai, sekitar 15% dari seluruh kanker yang mematikan. Umumnya kanker ini terjadi pada usia dewasa dan jarang dijumpai pada anak-anak. Dilaporkan sebuah kasus adenokarsinoma kolon pada seorang bayi laki-laki berusia 14 hari yang disangkakan sebagai Hirschprung’s disease. Dilakukan pemeriksaan secara histopatologi terhadap massa tumor dari kolon. Setelah jaringan difiksasi dengan formalin 10%, dilakukan  pemrosesan standar menggunakan blok parafin dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin. Jaringan kemudian dievaluasi di bawah mikroskop cahaya binokuler. Gambaran histopatologi jaringan dari kolon, tampak lapisan mukosa hingga serosa. Lapisan mukosa terdiri dari struktur kelenjar yang mengalami disorganisasi. Kelenjar dengan pelapis epitel yang proliferatif, inti bulat oval membesar, kromatin kasar, sitoplasma eosinofilik. Stroma terdiri dari jaringan fibrous yang diinfiltrasi oleh sel-sel tumor dan sebukan sel-sel radang polimorfonuklear yang masif. Sel-sel tumor tampak telah menyusup di antara lapisan muskularis. Pembuluh darah proliferatif, sebagian dilatasi dan kongesti. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan gambaran yang sesuai dengan karakteristik adenokarsinoma kolon Kata kunci. Adenokarsinoma kolon, adenokarsinoma, kolon
Pengaruh pemberian Monosodium glutamat peroral terhadap gambaran histopatologi jantung pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar Mulyati Sri Sri Rahayu; Yuziani Yuziani; Cut Sidrah Nadira
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.20725

Abstract

Abstrak. Monosodium glutamat (MSG) diketahui mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Pemberian MSG dalam dosis tertentu dapat menyebabkan stres oksidatif yang berujung pada kerusakan seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MSG peroral terhadap gambaran histopatologis jantung pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Penelitian ini merupakan true experimental laboratory dengan rancangan Post test control group design dengan sampel tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang dibagi dalam 4 kelompok. Sampel diberi larutan MSG dengan 3 dosis berbeda selama 21 hari. Organ jantung kemudian diambil, ditimbang dan dibuatkan preparat histologi dengan pewarnaan Hematoxilin-Eosin. Data persentase nekrosis sel dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney Post-Hoc Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata persentase kerusakan histologi jantung pada  masing-masing kelompok K, P1, P2 dan P3 berturut-turut sebesar 10,27%, 15.93%, 23,91 % dan 27,68 %, dengan p value 0,000 untuk uji Kruskal Wallis dan p value 0,004 untuk Mann Whitney baik antara kelompok kontrol dengan kelompok P1, P2, maupun P3. Kesimpulan: pemberian MSG peroral pada ketiga kelompok perlakuan secara bermakna mempengaruhi tingkat kerusakan histologi jantung tikus putih (Rattus novegicus) jantan galur wistar. Kata kunci: Monosodium glutamat, stres oksidatif, berat jantung, histopatologi jantung, nekrosis jantung   Abstract. Monosodium glutamate (MSG) is known to have a considerable effect on health if excessively consumed. Administering MSG in certain doses can cause oxidative stress which leads to cellular damage. This study aims to determine the  MSG oral administration effect on the histopathological features of male white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain’s heart. This research is a true experimental laboratory with a post-test control group design. The samples were divided into 4 groups and given MSG solution with 3 different doses for 21 days. The heart organs were then harvested, weighed and processed into histological preparations by Hematoxylin-Eosin staining. The percentage of cell necrosis data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and followed by the Mann-Whitney Post-Hoc Test. The result showed that mean percentage of heart histological damage in each group K, P1, P2 and P3 were 10.27%, 15.93%, 23.91% and 27.68% respectively, with a p value of 0.000 for the Kruskal Wallis test and p value. 0.004 for Mann Whitney both between the control group and the P1, P2, and P3 groups. Conclusion: The administration of MSG orally to the three treatment groups of male white rats (Rattus novegicus) Wistar strain significantly affected the histological damage level of the heart. Keywords: Monosodium glutamate, oxydative stress, heart weight, cardiac histopathology, cardiac necrosis
TEROBOSAN BARU PENGENDALIAN KESUBURAN PEREMPUAN DENGAN MENGGUNAKAN KURKUMIN Rajuddin Rajuddin
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19333

Abstract

Peran kurkumin pada sistem reproduksi dapat dipakai pada pengaturan kesuburan melalui beberapa cara, yaitu: [1] Kurkumin menyebabkan kadar LH serum menurun dan tidak memberikan gambaran lonjakan LH pada pertengahan siklus haid, sehingga berperan menghambat ovulasi; [2] Kurkumin menyebabkan kadar estradiol serum rendah, progesteron serum rendah, tampilan VEGF di endometrium rendah dan ketebalan endometrium menjadi tipis sehingga dapat mencegah nidasi; [3] Kurkumin menyebabkan pertumbuhan folikel ovarium kecil, sehingga kecil kemungkinannya ovulasi terjadi. Untuk pengembangan ke depan, penelitian kurkumin perlu dilakukan  lebih lanjut supaya dapat menghasilkan temuan-temuan inovatif baru yang bermanfaat untuk masyarakat, sehingga kurkumin dapat dipergunakan sebagai obat pengatur kesuburan atau sebagai obat baru untuk kontrasepsi. Universitas Syiah Kuala diharapkan menjadi pusat pengembangan riset lebih lanjut terkait rempang kunyit sebagai antifertilitas. Sebagai bahan riset, kunyit sangatlah mudah diperoleh karena populasi tumbuhan ini tersebar dalam jumlah besar di berbagai tempat di Aceh. Penelitian yang menghasilkan temuan-temuan inovatif ini merupakan sumbangsih yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan pemakaian kontrasepsi rakyat Indonesia, khususnya Aceh sebagai wujut pengabdian Universitas Syiah Kuala kepada masyara­kat.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue