cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
mscjournal35@gmail.com
Phone
+6287847363862
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Medical Surgical Concerns
ISSN : 27978400     EISSN : 27978419     DOI : https://doi.org/10.56922/msc.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang keperawatan medikal bedah pada klien dewasa yang mengalami dan atau cenderung mengalami perubahan fisiologi dengan atau tanpa gangguan struktur tanpa trauma atau penyakit-penyakit yang sering/umum terjadi. Pembahasan berfokus pada konsep dan prinsip keperawatan dengan gangguan fungsi tubuh meliputi gangguan system pernapasan, hematologi, imunologi, muskuloskeletal, penglihatan, THT, kardiovaskular, endokrin, pencernaan, perkemihan dan klien dengan penyakit akut dan kronis. Desain penelitian kuantitatif quasi eksperimen dan sistematik review. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024" : 5 Documents clear
Pengembangan standar intervensi perawatan luka (SIPELUK) terhadap peningkatan patient safety standards pada perawat Buhari, Basok; Astuti, Ani; Sari, Rian Maylina
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.673

Abstract

Abstract Background: One of the efforts made to improve patient safety by nurses is accuracy in determining nursing interventions, one of which is implementing wound care interventions. Accurate wound care interventions in health services must be efficient and effective according to the type of wound through specific wound care intervention standards and this is one of the efforts to improve the implementation of patient safety standards. Purpose: This research is to develop standard wound care interventions (SIPELUK) to improve patient safety standards for nurses in Jambi Province. Methods: Quantitative research with a Research and Development (R&D) design. Results: The research results showed that SIPELUK was very feasible (86.4%) to be implemented in health services. Conclusion: The research results showed that SIPELUK which had been developed from SIKI was very suitable for implementation in health services or nursing practice with the results of feasibility tests on a small scale based on all aspects, the average reaching the very feasible category. It is then recommended that SIPELUK make a policy as a reference in wound care practices in primary and secondary services.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang dilakukan dalam peningkatan keselamatan pasien oleh perawat adalah ketepatan dalam menentukan intervensi keperawatan, salah satunya implementasi intervensi perawatan luka. Ketepatan intervensi perawatan luka dilayanan Kesehatan harus efisien dan efektif sesuai jenis luka melalui standar intervensi perawatan luka yang spesifik dan hal ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan implementasi patient safety standars. Tujuan: Mengembangkan standar intervensi perawatan luka (SIPELUK) terhadap peningkatan patient safety standars pada perawat di Provinsi Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Research and Development (R&D). Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa SIPELUK sangat layak (86.4%) untuk diimplementasikan pada layanan kesehatan. Simpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa SIPELUK yang telah dikembang dari SIKI sangat layak untuk diimplementasikan pada layanan kesehatan atau praktik keperawatan dengan hasil uji kelayakan pada skala kecil berdasarkan seluruh aspek rerata mencapai kategori sangat layak. Kemudian disarankan agar SIPELUK dibuatkan kebijakan sebagai acuan dalam praktik perawatan luka pada layanan primer dan sekunder.
Faktor sosial ekonomi dengan Kejadian anemia pada remaja putri Rizka, Mahda; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.687

Abstract

Abstract Background: Anemia is a common problem among teenagers, especially young women. The cause is poor diet which has an impact on the nutritional status of the younger generation. Normal Hb levels in adolescent girls are (>12 g/dl). The incidence of anemia in adolescent girls is 29%. One of the factors causing anemia is socio-economic factors. Purpose: To determine the comparison of anemia with socioeconomic factors in adolescent girls at SMAN 7 and SMAN 14 in Kemiling, Bandar Lampung in 2024. Method: This is a quantitative study using a cross-sectional approach. The population consisted of adolescent girls from SMAN 7 and SMAN 14, totaling 261 respondents. The sampling technique used was random sampling. Results: In SMAN 14, 14.1% of students have abnormal menstrual periods and 85.9% have normal periods. In SMAN 7, 21.4% have abnormal menstrual periods and 78.6% have normal periods. In SMAN 14, 59.2% are anemic and 40.8% are non-anemic. In SMAN 7, 48.6% are anemic and 51.4% are non-anemic. In SMAN 14, 8.4% of parents have low education and 91.6% have high education; 22% of parents are unemployed and 78% are employed; 67.5% of parents have low income and 32.5% have high income. In SMAN 7, 7.1% of parents have low education and 92.9% have high education; 1.4% of parents are unemployed and 98.6% are employed; 65.7% of parents have low income and 34.3% have high income. Conclusion: In SMAN 14, out of 191 respondents, 113 (59.2%) are anemic, 175 (91.6%) have high parental education, 149 (78%) have employed parents, and 129 (67.5%) have low parental income. Low economic status leads to nutritional limitations for children.   Pendahuluan: Anemia merupakan masalah yang umum terjadi di kalangan remaja, khususnya remaja putri. Penyebabnya adalah pola makan yang buruk sehingga berdampak pada status gizi generasi muda. Kadar Hb normal pada remaja putri adalah (>12 g/dl) Kejadian anemia pada remaja putri adalah 29%. Salah satu faktor penyebab anemia adalah faktor sosial ekonomi. Tujuan: Untuk diketahuinya perbandingan Anemia dengan Faktor sosial ekonomi pada remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 di Kemiling Bandar Lampung tahun 2024. Jenis penelitian yang di gunakan kuantitatif. Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 sejumlah 261 responden. Teknik sampling yang di gunakan random sampling. Hasil: Lama menstruasi di SMAN 14 sebanyak 14.1% tidak normal dan 85.9% normal. Sedangkan di SMAN 7 lama menstruasi 21.4% tidak normal dan 78.6% normal. Anemia di SMAN 14 sebanyak 59,2% anemia dan 40,8% tidak anemia. Sedangkan di SMAN 7 sebanyak 48.6% anemia dan 51,4% tidak anemia. Di SMAN 14 pendidikan orang tua 8,4% rendah dan 91.6% tinggi, pekerjaan orang tua 22% tidak bekerja dan 78% bekerja, pendapatan orang tua 67.5% rendah dan 32.5% tinggi. Sedangkan di SMAN 7 pendidikan orang tua 7.1% rendah dan 92.9% tinggi, pekerjaan orang tua 1.4% tidak bekerja dan 98.6% bekerja, pendapatan orang tua 65.7% rendah dan 34.3% tinggi. Simpulan: Di SMAN 14 anemia 113 responden (59.2%), pendidikan orang yang tinggi 175 responden (91.6%), pekerjaan orang tua yang bekerja 149 responden (78%), pendapatan orang tua yang rendah 129 responden (67.5%). Karena ekonomi yang rendah menyebabkan anak mengalami keterbatasan untuk mendapatkan gizi yang seharusnya.
Literasi kesehatan terhadap penerapan pola makan 3J pasien diabetes melitus Agustina, Dwi; Alfianti, Ulfa; Utami, Kamilia
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.688

Abstract

Abstract Background: Diabetes Mellitus (DM) is a significant global health threat, with its prevalence increasing, particularly in developing countries like Indonesia. Effective blood glucose management is essential to prevent complications, and this can be achieved through the implementation of the 3J eating pattern (type, timing, and portion). Health literacy plays a crucial role in enabling patients to adopt the 3J eating pattern properly. Purpose: To analyze the relationship between health literacy and the implementation of the 3J eating pattern in patients with Diabetes Mellitus. Method: A quantitative cross-sectional design was employed, using univariate frequency distribution analysis and bivariate chi-square analysis. The research was conducted at Kelapa Dua Wetan Public Health Center, Ciracas, with 70 respondents selected through purposive sampling. The independent variable was health literacy, while the dependent variable was the 3J eating pattern. Results: The univariate analysis showed that 74.29% of respondents had moderate health literacy, and 74.29% demonstrated a moderate implementation of the 3J eating pattern. The bivariate analysis revealed a significant relationship between health literacy and the 3J eating pattern, with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between health literacy and the implementation of the 3J eating pattern in Diabetes Mellitus patients. Improving health literacy can enhance patients' ability to manage their diet effectively, ultimately helping maintain normal blood glucose levels and prevent complications.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan komplikasi berbagai organ tubuh. Pencegahan komplikasi DM dapat dicapai dengan memastikan kadar gula dalam darah normal. Salah satu Upaya menormalkan gula dalam darah adalah dengan mengatur pola makan 3J. Literasi Kesehatan baik membuat pasien mampu mengatur pola makan 3J dengan baik. Tujuan: Menganalisis antara literasi Kesehatan dengan pola makan pasien DM. Metode: Design penelitian kuantitatif cross sectional dengan analisa univariat distribusi frekuensi dan analisa bivariat chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kelapa Dua Wetan, Ciracas. Variabel independent pada penelitian ini adalah literasi kesehatan sedangkan dependen adalah penerapan pola makan 3J. Hasil: Hasil data penelitian univariat literasi kesehatan pada klasifikasi cukup (74.29%) dan pola makan 3J pada klasifikasi cukup (74.29%). Hasil penelitian bivariat didapatkan hasil pvalue 0.000. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara literasi kesehatan dengan pola makan 3J pada pasien DM.
Kinerja kecerdasan buatan dalam mendeteksi fraktur tulang pada hasil radiografi : Sistematik Literatur Review Nurifin, Stevany
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.689

Abstract

Abstract Background: artificial intelligence (AI), is currently very widely used in various lines of human life, including in the health sector. Dalam ilmu radiologi peran AI sudah mulai dilibatkan dalam interpretasi pembacaan hasil pencitraan radiologi dengan tujuan agar penegakana diagnosis radiologis dapat berjalan lebih efisien. Purpose: To assess the performance of artificial intelligence in detecting human bone fractures on rediological imaging results. Method: A systematic literature review method using the PUBMED search application with a publication time span of the last 5 years using  search queries ("artificial intelligence" OR "machine learning" OR "deep learning") AND ("bone fracture detection" OR "fracture detection" OR "bone injury detection") AND ("X-ray" OR "radiograph") AND ("sensitivity" OR "diagnosis speed "OR" cost efficency). Result: The results of the search found 27 manuscripts that were included in the inclusion criteria, where it can be seen that the use of AI in the field of radiology has been carried out in many countries, not only for x-ray radiology imaging, but also for CT Scan, and MRI imaging, which are applied to various bone fractures and have also been compared in speed and effectiveness for diagnosis using human radiologists. Conclusion: From this study, it can be concluded that  the artificial intelligence method has a fairly good ability in identifying human bone fractures on radiological images, which can help clinicians to avoid misdiagnosis and speed up the time to establish the diagnosis.   Pendahuluan: Kecerdasan buatan atau yang sering dikenal dengan artificial inteligent (AI), saat ini sudah sangat luas sekali digunakan dalam berbagai lini kehidupan manusia, termasuk di bidang kesehatan. Dalam ilmu radiologi peran AI sudah mulai dilibatkan dalam interpretasi pembacaan hasil pencitraan radiologi dengan tujuan agar penegakana diagnosis radiologis dapat berjalan lebih efisien. Tujuan: Penelitian ini  bertujuan untuk menilai kinerja kecerdasan buatan dalam mendeteksi fraktur tulang manusia pada hasil pencitraan radilogis. Metode: Studi ini dilakukan dengan metode sistematik literatur review menggunakan aplikasi pencarian PUBMED dengan rentang waktu publikasi 5 tahun terakhir menggunakan query pencarian ("artificial intelligence" OR "machine learning" OR "deep learning") AND ("bone fracture detection" OR "fracture detection" OR "bone injury detection") AND ("X-ray" OR "radiograph") AND ("sensitivity" OR "diagnosis speed “OR” cost efficency”). Hasil: Hasil penelusuran ditemukan 27 naskah yang masuk dalam kriteria inklusi, dimana terlihat bahwa penggunaan AI dalam bidang radiologi sudah dilakukan di banyak negara, tidak hanya untuk pencitraan radiologi x ray, namun juga pada pencitraan CT Scan, dan MRI, yang diaplikasikan pada berbagai fraktur tulang serta  telah pula dilakukan perbandingan kecepatan dan efektifitasnya terhadap diagnosis menggunakan radiolog manusia. Simpulan: Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa  metode kecerdasan buatan memiliki kemampuan yang cukup baik dalam melakukan identifikasi fraktur tulang manusia pada gambaran radiologik, hal ini dapat membantu klinisi untuk menghindari kesalahan diagnosis dan mempercepat waktu penegakan diagnosis.
Pengaruh komunikasi persuasif terhadap tingkat pengetahuan pada pasien tuberkulosis paru Afrida, Afrida; Sari, Lolita; Nuryani, Dina Dwi
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.698

Abstract

Absract Background: Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Purpose: To determine the effect of the level of knowledge of pulmonary TB patients. Method: Quantitative research design using quasi experiment. The population is outpatients (pulmonary poly) who are still being treated at RSPBA, the sample size is 30 participants divided into 3 groups and each group contains 10 participants. The intervention of each group is different, namely by carrying out linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication. Univariate data analysis obtained the average value of pre-test and post-test, bivariate analysis using t-test and multivariate. There is an influence on the level of knowledge that undergoes linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication interventions. Results: Based on multivariate analysis with annova, it was found that there was no dominant communication on the knowledge level of pulmonary tuberculosis patients. There is an effect on the level of knowledge after the intervention of linear communication, interactional communication and transactional communication with a p-value <0.05. Based on the results of research on knowledge in the Transactional group, there was a significant influence between before the intervention and after the intervention, with a p value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Analysis used One way ANOVA. For health workers at Pertamina Bintang Amin Hospital, they can apply transactional communication in order to increase the knowledge of pulmonary TB patients in particular.   Pendahuluan: Tuberkulosis (Tb Paru) merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan pasien TB Paru. Metode: Desain penelitian kuantitatif menggunakan kuasi eksperimen. Populasinya adalah pasien rawat jalan (Poli paru) yang masih dalam pengobatan di RSPBA, jumlah sampelnya adalah 30 partisipan dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 10 peserta. Intervensi tiap kelompok berbeda-beda, yaitu dengan melakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional. Analisis data univariat didapatkan nilai rata-rata pre test dan post test, analisis bivariat menggunakan uji t dan multivariat. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang menjalani intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional. Hasil: Berdasarkan analisis multivariat dengan annova, ditemukan bahwa tidak ada komunikasi yang dominan terhadap tingkat pengetahuan pasien tb paru. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi komunikasi linier, komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional dengan p-value <0.05. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan pada kelompok transaksional terjadi pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi, dengan p value 0.000 (p<0.05). Simpulan: Analisis menggunakan One way ANOVA. Bagi tenaga kesehatan di RS Pertamina Bintang Amin bisa menerapkan komunikasi transaksional dalam rangka meningkatkan pengetahuan pasien tb paru khususnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5