cover
Contact Name
Muhammad Yusuf Zulkifli
Contact Email
yusufzulkifli9@gmail.com
Phone
+628116831920
Journal Mail Official
sepercenteraceh@gmal.com
Editorial Address
Published By: Lembaga Sepercenter Aceh Jln. Utama Rukoh, Kec. Syiah Kuala, 24415. Kota Banda Aceh, Provinsi: Aceh – Indonesia. E-mail: sepercenteraceh@gmail.com
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nusantara
Published by Lembaga Sepercenter
ISSN : 25024272     EISSN : 30324009     DOI : -
Jurnal Pendidikan Nusantara merupakan wadah ilmiah yang memfokuskan diri pada publikasi naskah di bidang Ilmu Pendidikan dan Humaniora, termasuk Pendidikan Agama Islam. Pertama kali terbit pada bulan Februari 2016, jurnal ini telah mencapai 24 edisi hingga saat ini. Ruang lingkupnya meliputi hasil penelitian maupun kajian analitis-kritis tentang isu-isu pendidikan dan sosial kemasyarakatan dengan tujuan menjadi sarana kredibel bagi akademisi serta peneliti untuk membagikan karya, studi, makalah, dan berbagai bentuk penelitian lainnya. Melalui publikasi tersebut, Jurnal Pendidikan Nusantara berupaya meraih reputasi nasional dan turut mempromosikan kemajuan, pemahaman, serta pengembangan, pendidikan, dan Humaniora. Dalam pengelolaannya, Jurnal Pendidikan Nusantara menerapkan proses seleksi naskah melalui mitra bestari (reviewer) dan editor guna menjamin mutu setiap artikel yang diterbitkan. Informasi lengkap mengenai pedoman penulisan dan proses pemuatan artikel dapat diakses melalui situs resmi di https://journal.sepercenter.org. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Sepercenter yang berlokasi di Kota Banda Aceh, Indonesia, dengan format terbitan cetak dan daring (online) yang dapat diunduh secara bebas.Untuk meningkatkan aksesibilitas dan kontribusi ilmu pengetahuan, Jurnal Pendidikan Nusantara hadir secara berkala sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Dengan demikian, peneliti dan akademisi di berbagai bidang studi diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini sebagai media publikasi dan diskusi ilmiah. Keberadaan jurnal ini tidak hanya memperkaya khazanah penelitian di bidang pendidikan dan humaniora, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi perkembangan studi pendidikan, khususnya di ranah keilmuan Islam dan keindonesiaan.
Articles 74 Documents
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI: PELUANG DAN TANTANGAN Asnah Asnah; Kadim Bustami
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Nusantara ( Febuari- Mei)
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The swift growth of digital technology has reshaped how young children learn, pushing educators to rethink pedagogical strategies so they still match children's developmental stages. This article sets out to systematically map the use of digital technology in early childhood education and how it reshapes the learning process. A Systematic Literature Review (SLR) approach was applied, in which relevant articles from national journals were located, screened, and analyzed through defined stages — formulating research questions, setting inclusion and exclusion criteria, and synthesizing the findings. The review shows that digital technology works best as a supporting tool: it lifts children's engagement, enriches learning through play-based and interactive activities, and contributes to cognitive, language, social-emotional, and creative growth. Even so, how well this integration works hinges on teachers' competence, sound instructional design, measured use of devices, and parents staying involved in guiding children's digital activity. The study concludes that digital technology can genuinely transform early childhood learning for the better, provided it is applied thoughtfully, systematically, and in step with developmental principles. These insights are intended to help educators and researchers design early childhood learning that is both innovative and meaningful in the digital era.
TRADISI PENGAJIAN BEUT AL-QUR'AN SEBAGAI MODEL PEMBIASAAN IBADAH ANAK USIA DINI Asnah Asnah; Kadim Bustami
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beut Al-Qur'an is a longstanding Acehnese communal tradition of Qur'anic recitation learning, historically conducted in the meunasah or at a teungku's (religious teacher's) house, typically after the Maghrib prayer until Isha. As a practice rooted in Aceh's identity as the 'Veranda of Mecca,' this tradition offers more than literacy in Qur'anic reading; it functions as an integrated model of worship habituation for children. This article aims to examine the historical and conceptual foundation of the Beut Al-Qur'an tradition, to describe its structure as a habituation-based model of worship education, and to analyze its contribution to early childhood religious character formation. This study uses a qualitative approach with a literature review (library research) method, collecting, analyzing, and synthesizing books, national and international journal articles, and historical documentation related to the Beut Al-Qur'an tradition, habituation theory, and early childhood religious and moral development. The results show that the structured and repetitive nature of Beut Al-Qur'an, encompassing Hijaiyah letter recognition, memorization, communal recitation, congregational prayer, and adab (etiquette) toward the teungku and fellow learners, aligns closely with behaviorist habituation principles and Islamic pedagogical concepts of habituation (ta'wid), making it an effective informal curriculum for instilling worship practices, discipline, and religious character in early childhood. The article concludes that the Beut Al-Qur'an tradition, when intentionally revitalized and thoughtfully integrated with Islamic early childhood education (PAUD Islam), offers a culturally authentic and pedagogically sound model for cultivating lifelong worship habits and religious character in children, while also preserving a valuable component of Aceh's Islamic educational heritage.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DENGAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BERBASIS BARANG BEKAS DI TK NEGERI DHARMA WANITA MUARA BULIAN Arum Fuji Widiastuti; Sukendro; Akhmad Fikri
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to improve the fine motor skills of children aged 5–6 years through the activity of creating Educational Play Tools (APE) from recycled materials at TK Negeri Dharma Wanita Muara Bulian. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 15 children in Group B3, consisting of 6 boys and 9 girls. Data were collected through observation and documentation, while data analysis was carried out using descriptive quantitative methods by calculating mean scores and learning mastery percentages. The results showed that the activity of creating Educational Play Tools (APE) from recycled materials effectively improved children's fine motor skills. In the pre-action stage, the average fine motor skill score was 8.26. After the implementation of Cycle I, the average score increased to 13.20. Furthermore, in Cycle II, a significant improvement was observed, with the average score reaching 29.93 and the classical mastery percentage achieving 93%. The improvement was reflected in the children's abilities to cut, paste, arrange, and assemble recycled materials into educational play tools. Based on the findings, it can be concluded that the activity of creating Educational Play Tools (APE) from recycled materials is effective in improving the fine motor skills of children aged 5–6 years at TK Negeri Dharma Wanita Muara Bulian.
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Muntaz; Nabella
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, serta menganalisis dampaknya terhadap kreativitas guru PAI. Penelitian dilatarbelakangi oleh semakin meluasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan, termasuk pada mata pelajaran PAI yang menekankan aspek spiritual dan pembentukan karakter, sehingga penerimaan guru terhadap teknologi tersebut menjadi faktor penting bagi keberhasilan integrasinya di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi lapangan (field research) yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima subjek penelitian, yaitu dua guru PAI, satu kepala sekolah, dan dua guru mata pelajaran lain, yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik, penggunaan bahan referensi, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran PAI, yang tercermin dari pemahaman guru mengenai fungsi AI sebagai alat bantu, sikap terbuka namun tetap kritis terhadap teknologi tersebut, serta pengakuan atas manfaatnya dalam menyusun perangkat pembelajaran dan media ajar. Meski demikian, penerapan AI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital sebagian guru, minimnya sarana prasarana, dan kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada teknologi. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan AI berdampak positif terhadap kreativitas guru PAI, khususnya dalam pengembangan variasi metode pembelajaran, inovasi media dan bahan ajar, serta kemampuan guru memodifikasi keluaran AI agar selaras dengan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara bijak dan tetap berada dalam pengawasan guru sebagai pendidik utama.