cover
Contact Name
Yulia Andriani
Contact Email
nusantaraypn@gmail.com
Phone
+6285265252818
Journal Mail Official
agrinusnusantara@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara Alamat : Villa Pasir Mas Blok B 12A, Jl. Jabaru Pasir Kuda, Bogor Barat, Indonesia E-mail : nusantaraypn@gmail.com - agrinusnusantara@gmail.com
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrinus: Jurnal Agro Marin Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30323932     DOI : 10.62180
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara adalah terbitan ilmiah yang fokus pada riset dan pengembangan di bidang pertanian dan peternakan. Jurnal ini menawarkan kumpulan artikel ilmiah yang mencakup berbagai aspek, mulai dari teknologi pertanian hingga manajemen peternakan. Dalam cakupannya, jurnal ini membahas inovasi-inovasi terkini di sektor pertanian seperti penggunaan teknologi digital dalam pertanian, penelitian varietas tanaman unggul, praktik-praktik agroekologi, dan strategi pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Di sisi peternakan, topik-topik seperti pemuliaan ternak, manajemen pakan, kesehatan hewan, dan efisiensi produksi juga menjadi fokus utama.
Articles 29 Documents
Pola Hubungan (Patron-Client) Pada Pekebun Kelapa Sawit Swadaya Dengan Tauke Di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Suriadi, Irsan; Arifudin, Arifudin; Andriani, Yulia
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/61kg7j55

Abstract

Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kabupaten yang memiliki strategi sektor pertanian khususnya perkebunan kelapa sawit. Desa Pengalihan diketahui merupakan salah satu desa yang berada di kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki jumlah produksi kelapa sawit yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola hubungan pola hubungan patron klien yang terjadi pada pekebun kelapa sawit swadaya di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pendekatan kualitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pola hubungan yang terjadi pada pekebun dengan tauke terjalin dengan baik karena tauke maupun pekebun saling membutuhkan.  
Problematika Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Indonesia: Studi Kasus Analis Pemberitaan Kusumadinata, Ali Alamsyah
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/96j13b48

Abstract

Gapoktan adalah gabungan kelompok tani yang menaungi kelompok tani di desa dengan tujuan meningkatkan nilai produktifitas usahatani yang dikelola petani. Peran kelompok tani dan gapoktan yang melibatkan partisipasi aktif kelompok tani memberikan skala harapan yang besar berlangsungnya usaha tani berjalan sesuai dengan harapan dan nilai ekonomi yang sesuai dengan pasar. Tujuan penulisan ini merangkup problematika gapoktan di dasarkan pada analisa pemberitaan. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif, peneliti menganalisa pemberitaan dan membuat kodefikasi dan mereduksi hasil dilanjutkan dengan mengambil simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gapoktan tidak akan mampu bergerak tanpa kelompok tani. Kelompok tani yang berpartisipasi akan membangun kemitraan dan jejaring dengan kelompok lain untuk menekan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani. Peran petani leader memberikan pengaruh sangat kuat terhadap menjawab permsalahan dan menyelesaikan permaslaahan yang dihadapi. Gapoktan ditentukan oleh partisipasi petani dalam membangun usaha bersama dan mengembangkan pertanian untuk memperoleh keuntungan yang meningkat. Kata kunci: usahatani, kelompok tani, partisipasi petani.
Aplikasi Mikrooganisme Lokal (MOL) Pelepah Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Febrianti, Febrianti; Sari, Depita; Arrozi , Nursyam; Mutia AR, Reiza
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/6nbxtw56

Abstract

A common horticultural plant in Indonesia is the Pakcoy (Brassica rapa L.). Because of its low nutrient content, pakcoy output declines annually. By applying fertilizer, low nutrient levels can be raised. One such form of fertilizer is local microorganisms an organic fertilizer. Gibberellin, cytokinin, auxsin, and other phytohormones substances that promote plant growth and development as well as inhibitors that can boost plant activity and nutrition are all found in local microorganisms. Palm fronds, which are by products of the palm oil industry, are one type of organic material that can be utilized as local microorganisms. This study sought to ascertain the impact and optimal method of administering local microorganisms to oil palm fronds in order to promote growth and pakcoy plant output. The study employed a non factorial Randomized Block Design with 3 replications and 4 treatments. D0 (control), D1 (10 ml/polybag), D2 (15 ml/polybag), and D3 (20 ml/polybag) were the treatments. Plant height (cm), number of leaves (pieces), leaf breadth (cm), and wet weight (g) were the parameters used for the observation. The height and quantity of leaves of pakcoy plants are 2 growth characteristics that are impacted when oil palm fronds are given local microorganisms. With a concentration of 15 ml/polybag, treatment D2 produced the highest local microorganisms concentration of oil palm fronds.
Tapos Membangun Kreativitas Melalui Pangan Lokal (Ubi Jalar) Ernawati , Erna; Kusumadinata, Ali Alamsyah
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3xr7aw70

Abstract

Potensi ubi jalar memiliki keragaman yang tinggi terhadap pangan lokal. Ubi jalar memiliki nilai jual yang rendah namun bergizi tinggi. Olahan ubi jalar sangat beragam dan memiliki prospektif yang bernilai bagi nilai dan kecukupan gizi masyarakat. Catatan sejarah mengungkapkan bahwa pangan mitigasi salah satunya adalah umbi-umbian. Tujuan penulisan artikel pengabdian ini adalah menjelaskan aksi kegiatan sosialisasi dalam mengolah ubi jalar dalam bentuk makanan ringan. Kegiatan dilakukan di Tapos Kabupaten Bogor. Metode pelaksanaan dengan cara partisipasi dan penulisan dilakukan dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian ini dibangun wawasan yang sama tentang ubi jalar dengan membangun konstruksi manfaat dan nilai ekonomi dalam pemanfaatan pangan lokal. Pengembangan bisnis ubi jalar memberikan peluang bagi masyarakat karena ubi jalar adalah produk lokal yang terdekat dengan kondisi alam dan kemampuan masyarakat dalam berbudidaya.   Kata Kunci: makanan tradisional, olahan pangan, pangan lokal 
Kajian Literatur: Pemanfaatan Fraksi Minyak Sawit Merah Pada Oleogel dan Margarin Nawang, Hengky; Hikmah, Hikmah; Intan, Intan; Dzakia, Zulfa Nur
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/q8cvjf25

Abstract

Permintaan global untuk minyak nabati terus meningkat dan mendorong  inovasi dengan penggunaan minyak kelapa sawit (MSM), yang kaya akan karotenoid dan vitamin E sebagai makanan fungsional. MSM mempertahankan koneksi bioaktif setelah perawatan, menawarkan manfaat kesehatan seperti antioksidan, pencegahan kebutaan dan menurunkan risiko penyakit degeneratif. Cairan dan sifat fisik yang mengesankan dari MSM membatasi penggunaannya dalam makanan. Dalam penelitian ini, kami memeriksa kemungkinan MSM sebagai bagian mendasar dari Oreogel dan Margarin, dengan metode naratif untuk sepuluh narasi ilmiah yang dipilih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MSM dapat diperlakukan sebagai faktor biologis dalam oleogel menggunakan lilin lebah madu, menciptakan struktur semadisi β-karoten yang stabil dan kaya. Dalam formulasi margarin, MSM secara alami dapat meningkatkan nutrisi dan nilai visual dengan mengganti lemak hidrasi tanpa mempengaruhi tekstur, plastisitas, atau stabilitas produk. Produk oleogel dan margarin berbasis MSM memiliki penerimaan sensorik tinggi dan stabilitas oksidatif yang baik. MSM memiliki potensi besar sebagai bahan alternatif untuk lemak sehat dalam pengembangan makanan modern fungsional dan bernilai tambah.  
Analisis Jaringan Komunikasi Pekebun Kelapa Sawit Yang Menggunakan Smartphone dan Yang Tidak Menggunakan Smartphone di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Syahri Wahyuda Warman; Yulida, Roza Yulida; Andriani, Yulia; Rosnita, Rosnita
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/b4n66q94

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor perkebunan. Kelapa sawit merupakan komoditi yang berpotensi besar dalam membangun perekonomian Indonesia, Provinsi Riau dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit, dengan luas lahan pada tahun 2021 sebesar 1.534,581 Ha (Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, 2022). Perkembangan teknologi informasi berdampak pada semua sektor di Indonesia, tidak terkecuali pekebun kelapa sawit. Salah satu alat komunikasi yang menghubungkan pekebun dengan pekebun kelapa sawit yang laiinya adalah Smartphone. Pekebun kelapa sawit di Kecamatan Mempura menggunakan komunikasi dengan secara langsung dan menggunakan Smartphone. Komunikasi yang dilakukan pekebun kelapa sawit secara langsung terjadi pada waktu-waktu yang tidak terduga atau pada waktu berkumpul. Sedangkan komunikasi dengan menggunakan Smartphone tejadi kapan dan dimana saja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara wawancara kepada pekebun kelapa sawit yang menggunakan Smarpone dan yang tidak menggunakan smartphone di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pekebun kelapa sawit, Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jaringan komunikasi yang terbentuk pada empat subsistem agribisnis yang menggunakan smartphone memiliki pola roda yang lebih beraturan sedangkan yang tidak menggunakan smartphone memiliki pola roda tidak beraturan. Hal ini dikarenakan pada pekebun yang menggunakan smartphone jaringan komunikasi nya lebih terpusat pada aktor ketua koperasi (SS), aktor kepala desa (MK), aktor pedagang saprodi yang menggunakan adalah grup WA sebagai wadah dalam menyebarluaskan informasi kepada seluruh anggota pekebunKarakteristik eksternal memanfaatkan pertemuan untuk berdiskusi pekebun yang menggunakan smartphone dan yang tidak menggunakan smartphone berada pada kategori jarang, tingkat kehadiran penyuluh rendah, alat peraga yang digunakan dapat dikategorikan cukup mengerti, penyuluh memanfaatkan media elektronik dapat dimengerti, pemanfaatan sumber informasi untuk meningkatkan/memperluas pengetahuan dengan kategori tinggi. Pemanfaatan sumber informasi yang berasal dari mana saja juga sama-sama dengan kategori tinggi.  
Sikap dan Intensi Perilaku Mahasiswa Untuk Wirausaha di Bidang Peternakan Nurhayati
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/fm53av26

Abstract

Usaha Peternakan merupakan salah satu sector ungulan di bidang agribisnis. Sektor peternakan memiliki kontribusi yang besar terhadap PAD nasional. Generasi muda merupakan tulang punggung keberlanjutan pengembangan agribisnis di bidang peternakan. Persepsi, Sikap, dan intensi generasi muda untuk  melakukan usaha agribisnis dibidang peternakan merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini menganalisis persepsi, sikap dan intensi mahasiswa (generasi muda) untuk melakukan wirausaha dalam sector peternakan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian Survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiwa Polbangtan Bogor. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 147 responden yang diambil secara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum mahasiswa memiliki sikap yang positif terhadap intensi untuk melakukan wirausaha dibidang peternakan (X= 3,374; SD; 0,476). Sedangkan Intensi mahasiswa untuk melakukan Wisausaha dibidang peternakan terkategori cukup tinggi  (X= 3,18; SD; 0,478). Parameter sikap mahasiswa yang paling tinggi adalah pandangan dan evaluasi mahasiswa terhadap wirausaha pertanian merupakan yang baik dan menyenangkan dengan nilai rata  (X= 3,4; SD; 0,60). Sedangkan untuk intensi mahasiswa untuk melakuakan wirasuaha peternakan indicator yang paling tinggi adalah mahasiswa berencana dalam waktu dekat untuk melakukan usaha peternakan. 
Respon Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Pemberian MOL Pelepah Kelapa Sawit pada Media Tanam Podsolik Merah Kuning Febrianti, Febrianti; Putri, Anisa; Arrozi, Nursyam
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/f3wg2t45

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) termasuk tanaman hortikultura yang banyak terdapat di Indonesia. Produktivitas pakcoy dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk. Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan jenis pupuk yang dapat digunakan dalam budidaya tanaman pakcoy. MOL mengandung fitohormon seperti giberelin, sitokinin, auxsin dan inhibitor yang dapat menambah aktivitas tanaman serta menambah nutrisi tanaman. Pelepah kelapa sawit merupakan bahan MOL yang banyak tersedia di Pelalawan sebagai hasil samping industri kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon dan perlakuan terbaik pemberian MOL pelepah kelapa sawit terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy pada media Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari A0 (kontrol), A1 (20 ml/L), A2 (30 ml/L) dan A3  (40 ml/L). Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (cm), lebar daun (cm) dan panjang daun (cm). Pemberian MOL pelepah kelapa sawit berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman pakcoy yaitu pada semua parameter penelitian. Konsentrasi MOL pelepah kelapa sawit terbaik diperoleh pada perlakuan A2 dengan konsentrasi 30 ml/L.
Intensitas Serangan Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Di PT. Inti Indosawit Subur Musdalifa, Imelda; Swandi, Fradilla; Febrianti, Febrianti; Adiba, Iffadhiya Fathin; Yulianti, Hesti
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xk0bdn38

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun, produktivitasnya sering kali mengalami penurunan akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Kumbang tanduk merupakan salah satu hama utama pada kelapa sawit yang menyerang titik tumbuh tanaman, terutama pada tanaman muda bahkan hingga tanaman menghasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase dan intensitas serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) pada tanaman kelapa sawit menghasilkan di PT. Inti Indosawit Subur. Penelitian menggunakan metode survey lapangan dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Dari penelitian didapatkan persentase serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit berkisar antara 33,3% – 66,6% (kategori Berat hingga Sangat Berat) dengan Intensitas serangan 10,8 % - 20,8% (kategori Ringan).

Page 3 of 3 | Total Record : 29