cover
Contact Name
Yulia Andriani
Contact Email
nusantaraypn@gmail.com
Phone
+6285265252818
Journal Mail Official
agrinusnusantara@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara Alamat : Villa Pasir Mas Blok B 12A, Jl. Jabaru Pasir Kuda, Bogor Barat, Indonesia E-mail : nusantaraypn@gmail.com - agrinusnusantara@gmail.com
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrinus: Jurnal Agro Marin Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30323932     DOI : 10.62180
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara adalah terbitan ilmiah yang fokus pada riset dan pengembangan di bidang pertanian dan peternakan. Jurnal ini menawarkan kumpulan artikel ilmiah yang mencakup berbagai aspek, mulai dari teknologi pertanian hingga manajemen peternakan. Dalam cakupannya, jurnal ini membahas inovasi-inovasi terkini di sektor pertanian seperti penggunaan teknologi digital dalam pertanian, penelitian varietas tanaman unggul, praktik-praktik agroekologi, dan strategi pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Di sisi peternakan, topik-topik seperti pemuliaan ternak, manajemen pakan, kesehatan hewan, dan efisiensi produksi juga menjadi fokus utama.
Articles 48 Documents
Tumbuhan Sebagai Bahan Pengawet dan Pewarna di Kecamatan Rumbai Barat Wirdati Irma; Candra, Delia; Adinda Fitriani; Ayunica; Muhammad Sidik; Reska Amalia; Sherly Novela; Winda Nopita Sari
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/j941n798

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dan pewarna alami melalui survei lapangan di Kecamatan Rumbai Barat, Kelurahan Muara Fajar Timur, Pekanbaru. Survei dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga pada empat RT untuk memperoleh data langsung mengenai jenis tanaman yang ditanam dan digunakan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan berbagai tumbuhan sebagai sumber aditif alami, diantaranya bawang merah, daun salam, sereh, lengkuas, sirih merah, dan kunyit sebagai pengawet, serta bayam, buah naga, bunga telang, anggur merah, pinang, dan pandan sebagai pewarna alami. Pemanfaatan ini tidak hanya berfungsi dalam meningkatkan mutu dan menambah warna pada makanan, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai sifat antimikroba, antioksidan, dan pigmen alami dari setiap tanaman. Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian tanaman lokal sebagai alternatif aman dan ramah lingkungan pengganti bahan sintetis. 
Peran Komunikasi Kelompok dalam Meningkatkan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat Haur Jaya Kota Bogor amah, Mas'; Firyal, Nessa Aufa; Cahyani, Rizkina Dwi; Bariqlana, Zacky; Anggrayni, Dewi; Siregar, Nur choiro
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ab072380

Abstract

Kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang menghambat terwujudnya PHBS. Penelitian ini fokus kepada pendekatan komunikasi kelompok untuk melihat sejauh mana PHBS diterapkan pada Masyarakat Haur Jaya Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi kelompok dalam meningkatkan kesadaran PHBS di masyarakat Kampung Haur Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat serta anggota kelompok, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok, yang berlangsung dalam berbagai bentuk seperti diskusi warga, pertemuan kader kesehatan, arisan, serta kegiatan keagamaan, memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap PHBS. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi kelompok dalam meningkatkan kesadaran PHBS dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya intensitas interaksi dalam kelompok, penggunaan bahasa yang sesuai dengan karakteristik masyarakat, serta dukungan dari pihak eksternal seperti pemerintah dan organisasi kesehatan. Dengan demikian, komunikasi kelompok dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Hilirisasi Teknologi Budidaya Padi Guna Mendukung Swasembada Pangan Sapitri, Melinda Ayu; Nurhayati; Rani, Mitha Sagita; Hasan, Muhamad Izdharul; Adhiransyah, Shandika; Hendrico, Sultan Alfarizi; Barus, Tegar Hagianta; Wuziah, Uma Matul; Kusumadinata, Ali Alamsyah
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/dtzq9q21

Abstract

Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan melalui hilirisasi teknologi budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menghilirisasikan teknologi budidaya padi di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi kendala dan strategi peningkatan kinerjanya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyuluh dan petani, serta telaah dokumen programa penyuluhan dan laporan kinerja BPP. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyuluh BPP telah menjalankan perannya dalam diseminasi teknologi seperti varietas unggul baru, mekanisasi pertanian, sistem tanam jajar legowo, dan pengelolaan air lahan rawa pasang surut. Implementasi teknologi tersebut terbukti meningkatkan produktivitas padi hingga 30% serta menekan kehilangan hasil panen. Namun, kinerja penyuluh masih menghadapi kendala berupa rasio penyuluh terhadap kelompok tani yang tidak ideal (1:20), keterbatasan sarana operasional, serta rendahnya insentif bagi tenaga penyuluh honorer. Strategi peningkatan kinerja meliputi penambahan jumlah penyuluh, peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan sarana prasarana, serta digitalisasi penyuluhan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa kinerja penyuluh BPP berkontribusi signifikan terhadap hilirisasi teknologi padi, namun optimalisasinya memerlukan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah agar target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Analisis Administrasi Penyuluhan: Efektivitas BPP Dalam Diseminasi Inovasi Budidaya Padi Di Provinsi Sulawesi Selatan Nurhayati; Achmad, Raffi El Shirazy; Subhan, Muhammad; Syahma, Muhammad Nazli; Pradiptha, Rhama Ady; Harahap, Mutiah Ramadani; Arianti, Riana Dwi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/beyq2039

Abstract

Increasing rice production is the main pillar in realizing national food self-sufficiency. South Sulawesi Province, especially Sidenreng Rappang Regency (Sidrap), plays a strategic role as one of Indonesia's food barns. This paper aims to analyze the performance of the Agricultural Extension Center (BPP) in downstreaming rice cultivation technology and its impact on farmer productivity. Through the case study method, it was found that BPP plays a crucial role as a bridge of innovation between research institutions and farmers. The technology downstream strategy implemented includes the use of new superior varieties (VUB), legowo row planting system, balanced fertilization, and Integrated Pest Control (PHT). The results of the analysis show that despite the constraints in the form of capital limitations and resistance to changes in traditional methods, the intensive performance of extension workers through field assistance is able to significantly increase the efficiency of farming and production yields. In conclusion, strengthening the function of BPP and accelerating the adoption of mechanization technology is the main key in maintaining the sustainability of food self-sufficiency in South Sulawesi.
Akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT): Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan 2026 Nurhayati; Liwara, Meltyana Arrum; Arnawan, Moch Ejip; Sahril M, M. Rizik; Wafi, M; Wafi , M; Cesya Centra A.C, Nayla; Sucisafitri, Wulan; Kusumadinata, Ali Alamsyah
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/wppybv08

Abstract

Swasembada pangan merupakan pilar stabilitas nasional yang memerlukan optimalisasi lahan secara berkelanjutan. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan luas, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya Indeks Pertanaman (IP), keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan terlantar.  Tujuan tulisan ini mengidentifikasi permasalahan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kalimantan Tengah serta merumuskan strategi percepatan dan langkah implementasi teknis untuk mencapai target swasembada pangan tahun 2026. Kajian ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan kebijakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Tengah serta literatur terkait manajemen pertanian. Strategi utama yang diidentifikasi meliputi pemetaan potensi tanam berbasis data spasial (Siscrop/Simotandi), percepatan tanam maksimal 14 hari pascapanen, penggunaan varietas padi supergenjah, serta penguatan mekanisasi pertanian dan manajemen air melalui pompa bergerak. Target strategis tahun 2026 ditetapkan pada LTT reguler sebesar 86.913 ha dan LTT padi gogo sebesar 8.565 ha. Keberhasilan percepatan LTT di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan konsistensi monitoring harian. Implementasi teknologi modernisasi pertanian terbukti menjadi kunci utama dalam meminimalisir jeda tanam dan meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Petani Hortikultura di Kelurahan Sako Baru Kota Palembang Maharani lestari, Dwi; Oktarina, Selly; Arisandi, Desi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/br5ddn77

Abstract

Penelitian Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Namun, pengembangan hortikultura di tingkat petani masih menghadapi berbagai kendala. Dalam konteks ini, keberadaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi penting sebagai fasilitator, edukator, dan pendamping petani dalam meningkatkan kapasitas usahatani mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab PPL dalam mendampingi petani hortikultura di Kelurahan Sako Baru, Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 15 responden, serta analisis menggunakan skala Likert dan indeks transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam memberikan penjelasan mudah dipahami, informasi terbaru, dan intensitas kunjungan memperoleh penilaian sangat baik, sedangkan pendampingan teknis budidaya dan fasilitasi pemasaran dinilai rendah. Secara keseluruhan, rata-rata skor peran penyuluh sebesar 68,25 dalam kategori setuju. Hal ini menegaskan bahwa penyuluh berkontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas petani hortikultura, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek teknis budidaya dan dukungan pemasaran hasil pertanian.
Implementasi Program Kostratani melalui Hilirisasi Inovasi Teknologi Padi Guna Mendukung Swasembada Pangan Nasional Nurhayati; Kusumadinata, Ali Alamsyah; Nihal, Naila; Putri, Natasya; Rahmanto, Neno; Fernando, Rico Hans; Pitoyo, Saufa Hanif; Putri, Wiharda
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5ndft279

Abstract

Sektor pertanian merupakan pilar krusial dalam kedaulatan pangan nasional, di mana padi menjadi komoditas strategis utama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menghilirisasi teknologi budidaya padi; (2) mengidentifikasi kendala selama pelaksanaan penyuluhan; dan (3) mengevaluasi dampak nyata penyuluhan terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta studi dokumen data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh BPP telah berperan efektif sebagai fasilitator dan motivator melalui program Kostratani dengan mendiseminasikan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela), Tanpa Olah Tanah (TOT), varietas genjah, dan teknologi Salibu. Meskipun demikian, efektivitas hilirisasi masih terhambat oleh rendahnya kapasitas adopsi petani, keterbatasan alat mesin pertanian (Alsintan), permodalan, serta faktor perubahan iklim. Dampak nyata dari intervensi teknologi ini terlihat pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menuju IP 300 dan kenaikan total produksi padi sebesar 4,8% pada tahun 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dan penguatan peran BPP menjadi kunci utama dalam akselerasi swasembada pangan, namun perlu disertai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi petani secara komprehensif.
Karakteristik Keinovatifan Dan Persepsi Petani Padi Sawah Terhadap Saluran Komunikasi Dalam Pengelolaan Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah Risyart Alberth Far-Far
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/1sned764

Abstract

The development of rice as a staple food in Indonesia continues to be enhanced to address the global food crisis and climate change, particularly in rice production centers. The objective of this study was to describe the innovative characteristics of rice farmers and to understand their perceptions of extension communication channels regarding information on rice farming management in the North Seram Timur Seti District, Central Maluku Regency. This study employed a quantitative method with a descriptive approach. The research method used was a survey. A questionnaire was used as the data collection instrument. The study location was in the North Seram Timur Seti District, Central Maluku Regency. Data analysis was presented descriptively. Descriptive analysis was conducted by creating a table of average scores from the primary data. The results showed that rice farmers in the North Seram Timur District, Central Maluku Regency exhibited good innovative characteristics in socioeconomic, individual, and communication aspects. Farmers' perceptions of interpersonal and media communication channels were good in terms of availability and ease of access, appropriateness of interpersonal communication channel use, and appropriateness of media communication channel use. Thus, in general, rice farmers in North East Seram District, Central Maluku Regency have high innovative characteristics and positive perceptions of interpersonal and media communication channels.