cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No.27 Kemiling Bandar Lampung -Indonesia.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Jurnal terbit setiap bulan dan artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, untuk abstrak artikel ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Articles 402 Documents
Korelasi caring tenaga medis dan perawat dengan kepuasan pelayanan keperawatan pada pasien rawat inap Sukmawati, Betty; Sugiharto, Sugiharto; Rahayuningsih , Faizah Betty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2214

Abstract

Background: Patient satisfaction is a key indicator of healthcare quality, particularly in nursing care. Nurses and medical staff interact most frequently with patients. Inadequate responsiveness, ineffective communication, and limited emotional support remain common causes of dissatisfaction among inpatients. Caring behaviors, based on Watson and Swanson's Caring Theory, are considered fundamental to fostering a therapeutic relationship and improving patient perceptions of service quality. However, in the context of inpatient care at Brayat Minulya Hospital in Surakarta, the implementation of caring behaviors remains challenging, particularly in terms of responsiveness and therapeutic communication. Empirical studies that simultaneously compare the contribution of caring behaviors of nurses and medical staff to satisfaction with nursing services in local hospitals are limited. Purpose: To analyze the correlation between caring behaviors of medical personnel and nurses and satisfaction with nursing services in inpatients. Method: This non-experimental quantitative study, using a correlational design and a cross-sectional approach, was conducted in the inpatient ward of Brayat Minulya Hospital, Surakarta, during May–June 2025. A total of 160 inpatients who met the inclusion criteria (aged ≥18 years and receiving care for ≥2 x 24 hours) were recruited using a random sampling technique. Care behavior was measured using a care questionnaire adapted from Pardede based on Swanson's care dimensions, while nursing service satisfaction was assessed using a SERVQUAL-based questionnaire. Data were analyzed using the Spearman correlation test. Results: Nurses' caring behavior showed a positive and significant correlation with nursing service satisfaction (r = 0.440; p < 0.001) in the moderate category. Medical staff's caring behavior also had a positive and significant correlation with nursing service satisfaction (r = 0.198; p = 0.012), indicating a weak relationship. Nurses' caring behavior showed a more dominant relationship with patient satisfaction. Conclusion: Caring behaviors, both from nurses and medical staff, are significantly associated with satisfaction with nursing services in hospitalized patients. These behaviors play a more substantial role in shaping patient satisfaction. Strengthening caring practices through ongoing training and organizational support is essential to improving the quality of nursing services and patient-centered care in hospital settings. Suggestion: Further research is recommended to use longitudinal or experimental designs to test the causal relationship between caring behavior and nursing service satisfaction and include organizational variables as controlling factors.   Keywords: Caring Behavior; Inpatient Care; Nursing Services; Patient Satisfaction.   Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan indikator utama kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam pelayanan keperawatan. Dalam hal ini perawat dan staf medis memiliki interaksi paling sering dengan pasien. Ketanggapan yang tidak memadai, komunikasi yang tidak efektif, dan dukungan emosional yang terbatas tetap menjadi penyebab umum ketidakpuasan di antara pasien rawat inap. Perilaku caring (peduli) yang didasarkan pada Teori Caring Watson dan Swanson, dianggap sebagai hal mendasar dalam membina hubungan terapeutik dan meningkatkan persepsi pasien terhadap kualitas layanan. Namun, dalam konteks pelayanan rawat inap di RS Brayat Minulya Surakarta, implementasi perilaku caring masih menghadapi tantangan, khususnya pada aspek responsivitas dan komunikasi terapeutik, serta kajian empiris yang secara simultan membandingkan kontribusi perilaku caring perawat dan staf medis terhadap kepuasan layanan keperawatan di rumah sakit lokal masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis korelasi antara perilaku caring tenaga medis dan perawat dengan kepuasan pelayanan keperawatan pada pasien rawat inap. Metode: Studi kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di ruang rawat inap RS Brayat Minulya Surakarta pada periode Mei–Juni 2025. Sebanyak 160 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi (usia ≥18 tahun dan menjalani perawatan ≥2×24 jam) direkrut menggunakan teknik accidental sampling. Perilaku caring diukur menggunakan kuesioner kepedulian yang diadaptasi dari Pardede berdasarkan dimensi kepedulian Swanson, sedangkan kepuasan layanan keperawatan dinilai menggunakan kuesioner berbasis SERVQUAL. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Perilaku caring perawat menunjukkan korelasi positif dan signifikan dengan kepuasan layanan keperawatan (r = 0.440; p < 0.001) kategori sedang. Perilaku caring staf medis juga berkorelasi positif dan signifikan dengan kepuasan layanan keperawatan (r = 0.198; p = 0.012), yang menunjukkan hubungan lemah. Perilaku caring perawat menunjukkan hubungan yang lebih dominan terhadap kepuasan pasien. Simpulan: Perilaku caring, baik dari perawat maupun staf medis berhubungan secara signifikan dengan kepuasan layanan keperawatan pada pasien rawat inap. Perilaku ini memainkan peran yang lebih substansial dalam membentuk kepuasan pasien. Penguatan praktik caring melalui pelatihan berkelanjutan dan dukungan organisasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan dan asuhan yang berpusat pada pasien di lingkungan rumah sakit. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal atau eksperimental untuk menguji hubungan kausal antara perilaku caring dan kepuasan pelayanan keperawatan serta memasukkan variabel organisasi sebagai faktor pengendali.   Kata Kunci: Kepuasan Pasien; Layanan Keperawatan; Perilaku Caring; Rawat Inap.
Inovasi penggunaan jahe lokal Lampung untuk meringankan ketidaknyamanan pada ibu hamil selama trimester pertama Dewi, Nina Artika; Mufidah, Mufidah; Mansyur, Sitti Fatimah Azzahra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2217

Abstract

Background: Increased Human Chorionic Gonadotropin (HCG) levels during early pregnancy often cause nausea and vomiting, affecting 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas. These symptoms can reduce quality of life, malnutrition, and disrupt pregnancy management. While anti-nausea medications like vitamin B6 are commonly used, they may cause side effects such as headaches and drowsiness. Ginger, rich in gingerol and shogaol, offers a safe, natural antiemetic alternative. Purpose: To find out the benefits of using ginger to relieve discomfort in pregnant women during the first trimester. Method: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 60 first-trimester pregnant women were selected using consecutive sampling. Data were collected using the PUQE-24 questionnaire to assess the severity of nausea and vomiting. Univariate analysis was performed to calculate frequency distributions, while bivariate analysis utilized the paired sample t-test to examine changes in symptoms before and after the intervention Results: The results of the study showed significant changes in the intensity of nausea and vomiting after the intervention, with 75% of the respondents experiencing a reduction in symptoms to the mild category, and no respondents remaining in the severe category. Statistical tests indicated a significant reduction with a p-value of 0.000 (p < 0.05), confirming the effectiveness of ginger as a safe non-pharmacological therapy for nausea and vomiting during pregnancy. Conclusion: Ginger tea has been proven to be an effective and safe herbal therapy for alleviating nausea and vomiting during the first trimester of pregnancy. This natural alternative significantly reduces symptoms without side effects, offering a non-pharmacological treatment option that enhances the quality of life for pregnant women.   Keywords: Discomfort; First Trimester; Ginger; Pregnant Women.   Pendahuluan: Peningkatan kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan dini sering menyebabkan mual dan muntah, memengaruhi 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Gejala-gejala ini dapat menurunkan kualitas hidup, menyebabkan kekurangan gizi, dan mengganggu pengelolaan kehamilan. Meskipun obat anti-mual seperti vitamin B6 umum digunakan, obat tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala dan kantuk. Jahe sebagai tanaman obat yang kaya akan gingerol dan shogaol, menawarkan alternatif antiemetik alami yang aman. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat penggunaan jahe untuk meringankan ketidaknyamanan pada ibu hamil selama trimester pertama. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Sebanyak 60 wanita hamil trimester pertama dipilih menggunakan pengambilan sampel berurutan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PUQE-24 untuk menilai tingkat keparahan mual dan muntah. Analisis univariat dilakukan untuk menghitung distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji t sampel berpasangan untuk memeriksa perubahan gejala sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Perubahan signifikan pada intensitas mual dan muntah setelah intervensi, dengan 75% partisipan mengalami penurunan gejala ke kategori ringan, dan tidak ada partisipan yang tetap berada dalam kategori berat. Uji statistik menunjukkan penurunan yang signifikan dengan nilai p 0.000 (p < 0>05), yang menegaskan efektivitas jahe sebagai terapi non-farmakologis yang aman untuk mual dan muntah selama kehamilan. Simpulan: Teh jahe telah terbukti sebagai terapi herbal yang efektif dan aman untuk meredakan mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. Alternatif alami ini secara signifikan mengurangi gejala tanpa efek samping, menawarkan pilihan pengobatan non-farmakologis yang meningkatkan kualitas hidup ibu hamil.   Kata Kunci: Ibu Hamil; Jahe; Ketidaknyamanan; Trimester Pertama.