cover
Contact Name
Hara Permana
Contact Email
coutionbbc@gmail.com
Phone
+62895363144631
Journal Mail Official
coutionbbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153, Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Coution : Journal of Counseling and Education
ISSN : -     EISSN : 27466787     DOI : 10.47453
Coution Journal is managed and published by the Islamic Education Counseling Guidance Study Program of the Tarbiyah Faculty of Islamic University Bunga Bangsa Cirebon. college student. The scope of scientific articles published in this journal is about counseling and education as well as those relating to the scientific study of counseling guidance. Coution Journal is published twice a year, in February and August.
Articles 164 Documents
Teknik Psikodrama untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Madrasah Aliyah Hara Permana; Amin Haedari
Coution : journal of counseling and education Vol 1 No 1 (2020): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v1i1.79

Abstract

Achievement motivation is expected to be owned by students, these variables have a role in encouraging students in the learning process to gain achievement. But low achievement motivation becomes a serious problem for students. So that counseling techniques are needed to increase student achievement motivation. This study aims to improve achievement motivation of grade XI students of MA Madania Bantul through psychodrama techniques. This study was action research carried out in five cycles using Kemmis and Taggart model. Each cycle consisted of four stages, namely planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were 10 grade XI students of MA Madania Bantul. The type of action taken was psychodrama technique which consisted of three stages, namely preparation, implementation, and discussion. The data collection methods used was the scale, observation and interview. The instrument used in this study was the scale of achievement motivation, observation guides and interview guides. The success in this study was 80% of the subjects have high achievement motivation. The analysis of the data used in this research was the analysis of is quantitative descriptive. The results show that the technique psychodramas which included preparation, implementation, and discussion can improve achievement motivation of grade XI students of MA Madania Bantul. Keywords: psychodrama; achievement motivation; action research Abstrak Motivasi berprestasi diharapkan dimiliki oleh siswa, variabel tersebut memiliki peran dalam mendorong siswa dalam proses pembelajaran untuk memperoleh prestasi. Namun motivasi berprestasi rendah menjadi permasalahan serius pada siswa. Sehingga diperlukan teknik konseling untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi pada siswa kelas XI MA Madania Bantul melalui teknik psikodrama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam lima siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart. Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI MA Madania Bantul. Jenis tindakan yang dilakukan adalah teknik psikodrama yang terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan diskusi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala, observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini adalah skala motivasi berprestasi, pedoman observasi dan pedoman wawancara. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah 80 % dari subjek memiliki motivasi berprestasi tinggi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik psikodrama yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan diskusi dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa kelas XI MA Madania Bantul. Kata Kunci: psikodrama; motivasi berprestasi; penelitian tindakan.
Pengaruh Instagram Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja Diah Retno Ningsih
Coution : journal of counseling and education Vol 4 No 1 (2023): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v4i1.605

Abstract

Instagram adalah media sosial yang dapat digunakan diamana dan kapan saja dengan menggunakan jaringan internet. Instagram merupakan media sosial yang dapat digunakan oleh semua kalangan dengan memposting foto/ video, memberikan komentar baik dipostingan sendiri ataupun dipostingan orang lain, chatting dan call/video call. Instagram dengan sistem komunikasi yang menawarkan berbagai kemudahan melalui penggunaan fitur-fitur dan juga konten-konten yang menarik. Kelebihan yang ada pada Instagram ini membuat instagram menjadi media sosial terfavorit terutama dikalangan remaja. Penggunaan instagram ini tentunya memiliki pengaruh bagi individu, baik pengaruh postif ataupun pengaruh negatif, salah satunya yang dipengaruhi oleh instagram adalah perilaku keagamaan. Penelitian yang diangkat untuk melihat pengaruh instagram terhadap perilaku keagamaan remaja SMK Sunan Kalijogo Jabung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan case study. Teknik yang digunakan adalah observasi dengan melakukan observasi kepada siswa dan melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah, beberapa Guru, dan beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram bagi remaja SMK Sunan Kalijogo Jabung mempengaruhi perilaku keagamaannya baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.
Pengaruh Kompetensi Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Proses Konseling Yang Diberikan Kepada Peserta Didik Andika Ari Saputra
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1329

Abstract

Pada konteks layanan konseling, Kompetensi yang dimiliki guru bimbingan dan konseling (BK) sangat diperlukan dalam proses konseling. Pada akhirnya, peserta didik akan datang kepada guru BK dan mempermudah penggunaan keterampilan konseling. Penelitian bertujuan mengetahui kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) dapat mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskrisptif kuantitatif. Data diperoleh menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu, skala kompetensi guru BK, dan skala proses konseling. Penulis mengajukan hipotesis yaitu, kompetensi guru bimbingan dan konseling mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Sampel berjumlah 50 peserta didik. Peneliti menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Teknik ini dilakukan agar pertimbangan sampel dari masing-masing strata itu memadai, dalam teknik ini sering pula dilakukan pertimbangan antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing-masing strata. Kriteria validitas, nilai r product moment dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pada uji reliabilitas menggunakan kriteria reliabilitas untuk alat ukur yang berupa angket, pada indeks uji reliabilitas dinyatakan bahwa reliabel untuk skala kompetensi guru BK, harga pada r 0,601, serta untuk skala proses konseling dengan harga r 0, 743 Hasil penelitian membuktikan diperoleh Angka r = 0,528, menunjukkan kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses pada layanan konseling yang diberikan kepada individu ataupun peserta didik. Menunjukkan bahwa kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses konseling.
Identifikasi Kekerasan Verbal Dan Nonverbal Pada Remaja Sawal Mahaly; Siti Ningsih Abd Rahman
Coution : journal of counseling and education Vol 2 No 2 (2021): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v2i2.375

Abstract

Masa remaja (adolesence) merupakan masa transisi dimana remaja memiliki rasa keraguan akan peran yang harus dilakukannya. Dengan kata lain status remaja merupakan status yang dapat memberikan manfaat untuk mereka agar dapat hidup mandiri tanpa bantuan orang lain dengan melakukan hal-hal yang baru yang berguna untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Hal ini membuat karakteristik remaja sedang dalam masa pencarian identitas atau pencarian jati diri menjadi rentan untuk menimbulkan permasalahan. Salah satu perilaku remaja yang kerap menjadi permasalahan adalah tindakan perilaku menyimpang seperti memukul, menendang, menampar dan memanggil teman dengan sebutan hewan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kekerasan verbal dan non verbal perilaku remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berumur 13–16 tahun berjumlah 314 remaja dan sampel penelitian berjumlah 31 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kekerasan verbal-nonverbal yang dialami oleh remaja negeri Wakal usia 13-16 tahun adalah kekerasan verbal dengan skor rata-rata 87.9%.
Teknik Cognitive Restructuring Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Rio Hermawan; Laily Puji Astuti
Coution : journal of counseling and education Vol 2 No 1 (2021): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v2i1.257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas teknik cognitive restructuirng untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment design. Tempat penelitian berada di MTsN 6 Bantul. Populasi penelitian ini adalah 149 siswa. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 12 siswa. Skor pretest rata-rata kelompok eksperimen adalah 50,50 dengan nilai minimum 48 dan maksimum 53. Sedangkan skor posttest kelompok eksperimen 81,50 dengan nilai minimum 79 dan maksimum 84. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai tabel Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,024 lebih kecil dari taraf kesalahan (α=0,05). Sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai Asymp. Sig. (2-tailend) adalah 0,149 lebih besar taraf kesalahan (α= 0,05) yang berarti pemberian treatmen dengan teknik cognitive restructuring efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada sekolah menengah pertama. Keywords: Teknik Cognitive Restructuring, Kemandirian belajar
Studi Deskriptif: Prevalensi Flourishing Mahasiswa Dan Implikasinya Pada Bimbingan Dan Konseling Diki Herdiansyah; Nurul Hanifah Puteri; Rohmatus Naini
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1824

Abstract

Psikologi positif memfokuskan kajian pada upaya mengembangkan, menciptakan, dan menemukan situasi yang positif ke arah lingkungan yang mampu menciptakan kekuatan untuk individu itu sendiri. Konsep populer yang baru-baru ini dibahas dalam psikologi positif yaitu berkaitan dengan flourishing, yang menggambarkan kemampuan individu untuk berkembang secara optimal, berfungsi seutuhnya, merasakan kenyamanan dan kepuasan dalam menjalani kehidupan. Selain itu Flourishing dideskripsikan sebagai individu yang mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya demi suatu tujuan dan sangat menikmati perannya dalam menjalani proses tersebut. Flourishing sangat penting dimiliki oleh calon konselor dalam proses pemberian bantuan pada klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 109 siswa bimbingan dan konseling yang berusia antara 17 hingga 25 tahun untuk mengetahui tingkat flourishing mereka sebagai calon konselor/helper. Penelitian ini menggunakan flourishing scale untuk pengumpulan data dan studi deskriptif untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% siswa berada pada kategori berkembang tinggi, 23% berada pada kategori sedang, dan hanya 3% yang berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan tingkat flourishing yang tinggi lebih mampu menangani emosinya dan mengelola berbagai peristiwa kehidupan, sedangkan individu dengan tingkat flourishing rendah cenderung memiliki pandangan negatif terhadap kehidupan dan kesulitan mengelola emosinya.
Studi Eksperimen Virtual Konseling untuk Layanan Konseling Kelompok Bersama Mahasiswa Program Studi BKPI Di IAI BBC Tahun Ajaran 2018/2019 Nakhma’ussolikhah Nakhma’ussolikhah
Coution : journal of counseling and education Vol 1 No 1 (2020): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v1i1.84

Abstract

Virtual counseling is part of counseling through the internet in general referring to professions related to services through internet communication technology. Specifically, virtual counseling utilizes a variety of other online media that can be used to organize online counseling, such as social networks such as Facebook, Twitter, My Space, Email, WhatsApp, IG (Instagram) and several application programs for chatting (instant messaging) such as Skype, Messenger , google talk, window live messenger, even the use of telephones and mobile phones and special media teleconferences. Group counseling service is a process that occurs in group relationships with groups of people who experience problems but cannot be overcome, a professional expert who has gained training and experience to help the client / counselee is able to solve the problem being faced. This research was conducted to determine the experimental study of virtual counseling realization for group counseling services, how counselors in providing counseling services through internet technology can be used based on techniques, service strategies and methods of using appropriate services. As for BKPI students, they are the primary subjects, because seeing the phenomenon experienced by students is quite socially problematic so there is need for internet-based services or group counseling. This research is an experimental qualitative research which is a type of field research. After describing the data then comparing the opinions of both primary data sources and secondary data. This study departs from the problems experienced by first semester students as a transition period means the period in which individuals adapt back from high school to university level, in understanding the misuse of information technology that makes problems often experienced as a result of the internet. Through group counseling, students are expected to be able to utilize the use of technology as one of the processes to support services. The conclusions obtained from this study are: students who often use the website or the internet as a means of communication with lecturers turn out to have creative value when viewed from the perspective of guidance and counseling. Technology-based services make it a major need for students today to carry out the process of counseling on campus. With group counseling through technology, students begin to realize counseling. The nature of counseling services is personal, social, learning and career can be developed based on client needs. Keywords: Virtual Konseling; Group Counseling; Experiment Abstrak Virtual konseling merupakan bagian dari konseling melalui internet secara umum merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan melalui teknologi komunikasi internet. Secara khusus virtual konseling memanfaatkan berbagai media online lain yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan konseling online, seperti jejaring sosial misalnya facebook ,twitter, my space, email, whattsup, IG (Instagram) dan beberapa program aplikasi untuk chatting (instant messaging) seperti skype, messenger, google talk, window live messenger, bahkan penggunaan telepon dan handphone serta media khusus teleconference. Layanan konseling kelompok adalah suatu proses yang terjadi dalam hubungan kelompok dengan kelompok orang yang mengalami masalah namun tidak dapat diatasi, seorang ahli profesional yang telah memperoleh latihan dan pengalaman untuk membantu agar klien/ konseli mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi eksperimen realisasi virtual konseling untuk layanan konseling kelompok, bagaimana konselor dalam pemberian layanan konseling melalui teknologi internet dapat digunakan berdasarkan teknik, strategi layanan dan metode penggunaan layanan yang tepat. Adapun mahasiswa BKPI, menjadi subjek primer, sebab melihat fenomena yang dialami mahasiswa cukup bermasalah secara sosial sehingga perlu adanya layanan berbasis internet atau konseling kelompok. Penelitian ini bersifat kualitatif eksperimen yang jenisnya adalah penelitian lapangan (Field research). Setelah memaparkan data kemudian membandingkan antara pendapat keduanya yaitu sumber data primer dan data sekunder.Penelitian ini berangkat dari permasalahann yang dialami mahasiswa semester pertama sebagai masa transisi artinya masa dimana individu beradaptasi kembali dari jenjang SMA ke PT, dalam memahami kekeliruan pemanfaatan teknologi informasi yang membuat permasalahan sering dialami akibat dari internet. Melalui konseling kelompok, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kegunaan teknologi sebagai salah satu proses penunjang layanan. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah mahasiswa yang sering menggunakan website atau internet sebagai sarana komunikasi dengan dosen ternyata memiliki nilai kreatif ketika dipandang dari perspektif bimbingan dan konseling. Layanan berbasis teknologi menjadikan kebutuhan utama bagi mahasiswa saat ini untuk melangsungkan proses konseling di kampus. Dengan adanya konseling kelompok melalui teknologi, maka mahasiswa mulai menyadari akan konseling. Adapun sifat dalam layanan konseling bersifat pribadi, sosial, belajar maupun karir dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan klien. Kata kunci: Virtual Konseling; Konseling Kelompok; Eksperimen
Perkembangan Remaja Berdasarkan Gender Nurhasanah Nurhasanah; Arie Dwi Ningsih
Coution : journal of counseling and education Vol 4 No 2 (2023): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v4i2.1272

Abstract

Sebagai seorang remaja, individu harus menyelesaikan beberapa hal penting untuk dapat memenuhi tugas perkembangannya dengan baik melalui beberapa tahap perkembangan. Tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja tersebut sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Namun, pada kenyataannya banyak remaja yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas perkembangannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang tingkat perkembangan remaja berdasarkan gender atau jenis kelamin dengan responden sebanyak 128 remaja yang berusia 14-15 tahun. Responden terdiri dari 64 laki-laki dan 64 perempuan di Kota Durian Lingga, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan pada penelitian ini menganalisis tingkat perkembangan remaja menggunakan metode survey dengan Instrumen Tugas Perkembangan (ITP). Apabila ada hambatan pada tahap perkembangan remaja maka perkembangannya tidak akan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perkembangan remaja perempuan lebih cepat dengan persentase sebesar 3,653% dan tingkat perkembangan remaja laki-laki memperoleh persentase sebesar 3,577%.
Konsep Self Management Pasangan Suami Istri Dalam Mencegah KDRT Menurut Psikologi Dan Perspektif Al-Quran Wilnan Fatahillah; Muhammad Hariyadi
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2736

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yaitu segala bentuk perilaku yang menyebabkan penderitaan fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi bagi anggota keluarga, merupakan fenomena sosial yang serius di Indonesia. Dampak KDRT sangat merugikan, baik bagi individu maupun masyarakat luas, menciptakan ketidakstabilan dalam keluarga dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep self-management, atau pengelolaan diri, yang dilakukan oleh pasangan suami istri sebagai upaya preventif dalam mencegah KDRT, dengan meninjau dari perspektif psikologi dan nilai-nilai Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan data diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber relevan, termasuk buku, artikel, dan jurnal ilmiah. Ruang lingkup penelitian ini mencakup pasangan suami istri di berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan lokasi, baik urban maupun rural, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management yang efektif meliputi beberapa aspek penting, yaitu pengendalian diri, motivasi, komunikasi yang sehat, serta keyakinan dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara bertanggung jawab. Selain itu, pemantauan kondisi mental dan pengembangan diri yang positif menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini juga menggarisbawahi bahwa penerapan prinsip-prinsip Al-Qur’an dalam interaksi pasangan dapat memperkuat ikatan pernikahan dan menurunkan risiko terjadinya KDRT. Dengan demikian, self-management bukan hanya strategi individual, tetapi juga pendekatan kolektif untuk membangun keluarga yang harmonis, damai, dan penuh pengertian.
Hasil Belajar Ditinjau Dari Manajemen Waktu Dan Pergaulan Teman Sebaya Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Yansen Alberth Reba; Aprilia Megawati Dessy Sayuri; Ahmad Sofyan
Coution : journal of counseling and education Vol 4 No 1 (2023): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v4i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan dalam (1) mengetahui apakah terdapat korelasi antara keterampilan manajemen waktu mahasiswa dengan prestasi akademiknya, (2) mengetahui apakah terdapat korelasi antara keterampilan manajemen waktu mahasiswa dengan prestasi akademiknya, dan (3) mengetahui apakah terdapat korelasi antara keterampilan manajemen waktu mahasiswa dengan prestasi akademiknya. Penelitian ini adalah studi kuantitatif yang dilakukan setelah fakta. Penelitian ini dilakukan di Universitas Cenderawasih Jayapura pada Program Bimbingan dan Konseling (JIP), Jurusan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Jalan Raya Sentani, Jayapura, Papua. Terdapat 57 partisipan dalam penelitian ini, mewakili angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020. Penelitian mengungkapkan bahwasanya 1) pengaruh manajemen waktu terhadap hasil belajar memiliki nilai t-hitung sebesar 2,856 > 2,007 t-tabel dan nilai sig 0,006 0,05. Manajemen waktu telah terbukti mempengaruhi kemampuan belajar mahasiswa, dan nilai thitung sebesar 3,098 > 2,007 dalam t-tabel dan nilai sig 0,0030,05 menunjukkan bahwa teman sebaya mahasiswa berdampak pada kemampuan belajarnya di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Cenderawasih. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa dengan teman sebayanya secara signifikan mempengaruhi prestasi akademiknya. Ketiga, pengaruh manajemen waktu dan hubungan teman sebaya terhadap hasil belajar memiliki nilai t hitung 52,895 > t tabel 3,18 dan nilai sig 0,000 0,05, menunjukkan pengaruh yang signifikan dari hubungan teman sebaya terhadap hasil belajar. Hal berikut mengungkapkan bahwasanya kemampuan siswa dalam mengatur waktu secara efektif dan hubungan mereka dengan teman sebaya secara signifikan mempengaruhi keberhasilan akademik mereka.

Page 5 of 17 | Total Record : 164