cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jitkbhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863     DOI : https://doi.org/10.36308/jik.v15i2
Core Subject : Health, Social,
JITK Bhamada adalah untuk diterbitkan, menyebarluaskan, dan membahas berbagai tulisan tentang penelitian kesehatan, yang membantu pendidik, pelaksana penelitian kesehatan, peneliti, dan membuat agar lebih efektif. JITK Bhamada dalam menerima artikel akan menyaring untuk keaslian, relevansi penelitian dan perbaikan pelayanan kesehatan. Setelah penyaringan awal artikel akan dikirim ke mitra bestari untuk diminta ulang isi artikel. Editor akan memutuskan menerima artikel dengan mempertimbangkan rekomendasinya dari mitra bestari yang telah ditunjuk. Editor berhak untuk mengubah artikel yang disetujui perlu, misal dengan memperpendek isi artikel atau menghilangkan bagan dan tabel.
Articles 267 Documents
PERBANDINGAN PERSEPSI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU TERHADAP BAHAYA PENYAKIT, MANFAAT PENGOBATAN DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT DI PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL Risnanto .; Woro Hapsari; Untung Purbowaseso
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia telah menerapkan strategi DOTS di seluruh dinas kesehatan.Kabupaten Tegal telah melaksanakan program DOTS dan pada tahun 2004 cure rate mencapai 87,09% (target nasional >85%), error rate 2,7% (target nasional <5%) dan CDR 66,2%, hal ini telah mencapai target nasional (60%) dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 76,82% dan ini berarti telah mencapai target global (70%) (Dinkes Tegal, 2006). Namun demikian, pencapaian tersebut belum merata di seluruh puskesmas. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan pencapaian indikator tersebut diantaranya adalah penderita tidak mengalami konversi pada fase intensif dan kasus drop out yang menjadi salah satu kendala keberhasilan program pemberantasan TB paru. Kegagalan dan ketidakteraturan dalam pengobatan dapat terjadi karena penderita TB belum memahami bahwa obat harus ditelan sekaligus dalam waktu 6 bulan. Persepsi penderita terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO mempunyai peranan penting dalam memunculkan kemungkinan melakukan tindakan pengobatan.Tujuan: Mengkaji perbandingan persepsi penderita TB selama menjalani masa pengobatan di Puskesmas Kabupaten Tegal. Secara khusus, bertujuan: 1) Mengkaji persepsi penderita TB terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO, 2) Mengkaji perbandingan persepsi pada penderita TB di puskesmas dengan cure rate di atas dan di bawah standar nasional.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus dan hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Subjek penelitian adalah penderita TB di Puskesmas Kabupaten Tegal dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Triangulasi sumber digunakan untuk meningkatkan keabsahan data.Hasil: Persepsi penderita terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO tidak sama. Bervariasinya persepsi ini diakibatkan adanya faktor pemicu terhadap persepsi penderita itu sendiri. Faktor pemicu tersebut adalah pengalaman, interaksi keluarga dan sosial, penjelasan petugas dan pandangan dari informan yang bersangkutan. Penjelasan petugas kepada PMO masih minimal.Kesimpulan: Persepsi informan atas bahaya penyakit pada puskesmas cure rate rendah dan tinggi sudah baik. Persepsi atas manfaat pada puskesmas cure rate rendah dan tinggi dikategorikan cukup. Persepsi informan terhadap peran PMO pada puskesmas cure rate rendah dikategorikan kurang, sedang pada cure rate tinggi dikategorikan cukup
Faktor Risiko Kejadian Kista Ovarium Pada Wanita Usia Reproduksi di RSKIA Kasih Ibu Kota Tegal Natiqotul Fatkhiyah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i1.131

Abstract

Kista ovarium adalah suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium,cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh selaput yang terbentuk dari lapisan terluar ovariumKista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Kista ovarium merupakansalah satu bentuk penyakit reproduksi yang menyerang wanita. Terjadinya kista atau tumorkarena adanya pertumbuan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak. Walupun demikiantidak menutup kemungkinan untuk menjadi tumor ganas atau kanker Beberapa faktor yangdapat meningkatkan risiko kejadian kista ovarium diantaranya faktor genetik, paritas, statusekonomi, status gizi dan anemis serta penggunaan bahan kimia. Tujuan penelitian untukmengidentifikasi faktor risiko kejadian kista ovarium pada wanita usia reproduksi di RSIAKasih Ibu Tegal.Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian survey desktiptif dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel secara keseluruhan (sampling jenuh). Pengumpulan datapenelitian dengan dokumentasi data rekam medik ruamah sakit. Analisis data secara univariatberdasarkan nilai frekuensi dan peresentase variabel penelitian.Hasil penelitian diketahuifaktor risiko ibu dengan frekeunsi dominan pada kejadian kista ovarium yaitu multipara, usia20-45 tahun, anemia ringan sebesar 11 ibu (42,3%); dan berat badan < 50 kg sebesar 7(26,9%).
PENGARUH CAKUPAN ASI ESKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Isna Hudaya; Herry Susanto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i1.132

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI Esklusif selama 6 bulan pertama dapat meningkatkan pertumbuhandan perkembangan anak secara optimal, akan tetapi kadang masih sulit untuk diterapkan denganberbagai latar belakang adat kebiasaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh cakupan ASIEsklusif terhadap berat badan bayi di Desa Tempuran, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analytic comparative observasional danpendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi. Jumlahresponden sebanyak 156 bayi dengan usia 7-36 bulan dengan teknik purposive sampling. Analisisyang digunakan adalah Mann Whitney U–test. Hasil: Responden (bayi) dengan ASI Esklusifmemiliki rata- rata berat badan 6,89 sedangkan rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI tidakeksklusif yaitu 7,403 kg. Analisis bivariate menunjukkan p-value sebesar 0,000. Simpulan: ratarata berat badan bayi yang diberikan ASI tidak eksklusif lebih besar dari rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan karena bayi mendapatkan sumber nutrisi dari berbagai makanan yang diberikan selain pemberian ASI.
GAMBARAN STATUS GLIKEMI PENDUDUK USIA 25-65 TAHUN (STUDI DI KOTA TEGAL) Dwi Uswatun Khasanah; Andrew Johan; Niken Safitri Dyan Kusumaningrum
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediabetes merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tetapi di bawah ambang diabetes, meliputi Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) dan/atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Seseorang dengan prediabetes memiliki peningkatan risiko terjadinya diabetes type 2. Prediabetes tidak menimbulkan tanda dan gejala yang nyata, sehingga penderita prediabetes tidak menyadari bahwa dirinya mengalami prediabetes. Deteksi dini dan modifikasi gaya hidup dapat mencegah maupun menunda terjadinya diabetes tipe 2 pada penderita prediabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status glikemi berdasarkan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa 2 jam pasca pembebanan glukosa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Quota sampling dilakukan pada individu yang tidak menderita diabetes dan berusia 25-65 tahun di 8 wilayah puskesmas di Kota Tegal dan mendapatkan sampel sebanyak 170. Pengambilan data dilakukan melalui pemeriksaan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Data kemudian dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 78,8% responden dengan Toleransi glukosa normal, 11,2 % dengan TGT, 2,9% dengan GDPT dan 2,4% dengan kombinasi GDPT dan TGT, 4,1% dengan undiagnosed diabetes dan 0,6% dengan hipoglikemi post prandial. Proporsi prediabetes di Kota Tegal cukup tinggi (16,5%) sehingga perlu dilakukan intervensi keperawatan untuk mencegah prediabetes maupun mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes tipe 2.
PENGARUH HYPNOLACTATION TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI GRIYA HAMIL SEHAT MEJASEM KABUPATEN TEGAL Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun atau lazim disebut ASI eksklusif terbukti dapat meningkatkan perlindungan terhadap infeksi sampai beberapa tahun setelah penghentian menyusui. Studi kohort selama 14 tahun menunjukkan semakin lama bayi menyusu, semakin berkurang gangguan mental pada anak dan remaja. Gangguan pada pemberian ASI terjadi karena berbagai faktor diantaranya faktor bayi, ibu dan lingkungan. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan pada pekan ASI tahun 2013 cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2010 adalah 61,3%, meningkat menjadi 61,5%, pada tahun 2011 dan mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi 61,1%, sedangkan target nasional cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2012 yaitu 80%. Di Propinsi Jawa Tengah cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun 2012 hanya 49,46%, sedangkan di Kabupaten Tegal 67%. Untuk mencegah dan menangani masalah pemberian ASI/ laktasi tersebut, maka dimungkinkan sebuah intervensi yaitu metode hypnolactation. Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan refleks prolaktin dan refleks oksitosin (let down refleks). Metode ini adalah metode terbaru yang sangat baik untuk membangun niat positif dan motivasi dalam menyusui serta mampu memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI. Jadi, proses menyusui dapat berlangsung nyaman karena ibu merekam pikiran bawah sadar bahwa menyusui adalah proses alamiah dan nyaman. Sehingga, dasar dalam melakukan hypno-lactation adalah relaksasi yang dicapai bila jiwa raga berada dalam kondisi tenang. Dari hasil penelitian ini, diketahui ada perbedaan pengaruh hypnolactation terhadap pemberian ASI eksklusif pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p value (0,004) < α (0,05)).
Manfaat Permen Jahe dan Permen Mint Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru hastuti marlina; Nurul Puji Astina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga menyebabkan, tidak bisa makan, minum dan berat badan turun. Jahe dan daun mint dapat mengurangi mual dan muntah pada kehamilan karena didalam jahe dan daun mint tedapat minyak atsiri yang memblokir reflek muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan saat diberikan permen jahe dan permen mint. Metode penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan desain time series. Sampel Penelitian ini sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value 0,008 artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata frekuensi hiperemesis gravidarum antara kelompok permen jahe dan permen mint dengan mean rank (19,57) pada kelompok permen jahe dan (11,43) pada permen mint. Dengan demikian, kelompok pemberian permen jahe lebih efektif dibandingkan dengan pemberian permen mint. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui berapa gram jumlah jahe atau mint dalam 1 permen.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORMAT PENGKAJIAN BERDASARKAN MASALAH PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI RUANG NUSA INDAH RSUD Dr. SOESELO SLAWI KABUPATEN TEGAL Ita Nur Itsna; Anisa Oktiawati; Yessy Paramita Widodo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu dalam masa postpartum akan mengalami perubahan fisik dan psikologis.Perubahan ini normal terjadi, namun seringkali menyebabkan timbulnya beberapa masalahpenyesuaian. Masalah tersebut antara lain : nyeri perineum, afterpain, gangguan eliminasiurin dan fekal, postpartum blues, dan lainnya. Pengkajian yang teliti memungkinkan perawatmencatat hasil pengkajian yang normal dan mengenali serta melaporkan dengan segerasetiap komplikasi. Kemampuan perawat untuk menentukan masalah keperawatan melaluipengkajian yang terfokus dan komprehensif sangat penting dalam proses asuhankeperawatan karena akan mempengaruhi ketepatan intervensi yang perlu dilakukan perawat.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan format pengkajian berdasarkanmasalah pada ibu postpartum pervaginam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifdengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakanteknik Purposive Sampling, yaitu perawat dan bidan yang bertugas di Ruang Nusa Indahsebanyak 17 orang yang terdiri dari 5 perawat dan 12 bidan. Perawat dan bidan dimintauntuk menggunakan format pengkajian tersebut, lalu mereka mengisi kuesioner untukmengetahui efektivitas format pengkajian. Data-data dianalisis dengan perhitungan meanserta prosentase (%). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 17 orang responden (100 %)menyatakan cara pengisian, bentuk dan isi format pengkajian tersebut efektif karenamemudahkan mereka dalam melakukan pengkajian dan penentuan masalah keperawatan.Waktu yang diperlukan perawat dan bidan untuk pengkajian dan menentukan masalahkeperawatan adalah 30 menit. Seluruh responden (100%) menyatakan bahwa penggunaanformat pengkajian berdasarkan masalah pada ibu postpartum pervaginam adalah efektifdan mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk melakukan pengkajian dan penentuanmasalah keperawatan. RSUD Dr Soeselo Slawi disarankan menggunakan format pengkajianberdasarkan masalah bagi pasien di ruang kebidanan
TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN DISMENORHEA PRIMER Tri Agustina Hadiningsih; Natiqotul Fatkhiyah; Iis Annisa M
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea adalah nyeri pada daearah panggul akibat menstruasi dan produksi zatprostaglandin. Nyeri menstruasi cenderung terjadi lebih sering dan lebih hebat, pada gadis remajayang mengalami kegelisahan, ketegangan dan kecemasan. Dismenorhea terjadi karena perbedaanambang rangsang nyeri pada setiap orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui tingkatkecemasan remaja putri terhadap kejadian dismenorhea primer Jenis dan desain penelitian adalahkuantitatif jenis deskriptif, teknik sampel menggunakan teknik menggunakan teknik samplingjenuh, yaitu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sejumlah 53 remaja putri.Data primer didapatkan dari pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisisdistribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan remaja putri terhadapkejadian dismenorhea primer adalah sebagian besar mengalami kecemasan sedang (47,2%),terbanyak tingkat kecemasan sedang dengan umur 15 tahun (52%) dan dengan sumber informasidari orang tua (33,3%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL DALAM KEHAMILAN DENGAN AKTIVITAS HUBUNGAN SEKSUAL DI RB TIARA DESA HARJAWINANGUN KECAMATAN BALAPULANG KABUPATEN TEGAL TAHUN 2010 Tri Agustina Hadiningsih; Edy Sucipto; Rina Febri Wahyuningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil pada waktu memeriksakan kehamilannya di RB Tiara, disamping memeriksakan kehamilan juga konsultasi dengan tenaga kesehatan tidak terkecuali masalah aktivitas hubungan seksual pada waktu hamil, banyak mitos yang melarang hubungan seksual pada waktu hamil karena dapat mengakibatkan bayi cidera dan bisa keguguran, sedangkan satu sisi jika aktivitas seksual tidak dilakukan maka dapat mengakibatkan suami akan selingkuh. Studi pendahuluan di RB Tiara bahwa pada bulan Desember 2009 dari 10 ibu hamil, 7 ibu hamil (70 %) yang terdiri atas TMI 4, TMII 2 dan TMIII 1 ibu hamil merasa takut untuk melakukan hubungan seksual pada waktu hamil karena dapat mempengaruhi kehamilannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual di RB Tiara Desa Harjawinangun Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal tahun 2010?. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual selama kehamilan. Jenis dan Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik secara cross sectional pada ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RB Tiara pada bulan Maret 2010, teknik pengambilan sampel nonprobability sampling secara aksidental, berjumlah 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dari pengisian kuesioner, analisa univariat dengan distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji corealsi chi square.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup tentang hubungan seksual pada waktu hamil kategori (76,7%), melakukan hubungan seksual selama kehamilan ≤1x per minggu (73,3%). Uji korelasi dengan chi square diperoleh x2 hitung = 6,607, df = 1 dan nilai kemaknaan 0,05, yang berarti x2 hitung lebih besar dari x2 tabel ( x2 tabel = 3,841) serta p value = 0,01 yang berarti < 0,05). Hal ini menunjukan adaya hubungan yang bermakna antara hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan aktivitas hubungan seksual selama hamil. Disarankan agar meningkatkan pengetahuan tentang hal-hal yang menggangu kehamilan, sehingga dapat menjaga kehamilan salah satunya menentukan kapan waktu yang tepat melakukan aktivitas seksual yang dapat mengganggu kehamilan dan janin.
PENILAIAN STATUS GIZI PADA BALITA UMUR 13-60 BULAN DI DESA BOGARES KIDUL KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2009 Aprillia Nurul Baety; Tri Agustina Hadiningsih; Tri Jaka Kartana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah melaksanakan Pemantauan Status Gizi, suatu kegiatan untuk memantau penyediaan data dan informasi status gizi nasional sejak pelita IV. Pada krisis seperti ini masalah gizi, khususnya gizi kurang muncul karena masalah pokok yaitu kemiskinan dari masyarakat. Pokok bahasannya adalah “Bagaimana Penilaian Status Gizi Balita, Khusunya Umur 13–60 Bulan di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun 2009?”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi balita, umur 13-60 bulan di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu bilamana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 124 balita. Hasil penelitian ini menunjukkan penilai status gizi pada balita umur 13-60 bulan berdasarkan Baku Antropometri WHO-NCHS, berdasarkan TB/U 67,7%, KRP Ringan 22,65%, KEP Sedang 9,7%. Berdasarkan BB/U Gizi baik 66,9%, KEP Ringan 20,2% dan KEP Sedang 12,9%. Disarankan bagi masyarakat hendaknya lebih aktif mengunjungi posyandu dan menghadiri acara penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Page 11 of 27 | Total Record : 267