cover
Contact Name
Ella Evrita
Contact Email
e.evrita@sae.edu
Phone
+628158712890
Journal Mail Official
g.putra@sae.edu
Editorial Address
YAYASAN NEXT AKADEMI Jl. Pejaten Raya No.31, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540 Telephone: (021) 7890145
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Profilm: Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman & Televisi
ISSN : 28300521     EISSN : 28300521     DOI : https://doi.org/10.56849
Pro Film Journal is a scientific journal that focuses on film and television science. Along with the development of creative media in Indonesia, this journal is presented by SAE Indonesia and covers various topics related to creative media. Creative media is an individuals mental process in producing new ideas, processes, methods, or products that are effective and imaginative, with succession, discontinuity, and differentiation that are useful in various fields to create something new.
Articles 128 Documents
Modifikasi Lirik Lagu bagi Kampanye Pemilu:Tinjauan Terhadap Aspek Hak Cipta Dan Disposisi Moral Pencipta Tumiar Berthalina Simatupang Tumiar Berthalina Simatupang
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak cipta dan hak moral pencipta memiliki konsekuensi hukum jika lirik lagu diubah untuk kepentingan kampanye pemilu. Namun, ini menjadi salah satu cara yang menarik untuk menyampaikan pesan politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki masalah hukum dan moral yang muncul sebagai hasil dari perubahan lirik lagu dalam situasi ini. Metode penelitian adalah kualitatif melalui pendekatan deskriptif- analitis. Interview dan analisis dokumen kasus adalah bagian dari proses ini. Hasil penelitian adalah bahwapemahaman yang tidak benar ataupun tidak penuh tentang hukum hak cipta dan pelaksanaannya menyebabkan banyak pelanggaran hak cipta. Bahkan hak moral pencipta sering diabaikan saat mengubah lagu. Penelitian menemukan bahwa edukasi hukum dan kebijakan yang lebih jelas harus diberikan untuk melindungi hak cipta dan melibatkan pencipta dalam proses modifikasi untuk mendorong praktik yang sesuai dan etis dalam kampanye politik. 
Pemodelan Akustik dan Desain Studio: Pendekatan Matematis dan Praktis untuk MengoptimalkanWaktu Gema dan Aktivitas ModalAcoustic Modeling and Studio Design:A Mathematical and Practical Approach to OptimizingReverberation Time and Modal Activity Fornia Fornia
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya desain akustik di studio rekaman untuk mencapai kualitas suara yang optimal. Waktu gema dan aktivitas modal secara signifikan memengaruhi kualitas akustik di ruang kecil dan tertutup seperti studio. Namun, banyak pengguna dengan anggaran terbatas sering menghadapi tantangan dalam mengakses solusi akustik yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktis untuk memilih dan mengatur bahan akustik yang efisien untuk mengontrol waktu reverb dan aktivitas modal, membuat solusi ini dapat diakses oleh masyarakat umum tanpa mengeluarkan biaya tinggi atau memerlukan bantuan dari konsultan profesional. Untuk mencapai hal ini, metode eksperimental digunakan, menguji berbagai bahan akustik umum seperti busa, kayu, karpet, dan gipsum dalam pengaturan studio rekaman untuk mengukur dampaknya pada waktu reverb. Data dikumpulkan menggunakan tekanan suara dan pengukuran waktu reverb dengan pengukur SPL dan aplikasi pengukuran akustik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap material memiliki efek yang berbeda berdasarkan ketebalan dan penempatannya. Bahan yang lebih tebal lebih efektif dalam menyerap frekuensi rendah, sedangkan bahan yang lebih tipis unggul dalam menyerap frekuensi tinggi. Panduan praktis ini dibangun di atas temuan eksperimental ini, sehingga memudahkan pengguna untuk mengelola bahan akustik. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan material yang tepat dan penataan strategis dapat secara signifikan meningkatkan kualitas akustik di studio kecil dengan biaya yang terjangkau. Panduan ini berkontribusi secara bermakna untuk bidang akustik, memberikan solusi praktis dan ekonomis. Akibatnya, ini meningkatkan aksesibilitas desain akustik berkualitas untuk studio kecil dan masyarakat luas, mendukung kebutuhan pembuatan konten digital dan produksi musik yang terusberkembang
Pengaruh Pemikiran Kreatif dalam Menciptakan Konten Viral:Studi Kasus pada Fenomena Digital yang Berkembang Pesat diMedia Sosial Lawrence Philip Lawrence Philip
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana berpikir kreatif dapat diterapkan dalam konteks pengembangan individu dan organisasi. Mengidentifikasi komponen yang mempengaruhi kreativitas dan teknik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif adalah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan melibatkan wawancara mendalam dengan partisipan yang berpengalaman dalam kreativitas dan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang mendukung, kolaborasi tim, dan keberanian untuk gagal adalah komponen penting dalam mendorong kreativitas. Hasil ini memberikan wawasan untuk membangun strategi pembelajaran dan pengelolaan sumber daya manusia yang berfokus pada meningkatkan kreativitas di berbagai industri. 
Pengembangan Kerangka Creative Agency Terintegrasi untuk Keberlanjutan Ekosistem Teater Musikal di Indonesia Brigitte Janice Brigitte Janice
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama dekade terakhir, teater musikal Indonesia mengalami pertumbuhan. Jumlah produksi meningkat, keterlibatan penonton muda naik, dan organisasi seni pertunjukan bertambah. Namun ekosistem industri belum terbentuk secara berkelanjutan. Mayoritas produksi masih project-based, bergantung pada sponsor temporer, dan belum punya model bisnis yang menghubungkan produksi pertunjukan, pembinaan talenta, manajemen audiens, dan kolaborasi komersial secara terstruktur.Penelitian bertujuan mengidentifikasi hambatan struktural industri teater musikal Indonesia dan mengembangkan kerangka creative agency terintegrasi sebagai model bisnis penopang keberlanjutan ekosistem. Metode yang digunakan kualitatif eksploratif Futures Design and Creation. Data primer diperoleh via wawancara semi-terstruktur dengan pelaku teater musikal, penonton, dan pihak yang pernah bekerja sama dalam produksi. Data sekunder dari literatur, laporan industri, dokumentasi, dan observasi lapangan.Temuan menegaskan keberlanjutan teater musikal dipengaruhi 4 faktor: infrastruktur produksi profesional minim, sistem kaderisasi talenta lemah, ketergantungan pada pendapatan tiket, dan integrasi lembaga seni dengan mitra komersial rendah. Karena itu penelitian merumuskan kerangka creative agency terintegrasi yang memadukan produksi pertunjukan, manajemen talenta, pengembangan audiens, layanan kreatif berbasis storytelling, dan kemitraan komersial dalam satu model organisasi. Kerangka ini memberi sumbangsih teori untuk kewirausahaan kreatif dan manajemen seni pertunjukan, sekaligus strategi praktis menguatkan keberlanjutan industri teater musikal Indonesia
Pengembangan Model Ekosistem Showcase Musik Independen Berbasis Komunitas:Integrasi Manajemen Acara, Keterlibatan Komunitas, dan Revenue-Based Financing bagiMusisi Independen di Indonesia Nadja Puti Saviantara Nadja Puti Saviantara
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu dekade terakhir industri musik independen Indonesia tumbuh signifikan lewat distribusi digital dan kewirausahaan kreatif yang memungkinkan musisi mandiri tanpa label mayor. Namun, infrastruktur pertunjukan belum memadai untuk menopang keberlanjutan karier musisi. Kendala utama meliputi akses venue, produksi acara, sponsor, dan pengembangan audiens. Penelitian mengembangkan CommunityBased Independent Music Showcase Ecosystem Model yang mengintegrasikan manajemen showcase, komunitas, sponsor, dan Revenue-Based Financing untuk keberlanjutan showcase independen. Pendekatan Design-Based Research (DBR) digunakan dengan observasi lapangan pada Santai Sore Vol. 23 dan SFE Showcase Vol. 2 di Jakarta, fokus pada struktur operasional, peran, promosi, audiens, dan nilai komunitas.Hasilnya, showcase independen bergantung pada jejaring komunitas, produksi kolaboratif, dan promosi berbasis komunitas. Model empat dimensi yaitu manajemen produksi, keterlibatan komunitas, fasilitasi sponsor, dan Revenue-Based Financing berkontribusi konseptual pada kewirausahaan kreatif dan manajemen acara dengan memosisikan event organizer sebagai fasilitator ekosistem kreatif.
Tantangan Viral dan Manajemen Krisis: Mempelajari Respons Merek dalam Merespons Tren Media SosialYang Menghebohkan Mohammad Fadly Mohammad Fadly
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital Sekarang ini challenge-challenge yang viral di beberapa platform media sosial telah menjadi fenomena yang sangat memengaruhi citra merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana merek dapat menangani krisis yang disebabkan oleh tantangan viral, seperti Ice Bucket Challenge dan Kiki Challenge, dan juga menemukan strategi komunikasi yang tepat untuk mengurangi efek negatifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan menganalisis kontendari unggahan media sosial yang terkait dengan kedua masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menghadapi challenge yang viral, respons merek yang cepat dan terkoordinasi sangat penting. Selainitu, strategi komunikasi yang proaktif dan responsif juga diperlukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa merek harus menggunakan inovasi dalam pemasaran digital untuk meningkatkan keterlibatan dan membangun reputasi positif, sambil mempertimbangkan potensi bahaya dari fenomena viral. 
Transformasi Perfilman Indonesia: Dinamika Dan Adaptasi Dari Tahun 2000 Hingga 2023 Chitra Lestari Chitra Lestari
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan perfilman Indonesia dari tahun 2000 hingga 2023, periode yang ditandai dengan kebangkitan industri setelah krisis ekonomi dan politik di akhir 1990-an, transformasi teknologi digital, perubahan preferensi penonton, serta dampak kebijakan pemerintah. Metode sejarah yang mencakup heuristik, analisis struktural, interpretasi, dan penelitian pustaka digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode 2000-2009 menandai kebangkitan perfilman nasional dengan produksi film yang meningkat dan munculnya platform sinema baru. Pada dekade 2010-2019, terdapat peningkatan signifikan dalam produksi film yang didukung oleh kebijakan pemerintah dan pembangunan infrastruktur bioskop. Pandemi COVID-19 pada awal 2020 memaksa industri beradaptasi dengan pembatasan produksi dan penutupan bioskop, namun kreativitas sineas Indonesia terus berkembang melalui platform streaming. Kesimpulannya, perfilman Indonesia menunjukkan dinamika yang kompleks dan kemampuan  adaptasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan selama periode tersebut
Unlocking Creativity: A Mixed-Methods Approach to Interpretingthe Ideas and Significance of Creative Media Gatya Pratiniyata Gatya Pratiniyata
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modern culture is much influenced by creative media, which blends art, technology, and communication. By means of a mixed-methods approach comprising qualitative interviews, quantitative surveys, and case studies, this study investigates the ideas and value of creative media. According to the findings, including historical background, media evaluation, creative practice, and research techniques improves the caliber of creative media education. Especially successful in raising students' respect of the development of media and its usefulness in social settings were interactive aspects including virtual museum tours and cooperative projects. Furthermore, the PBL (problem-based learning) method effectively helped pupils to grow in their critical and creative ability. But the studies revealed areas where creative thinking was used poorly, which emphasizes the need of a more interactive education. This study greatly helps to create innovative media courses, so educating students to be competent and flexible professionals in the modern society.

Page 13 of 13 | Total Record : 128