cover
Contact Name
Ella Evrita
Contact Email
e.evrita@sae.edu
Phone
+628158712890
Journal Mail Official
g.putra@sae.edu
Editorial Address
YAYASAN NEXT AKADEMI Jl. Pejaten Raya No.31, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540 Telephone: (021) 7890145
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Profilm: Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman & Televisi
ISSN : 28300521     EISSN : 28300521     DOI : https://doi.org/10.56849
Pro Film Journal is a scientific journal that focuses on film and television science. Along with the development of creative media in Indonesia, this journal is presented by SAE Indonesia and covers various topics related to creative media. Creative media is an individuals mental process in producing new ideas, processes, methods, or products that are effective and imaginative, with succession, discontinuity, and differentiation that are useful in various fields to create something new.
Articles 128 Documents
Adaptive Microphone Placement pada Ruang Domestik Tanpa Acoustic Treatment untukProduksi Rekaman Musik Berbasis Tracking(Dari Tugas akhir berjudul‘Metode Perekaman Produksi Musik Pada Ruangan Tanpa AcousticTreatment Yang Berada di Rumah) Muhammad Rafif Irsyad
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi DAW, audio interface, dan gear rekaman digital bikin praktik home recording makin naik. Alasannya simpel: lebih fleksibel dan lebih hemat dibanding sewa studio profesional. Tapi masalahnya, mayoritas teknik rekaman masih nyontek standar studio yang udah punya acoustic treatment dan kontrol akustik bagus. Alhasil musisi indie yang rekaman di kamar/ruang rumah tanpa treatment akustik pasti ketemu kendala.Untuk jawab itu, penelitian ini merancang pendekatan adaptive microphone placement. Caranya: optimalin teknik miking + manfaatin karakter akustik alami ruang domestik. Tujuannya biar hasil rekaman tetap layak secara teknis dan artistik walau nggak pakai studio.Metode risetnya Practice-Based Research. Karya musik dipakai sebagai media eksplorasi sekaligus alat penelitiannya. Data dikumpulin dari observasi ruang rekam, dokumentasi posisi mikrofon, proses tracking multitrack, dan evaluasi hasil rekaman 5 instrumen: gitar, drum, bass, piano, vokal.Temuan di lapangan: gabungan close miking, room miking, critical distance, dan stereo spaced pair bisa ngangkat karakter sonik ruang domestik tanpa acoustic treatment. Dari situ lahir kerangka kerja produksi rekaman yang manfaatin akustik alami ruang. Kerangka ini bisa langsung dipakai musisi indie dengan budget terbatas. Kontribusi penelitian: ngembangin metodeproduksi musik alternatif yang nyatuin sisi teknis dan artistik khusus buat lingkungan home recording.
Advanced Scriptwriting in the Era of Meme Culture: A SemioticAnalysis of Viral Phenomena Asti Haningtyas
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital yang didominasi oleh media sosial, meme menjadi salah satu bentuk komunikasi yang dominan dan berpengaruh dan efektif. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengeksplor teknik penulisan naskah dan analisis semiotik yang dapat digunakan untuk menciptakan meme yang lebih relevan dan strategis. Metode yang digunakan mencakup pendekatan mixed methods, dengan analisis semiotik dan naratif serta evaluasi keterlibatan audiens melalui meme viral di platform media sosial. Hasil penelitianadalah bahwa meme yang berhasil menggabungkan humor, relevansi, dan elemen visual kuat sangat memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan publik serta memberikan kritik sosial yang konstruktif, sehingga berperan penting dalam memengaruhi opini publik dan perilaku sosial di era digital. Penelitian juga menggarisbawahi perlunya pemahaman mendalam tentang teknik penulisan naskah untuk menghasilkan konten meme yang berdampak. 
Analisis Komprehensif terhadap Tantangan dan Peluang dalamProduksi Video dan Audio Digital Tingkat Lanjut Melati Kusuma Wardhani
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bidang teknologi digital telah menciptakan tantangan dan peluang baru ke dunia pendidikan dan juga industri kreatif. Maksud dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisa masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan dalam produksi konten dan video digital. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan survei dengan praktisi di bidang yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan memiliki pengetahuan digital, tetapi merekamenghadapi kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis untuk membuat konten multimedia. Selain itu, untuk membuat konten interaktif, penggunaan teknologi seperti augmented reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) semakin penting. Oleh karena itu, institusi pendidikan harus membuat kurikulum yang menggabungkan teori dan praktik serta meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam dunia digital untuk menghadapi tantangan global.
Blockchain untuk Perlindungan Hak Cipta:Solusi Inovatif untuk Kasus Konten Viral Paramita Hapsari Hapsari
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi digital, para kreator menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan karya mereka, terutama dalam hal pelanggaran hak cipta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana teknologi blockchain dapat membantu melindungi hak ciptadengan melihat bagaimana implementasinya berhasil dan gagal, serta masalah hukum dan sosial yang muncul. Metode yang digunakan meliputi analisis studi kasus industri kreatif dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi, keaslian, dan efisiensi pengelolaan hak cipta dengan menggunakan mekanisme seperti kontrak pintar dan NFT. Namun, untuk mendorong adopsi industri kreatif yang lebih besar, masalah seperti skalabilitas, kerangka hukum, dan kesadaran sosial harus diatasi. 
Branding Strategies in Live Music Events:  Exploring Their Impact on Audience Perception and Engagement Ahmad Budi Sulistioyuwono
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari bagaimana strategi branding dalam acara live music mempengaruhi persepsi dan keterlibatan audiens. Perubahan dalam industri musik yang dipengaruhi oleh teknologi dan perilaku audiens adalah subjek dari penelitian ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mempelajari komponen branding penting seperti logo, tema, dan interaksi sosial serta mengetahui bagaimana mereka berdampak pada pengalaman audiens. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif denganmenggunakan pendekatan studi kasus dan melakukan wawancara mendalam dengan audiens dan penyelenggara acara. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan branding yang relevan dan konsistendapat meningkatkan persepsi audiens dan menciptakan keterlibatan emosional yang kuat. Konser kecil lebih menekankan pada hubungan antara artis dan penonton, sementara festival besar lebih menekankan pengalaman bersama, yang keduanya meningkatkan kepuasan audiens.
Documentary Film as A Tool For Environmental Advocacy In Indonesia:A Literature Review Endah Wahyu Sulistianti
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Documentary films have increasingly become a medium for environmental advocacy worldwide. In Indonesia, where environmental issues such as deforestation, biodiversity loss, and human-wildlife conflict are pressing concerns, documentary films serve as powerful tools for raising awareness and influencing public discourse. However, scholarly research on how Indonesian documentaries contribute to environmental advocacy remains limited. This literature review examines existing studies on Indonesian environmental documentaries, identifying key themes, challenges, and gaps in research. It explores how these films shape public perception, engage policymakers, and impact grassroots activism. The study highlightsthe role of digital streaming platforms in expanding the reach of environmental documentaries, particularly in engaging younger audiences. By analyzing previous research and identifying areas for further investigation, this review provides insights into the potential of documentary films as catalysts for environmental change in Indonesia.
Efektivitas dan Tantangan:  Analisis Metodologis UU Perlindungan Konsumen untukKonsumen Media Kreatif dalam Konteks Praktis Anggi Novalga Suryanto Novalga Suryanto
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, perlindungan konsumen dalam industri media kreatif semakin penting. Penelitian ini meneliti bagaimana dan seberapa efektif UU Perlindungan Konsumen (UU PK) diterapkan untuk konsumen di industri saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis kasus kebocoran data yang terjadi di platform digital tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen sulit memahami hak-hak mereka, dan menghadapi tantangan signifikan terkait kesadaran akan hak-hak tersebut serta kompleksitas informasi. Selain itu, UU PK perlu ditingkatkan untuk melindungi konsumen dari penipuan dan pelanggaran privasi data. Untuk melindungi hak konsumen di industri media kreatif, penelitian ini menyarankan peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan pengembangan regulasi yang lebih ketat
Evaluasi untuk Modul pembelajaran "Fundamentals of Digital Audio" Di  Akademi Komunikasi SAE Indonesia Fransiskus Rendy Retanubun
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini berfungsi sebagai catatan eksplorasi terhadap potensi pengembangan dalam metode evaluasi yang digunakan dalam modul "Fundamentals of Digital Audio". Dengan kode module SAP208. Dalam journal ini penulis mendeskripsikan tujuan pembelajaran sebagai pengambaran awal yang kemudian di bandingkan dengan module-module sejenis dari institusi lain yang memiliki konsentrasi atau program jurusan yang serupa. Perbandingan tersebut diharapkan memberikan ruang pengembangan dan dapat menambah referensi yang baik untuk melihatrelevansi dari materi yang ada dengan real kondisi saat ini yang di perlukan oleh lulusan dalam industri. 
Kerangka Perekaman Hibrida Musik Keroncong: Integrasi Teknik Close-Miking dan Decca Tree untuk Mempertahankan Autentisitas Akustik dalamProduksi Musik Tradisional Indonesia Bintang Dewana Mahesworo Nindito
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian musik tradisional dalam produksi audio modern merupakan tantangan bagi Audio Engineering dan Creative Media. Musik keroncong memiliki karakter akustik khas, tetapi metode perekaman yang menyeimbangkan klaritas instrumen dan keutuhan ruang pertunjukan masih minim. Close-miking umum dipakai untuk detail instrumen namun mengurangi spatial character, sementara Decca Tree efektif untuk depth dan kohesi orkestra tapi belum banyak diterapkan pada musik tradisional Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas gabungan close-miking dan Decca Tree dalam mempertahankan autentisitas akustik keroncong serta mengembangkan Hybrid Keroncong Recording Framework. Dengan PracticeBased Research pada rekaman Keroncong Irama Suka-Sukadi Velvet Studio Jakarta, sistem 7 mic closemiking + 3 mic Decca Tree digunakan untuk menangkap detail dan ambience. Evaluasi reflektif menunjukkan pendekatan hibrida menjaga keseimbangan clarity, ensemble cohesion, dan spatial ambience. Temuan memetakan hubungan direct sound capture, spatial ambience, dan acoustic authenticity.
Merajut Harapan: Meneliti Dilema Tunjangan Kinerja DosenDi  Era Permendikbud No. 44 Tahun 2024 RR Ella Evrita H RR Ella Evrita H
Pro Film Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah pergeseran kebijakan pendidikan tinggi Indonesia, khususnya Permendikbud No. 44 Tahun 2024, tunjangan kinerja dosen menjadi masalah. Dampak kebijakan ini terhadap motivasi dan kualitas pengajaran dosen adalah subjek penelitian ini. Penelitian ini melakukan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dan diskusi kelompok terfokus dengan pengajar dari berbagai institusi. Penelitian menunjukkan bahwa pembatalan tunjangan kinerja dapat menyebabkan motivasi dan moral dosen menurun, yang berdampak negatif pada penelitian dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian juga menunjukkan ketidakpastian hukum yang menghambat inovasi dan keterlibatan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat. Rekomendasi kebijakan disarankan untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi dosen saat menghadapi masalah ini.

Page 12 of 13 | Total Record : 128